Begini Cara Mudah Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Begini Cara Mudah Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya tetap dan biaya variabel merupakan dua komponen biaya yang akan berpengaruh terhadap Laba Rugi Perusahaan.

Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan dan analisa yang akurat terhadap keduanya, sehingga tujuan dari perusahaan atau organisasi bisnis akan bisa dicapai.

Dan kali ini blog manajemen keuangan menyajikan materi tentang biaya tetap dan biaya variabel.

Pembahasan dilakukan secara sistematis, mulai dari pengertian biaya tetap dan biaya variabel, cara menghitungnya, dan tentu contoh riil dalam bisnis.

yuk mulai belajar…

***

01. Pengertian Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Pengertian Biaya Tetap (fixed cost)

Pengertian biaya tetap adalah biaya yang berhubungan dengan kapasitas atau volume. Biaya tetap memiliki dua karakteristik, yaitu :

Pertama, biaya tidak berubah atau tidak dipengaruhi oleh periode atau aktivitas terentu. Kedua, biaya per unitnya berbanding terbalik dengan perubahan volume.

Bila volumenya rendah maka fixed cost atau biaya tetap tinggi, sebaliknya pada volume yang tinggi biaya tetap per unitnya rendah.

Pengertian Biaya Tetap

Cara Menghitung Biaya Tetap (Fixed Cost)

Perhatikan contoh sederhana seperti ini, kapasitas angkut sebuah mobil penumpang per harinya adalah 50 orang penumpang.

Biaya penyusutan per bulan atau per tahun merupakan biaya tetapnya.

Bagaimana cara menghitung biaya penyusutan? Baca Inilah Cara Meningkatkan Akurasi Nilai Penyusutan melalui Metode Penyusutan Aktiva Tetap yang Tepat

Sehingga jumlah penumpang satu bulan adalah 50 x 30 = 1.500 orang. Bila ingin menambah jumlah penumpang lebih dari 1.500 orang per bulan maka harus menambah jumlah mobil.

Penambahan mobil baru akan mengakibatkan peningkatan pengeluaran biaya tetap.

Inilah yang disebut relevant range, atau jarak relevan atau kapasitas dengan biaya tetap (fixed cost) pada mobil pertama dengan kapasitas 1.500 penumpang.

Misalnya harga sebuah mobil Rp. 200 juta, dengan taksiran pemakaian 10 tahun dan nilai sisa atau residu sebesar Rp. 20 juta, maka besarnya biaya penyusutan per tahun adalah :

= (Harga beli mobil – Nilai sisa ) / Taksiran Pemakaian

= (Rp. 200.000.000 – Rp. 20.000.000) / 10 tahun = Rp. 18.000.000

Biaya tetap (penyusutan) per tahun adalah Rp. 18.000.000 atau Rp. 1.500.000 er bulan.

Dan jarak relevan per tahun = 0 – 18.000 penumpang,

atau per bulannya = 0 – 1.500 penumpang

Cara Mengitung biaya tetap

Dengan jarak relevan tersebut maka biaya per unit per penumpang dapat dihitung sebagai berikut:

tabel perhtungan biaya tetap

Keterangan:

Dari tabel di atas kita jadi tahu bahwa biaya tetap per unit berbanding terbalik dengan volume.

Pada kapasitas penumpang 1.500 orang, biaya tetap per unitnya sebesar Rp. 1.000. Kemudian pada kapasitas penumpang 1.000 orang, biaya tetap per unit menjadi Rp. 1.500 atau naik Rp. 500.

Demikian juga saat kapasitas penumpang 500 orang, biaya tetap per unit naik menjadi RP. 3.000.

Bila digambarkan dengan sebuah kurva adalah seperti berikut ini :

Biaya Relevan dan Total biaya tetap

Perhatikan juga grafik berikut ini:

kurva biaya tetap per unit

Perhatikan grafik yang menunjukkan biaya tetap per unit.

Grafik tersebut menunjukkan bahwa biaya tetap per unit berbentuk cembung, tapi bentuk sebenarnya adalah linier yang berbanding/proporsional terbalik dengan biaya tetap atau dengan volume.

Pengertian Biaya Variabel

Pengertian dan Jenis Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel memiliki dua karakteristik, yaitu:

Pertama, total biaya variabel akan berubah secara proporsional dengan perubahan volume atau kapasitas, semakin besar kapasitas yang digunakan maka semakin besar pula total biaya variabel dan sebaliknya.

Karakteristik kedua adalah biaya per unitnya tetap atau konstan.

Perhatikan contoh biaya variabel, biaya pemakaian bensin dan oli pada kendaraan yang dihitung dan tergantung pada jarak yang ditempuh, tapi harga per liter bensin dan oli tetap atau konstan, tidak terpengaruh jarak tempuh.

