Cara Cepat Belajar Akuntansi melalui 25 Materi Akuntansi Dasar, Cocok untuk Anda yang Tidak Sabaran

25 Poin Dasar Akuntansi Keuangan Sebagai Landasan Pokok Belajar Akuntansi

Belajar akuntansi tanpa panduan yang benar akan tersesat. 25 materi akuntansi dasar dan manajemen keuangan ini adalah semacam accounting map yang memberikan rute untuk memudahkan dalam belajar akuntansi.

Accounting Map membantu kita untuk mempelajari dan memahami akuntansi keuangan dengan lebih mudah, praktis, dan aplikatif.

Kenapa?

Kita tentu tahu map atau peta kan? Selayaknya sebuah peta yang bisa menunjukkan tempat yang menjadi tujuan.

Dengan membaca peta kita bisa tahu kondisi global dari tujuan yang ingin dicapai. Mulai dari jaraknya, rute dan waktu yang bisa ditempuh untuk sampai ke sana.

Maka, demikian juga dengan accounting map, akan membantu kita untuk mengetahui gambaran besar atau istilah keren-nya helicopter view dari akuntansi keuangan.

Selanjutnya kita tinggal mempelajari step by step setiap bagian yang ada dalam accounting map tersebut.

Dibagian mana kita ingin fokus? Atau dimulai dari mana yang ingin dipelajari? Dan seterusnya….

Lalu, apa saja 25 materi dasar akuntansi dan manajemen keuangan tersebut?

Yuk kita bahas tiap point-nya….

 

#1. Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi berlaku umum, dan menjadi dasar untuk membuat laporan keuangan, Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas.

Perhatikan penulisan persamaan dasar akuntansi berikut ini :

ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS

Dari persamaan tersebut, kita menjadi tahu bahwa jumlah aset di sisi kiri sama dengan jumlah kewajiban dan ekuitas.

Sebutkan kegunaan persamaan dasar akuntansi?

Pertama, semua transaksi bisnis dapat dinyatakan atau dicatat sebagai perubahan yang terjadi pada tiga elemen rumus persamaan dasar akuntansi atau persamaan akuntansi dasar.

Semua turunan dari berbagai macam transaksi bisnis bisa dimasukkan dalam persamaan akuntansi tersebut.

Kedua, persamaan dasar akuntansi bisa menjadi accounting tools yang super powerful dalam melakukan analisa sebuah transaksi bisnis untuk kemudian menyusun laporan keuangan.

(Bagi yang ingin tahu contoh soal persamaan akuntansi dan pembahasan step by step jawabannya, silahkan merapat ke : Persamaan Akuntansi dalam Praktik Bisnis – Contoh Jurnal Akuntansi)

 

 

#2. Akun – T

Sistem akuntansi dirancang untuk menunjukkan kenaikan dan penurunan di setiap pos laporan keuangan sebagai catatan terpisah.

Catatan ini disebut akun (account), atau ada yang menyebut rekening atau perkiraan.

Suatu akun dalam bentuk yang paling sederhana, memiliki tiga bagian. Pertama, setiap akun memiliki judul, yaitu nama pos yang dicatat dalam akun.

Kedua, setiap akun memiliki tempat untuk mencatat jumlah kenaikan pos. Ketiga, setiap akun memiliki tempat untuk mencatat jumlah penurunan pos.

Bentuk akun yang digunakan biasanya disebut akun T karena bentuknya mirip dengan huruf T. Sisi kiri akun disebut DEBIT, dan sisi kanan akun disebut sisi KREDIT.

Dan bentuknya seperti berikut ini :

Perhatikan contoh transaksi keuangan berikut ini :

Manajemen Keuangan Network, sebuah lembaga penyelenggara kursus akuntansi dan jasa akuntansi, mengeluarkan biaya promosi melalui jasa iklan Google Adwords sebesar Rp 1.800.000,-.

Bagaimana menerapkan materi pelajaran akuntansi dasar yang ke #2 ini?

