Akuntansi Biaya Tenaga Kerja
Pembagian Biaya TK
Biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar berikut, yaitu:
- Gaji dan Upah reguler, yaitu jumlah gaji dan upah bruto dikurangi dengan potongan-potongan seperti pajak penghasilan (PPh) karyawan dan biaya asuransi hari tua.
- Premi lembur
- Biaya-biaya yang berhubungan dengan tenaga kerja (labor related cost)
Mari dibahas satu-per-satu…
A: Gaji dan Upah
1: Cara Menghitung Gaji dan Upah Karyawan
Ada bebagai macam cara perhitungan upah karyawan dalam perusahaan. Salah satu cara adalah dengan mengalikan tarif upah dengan jam kerja karyawan.
Dengan demikian untuk menentukan upah seorang karyawan perlu dikumpulkan data jumlah jam kerjanya selama periode waktu tertentu.
Dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan, dokumen pokok untuk mengumpulkan waktu kerja karyawan adalah:
- kartu hadir (clock card) dan
- kartu jam kerja (job time ticket).
Kartu Hadir
Apa itu kartu hadir?
Pengertian Kartu Hadir adalah suatu catatan yang digunakan untuk mencatat jam kehadiran karyawan, yaitu jangka waktu antara jam hadir dan jam meninggalkan perusahaan.
Jika jam kerja perusahaan dimulai jam 07.00 sampai dengan jam 14.00, maka kartu hadir karyawan akan berisi jam kedatangan di perusahaan dan jam pergi dari perusahaan setiap jam kerja.
Bila seorang karyawan hadir di perusahaan dari jam 07.00 sampai dengan jam 14.00, maka ia hadir di perusahaan selama 7 jam, yang merupakan jam kerja reguler perusahaan.
Jika karyawan tersebut bekerja lebih dari 7 jam sehari, kelebihan jam kerja di atas jam kerja reguler tersebut dinamakan jam lembur.

Pada setiap akhir pekan, kartu hadir tiap karyawan dikirim ke bagian pembuat daftar gaji dan upah. Tujuannya adalah untuk dipakai sebagai dasar perhitungan gaji dan upah karyawan per pekan/ minggu.
Kartu Jam Kerja
Apa itu kartu jam kerja?
Di samping kartu hadir, perusahaan menggunakan kartu jam kerja untuk mencatat pemakaian waktu hadir karyawan pabrik, dalam mengerjakan berbagai pekerjaan atau produk.
Kartu jam kerja ini biasanya hanya digunakan untuk mencatat pemakaian waktu hadir tenaga kerja langsung di pabrik.
Kartu jam kerja untuk setiap karyawan kemudian disesuaikan dengan waktu yang tercantum dalam kartu jam hadir. Dan dikirim ke Bagian Akuntansi Biaya untuk keperluan distribusi gaji dan upah tenaga kerja langsung.
Keberadaan kartu jam kerja sangat penting dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan dalam perhitungan harga pokok produknya.
Dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok proses, kartu jam kerja tersebut tidak diperlukan, karena karyawan melakukan pekerjaan atau membuat produk yang sama dalam departemen tertentu dari hari ke hari, sehingga distribusi biaya tenaga kerja tidak diperlukan.
2: Cara Mencatat Jurnal Gaji dan Upah Karyawan
Akuntansi biaya gaji dan upah dilakukan dalam empat tahap pencatatan, yaitu:
Prosedur pencatatan tahap #1:
Berdasarkan kartu hadir karyawan, baik karyawan produksi, pemasaran, maupun administrasi dan umum. Bagian pembuatan daftar gaji dan upah kemudian membuat daftar gaji dan upah karyawan.
Dari daftar gaji dan upah tersebut kemudian dibuat rekapitulasi gaji dan upah untuk mengelompokkan gaji dan upah tersebut menjadi beberapa bagian, antara lain:
- Bagian Produksi atau pabrik
- Administrasi dan umum
- Pemasaran (marketing)
Gaji dan upah karyawan pabrik dirinci lagi ke dalam upah karyawan langsung dan karyawan tak langsung dalam hubungannya dengan produk.
Atas dasar rekapitulasi gaji dan upah tersebut, Bagian Akuntansi kemudian membuat jurnal sebagai berikut:
Barang Dalam Proses Biaya Tenaga Kerja Rp xxx [Debit]
[Debit] By Overhead Pabrik Rp xxx
Biaya Administrasi dan Umum Rp xxx [Debit]
Biaya Pemasaran Rp xxx [Debit]
Gaji dan Upah Rp xxx [Kredit]
Tahap #2:
Atas dasar daftar gaji dan upah tersebut Bagian Keuangan membuat bukti kas keluar dan cek untuk pengambilan uang dan bank.
Berdasarkan bukti kas keluar tersebut, Bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut:
[Debit] Gaji dan Upah Rp xxx
[Kredit] Utang PPh Karyawan Rp xxx
[Kredit] Utang Gaji dan Upah Rp xxx
Tahap #3:
Setelah cek diuangkan di bank, uang gaji dan upah kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji dan upah tiap karyawan (pada umumnya dan prosedur perusahaan, jika tidak seperti itu pun tak ada ketentuannya)
Upah gaji dan upah karyawan kemudian dibayarkan oleh juru bayar kepada tiap karyawan yang berhak.
Tiap karyawan menandatangani daftar gaji dan upah sebagai bukti telah diterimanya gaji dan upah mereka.
Setelah tiap karyawan mengambil gaji dan upahnya, atas dasar gaji dan upah yang telah ditandatangani karyawan, bagian akuntansi membuat jurnal sebagai berikut:
[Debit] Utang Gaji dan Upah Rp xxx
[Kredit] Kas Rp xxx
Pencatatan Jurnal Tahap #4:
Penyetoran pajak penghasilan (PPh) karyawan ke kas negara dijurnal oleh Bagian Akuntansi sebagai berikut:
[Debit] Utang PPh Karyawan Rp xxx
[Kredit] Kas Rp xxx
Contoh soal akuntansi biaya dan jawabannya
Perhatikan contoh soal biaya tenaga kerja langsung berikut ini:
Misalkan perusahaan ABC hanya mempunyai 2 orang karyawan, yaitu Budi dan Andi. Berdasarkan kartu hadir minggu pertama bulan April 202x, bagian pembuat daftar gaji dan upah membuat daftar upah dan gaji untuk periode yang bersangkutan.
Menurut kartu hadir, Budi bekerja selama satu minggu sebanyak 40 jam, dengan upah per Rp 1.000 per jam. Sedangkan Andi selama periode yang sama bekerja 40 jam dengan tarif upah Rp 750 per jam.
Menurut kartu jam kerja, penggunaan jam hadir masing-masing karyawan tersebut disajikan pada tabel berikut ini:

