Bila Karirmu Jalan di Tempat, Ucapkan 3 Mantra Ajaib ini agar Nilai Anda Sebagai Seorang Profesional Cemerlang

mantra-sukses

mantra-sukses

Karir yang cemerlang dapat diraih melalui berbagai upaya. Gelar akademik atau gelar apapun dapat membantu seseorang untuk memasuki perusahaan.

Namun setelah masuk ke perusahaan, orang perlu menemukan suatu cara untuk membuat orang lain mengetahui NILAI yang sebenarnya.

Dengan mengandalkan latar belakang pendidikan dan kemampuan yang serupa, mengapa ada orang yang langsung melaju ke atas sedangkan yang lain seolah-olah bermalas-malasan di kubangan manajeman tingkat rendah dan menengah?

Bahkan ada yang enjoy menikmati kondisi tersebut yang sebenarnya ‘nyaman dalam ketidaknyamanan’ 🙂

Ada sebuah drama komedi yang mendramatisasi sebuah cara yang dilakukan orang untuk meningkatkan karir pekerjaannya.

Dalam komedi itu digambarkan ada seorang anak muda yang selalu berusaha membuat kagum atasannya.

Dalam salah adegan, pemuda ini sampai di kantor beberapa menit sebelum waktu masuk kerja.

Dan mulai menanggalkan baju kerjanya, mengacak-acak rambutnya, mengisi asbak dengan puntung-puntung rokok, serta melempar kertas dan dokumen ke seluruh ruangannya.

Ketika atasannya datang beberapa menit kemudian, pemuda tersebut ditemukan dalam keadaan tergeletak lunglai di meja kerjanya, seolah-olah pingsan karena bekerja sepanjang malam!

Adegan tersebut lucu dan terlalu mendramatisir keadaan.

Namun demikian pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa banyak orang yang menggunakan berbagai cara dan upaya untuk meningkatkan karir di tempatnya bekerja.

Orang-orang yang hanya bekerja sebatas kemampuannya tidak akan menjadi bintang.

Mereka yang menjadi bintang menggabungkan kemampuan mereka dengan hal-hal lain keterampilan akal sehat manusia, kemampuan untuk memahami aturan permainan.

Biasanya mereka termasuk orang-orang yang dapat mencapai dan menunjukkan hasil. Mereka berhasil menjual ide dan ‘diri’ mereka di dalam atau di luar perusahaan.

Baca juga : Bila Karir Bergerak Seperti Siput, Lakukan 7 Hal ini Agar Jerih Payah Anda Dihargai, Diakui, dan Dibalas dengan Kebaikan

Dan berikut ini 3 kalimat powerful yang bisa digunakan untuk menaikkan nilai anda sebagai profesional, yaitu :

#1. “ saya tidak tahu

saya-tidak-tahu

Mungkin banyak yang bertanya kenapa kalimat “ saya tidak tahu”.

Bukankah kalimat seperti ini menunjukkan bahwa diri kita kurang pengetahuan, kurang mampu, kurang pandai, kurang wawasan dan anggapan-anggapan negatif lainnya?

Apakah demikian kenyataannya?

Pengetahuan anda saat ini tentunya lebih luas dibandingkan 10 tahun yang lalu.

Namun seiring dengan bertambahnya pengetahuan seseorang maka biasanya orang tersebut akan menyadari bahwa ternyata masih banyak sekali yang belum ia ketahui.

Kalimat ini bisa juga digunakan untuk memperoleh lebih banyak informasi atau untuk membandingkan berbagai versi mengenai pengetahuan yang telah anda ketahui.

Bagaimana di dunia kerja?

Kita sebaiknya menyadari bahwa pendekatan merendah hampir selamanya lebih efektif daripada pendekatan “saya tahu semua”.

Walaupun misalnya anda merasa sudah pasti, namun akan lebih baik untuk memperlunaknya sedikit dengan menyadari kemungkinan bahwa mungkin saja anda tidak mengetahui semuanya, ‘saya tidak tahu, tapi nampaknya … “.

Ketidakmampuan orang untuk mengatakan “saya tidak tahu” dalam situasi sosial yang tidak berarti sekalipun dapat membuat anda memahami sikap mereka dalam pekerjaan.

Bila anda sedikit meluangkan waktu untuk mengamati sikap mereka, seringkali dengan susah payah berpura-pura menciptakan kesan mengetahui dalam pembicaraan mereka.

Apa yang tidak disadari mereka adalah bahwa dengan tidak mengakui hal-hal yang tidak mereka ketahui dapat menimbulkan kecurigaan tentang hal-hal yang sebenarnya mereka ketahui.