Atas transaksi keuangan tersebut, perusahaan melakukan pencatatan akuntansi seperti berikut ini :

Akun - T

Ada 2 akun yang terpengaruh oleh transaksi, yaitu Biaya Promosi dan Kas. Biaya promosi diletakkan di sisi debet (kiri) sebesar Rp. 1.800.000, dan pengeluaran kas sebesar Rp. 1.800.000 diletakkan di sisi Kredit (kanan).

 

 

#3. Aturan Debit dan Kredit

Pengertian Debit adalah kenaikan atau penurunan, tergantung pada akun yang berpengaruh.

Sedangkan pengertian kredit adalah kenaikan atau penurunan tergantung pada akunnya. Terdapat perbedaan antara akun Neraca, akun Laba Rugi, dan akun Prive.

Namun secara umum aturan debit dan kredit dengan saldo normal dari akun-akun tersebut adalah sebagai berikut :

Perhatikan Akun Neraca berikut ini :

 

Sisi akun untuk mencatat kenaikan dan saldo normal ditunjukkan dengan warna hijau. Dan jumlah debit harus selalu sama dengan jumlah kredit di setiap ayat jurnal.

Perhatikan akun Laporan Laba Rugi berikut ini :

Dengan mengambil contoh pada materi ke-3,  Akun KAS yang termasuk akun ASET dan disajikan dalam neraca mengalami penurunan sebesar Rp. 1.800.000, sehingga diletakkan di sisi KREDIT.

Sedangkan Beban Promosi yang disajikan dalam laporan laba rugi, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.800.000 sehingga diletakkan di sisi DEBIT.

 

 

#4. Manganalisis dan Mencatat Transaksi

Proses atau langkah-langkah dalam menganalisis dan mencatat transaksi yang  terjadi adalah sebagai berikut :

  • Membaca dengan cermat penjelasan atau uraian transaksi untuk menentukan apakah akun aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban dipengaruhi oleh transaksi tersebut.
  • Untuk masing-masing akun yang terpengaruh oleh transaksi itu, tentukan apakah akun tersebut mengalami kenaikan atau penurunan.
  • Menentukan apakah setiap kenaikan atau penurunan tersebut dicatat sebagai DEBIT atau KREDIT.
  • Mencatat transaksi dengan menggunakan ayat jurnal
  • Melakukan posting ayat jurnal secara periodik ke dalam akun terkait dalam buku besar.
  • Menyusun daftar saldo yang belum disesuaikan pada akhir periode.

 

 

#5. Laporan Keuangan

Ada empat laporan utama dalam laporan keuangan, yaitu Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca, dan Laporan Arus Kas.

 

Laporan Laba Rugi

Pengertian Laporan Laba Rugi adalah ringkasan pendapatan dan beban sebuah entitas usaha untuk periode waktu tertentu, seperti satu bulan, triwulan, semester dan setahun.

(Baca juga : Ternyata ada Informasi Super Penting Bagi Bisnis Anda dari Laporan Laba Rugi (Case Study)

 

Laporan Perubahan Modal

Pengertian Laporan Perubahan Modal adalah ringkasan perubahan modal pemilik dari sebuah entitas usaha yang terjadi selama suatu periode waktu tertentu, seperti satu bulan, atau setahun.

(Baca juga : Inilah Pengertian Hutang dan modal)

 

Neraca

Pengertian Neraca adalah daftar yang berisi aset, kewajiban, dan ekuitas usaha pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada saat penutupan hari terakhir dalam satu bulan atau satu tahun.

(Baca juga : Laporan NERACA Perusahaan : Pengertian, Komposisi dan Contoh Analisis)

 

Laporan Arus Kas

Pengertian Laporan Arus Kas adalah ringkasan penerimaan kas dan pembayaran kas dari suatu entitas usaha selama suatu periode waktu tertentu, sepertu dalam sebulan atau setahun.

