Cara Cepat Menguasai Akuntansi dengan 40 Materi Akuntansi Dasar, Cocok untuk yang Tidak Sabaran

Daftar isi

Pengertian akuntansi menurut para ahli, Akuntansi adalah pengetahuan, seni, sains atau teknologi. 40 materi akuntansi dasar dan keuangan ini adalah ringkasan pokok dari keseluruhan materi akuntansi.

40 materi akuntansi dasar ini mencakup materi dasar sampai analisis laporan keuangan.

Belajar akuntansi tanpa panduan yang benar akan tersesat.

Dan 40 materi akuntansi dasar adalah accounting map yang berisi panduan untuk belajar akuntansi dengan cepat, tepat, dan benar.

Apa saja 40 materi akuntansi dasar tersebut?

Yuk ikuti  pembahasannya berikut ini…

 

Mengapa Perlu Panduan Akuntansi?

Akuntansi Dasar

Kita tentu tahu map atau peta kan?

“iya” suatu dokumen yang berisi gambar, tanda-tanda  yang memberikan petunjuk/rute ke arah tertentu.

Dengan membaca peta kita bisa tahu kondisi global dari tujuan yang ingin dicapai.

Mulai dari jarak, rute dan waktu yang bisa ditempuh untuk sampai ke sana.

Demikian juga dengan accounting map, akan membantu kita untuk mengetahui gambaran menyeluruh.

Atau istilah keren-nya helicopter view dari akuntansi dan manajemen keuangan, antara lain:

  • Pengertian dasar-dasar akuntansi
  • Tujuan akuntansi
  • Fungsi akuntansi
  • Manfaat akuntansi
  • Rumus dasar akuntansi
  • Materi dasar akuntansi
  • Dasar akuntansi biaya
  • Akuntansi dasar laporan keuangan untuk pemakai informasi akuntansi
  • Bidang-bidang akuntansi
  • Profesi akuntansi

Accounting Map membantu kita untuk mempelajari dan memahami akuntansi keuangan dengan lebih mudah, praktis, dan aplikatif.

Selanjutnya kita tinggal mempelajari step-by-step setiap bagian yang ada dalam accounting map tersebut.

Dan di bagian mana kita ingin fokus?

Atau mulai dari mana yang sebaiknya dipelajari?

Dan seterusnya, dan seterusnya…

Materi pelajaran akuntansi dasar ini tidak membahas sejarah singkat akuntansi di dunia, baik sejarah akuntansi secara umum atau khusus.

dan inilah 40 materi akuntansi dasar itu…

 

01: Persamaan Akuntansi Dasar

Sebagai pengantar materi persamaan akuntansi dasar, sejenak saksikan video singkat berikut ini:

Persamaan dasar akuntansi berlaku umum, dan menjadi dasar untuk membuat laporan keuangan:

  1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Perubahan Modal
  4. Laporan Arus Kas.

Perhatikan susunan persamaan dasar akuntansi adalah sebagai berikut:

ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS

Inilah persamaan dasar akuntansi yang benar.

Dan persamaan tersebut, kita jadi tahu bahwa jumlah aset di sisi kiri sama dengan jumlah kewajiban dan ekuitas.

 

Apa fungsi persamaan dasar akuntansi?

Fungsi persamaan dasar akuntansi #1:

Semua transaksi bisnis dapat dinyatakan atau dicatat sebagai perubahan yang terjadi pada tiga elemen rumus persamaan dasar akuntansi atau persamaan akuntansi dasar.

Semua turunan dari berbagai macam transaksi bisnis bisa dimasukkan dalam persamaan akuntansi tersebut.

 

Fungsi persamaan dasar akuntansi #2:

Fungsi yang kedua ini adalah persamaan dasar akuntansi bisa menjadi accounting tools yang super powerful dalam melakukan analisa.

Analisa pada suatu transaksi bisnis untuk kemudian menyusun laporan keuangan.

(Bagi yang ingin tahu contoh soal persamaan akuntansi dan pembahasan step by step jawabannya, silahkan merapat ke : Persamaan Akuntansi dalam Praktik Bisnis)

 

02: Akun – T  dalam Akuntansi Dasar

Akuntansi merupakan dasar untuk membuat perencanaan.

Sistem akuntansi dirancang untuk menunjukkan kenaikan dan penurunan di setiap pos laporan keuangan sebagai catatan terpisah.

Catatan ini disebut akun (account), atau ada yang menyebut rekening atau kode perkiraan.

Suatu akun dalam bentuk yang paling sederhana, memiliki tiga bagian, yaitu:

  • Pertama, setiap akun memiliki judul, yaitu nama pos yang dicatat dalam akun.
  • Kedua, setiap akun memiliki tempat untuk mencatat jumlah kenaikan pos.
  • Ketiga, setiap akun memiliki tempat untuk mencatat jumlah penurunan pos.

Bentuk akun yang digunakan biasanya disebut akun T karena bentuknya mirip dengan huruf T.

Sisi kiri akun disebut DEBIT, dan sisi kanan akun disebut sisi KREDIT.

an ini merupakan dasar-dasar akuntansi jurnal.

Dan bentuknya seperti berikut ini :

materi akuntansi dasar - cara pencatatan jurnal

Sekarang perhatikancontoh soal akuntansi dasar dan jawaban sekaligus sebagai cara mengerjakan akuntansi dasar berikut ini :

Manajemen Keuangan Network, sebuah lembaga penyelenggara kursus akuntansi dan jasa akuntansi, mengeluarkan biaya promosi melalui jasa iklan Google Ads sebesar Rp 1.800.000,-.

Bagaimana menerapkan materi pelajaran akuntansi dasar yang ke #2 ini?

Atas transaksi keuangan tersebut, perusahaan melakukan pencatatan akuntansi seperti berikut ini :

Contoh Soal Penerapan Akun - T

Ada 2 akun yang terpengaruh oleh transaksi, yaitu Biaya Promosi dan Kas.

Biaya promosi diletakkan di sisi debit (kiri) sebesar Rp. 1.800.000.

Dan pengeluaran kas sebesar Rp. 1.800.000 diletakkan di sisi Kredit (kanan).

 

03: Aturan Debit Kredit dalam Akuntansi Dasar

Poin ketiga ini adalah materi belajar jurnal akuntansi dasar, baik  akuntansi dasar jurnal umum dan khusus.

Pengertian Debit adalah kenaikan atau penurunan, tergantung pada akun yang berpengaruh.

Sedangkan pengertian kredit adalah kenaikan atau penurunan tergantung pada akunnya.

