Bila Anda ingin pertengahan bulanmu serasa awal bulan, 5 petuah ini bakal membantu mewujudkan keinginanmu

rayakan keberhasilan Anda

 

bertahun-tahun kerja, gaji kok gini-gini aja, tiap bulan minus

gaji cuman lewat doang, tanggal 15 sudah kasbon lagi..”

habis gajinya kecil sih, pantas saja tiap pertengahan bulan ngutang

Pernah kan mendengar kalimat-kalimat itu dari lisan beberapa karyawan.

Sebenarnya setiap manusia memiliki dorongan alami untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Entah karyawan biasa, bos, atau yang belum bekerja.

Hanya saja usaha dan cara untuk mencapainya yang berbeda-beda.

Ada yang santai-santai saja, sehingga gak tahu kapan sampainya, ada yang mati-matian, berdarah-darah, sehingga ketika sampai tidak bisa menikmati hasilnya karena sakit-sakitan 🙂

Ada yang ‘kelihatannya’ santai namun akhirnya bisa sampai juga. Semua kembali pada karakter, sifat, dan kebiasaan masing-masing orang.

Inginnya sih santai dan kehidupan yang penuh suka cita ala di surga terwujud, tapi opo ono bro? 🙂

Bila Anda sebagai karyawan yang setiap bulannya selalu saja galau dan di-pusingkan dengan gaji yang tidak bisa mencukupi kebutuhan Anda hingga akhir bulan, blog manajemen keuangan akan memberikan petuah ampuh yang bisa Anda lakukan agar kehidupanmu kembali ceria dan menapakinya dengan penuh antusiasme, enerjik, serta penuh senyum kebahagiaan.

Sebagai karyawan Anda harus menyadari secara penuh bahwa perusahaan membayar Anda sebesar angka tertentu pastinya sudah memiliki hitungan sendiri terhadap jumlah gaji yang diberikan.

Perusahaan akan memberikan gaji sesuai dengan apa yang Anda kerjakan.

Misalnya anda setiap bulan digaji sebesar UMK, angka sebesar itu memang sudah disesuaikan dengan daftar tugas dan tanggungjawab yang harus dilakukan tiap bulan.

Nilai pekerjaan itu memang sebesar gaji yang Anda terima. Bila tugas dan tanggungjawab ditambah, perusahaan pun akan menambah bayaran, seperti uang lembur, fee.

Bila bayarannya gak ditambah, baru Anda protes 🙂

Memang sih akan menyenangkan bila perusahaan memberikan lebih banyak gaji dan fasilitas, namun kebahagiaan Anda tidak tergantung pada pemberian perusahaan.

Berapapun gaji yang Anda terima bisa membuat Anda bahagia sepanjang bulan, dari awal bulan hingga awal bulan lagi asal Anda bisa mengelola dengan baik gaji dan fasilitas tersebut.

Mari kita bedah satu per satu petuah-petuah ampuh dalam mengelola gaji, petuah ini bersifat menyeluruh bukan parsial, sehingga tidak akan menimbulkan persoalan baru, apalagi kegalauan baru.

Hanya perlu action!

Petuah #1. Cari informasi menyeluruh tentang kondisi Anda

Untuk melakukan perbaikan yang menyeluruh dan berdampak bagus, langkah awal yang harus dilakukan adalah men-diagnosis secara menyeluruh kondisi saat ini.

Bukankah dokter juga melakukan diagnosis pada pasien. Ini penting agar bisa dijadikan batu pijakan awal untuk melakukan langkah-langkah berikutnya.

Pada tahapan ini, anda akan menemukan informasi-informasi penting tentang keuangan Anda.

Jujurlah saat melakukan aktivitas ini, atau bila Anda kurang yakin dengan kemampuan keuangan Anda, mintalah bantuan pada teman, saudara, atau kenalan untuk membantu meng-audit keuangan pribadi Anda.

Catat semua pemasukan dan pengeluaran yang terjadi selama satu bulan.