(Baca juga : Inilah Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap untuk Bisnis Perdagangan Anda)

 

 

#6. Siklus Akuntansi

Ada 10 proses, tahapan, atau langkah dalam siklus akuntansi (accounting cycle) yaitu :

  1. Menganalisis dan mencatat transaksi-transaksi ke dalam jurnal.
  2. Memindahkan transaksi (posting) ke buku besar.
  3. Menyiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan.
  4. Menyiapkan dan menganalisis data penyesuaian.
  5. Menyiapkan kertas kerja akhir periode yang sifatnya opsional.
  6. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memindahkannya ke dalam buku besar.
  7. Menyiapkan daftar saldo yang telah disesuaikan.
  8. Menyiapkan laporan keuangan.
  9. Membuat ayat jurnal penutup dan memindahkannya ke buku besar.
  10. Menyiapkan daftar saldo setelah penutupan.

 

 

#7. Jenis-jenis Ayat Jurnal Penyesuaian

Setiap ayat jurnal akan selalu mempengaruhi akun neraca dan laporan laba rugi. Jenis-jenis ayat jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut :

  • Beban dibayar di muka (beban yang ditangguhkan)
  • Pendapatan yang diterima di muka (pendapatan yang ditangguhkan).
  • Pendapatan yang akan diterima.
  • Beban yang harus dibayar.
  • Beban depresiasi.

 

 

#8. Ayat Jurnal Penutup

  • Memindahkan saldo akun pendapatan akun pendapatan ke dalam ikhtisar Laba Rugi.
  • Memindahkan saldo akun beban ke dalam ikhtisar Laba Rugi.
  • Memindahkan saldo Ikhtisar Laba Rugi ke dalam Modal.
  • Memindahkan saldo akun penarikan ke dalam Modal.

 

 

#9. Jurnal Khusus

Berikut ini beberapa contoh pencatatan jurnal khusus :

Memberikan jasa secara kredit, dicatat dalam jurnal pendapatan atau penjualan.

Menerima kas dari segala sumber, dicatat dalam jurnal PENERIMAAN KAS.

Membeli barang  secara kredit, dicatat dalam jurnal pembelian.

Mengeluarkan kas untuk pembayaran, dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.

 

 

#10. Syarat Pengiriman

FOB Titik Pengiriman

Hak kepemilikan beralih kepada pembeli jika barang dagang dikirimkan kepada pihak freight carrier. Biaya transportasi dibayarkan oleh Pembeli.

 

FOB Tujuan

Hak kepemilikan beralih kepada pembeli jika barang dagang dikirimkan kepada pihak pembeli. Biaya transportasi dibayarkan oleh Penjual.

 

 

#11. Bentuk Rekonsiliasi Bank

Saldo kas menurut Laporan bank, ditambah dengan penambahan oleh perusahaan yang tidak muncul di laporan bank, DIKURANGI dengan pengurangan oleh perusahaan yang tidak muncul di laporan bank.

Saldo kas menurut catatan perusahaan. Ditambah dengan penambahan oeh bank yang tidak dicatat oleh perusahaan, dikurangi dengan pengurangan oleh bank yang tidak dicatat oleh perusahaan.

(Baca juga : Contoh Rekonsiliasi Bank : Penjelasan dan Cara Menyeimbangkan Perbedaan Saldo Kas dan Bank)

 

#12. Metode Penentuan Biaya Persediaan

Ada 3 metode penentuan biaya persediaan, yaitu :

  • Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP/FIFO)
  • Metode Masuk Terakhir, Keluar Pertama (MTKP/LIFO)
  • Metode Biaya Rata-rata tertimbang

(Baca juga : 3 Metode Penilaian Persediaan yang akan Membantu Meningkatkan Nilai Barang Dagangan Anda)

 

 

#13. Penghitungan Bunga

Untuk menghitung tingkat bunga rumus matematis yang digunakan adalah sebagai berikut :

BUNGA = Jumlah Pokok X Tingkat Bunga X Waktu

(Baca juga : 4 Faktor yang Mempengaruhi Bunga Pinjaman)

 

 

#14. Metode Penentuan Depresiasi Tahunan

Berikut ini contoh perhitungan rumus untuk menentukan depresiasi tahunan :

Metode Garis Lurus

Rumus penentuan depresiasi tahunan dengan menggunakan metode garis lurus adalah:

Metode Garis Lurus = (Biaya Estimasi – Estimasi Nilai Sisa) / Estimasi Umur

 

Metode Saldo Menurun Berganda

Penentuan depresiasi dengan menggunakan metode saldo menurun berganda adalah seperti berikut :

Metode Saldo Menurun Berganda = Tarif Depresiasi X Nilai Buku Pada Awal Periode

(Baca juga : Bagaimana Cara Menghitung Penyusutan Untuk Periode Akuntansi Sebagian?)

