26: Akuntansi Untuk Persekutuan – Materi Akuntansi Dasar
Persekutuan (partnership) adalah kerja sama dua orang atau lebih yang memiliki dan menjalankan bisnis untuk memperoleh laba.
Kelebihan dan kekurangan perusahaan perseorangan, persekutuan, dan perseroan terbatas (PT) berhubungan dengan:
- kemudahan pendirian,
- kewajiban hukum,
- perpajakan,
- batasan umur entitas, dan
- akses ke modal.
Ketika persekutuan dibentuk, akun-akun didebit untuk aset yang diserahkan dan dikredit untuk kewajiban yang diperhitungkan, dan akun modal rekan dikreditkan sejumlah nilai bersih.
Laba bersih persekutuan dapat dibagikan di antara para rekan berdasarkan:
- jasa yang diberikan,
- bunga atas saldo akun modal dan
- rasio pembagian laba,
Aset persekutuan harus disajikan kembali dalam nilai saat ini, sebelum seorang rekan bergabung atau mengundurkan diri.
Rekan baru dapat bergabung dalam persekutuan, baik dengan membeli kepemilikan rekan yang ada maupun dengan membeli kepemilikan langsung dari persekutuan.
Apa saja yang menyebabkan likuidasi persekutuan?
Persekutuan dilikuidasi dengan:
- Penjualan aset persekutuan (realisasi)
- Pembagian laba atau rugi atas realisasi kepada pada rekan
- Pembayaran kepada para kreditor
- Pembagian sisa kas kepada para rekan menurut saldo akun modal masing-masing
Seorang rekan dapat mengalami defisiensi ketika jumlah pembagian rugi melebihi saldo modal.
Laporan ekuitas persekutuan melaporkan perubahan dalam ekuitas persekutuan untuk penambahan modal, laba bersih, dan penarikan.
Laba bersih ditambahkan berdasarkan metode pembagian laba yang dinyatakan dalam perjanjian persekutuan, tanpa melihat apakah laba bersih dibagikan secara tunai.

27: Akuntansi Biaya – Materi Akuntansi Dasar
Akuntansi biaya ini mencakup konsep, manfaat, dan perekayasaan (engineering) informasi biaya.
Dengan menguasai konsep dan manfaat biaya, maka akan terbentuk kerangka berpikir dan kesadaran biaya yang tinggi, sehingga akan menjadikan manajemen perusahaan atau pengelola bisnis memiliki kemampuan untuk melakukan pengendalian biaya dan menentukan harga produk.
Dengan menguasai perekayasaan informasi biaya, manajemen akan memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi biaya, dan akan mampu menyajikan informasi tersebut kepada pemakai yang memerlukannya.
Perlu disadari bahwa peningkatan pendapatan saja tidak akan menyebabkan laba yang memadai jika tidak disertai dengan kemampuan mengalokasikan sumber ekonomi untuk menghasilkan pendapatan tersebut.
Informasi biaya memberikan kerangka (framework) berpikir untuk mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan optimal dalam menghasilkan pendapatan
—
Beberapa materi yang dibahas dalam akuntansi biaya adalah:
#1: Penentuan Harga Pokok Produk
- Penentuan harga pokok metode full costing dan variable costing
- Penentuan harga pokok produk dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan dan berproduksi masal.
- Penentuan harga pokok produk dalam perusahaan yang menghasilkan produk bersama dan produk sampingan.
#2: Sistem Biaya Taksiran
Dalam sistem biaya taksiran ini membahas secara rinci sistem akuntansi biaya yang sudah mulai memasukkan suatu bentuk biaya yang ditentukan di muka dalam proses pengolahan informasi biaya.
Sitem biaya taksiran menjembatani perkembangan sistem akuntansi biaya historis ke sistem akuntansi biaya standar.
#3: Sistem Biaya Standar
Dalam topik ini dibahas secara detail sistem akuntansi biaya untuk pengendalian biaya produksi dengan pendekatan full costing dan variable costing.
#4: Perilaku Biaya
Perekayasaan biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, yang bermanfaat untuk masukkan bagi penerapan pendekatan variable costing.
28: Manajemen Keuangan (Financial Management)
Secara umum, definisi manajemen keuangan adalah pengelolaan aktivitas keuangan dalam suatu organisasi/ perusahaan. Aktivitas itu dimulai dari perencanaan, analisis, dan pengendalian aktivitas keuangan.
Untuk menerapkan manajemen keuangan, perlu mengetahui dan memahami teori keuangan.
Pengetahuan mengenai teori keuangan akan membantu manajemen perusahaan menghadapi permasalahn keuangan dan mengambil keputusan-keputusan yang tepat.
Walaupun ruang lingkupnya adalah perusahaan yang bertujuan untuk memperoleh laba, konsep dan teori tersebut dapat juga diterapkan oleh siapa saja, individe ataupun pemerintah.
Materi manajemen keuangan yang dibahas antara lain:
- Pasar finansial dan perusahaan
- Nilai waktu uang
- Memahami kondisi keuangan perusahaan
- Perencanaan keuangan
- Pengelolaan kas
- Pengelolaan piutang
- Pengelolaan persediaan
- