Mengenal Buku Besar Akuntansi, Tahap Penting Membuat Laporan Keuangan

Laporan Keuangan adalah sebuah ringkasan cerita perjalanan dari suatu perusahaan. Dan Buku Besar akuntansi merupakan penggalan-penggalan cerita dari perusahaan. Agar perusahaan bisa menjalani ceritanya semakin baik dari hari ke hari, maka ringkasan-ringkasan cerita berupa Laporan Keuangan harus dibuat dengan baik, akurat, dan berkelanjutan.

Lalu apa pengertian buku besar, manfaat, fungsi, dan cara membuatnya?

Sebagai pengantar, saksikan penjelasannya dalam video singkat berikut…

Bagaimana, sudah jelas? Untuk membantu memahami materi tentang buku besar ini, mari dibahas secara detil….

 

Pengertian Buku Besar Akuntansi 

Buku Besar Akuntansi adalah

Saat terjebak kemacetan di jalanan metropolis dan tepat di belakang sebuah truck, tak sengaja mata ini tertuju pada sebaris kalimat “kalau hidup ini sebuah cerita, maka jalankan peran yang baik”.

Secara reflek pikiran ini kembali ke masalah akuntansi, yakni buku besar akuntansi.

Apakah ada relevansinya antara buku besar akuntansi dengan kalimat di bak truck tersebut? Entalah, namun kami berpikir, bukankah aktivitas perusahaan yang terangkum dalam laporan keuangan adalah sebuah cerita.

Bila perusahaan menjalankan perannya dengan baik, maka perusahaan tersebut akan semakin baik dan cetar membahana.

Sebaliknya jika perusahaan menjalankan perannya asal-asalan atau bahkan tidak baik maka cerita perusahaan pun akan berhenti alias mati.

Sebenarnya apa itu Buku Besar?

“Buku Besar akuntansi adalah kumpulan rekening-rekening yang berisi informasi mengenai saldo atau nilai transaksi pada periode akuntansi tertentu”

Saldo setiap rekening dalam buku besar berasal dari pencatatan jurnal umum, jurnal penjualan, dan jurnal pembelian.

Dan proses pemindah bukuan dari pencatatan jurnal ke setiap rekening dalam buku jurnal dinamakan posting.

Bagaimana proses pembukuan transaksi ke dalam jurnal dapat dipelajari di artikel Cara Mudah Membuat Jurnal dalam Siklus Akuntansi

Untuk memudahkan dalam memahami cara mengerjakan buku besar mulai dari transaksi awal hingga ke buku besar, perhatian contoh soal buku besar beserta jawabannya, lebih khusus lagi contoh buku besar akuntansi perusahaan dagang berikut ini:

Misalnya Pada hari ini, tanggal 25 Oktober 2018 Pak Darma menyetorkan modal awal pendirian perusahaan sebesar Rp 100.000.000.

Pada hari itu juga Pak Darma membeli alat tulis kantor sebesar Rp 100.000. Dan membeli Laptop merek Toshiba sebesar Rp 5.000.000. Serta membeli air minum gallon Rp 50.000.

Atas transaksi-transaksi yang terjadi hari ini, Pak Darma melakukan pencatatan jurnal sebagai berikut:

(Dr.) Kas Rp 100.000.000
(Cr.) Modal Rp 100.000.000
Setoran modal awal

Mengapa pembukuannya seperti itu?

Saya jelaskan untuk transaksi ini saja ya, dan dengan menggunakan penjelasan ini, saya yakin anda paham dan tahu cara pencatatan transaksi-transaksi berikutnya.

Transaksi ini awalnya dicatat dalam jurnal, nama akun ditulis dulu kemudian diikuti dengan jumlah yang akan didebit.

Nama rekening yang menjadi lawannya akan ditulis dibawahnya, kemudian diikuti dengan jumlah yang akan dikredit.

Setoran modal dari Pak Darma akan menambah aset atau Kas. Ketika suatu aset diperoleh.

Maka kenaikan itu akan dicatat di sisi debit terhadap rekening aset. Demikian juga dengan modal Pak Darma akan dicatat sebagai kredit.

Dengan cara seperti ini, maka pencatatan terhadap transaksi-transaksi berikutnya adalah sebagai berikut:

(Dr.) Alat Tulis Kantor (ATK)  Rp 100.000
(Cr.) Kas   Rp 100.000
Pembelian ATK

(Dr.) Peralatan Kantor  Rp 5.000.000
(Cr.) Kas    Rp 5.000.000
Pembelian laptop

(Dr.) Biaya Konsumsi  Rp 50.000
(Cr.) Kas Rp 50.000
Pembelian air minum

Kalau ingin tahu secara detail cara menjurnal tanpa menghafal, monggo meluncur ke Begini Cara Membuat Jurnal Akuntansi yang Benar, Simpel, Cepat dan Akurat

Bagaimana, mudahkan? Sippp, lanjut ya….

Setelah semua transaksi dibukukan, langkah selanjutnya adalah melakukan pemindahan (posting) ke buku besar sesuai dengan rekening yang sudah ditentukan.

Dan dari empat transaksi yang dilakukan Pak Darma, maka saldo-saldo rekening di buku besar adalah sebagai berikut:

Buku Besar – Rekening Kas:

Dalam buku besar – rekening/akun buku besar diperoleh dengan mengumpulkan dan menghitung seluruh transaksi yang terkait dengan Kas, demikian juga dengan rekening modal, rekening alat tulis kantor, rekening peralatan kantor dan rekening biaya konsumsi.

