2: Sewa Gudang Dibayar Dimuka
Masih menggunakan contoh nomor 1 di atas, misalnya Toko Raya Semesta juga menyewa gudang penyimpanan persediaan barang-barang dagangan. Nilai sewa gudang selama satu tahun sebesar Rp 30.000.000.
Sebagaimana pada contoh yang pertama, perusahaan mencatat transaksi sewa gudang dengan dua sistem pencatatan. Pertama, mencatat pengeluaran kas pada saat terjadinya transaksi, sedangkan yang kedua adalah ketika membebankan biaya sewa gudang ke masing-masing periode. Perhatikan prosedurnya berikut ini:
Saat transaksi pengeluaran kas:
Sewa Gudang Dibayar Dimuka …. Rp 30.000.000 (Debit)
Rekening Bank Toko Raya Semesta ….. Rp 30.000.000 (Kredit)
Alokasi biaya sewa gudang tiap bulan:
= Rp 30.000.000/12 bulan
= Rp 2.500.000
Biaya Sewa Gudang …… Rp 2.500.000 (Debit)
Sewa Gudang Dibayar Dimuka …. Rp 2.500.000 (Kredit)
B: Biaya Premi Asuransi Dibayar Dimuka
Premi asuransi adalah pengeluaran kas perusahaan sebagai nasabah yang harus dibayarkan kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung dengan nilai besaran dan jangka waktu tertentu yang telah disepakati.
Bagaimana prosedur pencatatan pembayaran premi asuransi? Perhatikan contoh soal biaya asuransi dibayar dimuka berikut ini:
PT Langkah Tepat Terpercaya merupakan perusahaan jasa yang melayani pengerjaan tiang pancang dan penyewaan alat berat. Untuk mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan alat-alat kerja, perusahaan meng-asuransikan sebagian alat-alat kerja utama.
Nilai asuransi sebesar Rp 36.000.000 setiap tahunnya. Jadi, biaya premi asuransi setiap bulan sebesar:
= Rp 36.000.000 : 12 bulan
= Rp 3.000.000
Pembayaran premi asuransi ini dicatat oleh perusahaan dengan jurnal sebagai berikut:
Saat pembayaran premi asuransi:
Asuransi Dibayar Dimuka …. Rp 36.000.000 (Debit)
Rekening Bank PT Langkah Tepat Terpercaya … Rp 36.000.000 (Kredit)
Pembayaran premi asuransi akan menambah biaya sehingga dicatat pada bagian debit. Transaksi bisnis ini juga akan menurunkan kas sehingga dicatat di bagian kredit.

Pencatatan jurnal penyesuaian tiap bulan:
Biaya Premi Asuransi …. Rp 3.000.000 (Debit)
Asuransi Dibayar Dimuka …. Rp 3.000.000 (Kredit)
Pembuatan jurnal penyesuaian setiap bulan ini akan mengurangi nilai total dari akun Asuransi Dibayar Dimuka sebesar Rp 3.000.000. Jadi saldo akhir periode pertama akun asuransi dibayar dimuka adalah:
= Rp 36.000.000 – Rp 3.000.000
= Rp 33.000.000
Periode bulan kedua:
= Rp 33.000.000 – Rp 3.000.000
= Rp 30.000.000
Periode bulan ketiga:
= Rp 30.000.000 – Rp 3.000.000
= Rp 27.000.000
… dan seterusnya hingga periode bulan keduabelas.
C: Biaya Iklan Dibayar Dimuka
Adalah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar iklan. Perhatikan contoh soal jurnal iklan dibayar dimuka berikut ini:
PT Agro Mina Makmur merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Perusahaan ini dikelola secara profesional mulai dari penanganan bahan baku, produksi dan pemasaran.
Bukti keseriusan mereka adalah dengan mengiklankan pemasaran produk-produk andalannya melalui media sosial seperti IG Ads, Facebook Ads, Tiktok Ads, dan Google Ads. Dukungan aplikasi dan website pun dilakukan dengan serius serta profesional.
Pada tanggal 4 September 20xx, PT Agro Mina Makmur mengeluarkan uang sebesar Rp 1.400.000 untuk membayar iklan 15 kali tayang di medsos. Tanggal 31 September 20xx, saldo account Beban Iklan adalah Rp 500.000. Bagaimana perusahaan mencatat transaksi-transaksi tersebut? Begini jawabannya…
Prosedur pencatatan jurnal transaksi tanggal 1 September 20xx:
Biaya Iklan Dibayar Dimuka ….. Rp 1.400.000 (Debit)
Cash Bank ….. Rp 1.400.000 (Kredit)
Pencatatan jurnal penyesuaian tanggal 31 September 20xx:
Biaya Iklan …. Rp 900.000 (Debit)
Biaya Iklan Dibayar Dimuka ….. Rp 900.000 (Kredit)
Keterangan:
Biaya iklan:
= Rp 1.500.000 – Rp 500.000
= Rp 900.000
Jadi biaya iklan yang terpakai pada periode September 20xx sebesar Rp 900.000, masih ada sisa Rp 500.000 sebagai saldo awal periode berikutnya akun Biaya Iklan Dibayar Dimuka.