Terdapat perbedaan antara akun Neraca, akun Laba Rugi, dan akun Prive.

Namun secara umum aturan debit dan kredit dengan saldo normal dari akun-akun tersebut adalah sebagai berikut :

Perhatikan Akun Neraca berikut ini:

Debit Kredit

 

Sisi akun untuk mencatat kenaikan dan saldo normal ditunjukkan dengan warna hijau.

Dan jumlah debit harus selalu sama dengan jumlah kredit di setiap ayat jurnal.

Perhatikan akun Laporan Laba Rugi berikut ini :

Debit Kredit Akun Laba Rugi

Dengan mengambil contoh pada materi ke-3,

Akun KAS yang termasuk akun ASET dan disajikan dalam neraca mengalami penurunan sebesar Rp. 1.800.000, sehingga diletakkan di sisi KREDIT.

Sedangkan Beban Promosi yang disajikan dalam laporan laba rugi, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.800.000 sehingga diletakkan di sisi DEBIT.

Dan untuk membantu memahami materi ini, saya sajikan video singkat berikut ini:

Bagaimana, sangat membantu kan?

 

04: Manganalisis dan Mencatat Transaksi

Akuntansi adalah seni pencatatan.

Proses atau langkah-langkah dalam menganalisis dan mencatat transaksi yang  terjadi adalah sebagai berikut :

  • Membaca dengan cermat penjelasan atau uraian transaksi untuk menentukan apakah akun aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban dipengaruhi oleh transaksi tersebut.
  • Untuk masing-masing akun yang terpengaruh oleh transaksi itu, tentukan apakah akun tersebut mengalami kenaikan atau penurunan.
  • Menentukan apakah setiap kenaikan atau penurunan tersebut dicatat sebagai DEBIT atau KREDIT.
  • Mencatat transaksi dengan menggunakan ayat jurnal
  • Melakukan posting ayat jurnal secara periodik ke dalam akun terkait dalam buku besar.
  • Menyusun daftar saldo yang belum disesuaikan pada akhir periode.

 

05: Laporan Keuangan

akuntansi dasar perusahaan dagang

Bagian kelima merupakan materi belajar akuntansi dasar laporan keuangan.  Ada 5 (lima) jenis laporan keuangan, yaitu:

  • Laporan Laba Rugi,
  • Laporan Perubahan Modal,
  • Neraca,
  • Laporan Arus Kas, dan
  • Catatan Atas Laporan Keuangan.

 

A. Laporan Laba Rugi

Pengertian Laporan Laba Rugi adalah ringkasan pendapatan dan beban sebuah entitas usaha untuk periode waktu tertentu.

Seperti satu bulan, triwulan, semester dan setahun.

 

B. Laporan Perubahan Modal

Pengertian Laporan Perubahan Modal adalah ringkasan perubahan modal pemilik dari sebuah entitas usaha yang terjadi selama suatu periode waktu tertentu.

Seperti satu bulan, atau setahun.

 

C. Neraca

Pengertian Neraca adalah daftar yang berisi aset, kewajiban, dan ekuitas usaha pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada saat penutupan hari terakhir dalam satu bulan atau satu tahun.

 

D. Laporan Arus Kas

Pada bagian ini merupakan materi akuntansi dasar kas.

Pengertian Laporan Arus Kas adalah ringkasan penerimaan kas dan pembayaran kas dari suatu entitas usaha selama suatu periode waktu tertentu.

Seperti dalam sebulan atau setahun.

Ada 3 komponen aliran kas dalam laporan arus kas (statement of cash flow), yaitu:

  • Aliran kas yang berasal dari operasional perusahaan
  • Aliran kas yang berasal dari aktivitas investasi
  • Aliran kas yang berasal dari aktivitas pendanaan

Contoh Laporan Keuangan yang lengkap pada diperoleh dan di-unduh pada artikel Contoh Laporan Keuangan 15+ Jenis Perusahaan.

 

06: Siklus Akuntansi – Akuntansi Dasar

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi adalah siklus yang terjadi dalam bidang akuntansi dan keuangan, yakni sejak transaksi sampai mempersiapkan transaksi periode berikutnya.

Ada 10 proses, tahapan, atau langkah dalam siklus akuntansi (accounting cycle) yaitu :

  1. Menganalisis dan mencatat transaksi-transaksi ke dalam jurnal.
  2. Memindahkan transaksi (posting) ke buku besar.
  3. Menyiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan.
  4. Menyiapkan dan menganalisis data penyesuaian.
  5. Menyiapkan kertas kerja akhir periode yang sifatnya opsional.
  6. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memindahkannya ke dalam buku besar.
  7. Menyiapkan daftar saldo yang telah disesuaikan.
  8. Menyiapkan laporan keuangan.
  9. Membuat ayat jurnal penutup dan memindahkannya ke buku besar.
  10. Menyiapkan daftar saldo setelah penutupan.

 

07: Jenis-jenis Ayat Jurnal Penyesuaian

Setiap ayat jurnal akan selalu mempengaruhi akun neraca dan laporan laba rugi. Jenis-jenis ayat jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut :

  • Beban dibayar di muka (beban yang ditangguhkan)
  • Pendapatan yang diterima di muka (pendapatan yang ditangguhkan).
  • Pendapatan yang akan diterima.
  • Beban yang harus dibayar.
  • Beban depresiasi.

 

08: Ayat Jurnal Penutup – Akuntansi Dasar

Tujuan, manfaat dan fungsi ayat jurnal penutup adalah:

  • Memindahkan saldo akun pendapatan akun pendapatan ke dalam ikhtisar Laba Rugi.
  • Memindahkan saldo akun beban ke dalam ikhtisar Laba Rugi.
  • Memindahkan saldo Ikhtisar Laba Rugi ke dalam Modal.
  • Memindahkan saldo akun penarikan ke dalam Modal.

 

09: Jurnal Khusus dan Jurnal Umum

Dalam akuntansi dasar jurnal, ada akuntansi dasar jurnal umum dan jurnal khusus.

Berikut ini beberapa contoh pencatatan jurnal khusus :

  • Memberikan jasa secara kredit, dicatat dalam jurnal pendapatan atau penjualan.
  • Menerima kas dari segala sumber, dicatat dalam jurnal PENERIMAAN KAS.
  • Membeli barang  secara kredit, dicatat dalam jurnal pembelian.
  • Mengeluarkan kas untuk pembayaran, dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.

 

10: Syarat Pengiriman – Materi Akuntansi Dasar

Materi belajar akuntansi dasar untuk pemula

A. FOB Titik Pengiriman

Hak kepemilikan beralih kepada pembeli jika barang dagang dikirimkan kepada pihak freight carrier.