Setelah semua dilakukan maka Anda akan mengetahui besarnya ketimpangan yang terjadi. Kenapa bukan selisih positif? Iyalah, kalau positif tentu tidak galau di pertengahan bulan 🙂

Agar tidak bertambah galau ketika mencatat pengeluaran-pengeluaran Anda selama ini, tidak ada salahnya Anda berkreasi dengan memberi kategori menarik dan lucu pada pengeluaran Anda.

Selanjutnya identifikasi setiap kategori pengeluaran. Apa kategori pengeluaran yang paling tinggi? Apa kategori pengeluaran yang bisa dikurangi atau dipangkas?

Melakukan petuah ini Anda jadi tahu kekuatan dan kelemahan keuangan Anda.

Petuah #2. Pilah-pilah alokasi gaji sesuai peruntukkannya

pilah-pilah-gaji-sesuai-peruntukkannya

Susunlah pos-pos pemasukan dan pengeluaran sesuai dengan peruntukkannya.

Tidak harus seperti menyusun laporan keuangan perusahaan.

Cukup sederhana saja, sehingga saat meng-implementasinya mudah. Atau boleh juga dibuat mirip permainan, sehingga saat mengerjakannya  Anda semakin bersemangat.

Sebagai patokan, Anda bisa membagi penggunaan gaji Anda menjadi 3 pos utama, yaitu

  • Bagian untuk biaya hidup; besarnya 40% dari gaji.
    Untuk membiayai kebutuhan hidup Anda 40% dari pendapatan bersih yang Anda miliki harus disisihkan untuk membiayai kehidupan Anda seperti kebutuhan makanan sehari-hari, uang sekolah anak, tagihan air dan listrik.
    Misalnya gaji bersih Anda Rp. 3.700.000 maka 40%-nya adalah sebesar Rp 1.480.000 yang harus sisihkan setiap bulan untuk biaya hidup.
  • Bagian untuk bayar kewajiban ; besarnya 30% dari gaji.
    Bagian ini diperuntukkan untuk membayar kewajiban, hutang atau kredit-kredit yang Anda tanggung. Besarnya 30% dari gaji bersih perbulan.
    Misalnya gaji bersih Anda Rp. 3.700.000 maka 30%-nya dari Rp 3.700.000 adalah sebesar Rp1.110.000.
    Bagian 30% ini harus Anda alokasikan bila tidak ingin kerepotan di kemudian hari, juga Anda tidak ingin ditagih di akhirat kan? 🙂
  • Bagian untuk investasi dan tabungan ; besarnya 30% dari gaji
    Sebesar apapun gaji Anda, bila tidak punya kemampuan mengelolanya termasuk kemampuan menyisihkan gaji maka akan berantakan juga. Besarnya 30% dari gaji bersih perbulan.
    Misalnya gaji bersih Anda Rp. 3.700.000 maka 30%-nya dari Rp 3.700.000 adalah sebesar Rp1.110.000.

Investasikan dana yang sudah berkumpul tadi ke usaha-usaha produktif. Bisa ke reksadana.

Beberapa pengamat keuangan mengatakan bahwa produk reksadana bisa memberikan hasil yang bagus. Bahkan bisa memberikan imbalan 4 kali lipat.

Petuah #3. Keinginan Anda tidak semua untuk dituruti, hanya kebutuhan yang perlu dipenuhi

Setiap kali Anda akan melakukan aktivitas, misalnya mau beli barang atau mau jalan-jalan selalu pertanyakan pada dirimu sendiri, apakah aktivitas atau barang itu merupakan kebutuhan atau hanya keinginan Anda?

Ada satu ungkapan bagus yang perlu direnungkan “alam semesta ini lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhan Anda, namun tidak akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan Anda”

Bila Anda sudah punya smartphone yang masih berfungsi baik, untuk apa beli lagi.

Kalau hanya untuk gengsi, lifestyle, dan memuaskan keinginan semata, lebih baik tidak usah dilakukan dari pada akhirnya menggerus gaji dan kebahagiaan Anda di pertengahan sampai akhir bulan.

Orang-orang yang pandai mengelola keuangan, akan berpikir seribu kali saat akan melakukan aktivitas, apakah aktivitas itu benar-benar dibutuhkan atau tidak, dan apakah berdampak baik atau tidak pada keuangannya.

