3: Format dan Bentuk Buku Besar Akuntansi
A: Cara Membuat Buku Besar Akuntansi
Untuk memudahkan pembukuan ke dalam rekening-rekening maka masing-masing rekening diberi nomor kode yang disesuaikan dengan kelompoknya. Kemudian ada rekening-rekening yang dibuat sebagai pengurang rekening-rekening lain yang disebut rekening-rekening kontra atau rekening negatif.
Contoh dari rekening kontra adalah rekening Cadangan Kerugian Piutang yang akan dikurangkan pada piutang.
Rekening Retur Penjualan yang akan mengurangi hasil penjualan. Sedangkan rekening-rekening yang merupakan tambahan bagi rekening yang lain di sebut ‘adjunct accounts’. Misalnya rekening Biaya Angkut merupakan penambahan terhadap rekening Pembelian.
B: Bentuk Buku Besar Akuntansi

Buku besar akuntansi ada berapa? Apa saja bentuk format buku besar yang digunakan untuk mencatat rekening-rekening transaksi keuangan bisnis?
Secara umum ada 2 (dua) bentuk buku besar yang biasa digunakan, yaitu:
- Format buku besar T sempurna dan
- Bentuk Buku Besar Saldo atau sebelah menyebelah.
Untuk lebih jelasnya, ikuti pembahasan dan uraiannya berikut ini…
1: Bentuk Buku Besar T
Apa pengertian buku besar bentuk T?
Sesuai dengan namanya ‘T’ adalah bentuk bentuk buku besar akuntansi yang dibuat model huruf T atau neraca.
Perhatikan bentuk buku besar huruf T berikut ini:

2: Bentuk Buku Besar Saldo (sebelah menyebelah)
Bagaimana bentuk buku besar saldo atau bisa juga disebut sebagai bentuk sebelah menyebelah atau skontro?
Perhatikan juga rekening bentuk saldo :

Rekening bentuk saldo bisa juga dibuat dengan format skontro, yaitu bentuk kolom saldo debit dan kredit seperti berikut ini :