Biaya transportasi dibayarkan oleh Pembeli.

 

B. FOB Tujuan

Hak kepemilikan beralih kepada pembeli jika barang dagang dikirimkan kepada pihak pembeli.

Biaya transportasi dibayarkan oleh Penjual.

 

11: Bentuk Rekonsiliasi Bank

Saldo kas menurut Laporan bank, ditambah dengan penambahan oleh perusahaan yang tidak muncul di laporan bank,

DIKURANGI dengan pengurangan oleh perusahaan yang tidak muncul di laporan bank.

Saldo kas menurut catatan perusahaan.

Ditambah dengan penambahan oeh bank yang tidak dicatat oleh perusahaan, dikurangi dengan pengurangan oleh bank yang tidak dicatat oleh perusahaan.

 

12: Metode Penentuan Biaya Persediaan

Ada 3 metode penentuan biaya persediaan, yaitu :

  • Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP/FIFO)
  • Metode Masuk Terakhir, Keluar Pertama (MTKP/LIFO)
  • Metode Biaya Rata-rata tertimbang

 

13: Penghitungan Bunga

Untuk menghitung tingkat bunga rumus matematis yang digunakan adalah sebagai berikut :

BUNGA = Jumlah Pokok X Tingkat Bunga X Waktu

 

14: Metode Penentuan Depresiasi Tahunan

manfaat akuntansi

Ada beberapa metode yang digunakan untuk menentukan depresiasi atau nilai penyusutan.

Dan berikut ini contoh cara perhitungan rumus untuk menentukan depresiasi tahunan :

A. Metode Garis Lurus

Rumus penentuan depresiasi tahunan dengan menggunakan metode garis lurus adalah:

Metode Garis Lurus = (Biaya Estimasi – Estimasi Nilai Sisa) / Estimasi Umur

 

B. Metode Saldo Menurun Berganda

Penentuan depresiasi dengan menggunakan metode saldo menurun berganda adalah seperti berikut :

Metode Saldo Menurun Berganda = Tarif Depresiasi X Nilai Buku Pada Awal Periode

 

15: Penyesuaian Atas Laba (Rugi) Bersih Dengan Menggunakan Metode Tidak Langsung

Bentuk implementasi materi penyesuaian atas laba (rugi) bersih dengan menggunakan metode tidak langsung adalah seperti berikut ini:

analisis laporan laba rugi

Ada artikel bagus yang membahas tentang cara membuat laporan arus kas yaitu : 2 Cara Mudah Membuat Laporan Arus Kas

 

16: Rasio Marjin Kontribusi

Pengertian Rasio Marjin Kontribusi adalah perbandingan antara selisih penjualan dengan biaya variabel dibandingkan dengan penjualan.

Dan bila ditulis dalam sebuah rumus matematika adalah sebagai berikut :

Rasio Margin Kontribusi = (Penjualan-Biaya Variabel) / Penjualan

 

17: Titik Impas Penjualan (BEP Unit)

Rumus untuk menghitung Titik Impas Penjualan adalah seperti berikut ini :

BEP (Unit) = Biaya Tetap / Marjin Kontribusi Per Unit

Dan secara panjang lebar pembahasannya ada di artikel : Analisis BEP Single dan Mix Product

 

18: Penjualan (Unit)

Rumus yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :

(Biaya Tetap + Target Laba) / Marjin Kontribusi Per Unit

 

19: Margin Keamanan

akuntansi dasar perusahaan

Rumus untuk menghitung margin keamanan :

Marjin Keamanan = (Penjualan – Penjualan pada Titik Impas) / Penjualan

 

20: Operating Leverage

Pengertian Operating Leverage adalah perbandingan antara marjin kontribusi dengan laba operasional. Dan bila dijabarkan dengan sebuah rumus adalah seperti berikut ini :

Operating Leverage = Marjin Kontribusi / Laba Operasional

 

21: Tingkat Pengembalian Investasi

Rumus untuk menghitung Tingkat Pengembalian Investasi :

ROI = Laba Operasional / Jumlah Investasi Aset

Alternatif perhitungan lainnya adalah :

ROI = ( Laba Operasional / Penjualan ) X ( Penjualan / Jumlah Investasi Aset )

 

22:  Metode Analisis Investasi Modal

Ada dua metode yang secara umum digunakan, yaitu :

#1. Metode yang Mangabaikan Nilai Kini :

  • Metode Tingkat Pengembalian Rata-rata
  • Metode Pengembalian Kas

#2. Metode yang Menggunakan Nilai Kini

  • Metode Nilai Kini Bersih
  • Metode Tingkat Pengembalian Internal

 

23: Rata-rata Tingkat Pengembalian

Pengertian Rata-rata Tingkat Pengembalian adalah hasil pembagian Estimasi Rata-rata Laba Tahunan dengan Rata-rata Investasi.

Bila diilustrasikan dengan sebuah rumus matematis adalah seperti berikut ini :

Estimasi Rata-rata Laba Tahunan / Rata-rata Investasi

 

24: Indeks Nilai Kini – Materi Akuntansi Dasar

Rumus untuk menghitung Indeks Nilai Kini adalah seperti berikut ini :

Jumlah Nilai Kini dari Arus Kas Bersih : Jumlah yang Akan Diinvestasikan

 

25: Faktor Nilai Kini untuk Anuitas sebesar Rp 1

Rumus yang digunakan untuk mencari nilai Faktor Nilai Kini untuk Anuitas sebesar Rp 1 adalah :

Jumlah yang akan Di-investasikan / Arus Kas Bersih Setara Setahun

 

26: Akuntansi Untuk Persekutuan – Materi Akuntansi Dasar

Akuntansi Untuk Persekutuan

Persekutuan (partnership) adalah kerja sama dua orang atau lebih yang memiliki dan menjalankan bisnis untuk memperoleh laba.

Kelebihan dan kekurangan perusahaan perseorangan, persekutuan, dan perseroan terbatas (PT) berhubungan dengan:

  • kemudahan pendirian,
  • kewajiban hukum,
  • perpajakan,
  • batasan umur entitas, dan
  • akses ke modal.

Ketika persekutuan dibentuk, akun-akun didebit untuk aset yang diserahkan dan dikredit untuk kewajiban yang diperhitungkan.

Dan akun modal rekan dikreditkan sejumlah nilai bersih.

Laba bersih persekutuan dapat dibagikan di antara para rekan berdasarkan:

  • jasa yang diberikan,
  • bunga atas saldo akun modal dan
  • rasio pembagian laba,

Aset persekutuan harus disajikan kembali dalam nilai saat ini, sebelum seorang rekan bergabung atau mengundurkan diri.