Dan untuk rekening kas di buku besar hasilnya adalah seperti berikut:

Buku Besar Akuntansi - akun kas

Dari table buku besar di atas, kita memperoleh informasi bahwa saldo rekening Kas di sisi debit adalah sebesar Rp 94.850.000.

 

Buku Besar – Rekening Modal:

Buku Besar Akuntansi - akun modal

Saldo rekening Modal dalam buku besar di sisi kredit sebesar Rp 100.000.000

 

Buku Besar – Alat Tulis Kantor:

Buku Besar Akuntansi - ATK

Saldo rekening Alat Tulis Kantor dalam buku besar di sisi debit sebesar Rp 100.000

 

Buku Besar – Peralatan Kantor:

Buku Besar Akuntansi - peralatan kantor

Saldo rekening peralatan kantor dalam buku besar di sisi debit sebesar Rp 5.000.000

 

Buku Besar – Biaya Konsumsi:

Buku Besar Akuntansi - Biaya konsumsi

Saldo rekening Biaya Konsumsi dalam buku besar di sisi debit sebesar Rp 50.000

Dan bila kedua sisi debit dan kredit dijumlahkan maka jumlahnya akan sama

 

Cara Membuat Buku Besar Akuntansi

Cara Membuat Buku Besar

Untuk memudahkan dalam membuat buku besar akuntansi, saya akan menggunakan Microsoft Excel sebagai alat bantunya, dan tentunya dengan fitur dan rumus-rumus excel.

Kalau anda masih merasa kesulitan, ada cara sederhana, mudah dan hasilnya top markotop, yaitu dengan meng-copy rumus-rumur Excel di artkel ini, kemudian paste ke laptop atau computer anda. mudah kan?

Kalau ada yang tanya lagi, “piye cara copy paste-nya?” 🙂

Gampang kok, anda tinggal sorot rumus Excel yang akan di-copy, kemudian tekan secara bersamaan tombol Ctrl+C, atau kalau menggunakan mouse, klik kanan kemudian klik COPY.

Untuk mem-paste-kannya, anda tinggal tekan bersamaan tombol Ctrl+V, atau klik kanan Mouse kemudian klik PASTE, maka seluruh rumus sudah berpindah ke laptop/komputer anda.

Okay dilanjut ya….

Buku besar dibuat setelah kita menyelesaikan semua pencatatan transaksi di buku jurnal, baik itu transaksi pembelian, transaksi penjualan, dan transaksi pengeluaran dan penerimaan kas lainnya.

Untuk mudahnya saya ambilkan dari contoh jurnal yang telah dibuat di atas, jadi buku jurnalnya kira-kira seperti berikut:

Contoh buku jurnal

Selanjutnya kita membuat form buku besar, dan untuk menghitung dan memindahkan saldo-saldo rekening dari buku jurnal, kita menggunakan fitur dan rumus-rumus Excel.

Bentuk lengkap dari form buku besar tersebut adalah sebagai berikut:

Form Buku Besar Lengkap

Langkah-langkah untuk membuat buku besar dengan Excel adalah sebagai berikut:

Langkah 1:

Di bagian paling atas adalah Nama Akun/Rekening. Nama rekening dipilih dari list yang sudah ada.

Untuk membuat list atau daftar rekening menggunakan menu Data – Data Validation – Data Validation – Setting:

Validation Criteria:

Allow – pilih List

Source – mengambil data dari daftar rekening

Daftar rekening saya buat masih dalam satu sheet dengan buku besar:

Daftar Akun - Buku Besar

 

Sehingga source-nya adalah: = $B$6:$B$10

Cara Membuat Buku Besar - Daftar Akun

Untuk membuat daftar list ini bisa berdasarkan pada nama rekening/akun atau kode rekening. terserah anda.

Dan hasilnya seperti ini:

Cara Membuat Buku Besar - membuat daftar akun

Langkah 2:

Menjumlahkan transaksi rekening di sisi debit dan kredit serta menghitung saldo rekening.

Untuk melakukan tugas ini, kita cukup menggunakan rumus SUMIF, seperti berikut:

Di kolom debit:

=SUMIF(‘Buku Jurnal’!$C$3:$C$14;’Buku Besar’!$E$4;’Buku Jurnal’!$D$3:$D$14)

Penjelasan rumus:

Menjumlahkan semua transaksi KAS (E4) dari sheet buku jurnal (kolom C, baris 3 sampai 14) di sisi debit ( kolom D, baris 3 sampai 14).

Cara Membuat Buku Besar - menghitung saldo akun.1

Di kolom kredit:

=SUMIF(‘Buku Jurnal’!$C$3:$C$14;’Buku Besar’!$E$4;’Buku Jurnal’!$E$3:$E$14)

Penjelasan rumus:

Menjumlahkan semua transaksi KAS (E4) dari sheet buku jurnal (kolom C, baris 3 sampai 14) di sisi kredit ( kolom E, baris 3 sampai 14).

Membuat Buku Besar - menghitung saldo akun kredit

Saldo akun diperoleh dengan menghitung selisih antara saldo di debit dengan kredit, tinggal sesuaikan dengan jenis akunnya.

Misalnya, saldo akun KAS di buku besar adalah:

Contoh buku besar lengkap - akun kas

Dan khusus untuk anda yang suka menonton, berikut sajian video pembelajaranya:

Jadi seperti itu pembahasan tentang buku besar akuntansi atau ada yang menyebut akuntansi buku besar, mulai pengertian dan cara membuatnya. Mudah-mudahan membantu dan terima kasih.

***

sop akuntansi keuangan powerful