Begini Cara Mudah Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Begini Cara Mudah Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel

 

Biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel merupakan dua komponen biaya yang akan berpengaruh terhadap Laba Rugi Perusahaan. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan dan analisa yang akurat terhadap keduanya, sehingga tujuan dari perusahaan atau organisasi bisnis akan bisa dicapai.

 

#1. Cara Menghitung Biaya Tetap (Fixed Cost)

Pengertian biaya tetap adalah biaya yang berhubungan dengan kapasitas atau volume. Biaya tetap memiliki dua karakteristik, yaitu :

Pertama, biaya tidak berubah atau tidak dipengaruhi oleh periode atau aktivitas terentu. Kedua, biaya per unitnya berbanding terbalik dengan perubahan volume.

Bila volumenya rendah maka fixed cost atau biaya tetap tinggi, sebaliknya pada volume yang tinggi biaya tetap per unitnya rendah.

Contoh sederhananya seperti ini, kapasitas angkut sebuah mobil penumpang per harinya adalah 50 orang penumpang. Biaya penyusutan per bulan atau per tahun merupakan biaya tetapnya.

Bagaimana cara menghitung biaya penyusutan? Baca di: Inilah Cara Meningkatkan Akurasi Nilai Penyusutan melalui Metode Penyusutan Aktiva Tetap yang Tepat

Sehingga jumlah penumpang satu bulan adalah 50 x 30 = 1.500 orang. Bila ingin menambah jumlah penumpang lebih dari 1.500 orang per bulan maka harus menambah jumlah mobil. Penambahan mobil baru akan mengakibatkan peningkatan pengeluaran biaya tetap.

Inilah yang disebut relevant range, atau jarak relevan atau kapasitas dengan biaya tetap (fixed cost) pada mobil pertama dengan kapasitas 1.500 penumpang.

Misalnya harga sebuah mobil Rp. 200 juta, dengan taksiran pemakaian 10 tahun dan nilai sisa atau residu sebesar Rp. 20 juta, maka besarnya biaya penyusutan per tahun adalah :

= (Harga beli mobil – Nilai sisa ) / Taksiran Pemakaian

= (Rp. 200.000.000 – Rp. 20.000.000) / 10 tahun = Rp. 18.000.000

Biaya tetap (penyusutan) per tahun adalah Rp. 18.000.000 atau Rp. 1.500.000 er bulan.

Dan jarak relevan per tahun = 0 – 18.000 penumpang,

atau per bulannya = 0 – 1.500 penumpang

Dengan jarak relevan tersebut maka biaya per unit per penumpang dapat dihitung sebagai berikut :

 

tabel perhtungan biaya tetap

 

Keterangan :

Dari tabel di atas kita jadi tahu bahwa biaya tetap per unit berbanding terbalik dengan volume. Pada kapasitas penumpang 1.500 orang, biaya tetap per unitnya sebesar Rp. 1.000. Kemudian pada kapasitas penumpang 1.000 orang, biaya tetap per unit menjadi Rp. 1.500 atau naik Rp. 500.

Demikian juga saat kapasitas penumpang 500 orang, biaya tetap per unit naik menjadi RP. 3.000.

Bila digambarkan dengan sebuah kurva adalah seperti berikut ini :

 

kurva biaya tetap per unit

 

#2. Cara Menghitung Biaya Variabel

Biaya variabel memiliki dua karakteristik, yaitu : pertama, Total biaya variabel akan berubah secara proporsional dengan perubahan volume atau kapasitas, semakin besar kapasitas yang digunakan maka semakin besar pula total biaya variabel dan sebaliknya.

Karakteristik kedua adalah biaya per unitnya tetap atau konstan. Contohnya, biaya pemakaian bensin dan oli pada kendaraan yang dihitung dan tergantung pada jarak yang ditempuh, tapi harga per liter bensin dan oli tetap atau konstan, tidak terpengaruh jarak tempuh.

Contoh detilnya seperti berikut ini :

Harga Pertalite Rp 8.000 per liter (contoh saja). Satu liter pertalite bisa menempuh jarak 20 km. Bagaimana perhitungan biaya variabel per unit?

Dari contoh soal akuntansi biaya variabel di atas, berarti biaya pertalite per 1 km adalah : Rp. 8.000/20 = Rp 400,-

Mari kita lihat tabel berikut ini :

 

tabel perhitungan biaya variabel

 

Keterangan :

Total biaya variabel dalam hal ini total biaya dari pemakaian pertalite, besar kecilnya  tergantung pada volume aktivitas, dalam hal ini jarak tempuh.

Semakin tinggi volume aktivitas maka total biaya variabel juga semakin naik, dan sebaliknya. Tapi biaya variabel per unitnya tetap. Dalam contoh di atas, berapapun jarak yang ditempuh harga pertalitenya Rp. 400.

Bila digambarkan dengan sebuah kurva adalah seperti di bawah ini :

 

kurva total biaya variabel

 

Sedangkan biaya variabel per unit adalah sebagai berikut :

 

kurva biaya variabel per unit

 

Demikian pembahasan mengenai Pengertian biaya tetap dan variabel serta cara menghitung biaya per unit maupun biaya totalnya.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih

***