Rekan baru dapat bergabung dalam persekutuan, baik dengan membeli kepemilikan rekan yang ada maupun dengan membeli kepemilikan langsung dari persekutuan.

Apa saja yang menyebabkan likuidasi persekutuan?

Persekutuan dilikuidasi dengan:

  1. Penjualan aset persekutuan (realisasi)
  2. Pembagian laba atau rugi atas realisasi kepada pada rekan
  3. Pembayaran kepada para kreditor
  4. Pembagian sisa kas kepada para rekan menurut saldo akun modal masing-masing

Seorang rekan dapat mengalami defisiensi ketika jumlah pembagian rugi melebihi saldo modal.

Laporan ekuitas persekutuan melaporkan perubahan dalam ekuitas persekutuan untuk penambahan modal, laba bersih, dan penarikan.

Laba bersih ditambahkan berdasarkan metode pembagian laba yang dinyatakan dalam perjanjian persekutuan, tanpa melihat apakah laba bersih dibagikan secara tunai.

 

27: Akuntansi Biaya – Materi Akuntansi Dasar

Materi Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya ini mencakup konsep, manfaat, dan perekayasaan (engineering) informasi biaya.

Dengan menguasai konsep dan manfaat biaya, maka akan terbentuk kerangka berpikir dan kesadaran biaya yang tinggi.

Sehingga akan menjadikan manajemen perusahaan atau pengelola bisnis memiliki kemampuan untuk melakukan pengendalian biaya dan menentukan harga produk.

Dengan menguasai perekayasaan informasi biaya, manajemen akan memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi biaya.

Dan akan mampu menyajikan informasi tersebut kepada pemakai yang memerlukannya.

Perlu disadari bahwa peningkatan pendapatan saja tidak akan menyebabkan laba yang memadai.

Jika tidak disertai dengan kemampuan mengalokasikan sumber ekonomi untuk menghasilkan pendapatan tersebut.

Informasi biaya memberikan kerangka (framework) berpikir untuk mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan optimal dalam menghasilkan pendapatan

 

Beberapa materi yang dibahas dalam akuntansi biaya adalah:

#1: Penentuan Harga Pokok Produk

  • Penentuan harga pokok metode full costing dan variable costing
  • Penentuan harga pokok produk dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan dan berproduksi masal.
  • Penentuan harga pokok produk dalam perusahaan yang menghasilkan produk bersama dan produk sampingan.

 

#2: Sistem Biaya Taksiran

Dalam sistem biaya taksiran ini membahas secara rinci sistem akuntansi biaya yang sudah mulai memasukkan suatu bentuk biaya yang ditentukan di muka dalam proses pengolahan informasi biaya.

Sitem biaya taksiran menjembatani perkembangan sistem akuntansi biaya historis ke sistem akuntansi biaya standar.

 

#3: Sistem Biaya Standar

Dalam topik ini dibahas secara detail sistem akuntansi biaya untuk pengendalian biaya produksi dengan pendekatan full costing dan variable costing.

 

#4: Perilaku Biaya

Perekayasaan biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, yang bermanfaat untuk masukkan bagi penerapan pendekatan variable costing.

 

28: Manajemen Keuangan (Financial Management)

Secara umum, definisi manajemen keuangan adalah pengelolaan aktivitas keuangan dalam suatu organisasi/ perusahaan.

Aktivitas itu dimulai dari perencanaan, analisis, dan pengendalian aktivitas keuangan.

Untuk menerapkan manajemen keuangan, perlu mengetahui dan memahami teori keuangan.

Pengetahuan mengenai teori keuangan akan membantu manajemen perusahaan menghadapi permasalahn keuangan dan mengambil keputusan-keputusan yang tepat.

Walaupun ruang lingkupnya adalah perusahaan yang bertujuan untuk memperoleh laba, konsep dan teori tersebut dapat juga diterapkan oleh siapa saja, individe ataupun pemerintah.

Materi manajemen keuangan yang dibahas antara lain:

  • Pasar finansial dan perusahaan
  • Nilai waktu uang
  • Memahami kondisi keuangan perusahaan
  • Perencanaan keuangan
  • Pengelolaan kas
  • Pengelolaan piutang
  • Pengelolaan persediaan
  • Pendanaan
  • Prinsip investasi
  • Strutur modal perusahaan
  • Kebijakan dividen

 

29: Akuntansi Obligasi – Materi Akuntansi Dasar

Akuntansi Obligasi

A: Akuntansi untuk Utang Obligasi

Perusahaan dapat mendanai aktivitas operasinya dengan menerbitkan obligasi atau ekuitas tambahan.

Sebenarnya apa yang dimaksud obligasi?

Obligasi adalah bentuk surat utang yang dikenakan bunga.

Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan untuk menerbitkan utang atau ekuitas adalah dampak dari masing-masing alternatif terhadap laba per saham.

Perusahaan yang menerbitkan obligasi akan membuat kontrak, atau kontak obligasi.

Karakteristik sebuah obligasi tergantung pada  jenis obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan.

Saat perusahaan menerbitkan obligasi harga yang bersedia dibayarkan oleh pembeli tergantung pada:

  • Nilai nominal obligasi
  • Bunga periodik yang akan dibayarkan
  • Suku bunga pasar

Harga yang bersedia dibayarkan oleh pembeli untuk sebuah obligasi adalah penjumlahan dari:

  1. Nilai kini dari nominal
  2. Nilai kini dari pembayaran bunga periodik.

 

#1: Pencatatan Jurnal Akuntansi Saat Penerbitan Utang Obligasi

Ayat jurnal untuk penerbitan utang obligasi adalah debit pada kas sejumlah hasil yang diterima dan kredit pada utang obligasi sebesar nilai nominal obligasi.

Selisih antara nilai nominal obligasi dan hasil yang diterima akan didebit ke diskon atas utang obligasi atau dikredit ke premium atas utang obligasi.

Diskon atau premium atas utang obligasi diamortisasi ke beban bunga selama periode obligasi.

 

#2: Pencatatan Jurnal Akuntansi Saat Jatuh Tempo Utang Obligasi

Pada tanggal jatuh tempo, ayat jurnal untuk mencatat pembayaran pada nilai nominal obligasi adalah debit pada utang obligasi dan kredit pada kas.

Karena pembayaran obligasi biasanya melibatkan kas dalam jumlah besar, maka kontrak obligasi dapat mengatur agar kas secara periodik disisihkan ke dana pelunasan.