 

 

#15. Penyesuaian atas laba (rugi) bersih dengan menggunakan metode tidak langsung.

(Baca juga : 2 Metode atau Cara Membuat Laporan Arus Kas ( Statement of Cash Flow)

 

 

#16. Rasio Marjin Kontribusi

Pengertian Rasio Marjin Kontribusi adalah perbandingan antara selisih penjualan dengan biaya variabel dibandingkan dengan penjualan.

Dan bila ditulis dalam sebuah rumus matematika adalah sebagai berikut :

(Penjualan-Biaya Variabel) / Penjualan

 

 

#17. Titik Impas Penjualan (Unit)

Rumus untuk menghitung Titik Impas Penjualan adalah seperti berikut ini :

Biaya Tetap / Marjin Kontribusi Per Unit

Dan secara panjang lebar pembahasannya ada di artikel : Analisis Break Even Point untuk Single dan Mix Product

 

 

#18. Penjualan (Unit)

Rumus yang biasa digunakan adalah :

(Biaya Tetap + Target Laba) / Marjin Kontribusi Per Unit

(Baca juga : Cara Menentukan Harga Jual Produk Minuman)

 

 

#19. Margin Keamanan

Rumus untuk menghitung margin keamanan :

(Penjualan – Penjualan pada Titik Impas) / Penjualan

 

 

#20. Operating Leverage

Pengertian Operating Leverage adalah perbandingan antara marjin kontribusi dengan laba operasional. Dan bila dijabarkan dengan sebuah rumus adalah seperti berikut ini :

Marjin Kontribusi / Laba Operasional

( Baca juga : Begini Cara Sederhana dan Praktis me-LEVERAGE LABA Perusahaan Melalui Rekayasa Penjualan)

 

 

#21. Tingkat Pengembalian Investasi

Rumus untuk menghitung Tingkat Pengembalian Investasi :

Laba Operasional / Jumlah Investasi Aset

Alternatif perhitungan lainnya adalah :

ROI = ( Laba Operasional / Penjualan ) X ( Penjualan / Jumlah Investasi Aset )

(Ingin tahu aplikasinya di industri? Baca ini : Pengembangan Analisis CVP sebagai Alat Pengambilan Keputusan Penting di Perusahaan Dagang, Jasa dan Manufaktur)

 

 

#22.  Metode Analisis Investasi Modal

Ada dua metode yang secara umum digunakan, yaitu :

#1. Metode yang Mangabaikan Nilai Kini :

  • Metode Tingkat Pengembalian Rata-rata
  • Metode Pengembalian Kas

#2. Metode yang Menggunakan Nilai Kini

  • Metode Nilai Kini Bersih
  • Metode Tingkat Pengembalian Internal

 

 

#23. Rata-rata Tingkat Pengembalian

Pengertian Rata-rata Tingkat Pengembalian adalah hasil pembagian Estimasi Rata-rata Laba Tahunan dengan Rata-rata Investasi.

Bila diilustrasikan dengan sebuah rumus matematis adalah seperti berikut ini :

Estimasi Rata-rata Laba Tahunan / Rata-rata Investasi

 

 

#24. Indeks Nilai Kini

Rumus untuk menghitung Indeks Nilai Kini adalah seperti berikut ini :

Jumlah Nilai Kini dari Arus Kas Bersih / Jumlah yang Akan Diinvestasikan

 

 

#25. Faktor Nilai Kini untuk Anuitas sebesar Rp 1

Rumus yang digunakan untuk mencari nilai Faktor Nilai Kini untuk Anuitas sebesar Rp 1 adalah :

Jumlah yang akan Diinvestasikan / Arus Kas Bersih Setara Setahun

Demikian pembahasan 25 poin dasar akuntansi keuangan sebagai landasan pokok belajar akuntansi keuangan.

Semoga bermanfaat.

***

sop akuntansi keuangan powerful