Begini Cara Mencatat Kerugian Kontrak Pembelian Barang

Begini Cara Mencatat Kerugian Kontrak Pembelian Barang

Begini Cara Mencatat Kerugian Kontrak Pembelian Barang

Pembelian barang dari supplier dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, bahan pembantu dan sarana pendukung operasional perusahaan.

Pembelian barang tersebut ada yang menggunakan kontrak pembelian dan ada yang tidak, biasanya tergantung pada jenis, volume dan nilai barang yang dibeli.

Bila kerjasama jual beli tersebut dilakukan dengan menggunakan kontrak pembelian, maka sebelum kontrak pembelian itu ditandatangani biasanya dilakukan beberapa kali pembicaraan.

Hal-hal yang dibicarakan menyangkut segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelian barang misalnya harga, volume, diskon pembelian, retur pembelian, pembayaran, dan pengiriman.

Setelah pokok-pokok itu disetujui, selanjutnya kedua belah pihak menuangkan hal-hal yang disepakati itu dalam sebuah kontrak pembelian.

Dalam kontrak pembelian tersebut ditentukan jumlah yang akan dibeli dengan harga tertentu.

Dalam kontrak pembelian tersebut ada juga pokok-pokok yang bisa diubah dengan persetujuan dan kesepakatan kedua belah pihak, demikian juga ada  point-point yang tidak bisa diubah.

Bila terjadi penurunan harga sesudah dibuatnya kontrak sebelum saat pengiriman barang maka dalam hal kontrak yang tidak dapat diubah, kerugian penurunan harga diakui pada periode tersebut.

Kerugian tersebut dicatat dengan cara men-DEBIT rekening kerugian dan meng-KREDIT taksiran kerugian.

Rekening atau akun rugi penurunan harga ini adalah rekening nominal dan dicantumkan dalam laporan laba rugi, sedangkan rekening atau akun TAKSIRAN KERUGIAN KONTRAK PEMBELIAN merupakan rekening hutang yang akan dicantumkan dalam neraca.

Baca juga : Sistem Akuntansi Pembelian Kredit Perusahaan Distribusi Air Mineral

contoh kontrak pembelian barang

Misalnya, bulan Nopember 2016 PT Sukses Penuh Keberkahan membuat kontrak pembelian barang sebanyak 1.000 unit dengan harga Rp. 1.500 per unit yang akan diterima pada bulan April 2017.

Pada akhir tahun 2016 harga pasar barang-barang tersebut sebesar Rp. 1.400 per unit. Kerugian dari kontrak pembelian sebesar :

Harga kontrak    : Rp. 1.500 X 1.000 unit = Rp. 1.500.000,-

Harga pasar        : Rp. 1.400 X 1.000 unit = Rp. 1.400.000,-

Jadi perusahaan rugi sebesar :

Rp. 1.500.000 – Rp. 1.400.000 = Rp. 100.000,-

Bagaimana untuk mencatat kerugian tersebut?

Pada akhir tahun tepatnya tanggal 31 Desember 2016 kerugian sebesar Rp. 100.000,- tersebut dicatat dengan jurnal sebagai berikut :

(D) Rugi dari Kontrak Pembelian Rp. 100.000,-

(K) Taksiran Rugi Kontrak Pembelian Rp. 100.000,-

Pada saat barang-barang diterima dalam bulan April 2017, rekening atau akun PEMBELIAN akan di-debit dengan jumlah Rp. 1.400.000,- dan rekening atau akun Taksiran Rugi Kontrak Pembelian dihapuskan.

Jurnal yang dibuat pada bulan April 2017 sebagai berikut :

(D) Pembelian                                            Rp. 1.400.000,-

(D) Taksiran Rugi Kontrak Pembelian        Rp. 100.000,-

(K) Utang Dagang                                            Rp. 1.500.000,-

Apabila kontrak pembelian dapat diubah jika terjadi perubahan harga, maka penurunan harga yang terjadi pada tanggal 31 Desember 2016 di atas tidak dibuatkan jurnal, tapi dalam neraca diberi CATATAN KAKI yang menjelaskan adanya penurunan harga tersebut.

Demikian pembahasan singkat mengenai cara melakukan pencatatan akuntansi terhadapkerugian dalam kontrak pembelian barang.

Ada saran dan masukan?

Terima kasih

***