Saat perusahaan menebus obligasi, utang obligasi didebit sejumlah nilai nominal obligasi, premium (diskon).

Pada akun utang obligasi didebit (dikreditkan) sebesar saldonya, kas dikreditkan, dan laba atau rugi atas penebusan dicatat.

 

B: Akuntansi untuk Investasi Obligasi – Akuntansi Dasar

Investasi jangka panjang dalam obligasi dicatat dengan mendebit investasi dalam obligasi.

Saat obligasi dibeli di antara tanggal pembayaran bunga, jumlah bunga yang dibayarkan harus didebit ke Pendapatan Bunga.

Diskon atau premium investasi obligasi harus diamortisasi menggunakan metode garis lurus atau metode suku bunga efektif.

Saat obligasi yang disimpan sebagai investasi jangka panjang dijual, diskon atau premium untuk periode berjalan harus diamortisasi terlebih dahulu.

 

C: Laporan Utang Obligasi dan Investasi Obligasi

Utang obligasi biasanya dilaporkan sebagai kewajiban jangka panjang.

Diskon obligasi harus dilaporkan sebagai pengurangan dari utang obligasi terkait.

Premium obligasi harus dilaporkan sebagai penambahan dari utang obligasi terkait.

Investasi obligasi yang merupakan surat berharga dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity securities), dilaporkan sebagai investasi sesuai biayanya.

Dikurangi premium yang diamortisasi atau ditambah diskon yang diamortisasi,

 

30: Akuntansi Saham – Materi Akuntansi Dasar

Akuntansi Saham

A: Pencatatan Penerbitan Saham

Sumber utama modal disetor adalah berasal dari menerbitkan saham biasa dan saham preferen.

Sham yang diterbitkan pada nilai nominal dicatat dengan mendebit Kas.

Dan mengkreditkan kelas saham yang diterbitkan sejumlah nilai nominal.

[Debit] Kas  Rp xxx
[Kredit] Saham Biasa/Preferen  Rp xxx

Saham yang diterbitkan di atas nilai nominal dicatat dengan mendebit Kas.

Dan mengkreditkan Agio Saham untuk selisih antara kas yang diterima dan nilai nominal saham.

[Debit] Kas Rp xxx
[Kredit] Agio Saham Rp xxx

Saat saham diterbitkan dengan mempertukarkan aset selain kas.

Aset yang diperoleh dicatat sesuai dengan nilai pasar wajarnya.

Saat saham tanpa nilai nominal diterbitkan, seluruh hasil yang diterima dicatat ke akun saham.

Saham tanpa nilai nominal dapat diberikan nilai yang tertera per lembar saham.

Dan kelebihan antara hasil yang diterima dengan nilai yang tertera dikreditkan ke Agio Saham.

 

B: Pencatatan Dividen Saham – Akuntansi Dasar

Ayat untuk mencatat pengumuman pembagian dividen tunai adalah debit pada pada Dividen dan kredit pada Utang Dividen.

[Debit] Dividen  Rp xxx
[Kredit] Utang Dividen  Rp xxx

Saat dividen saham diumumkan, Dividen Saham didebit sebesar nilai wajar saham yang diterbitkan.

Dividen saham yang dibagikan dikreditkan sebesar sebesar nilai nominal atau nilai yang tertera dari saham biasa yang akan diterbitkan.

Selisih antara nilai wajar saham dengan nilai nominal atau nilai yang tertera dikreditkan ke Agio Saham Biasa.

[Debit] Dividen  Saham Rp xxx
[Kredit] Dividen Saham Dibagikan  Rp xxx
[Kredit] Agio Saham Biasa Rp xxx

Saat saham diterbitkan pada tanggal pembayaran, Dividen Saham yang Dibagikan didebit.

Dan Saham Biasa dikreditkan sejumlah nilai nominal atau nilai yang tertera dari saham yang diterbitkan.

[Debit] Dividen Saham Dibagikan  Rp xxx
[Kredit] Saham Biasa  Rp xxx

 

C: Pencatatan Saham Treasuri (Treasury Stock)

Saat sebuah perseroan membeli sahamnya sendiri, biasanya digunakan akuntansi metode biaya.

Saham Treasuri didebit sejumlah biayanya, dan Kas dikreditkan.

[Debit] Saham Treasuri  Rp xxx
[Kredit] Kas  Rp xxx

Jika saham dijual kembali, Saham Treasuri dikreditkan sebesar biayanya.

Dan selsisih antara biaya dan harga harga penjualan biasanya didebit atau dikreditkan ke Agio Saham Treasuri.

[Debit] Agio Saham Treasuri  Rp xxx
[Kredit] Saham Treasuri  Rp xxx

 

D: Pemecahan Saham

Saat sebuah perseroan mengurangi nilai nominal atau nilai yang tertera pada saham biasa.

Dan menerbitkan sejumlah tambahan lembar saham secara proporsional, telah terjadi pemecahan saham.

Tidak ada perubahan dalam saldo akun terkait, dan tidak ada ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat pemecahan saham.

 

E: Pelaporan Saham

Dua pilihan untuk melaporkan ekuitas pemegang saham.

Perubahan dalam laba ditahan dilaporkan di laporan laba ditahan. Pembatasan laba ditahan harus diungkapkan.

Penyesuaian periode sebelumnya dilaporkan di laporan di laporan laba di tahan.

Perubahan dalam ekuitas pemegang saham dapat dilaporkan di laporan ekuitas pemegang saham.

 

31: Sistem Akuntansi Penggajian dan Pajak Penghasilan

Kewajiban perusahaan atas gaji ditentukan dari total penghasilan karyawan, termasuk lembur.

Dari jumlah ini, kemudian dikurangi potongan untuk memperoleh gaji bersih yang akan dibayarkan kepada karyawan.

Kebanyakan perusahaan yang memiliki kewajiban atas gaji, seperti iuran untuk BPJS, jaminan hari tua, jaminan kematian, kecelakaan kerja.

Register gaji digunakan untuk menyusun dan merangkum data yang diperlukan untuk setiap periode pembayaran gaji.

Register gaji didukung oleh catatan penggajian yang rinci untuk setiap karyawan, yang disebut catatan penghasilan karyawan.

Tunjangan karyawan adalah beban dalam periode di mana karyawan menerima tunjangan tersebut dan dicatat dengan mendebit akun beban dan mengkredit akun kewajiban.

Perhatikan contoh berikut ini:

[Debit] Iuran BPJS  Rp xxx
[Kredit] Utang Biaya Iuran BPJS  Rp xxx

 

32: Prosedur Analisis Laporan Keuangan

panorama

Laporan keuangan dasar memberikan banyak informasi yang diperlukan oleh pengguna untuk membuat keputusan ekonomi.

