Biaya Overhead Pabrik: Konsep, Klasifikasi, Perhitungan, Jurnal dan Contoh Aplikasi

Biaya overhead pabrik (factory overhead cost) adalah elemen biaya produksi menurut objek pengeluarannya. Biaya overhead pabrik disebut juga biaya konversi (conversion cost), yaitu biaya untuk mengkonversi (mengubah) bahan baku menjadi produk jadi yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Bagaimana penggolongan, penentuan tarif, pembebanan, pengumpulan, cara menghitung biaya overhead pabrik dan perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik? Yuk ikuti pembahasannya…

Penggolongan/ Klasifikasi Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Biaya overhead pabrik dapat digolongkan dengan 3 cara penggolongan, yaitu:

1: Klasifikasi BOP menurut sifatnya

2: Klasifikasi BOP menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.

3: Klasifikasi BOP menurut hubungannya dengan departemennya.

Untuk lebih jelasnya mari dibahas satu-per-satu…

A: Penggolongan/ Klasifikasi BOP Menurut Sifatnya

Dalam perusahaan yang produknya berdasarkan pesanan, biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

Biaya-biaya produksi yang termasuk dalam BOP dikelompokkan menjadi beberapa golongan berikut ini:

  1. Biaya bahan penolong
  2. Biaya reparasi dan pemeliharaan
  3. Beban tenaga kerja tidak langsung
  4. Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap
  5. Beban yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu
  6. Biaya overhead lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai.

Sekarang kita bahas satu per satu ya…

#1: Biaya Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan yang tidak menjadi bagian produk jadi atau bahan yang meskipun menjadi bagian produk jadi. Tapi nilainya relatif kecil bila dibandingkan dengan harga pokok produksi tersebut.

Dalam perusahaan percetakan misalnya, yang termasuk dalam bahan penolong antara lain adalah bahan perekat, tinta koreksi, dan pita mesin ketik.

Bahan penolong dalam perusahaan kertas adalah soda, kaporit, tapioka, bahan warna, tylose, tawas, arpus, kaoline dan bahan-bahan kimia yang lain.

#2: Biaya Reparasi dan Pemeliharaan

Biaya reparasi dan pemeliharaan berupa:

  • biaya suku cadang (spare part),
  • biaya bahan habis pakai (factory suplies) dan
  • harga perolehan jasa dari pihak luar perusahaan untuk keperluan perbaikan dan pemeliharaan emplasemen,
  • perumahan,
  • bangunan pabrik,
  • mesin-mesin dan equipment,
  • kendaraan,
  • perkakas laboratorium, dan
  • aktiva tetap lain yang digunakan untuk keperluan pabrik.

Biaya Departemen

#3: Biaya tenaga kerja tidak langsung

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja pabrik yang upahnya tidak dapat diperhitungkan secara langsung kepada produk atau pesanan tertentu.

Biaya tenaga kerja tidak langsung terdiri adari:

  • Upah
  • Tunjangan dan biaya kesejahteraan yang dikeluarkan untuk tenaga kerja tidak langsung.

Tenaga kerja tidak langsung terdiri dari:

  • Karyawan yang bekerja dalam departemen pembantu, seperti:
    • Departemen pembangkit tenaga lsitrik
    • Bengkel dan
    • Gudang
  • Karyawan tertentu yang bekerja dalam departemen produksi, seperti:
    • Kepala departemen produksi
    • Karyawan administrasi pabrik
    • Mandor

#4: Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap

Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah:

  • Biaya-biaya depresiasi emplasemen pabrik,
  • Bangunan pabrik
  • Mesin dan ekuipmen
  • Perkakas laboratorium
  • Alat kerja
  • Aktiva tetap lain yang digunakan di pabrik

#5: Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu

Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah biaya-biaya:

  • Asuransi gedung dan emplasemen
  • Asuransi mesin dan ekuipmen
  • Asuransi kendaraan
  • Asuransi kecelakaan karyawan
  • Biaya amortisasi kerugian trial-run

#6: Biaya lain yang secara langsung memerlukan pen

Biaya overhead yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah:

  • Biaya reparasi yang diserahkan kepada pihak luar perusahaan
  • Biaya listrik PLN

B: Penggolongan/ Klasifikasi BOP Menurut Perilakunya

Penggolongan biaya overhead pabrik menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume Produksi

Ditinjau dari perilaku unsur-unsur biaya overhead dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, by overhead pabrik dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar overhead pabrik, yaitu:

  • BOP tetap
  • BOP variabel
  • BOP semivariabel

Apa pengertian by overhead variabel?

Biaya overhead pabrik variabel adalah biaya overhead yang berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

Apa pengertian biaya overhead variabel?

Biaya variabel pabrik tetap adalah biaya overhead yang tidak berubah dalam kisar perubahan volume kegiatan tertentu.

Apa yang dimaksud biaya overhead semivariabel?

Biaya overhead pabrik semivariabel adalah by overhead pabrik yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

Untuk keperluan penentuan tarif biaya overhead pabrik dan untuk pengendalian biaya, BOP yang bersifat semivariabel dipecah menjadi dua unsur biaya tetap dan biaya variabel.

bop
meeting kantor membahas biaya

C: Penggolongan/ Klasifikasi BOP Menurut Hubungannya Dengan Departemen

Jika di samping memiliki departemen produksi, perusahaan juga mempunyai departemen-departemen pembant.

Seperti misalnya, departemen pembangkit tenaga listrik, departemen bengkel, dan departemen air.

Maka biaya overhead mencakup biaya yang terjadi di departemen-departemen pembantu ini, yang meliputi:

  • Biaya tenaga kerja
  • Depresiasi
  • Reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap,
  • Asuransi yang terjadi di departemen pembantu tersebut

Ditinjau Berdasarkan Departemen

Ditinjau dari hubungannya dengan departemen-departemen yang ada di pabrik, biaya ovrhead pabrik dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Biaya langsung departemen (direct departemental overhead expense)
  • Biaya overhead tidak langsung departemen (undirect departemental overhead expense)

Apa itu biaya overhead langsung departemen?

By overhead pabrik langsung departemen adalah biaya overhead yang terjadi dalam departmen tertentu  dan manfaatnya hanya dinikmati oleh departemen tersebut.

Contoh biaya ini adalah:

  • gaji mandor departemen produksi
  • biaya depresiasi mesin
  • biaya bahan penolong.

Apa yang dimaksud biaya departemen langsung?

Biaya overhead tidak langsung departemen adalah biaya yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen.

Contoh beberapa jenis kos produksi tak langsung:

  • biaya depresiasi
  • pemeliharaan dan asuransi gedung pabrik (gedung pabrik digunakan oleh beberapa departemen produksi)

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.