 

#2. “saya membutuhkan pertolongan

saya-membutuhkan-pertolongan

Barangkali anda pernah bertemu atau rekan kerja anda yang ingin melakukan segalanya sendiri.

Dia tidak akan melibatkan orang lain dalam pekerjaannya, sampai dia benar-benar telah menyelesaikannya. Dia ‘merasa’ takut tidak akan memperoleh penghargaan dari perusahaan.

Dalam beberapa kesempatan, baik dia maupun  perusahaan sebenarnya akan jauh lebih baik bila dia telah meminta pertolongan dan memanfaatkan bakatnya.

Apa yang pernah kita temui itu merupakan salah satu kejadian tentang bagaimana beberapa karyawan  ‘sungkan’ atau tidak mau meminta pertolongan dari orang lain.

Seringkali orang takut meminta pertolongan atau menerima bantuan karena mereka beranggapan bahwa hal ini akan menunjukkan bahwa mereka tidak mampu dalam pekerjaan mereka.

Sekiranya mereka mau memikirkannya barang sejenak mereka akan menyadari bahwa sistem dibentuk untuk memperoleh dan menerima bantuan.

Asumsi perusahaan menyeluruh adalah bahwa tugas-tugas tertentu, dan efektivitas dalam penyelesaiannya, adakalanya dapat dicapai dengan lebih baik oleh kelompok daripada individu.

Tidak meminta bantuan merupakan pandangan yang sempit. Meminta pertolongan merupakan cara anda belajar, memperluas pengetahuan, keahlian dan nilai anda bagi perusahaan.

Hal ini juga menunjukkan kesediaan anda bekerjasa dengan orang lain.  

Tentu saja ada batasnya. Bila kita meminta pertolongan yang sama berulangkali dapat menunjukkan semacam ketidakmampuan belajar.

Meskipun demikian orang-orang cenderung untuk tidak meminta pertolongan secukupnya, terutama dalam perusahaan yang agresif.

Yang tidak kalah pentingnya adalah mengetahui bagaimana memberikan bantuan apabila diminta.

Orang-orang yang enggan berbagi pengetahuan, hubungan dan rahasia bisnis mereka dengan orang lain dalam perusahaan mereka sendiri, tidak akan memperoleh dukungan yang kuat sewaktu mereka membutuhkannya.

Manajemen yang baik akan mengingat dan mengakui usaha anda menerima dan memberikan bantuan.

Tidak ada salahnya dengan kepentingan pribadi. Sesungguhnya semua perusahaan yang baik pengelolaannya akan menggabungkan kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan.

Tetapi bertindak sedemikian rupa sehingga mengorbankan kepentingan perusahaan bagi kepentingan pribadi akan membatasi keberhasilan anda dan hal, cepat atau lambat akan segera diketahui.

 

#3. “saya bersalah

saya-bersalah

Jika anda tidak melakukan kesalahan maka hal itu berarti bahwa anda tidak berusaha cukup keras.

Untuk memperoleh kemajuan baik dalam karir maupun bisnis, kita harus selalu mencoba menempuh resiko.

Hal ini berarti bahwa kita akan seringkali membuat kesalahan.

Para eksekutif yang baik seringkali betul, tapi mereka juga tahu mengapa mereka salah dan tidak takut untuk mengakuinya.

Orang-orang yang paling tidak yakin akan kemampuannyalah yang paling sukar mengakui kesalahannya.

Mereka tidak menyadari bahwa melakukan kesalahan dan mengakuinya, bertanggungjawab atasnya, merupakan merupakan dua tindakan yang sama sekali terpisah.

Sebenarnya bukan kesalahan itu sendiri, melainkan bagaimana kesalahan itu ditangani yang akan meninggalkan lama.

Jauh lebih baik bagi orang-orang ini dan mereka pun akan kelihatan lebih baik di mata atasan.

Jika mampu mengakui kesalahan dan kemudian meneruskan pekerjaan sebagaimana biasa daripada menghabiskan waktu orang lain dalam usaha mencari alas an, menutup-nutupinya, atau bahkan menyalahkan orang lain.

Dengan kesalahan kita telah belajar sesuatu yang baik, dan tidak sabar untuk mencoba lagi.

Kemampuan untuk mengatakan “saya bersalah” penting bagi keberhasilan karena bersifat katartik (cathartic).

Hal ini memungkinkan seorang karyawan yang berhasil untuk meneruskan pekerjaannya, meninggalkan kesalahan, dan terus bergerak pada hal-hal lain yang akan membantunya mencapai sukses besar berikutnya.

Demikian pembahasan mengenai 3 kalimat sakti untuk meningkatkan nilai anda ditempat kerja anda.

Adakah yang akan disampaikan?

***