Prosedur analitis digunakan untuk membandingkan pos-pos di laporan keuangan tahun berjalan dengan pos-pos terkait di laporan keuangan periode sebelumnya.

Atau untuk memeriksa hubungan dalam suatu laporan keuangan.

Seluruh pengguna laporan keuangan tertarik pada kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya (solvabilitas) dan menghasilkan laba (profitabilitas).

Solvabilitas dan profitabilitas saling berhubungan.

Analisis solvabilitas biasanya dinilai dengan memeriksa hubungan dalam neraca sebagai berikut:

  1. Analisis posisi lancar
  2. Analisis piutang usaha
  3. Analisis persediaan
  4. Rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang
  5. Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham
  6. Berapa kali beban bunga diperoleh.

Analisis profitabilitas terutama menitikberatkan pada hubungan antara hasil aktivitas operasi dalam laporan laba rugi dan sumber daya yang tersedia dalam neraca.

Analisis utama meliputi:

  1. Rasio penjualan bersih terhadap aset
  2. Tingkat pengembalian terhadap total aset
  3. Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham
  4. Tingkat pengembalian terhadap pemegang saham biasa
  5. Laba per saham biasa
  6. Rasio harga terhadap laba
  7. Dividen per saham
  8. Hasil dividen

 

33: Penalaran dalam Akuntansi Dasar

Salah satu pengertian teori akuntansi adalah sebagai suatu penalaran logis untuk menjelaskan bagaimana suatu standar akuntansi diturunkan, dikembangkan, atau dipilih.

Penalaran sangat penting perannya dalam belajar teori akuntansi, karena teori akuntansi menuntut kemampuan penalaran yang memadai.

Teori akuntansi banyak melibatkan proses penilaian kelayakan dan validitas suatu pernyataan dan argumen.

Penalaran memberi keyakinan bahwa suatu pernyataan atau argumen layak untuk diterima atau ditolak.

Penalaran logis adalah salah satu sarana untuk memverifikasi validitas suatu teori, termasuk teori akuntasi.

Penalaran adalah pengetahuan tentang prinsip-prinsip berpikir logis yang menjadi dasar dalam diskusi ilmiah.

Penalaran juga merupakan suatu ciri sikap (attitude) ilmiah yang sangat menuntut kesungguhan (commitment) dalam menemukan kebenaran ilmiah.

Sikap ilmiah membentengi sikap untuk memecahkan masalah secara serampangan, subyektif, pragmatik, dan emosional.

Penalaran adalah proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan (belief) terhadap pernyataan atau asersi (assertion).

Pernyataan dapat berupa teori (penjelasan) tentang suatu fenomena atau realitas alam, ekonomi, politik, atau sosial.

Penalaran perlu diajukan dan dijabarkan untuk membentuk, mempertahankan, atau mengubah keyakinan.

Bahwa sesuatu (misalnya teori, pernyataan, atau penjelasan) adalah benar.

Penalaran melibatkan inferensi yaitu proses penurunan konsekuensi logis dan melibatkan proses penarikan kesimpulan/ konklusi dari serangkaian pernyataan.

Proses penurunan kesimpulan sebagai suatu konsekuensi logis dapat bersifat deduktif dan induktif.

Penalaran mempunyai peran penting dalam pengembangan, penciptaan, pengevaluasian, dan pengujian suatu teori atau hipotesisi.

Teori adalah sarana untuk menyatakan suatu keyakinan, sedangkan penalaran adalah proses untuk mendukung keyakinan tersebut.

Oleh karena itu, keyakinan terhadap suatu teori atau pernyataan berkisar antara lemah sampai kuat sekali.

Atau tergantung pada kualitas atau efektifitas penalaran dalam menimbulkan daya dukung yang dihasilkan.

 

34: Teori Akuntansi Dasar

teori akuntansi

Teori akuntansi diartikan sebagai penalaran logis yang mendasari perekayasaan pelaporan keuangan.

Perekayasaan adalah penalaran logis atau pemikiran untuk memilih, menentukan, dan mengaplikasikan beberapa dari berbagai konsep, metode, teknik, tekonologi.

Dan pendekatan yang tersedia secara praktis meupun teoritis untuk mencapai tujuan sosial dan ekonomi tertentu.

Dalam hal akuntansi, hasil perekayasaan dituangkan dalam suatu dokumen yang disebut kerangka konseptual yang berfungsi sebagai ‘konstitusi’ pelaporan keuangan di wilayah akuntansi diterapkan.

Berikut ini beberapa materi teori akuntansi adalah:

  • Menjelaskan pengertian, karakteristik, dan status akuntansi sebagai bidang pengetahuan.
  • Konsep penalaran untuk mengevaluasi kelayakan argumen dalam penentuan standar akuntansi keungan.
  • Proses perekayasaan (engineering) pelaporan keuangan dan struktur akuntansi.
  • Konsep dasar sistem pelaporan keuangan yang paling cocok untuk suatu lingkungan
  • Komponen Laporan Keuangan yang merupakan elemen penting kerangka konseptual,
  • Ruang lingkup informasi yang dapat dilayani oleh pelaporan keuangan.
  • Alternatif-alternatif akuntansi untuk meningkatkan keberpautan dan relevansi kerangka akuntansi.

 

35: Keuangan Internasional – Materi Akuntansi Dasar

Perusahaan dalam melakukan aktivitasnya berhubungan dengan berbagai pihak, supplier, customer, investor, kreditor, dan pemerintah.

Pihak-pihak tersebut tidak hanya ada di dalam negeri, tapi juga luar negeri.

Apalagi di jaman globalisasi seperti sekarang ini. Aliran barang, jasa, dan modal antar negara adalah suatu keniscayaan.

Dengan demikian, perusahaan akan menghadapi berbagai risiko seperti:

  • Risiko valuta asing
  • Risiko tingkat bunga
  • Risiko politik
  • Risiko lainnya, seperti penyebaran Virus Corona yang terjadi saat ini (2020).

Oleh karena itu, manajemen perusahaan perlu mengetahui dan memahami berbagai konsep dan alat analisis yang bisa memperkecil tingkat risiko-risiko tersebut.