Dengan demikian upah karyawan tersebut dihitung sebesar:
= (40 jam x Rp 1.000) + (40 jam x Rp 750)
= Rp 70.000
Dan didistribusikan seperti berikut ini:

Keterangan:
Biaya tenaga kerja yang dibayarkan pada saat karyawan menunggu pekerjaan disebut dengan idle time cost. Beban upah yang dikeluarkan pada saat tenaga kerja menganggur merupakan unsur biaya overhead pabrik.
Biaya upah Budi yang dibebankan pada pesanan #1 adalah Rp 15.000, pesanan #2 Rp 20.000, dan biaya overhead pabrik Rp 5.000. Dan setelah dikurangi PPh jumlah upah bersih yang diterima Budi sebesar Rp 40.000
Sedangkan biaya upah Andi dibebankan pada pesanan #1 adalah Rp 15.000, pesanan #2 Rp 15.000, dan biaya overhead Rp 7.500, jumlah upah bersih yang diterima Andi adalah sebesar Rp 25.000.
Aktivitas Akuntansi Upah dan Gaji
Akuntansi biaya gaji dan upah atas dasar data tersebut di atas dilakukan sebagai berikut:
Tahap #1:
Berdasarkan atas rekapitulasi gaji dan upah, Bagian Akuntansi kemudian membuat jurnal distribusi gaji dan upah sebagai berikut:
[Debit] Barang Dalam Proses – Biaya TK Rp xxx
[Debit] Biaya Overhead Pabrik Rp xxx
[Kredit] Gaji dan Upah Rp xxx
Tahap #2:
Atas dasar bukti kas keluar. Bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut:
[Debit] Gaji dan Upah Rp xxx
[Kredit] Upah PPh Karyawan Rp xxx
[Kredit] Gaji dan Upah Rp xxx
Tahap #3:
Atas dasar daftar gaji dan upah yang telah ditandatangani karyawan (sebagai bukti tidak dibayarkan upah karyawan), Bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut:
[Debit] Upah dan Gaji Rp xxx
[Kredit] Kas Rp xxx
Tahap #4:
Penyetoran PPh karyawan ke Kas Negara dijurnal oleh Bagian Akuntansi sebagai berikut:
[Debit] Utang PPh Karyawan Rp xxx
[Kredit] Kas Rp xxx