Utang usaha adalah kewajiban yang muncul karena efek dari transaksi pembelian non tunai yang dilakukan perusahaan, baik transaksi pembelian untuk memenuhi kebutuhan operasi perusahaan atau pun pembelian raw material.
Pengelolaan utang yang tidak tepat akan mengakibatkan terganggunya dana perusahaan. Efek berikutnya adalah terganggunya operasi perusahaan, dan akibat terparah adalah kebangkrutan. Bagaimana agar hal itu tidak terjadi? Yuk ikuti pembahasannya berikut ini …
1: Pengertian Utang Usaha (Account Payable)
A: Definisi Account Payable
Apa itu utang usaha?
Menurut para pakar akuntansi, arti utang usaha adalah kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi ketika telah tiba waktu jatu tempo. Bila tidak diselesaikan, biasa ada konsekuensi yang harus ditanggung, misalnya dikenakan denda yang besarannya ditentukan oleh kreditor. Ada dua jenis utang usaha, yaitu utang usaha jangka pendek dan utang usaha jangka panjang.
B: Pencatatan Account Payable
Bagaimana cara melakukan pencatatan terhadap transaksi utang usaha?
Berikut ini saya berikan satu contoh sederhana:
Misalnya PT XYZ membeli persediaan barang dagang dari supplier PT ABC sebesar Rp 10.000.000 dengan sistem pembayaran 2/10,n/30. PT XYZ membayar DP atau uang muka sebesar Rp 5.000.000, kekurangannya akan dilunasi pada saat jatuh tempo.
Apabila Anda adalah seorang staff accounting, bagaimana cara mencatat transaksi tersebut?
Jawaban dan pembahasan:
Pencatatan pada saat terjadi transaki:
(Debet) Persediaan Barang Dagangan ….. 10.000.000
(Kredit) Kas ….. 5.000.000
(Kredit) Utang Usaha …. 5.000.000
Pencatatan pada saat terjadi pelunasan:
(Debet) Utang Usaha …. 5.000.000
(Kredit) Kas …. 5.000.000
C: Format Penyajian
Bagaimana cara menyajikan komponen account payable dalam Laporan Keuangan atau Financial Statement? Perlu dipahami bahwa account payable disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Statement of Financial Position, dengan format sebagai berikut:
—-
PT XYZ
Laporan Posisi Keuangan (Statement of Financial Statement)
Per 31 Desember 2023
Aset
Aktiva Lancar (Current Assets)
- Cash
- Piutang Usaha
- Persediaan
- Beban Dibayar Di Muka
Aktiva Tidak Lancar (Uncurrent Asset)
- Tanah
- Kendaraan
- Peralatan
- Perlengkapan
Liabilitas
Utang Lancar
- Utang Usaha jangka pendek
- Utang kepada pihak ketiga
- Lain-lain
Utang Tidak Lancar
- Utang Usaha Jangka Panjang
Ekuitas
Saham disetor
Tambahan Modal Disetor
Laba Tidak Dibagi

2: SOP Pembayaran Utang Usaha
A: Mengapa Perlu Menyusun SOP Utang Usaha?
Kelalaian dalam mengelola pembayaran utang usaha bisa mengakibatkan kebangkrutan usaha.
Baik bangkrut sendiri atau dianggap bangkrut oleh mitra kerjanya karena perusahaan dianggap tidak mampu memenuhi kewajibannya.
Oleh karena itu, agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka perusahaan perlu melakukan pengelolaan utang dengan tepat.
Salah satu upaya itu diantaranya dengan membuat standar operasional prosedur (SOP) Pembayaran Utang atau prosedur pembayaran hutang ke supplier.
SOP ini merupakan pedoman yang digunakan perusahaan untuk menentukan kebijakan, alur kerja, proses, dan prosedur bayar utang.
Yuk langsung saja ikuti pembahasannya tentang contoh dan cara membuat SOP perusahaan tersebut…
Untuk memudahkan pemahaman kita, saya akan memilah SOP Pembayaran Utang menjadi 2 bagian yaitu:
- Standard Operating Procedure Untuk Kantor Pusat, dan
- Prosedur Kantor Cabang.