 

36: Proses Auditing – Materi Akuntansi Dasar

Proses audit dapat digambarkan dengan diagram alir (flowchart) berikut ini:

materi akuntansi tentang Auditing
The Audit Process

 

Keterangan:

Dari flowchart di atas, ada 3 (tiga) tahap proses audit, yaitu:

A: Plan:

  • Audit Planning
    • Asses inherent risk
    • Asses control risk

B: Conduct

  • Final Audit Phase
    • Perform substantive audit-test

C: Report:

  • Audit Report
    • Unqualified opinion
    • Qualified opinion
    • Disclaimer opinion

 

37: Pengungkapan dan Sarana Interpretif Laporan Keuangan

Pelaporan keuangan disusun untuk kepentingan investor, kreditor, dan pihak lain untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit.

Pihak pemakai memerlukan berbagai informasi yang relevan dan bermanfaat untuk keputusan investasi, kredit , dan sejenisnnya.

Informasi keuangan yang dapat dilayani oleh pelaporan keuangan hanya merupakan sebagian jenis informasi yang diperlukan oleh investor dan kreditor.

Informasi yang dipandang bermanfaat untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit adalah sebagai berikut:

  1. Laporan Keuangan (financial statemens)
  2. Catatan Atas Laporan Keuangan (note to financial statements)
  3. Informasi pelengkap (supplementary information)
  4. Sarana pelaporan keuangan lain (other means of financial reporting)
  5. Informasi lain (other information)

Komponen (1) dan (2) adalah satu kesatuan yang disebut statemen keuangan dasar (basic financial statements) yang merupakan produk struktur akuntansi pokok (basic accounting structure).

Pelaporan keuangan mencakup semua informasi yang dapat disediakan manajemen perusahaan, yaitu komponen (1) dampai (4).

Walaupun dapat disediakan oleh manajemen, pengungkapannya tidak selalu dapat diwajibkan (mandatory) oleh penyusun standar akuntansi atau badan pengawas.

Penyusun standar akuntansi keuangan, seperti IAI dapat mewajibkan pengungkapan untuk komponen (1) sampai (3).

Dan untuk komponen (3) tingkat keharusannya hanya sampai pada batas sangat merekomendasikan (strongly recommend).

Jadi, secara praktis, pengungkapan wajib melalui standar akuntansi hanya diberlakukan untuk komponen (1), (2) dan dalam kondisi tertentu komponen (3).

Pengukuran dan pengakuan hanya bertalian dengan laporan keuangan.

Sedangkan pengungkapan bertalian dengan seluruh lingkup pelaporan keuangan.

Dan sarana interpretif yang keduanya merupakan konsep-konsep yang diarahkan untuk mencapai kualitas keberpautan informasi akuntansi.

 

38: Pengendalian Intern (internal control)

internal control

Proses pengendalian intern sampai dengan penyelesaian audit adalah sebagai berikut:

A: Dapatkan gambaran ICQ (internal control questionnaires) yang ada di perusahaan:

  • Pelajari accounting and operation manual
  • Pelajari bagan organisasi dan job description
  • Lakukan tanya jawab dengan petugas lapangan

Dokumentasikan dalam bentuk:

  1. Internal control questionnaires
  2. Flowchart
  3. Narrative (memo)

Lakukan walk through:

Ambil 2 atau 3 dokumen, periksa apakah pemrosesannya sesuai dengan yang dijelaskan dalam (a), (b), dan (c).

Jika diperukan sesuaikan (a), (b), (c).

Selanjutnya buat kesimpulan sementara (preliminary evaluation) terhadap internal control perusahaan:

  • Baik (excellent, good)
  • Sedang (fair)
  • Lemah (weak, bad)

Jika kesimpulan sementara menyatakan internal control lemah, langsung lakukan substantive test yang diperluas.

Jika internal control baik atau sedang, buktikan dengan melakukan compliance test.

 

B: Lakukan compliance test (test of recorded transactions)

Tujuan dari tes ini adalah:

  • Apakah internal control yang ada betul seperti yang digambarkan dalam (a), (b), dan (c)
  • Sistem dan prosedur yang digambarkan dalam (a), (b), dan (c), betul-betul diterapkan perusahaan.

Tes dilakukan terhadap:

  • Transaksi penjualan, piutang, dan penerimaan kas.
  • Transaksi pembelian, utang dan pengeluaran kas.
  • Pembayaran gaji (payroll test)
  • Journal voucher.

Apa saja yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan tes?

Sebelum pelaksanaan tes perlu ditentukan cara pemilihan sampel:

  • Judgement/random sampling
  • Black sampling
  • Statistical sampling

 

C: Buat kesimpulan akhir (final evaluation) terhadap internal control perusahaan

  • Jika internal control baik, scope pemeriksaan (substantive test) bisa dipersempit.
  • Jika internal control lemah, scope pemeriksaan (substantive test) harus diperluas.

 

D: Lakukan substantive tes (pemeriksaan atas kewajaran saldo) pos-pos laporan keuangan

  • Tarik kesimpulan mengenai kewajaran pos-pos laporan posisi keuangan (neraca) dan laba rugi komprehensif.
  • Membuat daftar audit adjustment, (draft) audit report, dan management letter yang harus disetujui oleh manajemen perusahaan.
  • Meminta representation letter, issue final audit report, dan mengirim tagihan pelunasan audit fee, pada perusahaan.

 

39: Akuntansi Perbankan – Materi Akuntansi Dasar

Akuntansi Perbankan

Transparansi Laporan Keuangan bank menjadi kebutuhan setiap pihak yang berkepentingan dengan masalah perbankan.

Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter telah merespon hal tersebut melalui perubahan-perubahan regulasi yang terkait dengan informasi keuangan suatu bank.

Materi akuntansi perbankan mengintegrasikan regulasi perbankan, konsep dan standar akuntansi perbankan.

Di samping itu, dibahas secara lengkap konsep akuntansi bank, akuntansi produk penjaminan simpanan, dan jasa bank.

Dan penyusunan laporan keuangan cabang dan gabungan beserta contoh-contoh kasus.

Secara rinci, berikut ini materi-materi yang dibahas dalam akuntansi perbankan, antara lain:

  • Konsep akuntansi Perbankan
  • Laporan Keuangan Bank
  • Akuntansi kliring
  • Akuntansi giro nasabah
  • Akuntansi tabungan
  • Akuntansi deposito
  • Akuntansi penjaminan simpanan Bank
  • Surat berharga diterbitkan Bank
  • Pinjaman yang diterima Bank
  • Akuntansi modal bank
  • Kas dan rekening giro Bank Indonesia
  • Investasi jangka pendek
  • Akuntansi kredit yang diberikan bank
  • Jasa bank
  • Laporan keuangan bank

 

40: Akuntansi untuk Perubahan Harga (accounting for price changes)

Secara umum, pengertian akuntansi perubahan harga adalah akuntansi yang membahas perubahan nilai dan cara-cara mengatasinya.

