D: Biaya-biaya Berhubungan Dengan Tenaga Kerja (labor related cost)
Setup Time
Seringkali terjadi sebuah pabrik memerlukan waktu dan sejumlah biaya untuk memulai produksi. Beban-beban yang dikeluarkan untuk memulai produksi disebut biaya pemula produksi (set up costs).
Biaya pemula produksi diperlukan pada waktu pabrik atau proses mulai dijalankan atau dibuka kembali atau pada waktu produk baru diperkenalkan. Biaya pemula produksi meliputi:
- Pengeluaran-pengeluaran untuk pembuatan rancang bangun
- Penyusunan mesin dan peralatan
- Latihan bagi karyawan
- Kerugian-kerugian yang timbul akibat belum adanya pengalaman.
Ada 3 cara pendekatan terhadap biaya pemula produksi, yaitu:
1: Dimasukkan ke dalam kelompok biaya tenaga kerja langsung
Bila biaya pemula produksi dapat diidentifikasikan pada pesanan tertentu, maka biaya ini seringkali dimasukkan dalam kelompok biaya tenaga kerja langsung dan dibebankan langsung ke rekening Barang Dalam Proses.
2: Dimasukkan sebagai komponen biaya overhead pabrik
Biaya pemula produksi dapat diperlakukan sebagai komponen biaya overhead pabrik. Jurnal untuk mencatat biaya pemula produksi adalah sebagai berikut:
[Debit] By Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp xxx
[Kredit] Kas Rp xxx
[Kredit] Utang Dagang Rp xxx
[Cr.] Persediaan Rp xxx
3: Dibebankan kepada pesanan yang bersangkutan
Biaya pemula produksi dapat dibebankan kepada pesanan tertentu, dalam kelompok biaya tersendiri yang terpisah dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (BOP)
Waktu Menganggur (Idle Time)
Dalam mengolah produk, seringkali terjadi hambatan-hambatan atau kendala-kendala, kerusakan mesin atau kekurangan pekerjaan. Hal ini menimbulkan waktu menganggur bagi karyawan. Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam waktu menganggur ini diperlakukan sebagai unsur biaya overhead pabrik.
Perhatikan contoh perhitungan dan pencatatan jurnal biaya tenaga kerja berikut ini:
Misalkan seorang karyawan harus bekerja 40 jam per minggu. Upahnya Rp 600 per jam. Dari 40 jam kerja tersebut misalnya 10 jam adalah waktu menganggur dan sisanya digunakan untuk mengerjakan pesanan tertentu. Jurnal untuk mencatat biaya TK tersebut adalah sebagai berikut:
[Debit] Barang Dalam Proses – Biaya TK Langsung Rp xxx
[Debit] By Overhead Pabrik Rp xxx
[Kredit] Gaji dan Upah Rp xxx
Kesimpulan
Dalam perusahaan, biaya tenaga kerja digolongkan dengan berbagai macam cara, yaitu menurut:
- Fungsi pokok dalam perusahaan
- Kegiatan bagian-bagian dalam
- Jenis pekerjaan
- Hubungannya dengan produk atau jasa yang dihasilkan
Akuntansi biaya TK melalui 4 (empat) tahap, yaitu pencatatan:
- Distribusi tenaga kerja
- Utang gaji
- Pembayaran upah kepada karyawan yang berhak
- Penyetoran pajak penghasilan karyawan ke kas negara.
Dan bila Anda ingin mengetahui lebih mendalam tentang prosedur pencatatan akuntansi, langsung saja ke SOP Keuangan dan Accounting Tools.
Video tentang Biaya Tenaga Kerja
Dan untuk melengkapi dan menambah wawasan kita mengenai biaya tenaga kerja, saksikan video pembelajaran berikut ini:
Bagaimana menurut njenengan?
Demikian yang dapat saya share tentang biaya tenaga kerja, mulai dari pengertian, cara menghitung dan pencatatan jurnal biaya TK, apabila Anda merasa memperoleh manfaat dari artikel ini, silahkan disebarluaskan ke orang lain agar semakin banyak orang yang memperoleh kebaikn. “Hadiah dari kebaikan adalah kebaikan”.
Semoga bermanfaat dan terima kasih.*****
Catatan ringan:
Silahkan mengutip artikel ini, tapi mohon sebutkan sumbernya ya. Thanks