Akuntansi Untuk SDM: Tips Menghitung Gaji Karyawan

Penjelasan sederhana dan bisa langsung digunakan tentang akuntansi untuk pengelolaan sumber daya manusia khususnya mengenai cara menghitung gaji karyawan.

Saya akan membahas untuk Anda cara praktis dan mudah menghitung gaji kotor, gaji bersih, potongan gaji, gaji berdasarkan jam kerja dan perhitungan lembur

Singkatnya: Jika Anda menginginkan cara yang lebih mudah untuk mengelola sistem penggajian karyawan, engkau akan menyukai artikel ini

Mari dimulai…

 

Akuntansi Penggajian Karyawan

cara menghitung gaji dan upah

Dalam sistem akuntansi penggajian, gaji dan upah yang dibayarkan kepada karyawan diklasifikasikan sebagai beban tenaga kerja bagi perusahaan.

Istilah GAJI (salary) biasanya mengacu pada pembayaran untuk tenaga kerja bagian manajerial, administrasi, atau jasa kantoran sejenis.

Besaran gaji biasanya dinyatakan dalam satu bulan atau satu tahun.

Sedangkan istilah UPAH (wage) biasanya mengacu pada pembayaran tenaga kerja buruh pabrik, baik yang memiliki keahlian atau tidak.

Besaran upah biasanya dinyatakan dalam basis per jam atau per minggu. Dalam praktiknya, istilah gaji dan upah seringkali sulit dibedakan.

Upah dan gaji dilaporkan dalam laporan laba rugi perusahaan. Letaknya setelah laba kotor.

Perhatikan gambar bagian dari Laporan Laba Rugi perusahaan berikut:

cara menghitung gaji karyawan bulanan

Pada gambar di atas, beban upah dan gaji dikelompokkan sebagai beban-beban yang mengurangi laba kotor. Hasilnya adalah Laba Operasi.

Sampai sini jelas ya mengenai penyajian beban upah dan gaji di Laporan Keuangan.

Yuk dilanjutkan…

 

Cara Menghitung Gaji Karyawan Menurut UU Ketenagakerjaan

cara menghitung gaji karyawan menggunakan excel

Untuk menguasai cara menghitung gaji karyawan, kita perlu memahami istilah gaji kotor dan gaji bersih.

Pengertian gaji kotor adalah total penghasilan seorang karyawan untuk satu periode gaji, termasuk bonus dan lembur.

Pengertian gaji bersih adalah jumlah penghasilan yang harus dibayarkan kepada karyawan dari hasil gaj kotor dikurangi berbagai potongan.

Dan bila ditulis dengan persamaan matematika adalah sebagai berikut:

 

Gaji bersih (net pay) = Gaji kotor – Potongan

 

Perlu diketahui bahwa gaji atau upah pokok seorang karyawan dapat ditingkatkan dengan pembayaran komisi, pembagian laba, atau penyesuaian biaya hidup.

Banyak perusahaan membayar bonus tahunan kepada para karyawannya sebagai tambahan terhadap gaji pokok.

Jumlah bonus seringkali dihitung berdasarkan beberapa ukuran produkstivitas seperti penjualan dan laba perusahaan.

Pembayaran bisa dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening karyawan. Bisa juga dilakukan dalam bentuk saham, fasilitas rumah, mobil, atau tunjangan lainnya.

Secara umum, bentuk pembayaran tidak berpengaruh pada perlakuan terhadap gaji dan upah oleh perusahaan maupun karyawan.

Tingkat gaji dan upah ditentukan berdasarkan perjanjian antara pemberi kerja dan karyawan.

“Terus gimana Pak, kalau ada yang gajian Rp 700 ribu sebulan protes terus? kan sudah berdasarkan perjanjian kesepakatan keduanya?”

Kalau itu disclaimer aja deh, saya tidak tahu 🙂

Kembali ke pokok pembahasan…

Masalah penggajian, perusahaan di Indonesia harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Undang-undang Ketenagakerjaan  No. 13/2003.

