Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

akuntansi-anggaran

Jurnal penyesuaian persediaan barang perlu dibuat di setiap akhir periode akuntansi.

Proses penyesuaian ini timbul karena digunakannya dasar waktu (accrual basis) dan juga diperlukan untuk memisahkan rekening-rekening neraca dan laba rugi.

Pemisahaan seperti itu diperlukan karena ada beberapa rekening yang saldonya masih bersifat campuran, yaitu sebagian merupakan pos NERACA dan sebagian merupakan pos LABA RUGI.

Di samping itu ada beberapa transaksi yang belum dicatat selama periode tahun buku yang bersangkutan.

(Baca juga : Lebih Jauh Tentang Jurnal Koreksi dan Penyesuaian (Contoh Penerapan)

Selain rekening Persediaan Barang, ada beberapa rekening atau akun yang memerlukan penyesuaian di akhir periode akuntansi, yaitu :

  • Biaya dibayar di muka.
  • Pendapatan dibayar di muka.
  • Utang biaya (biaya yang masih akan dibayar).
  • Piutang pendapatan (pendapatan yang masih akan diterima).
  • Depresiasi (penyusutan) dan Deplesi aktiva tetap berwujud dan amortisasi aktiva tetap tidak berwujud.
  • Kerugian piutang.

(Baca juga : Bagaimana Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Pendapatan Diterima di Muka dan Biaya Dibayar di Muka?)

***

Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Persediaan

Cara membuat penyesuaian persediaan barang tergantung pada prosedur akuntansi yang digunakan dan jenis perusahaan.

Ada 2 metode akuntansi persediaan, yaitu: 1) metode fisik ,dan 2) metode perpetual (buku).

Ada perbedaan dalam pembuatan jurnal penyesuaian persediaan barang dari kedua metode tersebut.

Sedangkan pembahasan kali ini, akan diberikan contoh perhitungan dan cara pembuatan jurnalnya.

Untuk mengetahui cara membuat jurnal penyesuaian Persediaan Barang dan perbedaannya dari dua metode itu, berikut ini penjelasaannya satu per satu.

01. Metode Buku (Perpetual)

Metode buku adalah metode pencatatan persediaan yang mengikuti mutasi persediaan baik kuantitasnya maupun harga pokoknya. Sehingga jumlah persediaan bisa diketahui setiap saat.

Perusahaan yang menggunakan metode buku untuk mencatat persediaan barang tidak memerlukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi.

Kenapa?

Karena jumlah persediaan untuk periode tersebut sudah diketahui dari rekening Persediaan Barang.

Untuk memeriksa jumlah barang yang ada di gudang sesuai dengan buku atau tidak maka setiap setahun sekali paling tidak dilakukan perhitungan fisik.

Hasil dari perhitungan fisik tersebut kemudian dibandingkan dengan saldo dalam rekening persediaan.

Bila ada perbedaan maka rekening persediaan diubah agar sesuai dengan barang yang sesungguhnya ada.

Perubahan ini dibuat dalam bentuk jurnal penyesuaian persediaan dan dicatat dalam rekening selisih persediaan.

(Baca juga : Begini Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Utang Biaya dan Piutang Pendapatan)

Perhatikan contoh perhitungannya berikut ini:

Rekening persediaan barang PT MyCom Computer Retail pada tanggal 31 Desember 2015 menunjukkan saldo sebanyak 1000 unit dengan harga pokok @Rp. 1000.

Hasil perhitungan fisik pada tanggal tersebut menunjukkan jumlah 950 unit. Selisih antara rekening persediaan dengan hasil perhitungan fisik sebanyak 1000 – 950 = 50 unit @ Rp. 1000 = Rp. 50.000.

Dalam keadaan seperti ini rekening persediaan barang akan dikurangi sebanyak Rp 5.000 agar sesuai dengan jumlah persediaan yang sesungguhnya ada.

Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut :

Selisih Persediaan                                           xxx
Persediaan Barang                                         xxx

02. Metode Persediaan Fisik

Bila menggunakan metode persediaan fisik, mutasi persediaan tidak diikuti dalam rekening persediaan.

Sehingga rekening persediaan barang tidak dapat menunjukkan saldo persediaan sewaktu-waktu.

Setiap pembelian barang dicatat dalam rekening pembelian dan setiap penjualan hanya dicatat penjualannya saja, tidak ada catatan mengenai harga pokok penjualan.

Untuk menentukan jumlah persediaan pada akhir periode dilakukan perhitungan fisik atas barang-barang dalam gudang.

Hasil perhitungan ini digunakan untuk mengadakan penyesuaian terhadap rekening persediaan dan Harga Pokok Penjualan.

Perhatikan contoh sebagai berikut:

Persediaan barang dagangan dan pembelian PT MyCom Computer Retail adalah sebagai berikut :

contoh data perhitungan harga pokok persediaan barang dagang
Dari data di atas dapat dihitung harga pokok penjualan selama tahun 2015 sebagai berikut :

perhitungan harga pokok penjualan
Agar rekening harga pokok penjualan menunjukkan jumlah sebesar Rp. 1.550.000, maka perlu dibuat jurnal penyesuaian dan dibukukan ke rekening harga pokok penjualan.

Jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut :

jurnal penyesuaian persediaan barang dagang
Demikian pembahasan tentang jurnal penyesuaian persediaan barang dagang. Bagaimana dengan usaha Anda, apa metode yang digunakan?

Apapun metodenya, pastikan sesuai dengan karakteristik, kondisi dan proses bisnis Anda.

Terima kasih.

***

sop akuntansi keuangan powerful

2 Komentar

Komentar ditutup.