Petuah #4. Berhemat
menabung-hemat

Peribahasa “hemat pangkal kaya” harus Anda percaya.

Cari informasi yang menyebabkan gaji Anda selalu ludes sebelum gajian lagi. Misalnya, Anda boros menggunakan pulsa untuk internetan, jika demikian maka kurangi membeli pulsa untuk internetan.

Bila anda tidak bisa mengurangi aktivitas di dunia maya, teruskan saja kebiasaan tersebut dengan sering-sering ke fasilitas free wifi yang disediakan kantor Telkom terdekat 🙂

Rajin-rajinlah memeriksa barang-barang yang ada di rumah Anda.

Pilih, pilah mana yang masih bisa dipakai, mana yang rusak tapi masih bisa diperbaiki, dan mana yang benar-benar rusak.

Efeknya akan bagus sekali, selain rumah menjadi bersih, rapi, dan bisa menambah penghasilan.

Dari mana, dari menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi atau memang tidak dibutuhkan tapi dibeli.

Selain itu bisa dijadikan langkah awal merintis bisnis garage sale. Untuk lebih detailnya bisa dibaca artikel ini.

Dana yang terkumpul dari upaya Anda berhemat sebaiknya dimanfaatkan untuk aktivitas investasi ke tempat yang produktif, selain hasilnya signifikan, aktifitas investasi merupakan cara yang sanggup mengejar kenaikan inflasi.

Untuk langkah awal Anda bisa memilih investasi ke reksadana, karena bisa dimulai dengan dana ratusan ribu rupiah.

Dan dalam jangka panjang, bila dana yang terkumpul semakin banyak, Anda bisa berinvestasi ke sektor properti.

Petuah #5. Buka wawasan untuk mencari peghasilan sampingan

Siapapun bisa mempunyai penghasilan yang berlimpah dan berkah asal mau berupaya mencari dan mengelola penghasilan tersebut dengan baik.

Sebagai karyawan Anda sudah memiliki penghasilan. Itu modal awal yang sangat baik.

Modal kedua adalah otak dan pikiranAnda.

Otak memiliki kemampuan yang luar biasa, banyak orang sukses dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi alam semesta dan manusia, walaupun kondisi fisiknya lemah.

Stephen Hawking, seorang astro fisikawan secara fisik sangat lemah namun kemampuan otaknya luar biasa dan bermanfaat bagi banyak orang.

Maka optimalkan fungsi otak Anda untuk mencari peluang mendapatkan penghasilan sampingan tanpa ‘ngrecoki’ pekerjaan saat ini.

Modal berikutnya adalah waktu. Orang bule mengatakan “time is money”.

Orang-orang yang pandai mengelola waktu biasanya mereka juga pandai dalam mengelola penghasilannya.

Anda pun harapannya seperti itu, pantang membiarkan waktu terbuang dengan sia-sia.

Daripada bermalas-malasan sembari membayangkan sesuatu yang gak jelas di akhir pekan, lebih baik dimanfaatkan untuk mengelola dan mengembangkan usaha sampingan.

Berarti gak boleh dong nongkrong-nongkrong di warung kopi, jalan-jalan di pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi?”

gak ada melarang, silahkan saja” tapi Anda tidak sekedar nongkrong dan jalan-jalan, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman yang mempunyai minat dan mengelola bisnis.

Selain itu bisa untuk menangkap peluang dan mencari kesempatan yang mungkin akan menambah penghasilan Anda.

Berpikirlah kreatif untuk bisa menambah penghasilan Anda.

Apalagi di zaman digital ini, banyak peluang terbuka yang bisa dimanfaatkan. Mulailah dengan langkah-langkah kecil, seperti berjualan di marketplace yang ada di dunia maya.

Untuk usaha-usaha lain penulis sudah membahasnya di artikel ini.

Berikhtiar-lah dengan tekun, sebab Tuhan itu Maha Kaya.

Kalau Anda kompeten, kreatif, dan tekun berusaha serta tekun berdoa, mudah-mudahan rezeki yang barokah akan mengalir pada Anda, sehingga hari-hari di sepanjang bulan akan Anda lalui dengan penuh kebahagiaan dan penuh rasa syukur.

***