Sistem Biaya Standar: Pengertian, Jenis, Cara Pencatatan, dan Contoh Aplikasinya

Jenis Standar Biaya

Standar dapat digolongkan atas dasar tingkat ke-ketatan atau kelonggaran sebagai berikut:

  1. Standar teoritis
  2. Rata-rata biaya waktu yang lalu
  3. Standar normal
  4. Pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai

A: Standar Teoritis

Standar teoritis disebut pula dengan standar ideal, yaitu standar yang ideal yang dalam pelaksanaannya sulit untuk dapat dicapai.

Pada awalnya akuntansi biaya standar menjadi terkenal dan ada tendensi bagi sebagian manajemen untuk menggunakan standar teoritis.

Asumsi yang mendasari standar teoritis ini adalah bahwa standar adalah tingkat yang paling efisien yang dapat dicapai oleh para pelaksana.

Kebaikan standar teoritis adalah bahwa standar tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama,  tetapi pelaksanaan yang sempurna yang dapat dicapai oleh orang atau mesin jarang dapat dicapai sehingga standar ini seringkali menimbulkan frustasi. Jenis standar ini sekarang jarang dipakai.

B: Rata-rata Biaya Waktu yang Lalu

Jika biaya standar adalah ditentukan dengan menghitung rata-rata biaya periode yang telah lampau, standar ini cenderung merupakan standar yang sifatnya longgar,

Rata-rata biaya waktu yang lalu dapat mengandung biaya-biaya yang tidak efisien, yang seharusnya tidak boleh dimasukkan sebagai komponen biaya standar.

Tapi, jenis standar ini terkadang berguna pada saat permulaan perusahaan menerapkan sistem biaya standar.

Dan terhadap jenis biaya standar ini secara berangsur-angsur selanjutnya diganti dengan biaya yang benar-benar menunjukkan efisiensi.

biaya standar

C: Standar Normal

Standar normal didasarkan atas taksiran biaya di masa yang akan datang di bawah asumsi kondisi ekonomi dan aktivitas yang normal.

Kenyataannya, standar normal didasarkan pada rata-rata biaya di masa yan lalu, yang disesuaikan dengan taksiran keadaan biaya di masa yang akan datang.

Standar normal berguna bagi manajemen dalam perencanaan kegiatan jangka panjang dan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka panjang.

Standar normal tidak begitu bermanfaat ditinjau dari sudut pengukuran pelaksanaan tindakan dan pengambilan keputusan jangka pendek.

D: Pelaksanaan Terbaik yang Dapat Dicapai

Standar jenis ini banyak digunakan dan merupakan kriteria yang paling baik untuk menilai pelaksanaan.

Standar ini didasarkan pada tingkat pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai dengan memperhitungkan ketidakefisienan kegiatan yang tidak dapt dihindari terjadinya.

Apa jenis biaya standar?

  1. Biaya standar ideal
  2. Normal
  3. Fleksibel

Bagaimana cara menghitung biaya standar?

Untuk menentukan biaya standar adalah dengan menghitung biaya per unit produk dari semua elemen biaya produksi, yakni biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead.

Bagaimana perusahaan menentukan biaya standar untuk produksinya?

Penentuan biaya standar melibatkan semua departemen di perusahaan, baik itu produksi, SDM, maupun finance accounting, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Analisis data masa lalu
  2. Kondisi ekonomi secara umu
  3. Efisiensi biaya operasional
  4. Mengadakan konsultasi, saran dan masukan, serta nasehat dari para ahli.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.