Cara Menghitung Biaya variabel

Cara Menghitung Biaya Variabel (Variable Cost)

Perhatikan contoh detil seperti berikut ini :

Harga Pertalite Rp 8.000 per liter (contoh saja). Satu liter pertalite bisa menempuh jarak 20 km. Bagaimana perhitungan biaya variabel per unit?

Dari contoh soal akuntansi biaya variabel di atas, berarti biaya pertalite per 1 km adalah : Rp. 8.000/20 = Rp 400,-

Mari kita lihat tabel berikut ini :

tabel perhitungan biaya variabel

Keterangan :

Total biaya variabel dalam hal ini total biaya dari pemakaian pertalite, besar kecilnya  tergantung pada volume aktivitas, dalam hal ini jarak tempuh.

Semakin tinggi volume aktivitas maka total biaya variabel juga semakin naik, dan sebaliknya. Tapi biaya variabel per unitnya tetap.

Dalam contoh di atas, berapapun jarak yang ditempuh harga pertalitenya Rp. 400.

Bila digambarkan dengan sebuah kurva adalah seperti di bawah ini :

kurva total biaya variabel

Sedangkan biaya variabel per unit adalah sebagai berikut :

kurva biaya variabel per unit

 

02. Pengaruh Biaya Tetap dan Biaya Variabel terhadap Harga Pokok Produk (HPP)

Bagaimana pengaruh Biaya tetap dan Biaya variabel per unit terhadap harga pokok produk?

Angka hasil penjualan dan biaya per unit dapat dijelaskan ke dalam grafik laba per satuan produk untuk menunjukkan dengan lebih jelas kepada manajemen perusahaan tentang pengaruh dari unit biaya tetap dan unit biaya variabel terhadap harga pokok produk.

 

Contoh dan analisis perhitungan biaya tetap dan biaya variabel

Perhatikan grafik di bawah ini:

Pengaruh Biaya Variabel dan Biaya Tetap terhadap HPP
gambar: Laba satuan dan laba unit

Keterangan:

Grafik di atas merupakan penyelesaian dari contoh soal menghitung biaya tetap dan biaya variabel serta cara menghitung biaya produksi per unit-nya.

Bagaimana prosesnya? Berikut ini langkah-langkah perhitungannya:

Misalnya:

  • Volume sebesar 3.000,
  • biaya tetap (penyusutan) per bulan Rp 187.500
  • biaya pengemudi Rp 12.500
  • harga jual per unit/per penumpang Rp 160
  • Biaya variabel per penumpang: perjalanan yang ditempuh 300 km, baru ditempuh 25 km dengan biaya bahan bakar (bensin) Rp 500 per liter.

Biaya tetap per bulan adalah:
= Biaya penyusutan per bulan + biaya pengemudi
= Rp 187.500 + Rp 12.500 = Rp 200.000

Biaya pada kapasitas 3.000 adalah:
= (300/25 X 500) X 30 hari : 3.000)
= 180.000 : 3.000 = Rp 60 per penumpang

Pengaruh Biaya Tetap dan Biaya variabel bagi biaya per unit

Pada titik A,B,C,D dan F adalah biaya tetap per unit + Biaya variabel per unit, berdasarkan volume, dengan perhitungan sebagai berikut:

Titik A:
= (200.000/600) + Rp 60 = Rp 393,3

Rugi per unit = (Biaya Tetap per unit + Biaya Variabel per unit) – Harga jual
= Rp 393.3 – Rp 160 = Rp 233,33

Titik B:
= (200.000/1.200) + Rp 60 = Rp 226,67

Rugi per unit = (Biaya Tetap per unit + Biaya Variabel per unit) – Harga jual
= Rp 226,67 – Rp 160 = Rp 66,67

Titik C:

= (200.000/1.978) + Rp 60 = Rp 161,11

Rugi per unit = (Biaya Tetap per unit + Biaya Variabel per unit) – Harga jual
= Rp 161,11 – Rp 160 = Rp 1,11

Titik D: Titik Impas (BEP) = Rp 160

Laba/Rugi per unit = (Biaya Tetap per unit + Biaya Variabel per unit) – Harga jual
= Rp 160 – Rp 160 = Rp 0

Titik impas dalam jumlah penumpang:
= 200.000/(Rp 160 – Rp 60) = 2.000 orang

Dengan cara perhitungan yang sama seperti di atas, maka titik E = Rp 143, 33 dan titik F = Rp 126,67.

Bila anda ingin tahu prosedur penyaluran produk, baca artikel: Prosedur pengendalian proses penyaluran produk.

 

03. Kesimpulan

Biaya variabel dan biaya tetap sangat penting dalam memproduksi suatu produk jasa maupun dagang.

Oleh karenanya diperlukan pemahaman yang mendalam dan benar tentang kedua materi ini.

Demikian pembahasan mengenai Pengertian biaya tetap dan biaya variabel serta cara menghitung biaya per unit maupun biaya totalnya.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih

sop akuntansi keuangan powerful