Topik kerangka alternatif akuntansi perubahan harga atau berbasis nilai ini adalah untuk melengkapi kerangka akuntansi berbasis biaya historis (cost history).

Perubahan harga mencakup perubahan nilai dan perubahan daya beli uang sebagai satuan pengukur sumber ekonomi.

Jadi, perubahan harga di sini mempunyai makna luas.

Meliputi perubahan harga karena perubahan nilai barang dan perubahan karena perubahan daya beli uang dengan berjalannya waktu.

Masalah perubahan harga secara teoritis penting untuk memberi landasan berpikir dalam mengantisipasi adanya kondisi ekonomi.

Sebuah kondisi yang menuntut akuntansi untuk mewajibkan pengungkapan dampak/ pengaruh perubahan harga dalam Laporan Keuangan.

Perubahan harga adalah perbedaan jumlah rupiah yang dapat digunakan untuk membeli barang atau jasa yang sama pada waktu yang berbeda.

Akuntansi perubahan harga adalah bagian dari pelaporan keuangan untuk mencapai tujuan penyajian informasi keuangan.

Kalau konsep pemrosesan data dapat dipisahkan dengan proses pelaporan data.

Maka akuntansi perubahan harga tidak perlu mengganti kerangka akuntansi pokok.

Agar kualitas keterandalan (reliabilitas) dan keberpautan (relevansi) dapat dicapai.

Kerangka akuntansi pokok harus dilengkapi dengan informasi informasi perubahan harga untuk menunjukkan pengaruhnya terhadap laba dan posisi keuangan.

 

41: Aset Tetap dan Aset Tak Berwujud – Akuntansi Dasar

Materi Akuntansi tentang Aset Tetap

Aset tetap adalah aset berwujud dan bersifat jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan dan digunakan dalam kegiatan operasi normal perusahaan seperti peralatan, gedung, dan tanah.

Biaya awal aset tetap mencakup seluruh jumlah yang dikeluarkan untuk mendapatkan aset hingga siap untuk dipakai.

Saat aset disiapkan untuk menyediakan jasa, pengeluaran pendapatan dan modal dapat terjadi.

Pengeluaran pendapatan meliputi perbaikan dan perawatan biasa.

Pengeluaran modal termasuk peningkatan nilai aset dan perbaikan luar biasa.

Aset tetap juga dapat disewakan dan diperhitungkan sebagai sewa modal atau operasi.

 

A: Depresiasi/ Penyusutan Aset Tetap

Seluruh aset tetap kecuali tanah, akan kehilangan kemampuannya untuk menyediakan jasa dan harus disusutkan dengan berjalannya waktu.

Ada 3 (tiga) faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan depresiasi, yaitu:

  1. Biaya awal aset tetap
  2. Masa kegunaan aset
  3. Nilai residu aset

Metode garis lurus membebankan biaya awal dikurangi nilai residu dalam jumlah yang sama selama masa kegunaan aset tetap.

Metode unit produksi membebankan biaya awal dikurangi nilai residu dalam jumlah yang sama pada estimasi unit yang akan diproduksi oleh aset selama masa kegunaannya.

Metode saldo menurun ganda digunakan dengan mengalikan nilai buku aset yang menurun dengan dua kali tingkat depresiasi garis lurus.

Depresiasi dapat direvisi untuk mengubah masa kegunaan atau nilai residu aset.

Perubahan seperti ini dapat mempengaruhi jumlah depresiasi di masa mendatang.

 

B: Menghitung dan Mencatat Pelepasan Aset Tetap

Untuk mencatat pelepasan aset tetap, depresiasi periode berjalan harus dicatat , selanjutnya nilai buku aset dihapus dari akun.

Untuk aset yang tidak digunakan lagi untuk menyediakan jasa, kerugian dapat dicatat untuk sisa nilai buku aset.

Saat aset dijual, nilai buku dihapus, dan kas atau aset lainnya yang diterima harus dicatat.

Jika harga jual lebih tinggi daripada nilai buku aset, maka transaksi  menghasilkan laba.

Jika harga jual di bawah nilai bukunya, maka terdapat rugi.

Saat aset tetap dipertukarkan dengan aset lain yang serupa karakteristiknya, tidak ada laba yang diakui pada pertukaran tersebut.

Biaya aset yang diperoleh disesuaikan jika terjadi laba.

Rugi dari pertukaran aset yang serupa juga harus dicatat.

 

C: Penerapan untuk Aset Tak Berwujud dalam Akuntansi Dasar

Aset jangka panjang seperti hak paten, hak cipta, merek dagang, dan goodwill yang tidak disertai atribut fisik. Tapi digunakan dalam bisnis adalah aset tidak berwujud.

Biaya awal aset tak berwujud harus didebit ke akun aset.

Biaya hak paten dan hak cipta harus diamortisasi selama estimasi masa kegunaan aset dengan mendebit akun beban dan mengkredit akun aset tak berwujud.

Merk dagang dan goodwill tidak diamortisasi, tapi diturunkan nilainya saat terjadi penurunan nilai.

 

D: Laporan Aset Tetap dalam Akuntansi Dasar

Jumlah beban depresiasi dan metode yang digunakan dalam menghitung depresiasi harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

Selain itu, setiap golongan utama aset tetap harus diungkapkan bersama dengan akumulasi penysutan terkait.

Aset tak berwujud biasanya disajikan dalam neraca di bagian terpisah setelah aset tetap.

Setiap golongan utama aset tak berwujud harus disajikan pada jumlah bersih setelah dikurangi amortisasi terakhir.

 

Kesimpulan

Demikian yang bisa saya sampaikan mengenai 40 materi akuntansi dasar dan manajemen keuangan dasar sebagai landasan pokok belajar akuntansi keuangan.

40 materi dasar akuntansi adalah ringkasan materi akuntansi dasar dan manajemen keuangan dasar yang memudahkan kita untuk belajar dan mendalami akuntansi dan manajemen keuangan.

Mengetahui materi secara umum dan menyeluruh, baru kemudian memahami materi detailnya.

Seperti jika kita ingin membuat rumah, maka kita sudah mengetahui bentuk rumah yang akan kita bangun.

Baru kemudian detail ruang tamunya, kamar tidurnya, kamar mandinya, tamannya dan sebagainya.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih. *****

manajemen keuangan dan SOP

Satu pemikiran pada “Cara Cepat Menguasai Akuntansi dengan 40 Materi Akuntansi Dasar, Cocok untuk yang Tidak Sabaran”

Komentar ditutup.