Perusahaan yang disebutkan dalam peraturan ini diharuskan membayar minimum 2 kali dari tingkat normal untuk setiap jam kerja di atas 40 jam per minggu.

Kecuali untuk jam lembur pertama di mana tingkat minimumnya adalah 1,5 kali dari tingkat pembayaran normal.

Pengecualian diberikan untuk para eksekutif, bagian administrasi dan posisi pengawas tertentu.

Tingkat premium untuk lembur di malam hari, hari libur, atau waktu-waktu yang tidak umum juga ditentukan oleh UU tersebut.

 

Perhatikan contoh 01: cara menghitung gaji sales berdasarkan jam kerja

Pada contoh ini disajikan juga cara menghitung gaji lembur, yuk disimak…

Pak Lee adalah seorang tenaga penjual PT Ngejual Dot Com dengan upah Rp 30.000 per jam.

Setiap jam kerja yang melebihi 40 jam per minggu harus dibayar pada tingkat 2 kali dari tingkat normal.

Cara menghitung gaji lembur tersebut adalah sebagai berikut:

= Rp 30.000 + Rp 30.000
= Rp 60.000 per jam

Sementara itu jam lembur pertama dibayarkan pada tingkat 1,5 kali dari tingkat normal.

Cara menghitung gaji overtime tersebut adalah sebagai berikut:

= Rp 30.000 + Rp 15.000
= Rp 45.000 per jam

Untuk minggu yang berakhir pada tanggal 27 Desember, kartu absensi Pak Lee menunjukkan bahwa dia telah bekerja selama 42 jam.

Sehingga penghasilannya untuk minggu tersebut adalah sebagai berikut:

cara menghitung gaji berdasarkan jam kerja

Contoh 02: cara menghitung gaji karyawan bulanan

Pak Budi seorang karyawan PT Ngejual Dot Com dengan penghasilan pokok Rp 2.000.000 per bulan.

PT Ngejual Dot Com adalah peserta asuransi dan membayar premi asuransi bulanan untuk asuransi kematian sebesar Rp 6.000 atau 0,3% dari gaji bulanan.

Iuran bulanan untuk jaminan hari tua yang dibayarkan oleh PT Ngejual Dot Com adalah sebesar Rp 74.000  atau 3,7% dari gaji bulanan.

Pak Budi sendiri membayar iuran jaminan hari tua sebesar Rp 40.000 per bulan atau 2% dari gaji bulanan.

Selanjutnya perusahaan juga berpartisipasi dalam program pensiun untuk karyawannya.

Perusahaan membayar iuran bulanan untuk dana pensiun sebesar Rp 60.000.

Pak Budi sendiri membayar iuran dana pensiun sebesar Rp 25.000.

Cara menghitung gaji karyawan atas nama Pak Budi adalah sebagai berikut:

cara menghitung gaji karyawan swasta

Perhatikan cara menghitung gaji karyawan di atas:

Gaji kotor diperoleh dengan menjumlahkan semua tambahan gaji bulanan, selanjutnya menbahkan jumlah tambahangaji per bulan tersebut dengan gaji pokok bulanan.

Maka diperoleh penghasilan kotor perbulan, pada contoh di atas jumlahnya sebesar Rp.2.084.800

Sedangkan cara menghitung gaji bersih adalah dengan menjumlahkan semua potongan penghasilan per bulan, selanjutnya mengurangkan jumlah potongan tersebut dari penghasilan kotor.

Pada contoh di atas diperoleh angka penghasilan bersih sebesar Rp 1.915.560

 

Contoh 03: cara menghitung pemotongan gaji karyawan

Misalnya Argantara adalah karyawan PT Arga Jaya Utama.

Pada bulan Maret 2019 ia memperoleh gaji kotor sebesar Rp 2.000.000.

Argantara menyetujui potongan untuk iuran dana koperasi karyawan sebesar Rp 25.000 dan iuran asuransi kesehatan Rp 20.000.

Selain itu ada juga iuran JHT Rp 40.000, iuran dana pensiun Rp 25.000,  Pajak Penghasilan Pasal 21 sebesar Rp 7.775,.

Maka jumlah gaji bersih yang akan dibayarkan kepada Argantara untuk bulan tersebut adalah:

cara menghitung gaji bersih

Dari tiga contoh cara menghitung gaji karyawan yang saya sajikan di atas, menurutku sudah cukup jelas ya.

Dari contoh-contoh tersebut, diperhitungkan juga potongan-potongan gaji.

Sebenarnya apa saja potongan atas penghasilan/gaji karyawan?

Dan apa pula kewajiban perusahaan terkait dengan penggajian?

Mari dilanjutkan pembahasannya, bagaimana? masih kuat kan?

 

Potongan Penghasilan Karyawan

cara menghitung pemotongan gaji

Berikut ini beberapa potongan penghasilan karyawan:

01. Iuran Jaminan Hari Tua (JHT)

Iuran jaminan hari tua adalah pembayaran secara peiodik sebagai antisipasi untuk karyawan yang pensiun karena usia, ketidakmampuan (cacat fisik), atau berakhirnya masa kerja.

BPJS adalah badan yang dibentuk pemerintah dengan salah satu fungsinya untuk mengurusi bidang ini.

Premi untuk JHT berasal dari pembayaran gabungan oleh perusahaan dan karyawan. Iuran JHT karyawan dikumpulkan oleh perusahaan melalui potongan gaji bulanan.

Premi yang menjadi menjadi bagian karyawan adalah 2% dari gaji atau upah, sedangkan perusahaan akan membayar 3,7% dari gaji karyawan.

 

02. Iuran Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

cara menghitung gaji bersih di excel

Iuran jaminan pemeliharan kesehatan ditanggung oleh perusahaan dan karyawan. Besarnya iuran jaminan pemeliharaan kesehatan sudah ditentukan oleh ketentuan yang berlaku.

 

03. Pajak Penghasilan

Setiap pemberi kerja harus memotong sebagian dari penghasilan karyawannya untuk pembayaran pajak penghasilan (PPh).

PPh pasal 21 Orang Pribadi digunakan sebagai dasar untuk menentukan jumlah pajak yang akan dipotong oleh perusahaan.

Pada akhir tahun fiskal, perusahaan akan menyiapkan bukti potong pajak untuk setiap karyawannya.

Formulir tersebut berisi informasi mengenai jumlah pajak penghasilan karyawan yang telah diptoong oleh perusahaan.

Sedangkan perusahaan akan menggunakan formulir ini sebagai dokumen pendukung saat melaporkan pajak penghasilan perusahaan (PPh Badan).

Sementara karyawan menggunakannya sebagai dokumen pendukung saat mereka melaporkan pajak penghasilan dirinya sendiri (PPh Orang Pribadi).

 

04. Potongan lainnya

Gaji karyawan dapat dipotong karena alasan tertentu, dengan seizin karyawan yang bersangkutan. Contohnya antara lain:

  • Potongan tabungan pensiun
  • Sumbangan kepada organisasi sosial
  • Iuran keanggotaan koperasi karyawan, dan
  • Angsuran pinjaman karyawan kepada perusahaan.

Demikian beberapa jenis potongan yang dikenakan terhadap gaji karyawan.

Potongan gaji kan ada nih, lalu adakah keharusan selain gaji yang harus diberikan perusahaan kepada karyawan?

Ada, kewajiban perusahaan terkait dengan penggajian, antara lain:

  • Iuran JHT, iuran ini berasal dari pembayaran gabungan perusahaan dan karyawan.
  • Jaminan kecelakaan kerja, kecelakaan yang disebabkan oleh pekerjaan merupakan tanggung jawab perusahaan.
  • Iuran asuransi kematian, pembayaran diberikan kepada ahli waris karena kematian karyawan akibat berbagai sebab.

Demikian pembahasan akuntansi untuk sumber daya manusia, khususnya mengenai cara menghitung gaji karyawan.

Bagaimana, sudah jelas kan? Oke sip.

Semoga bermanfaat.

***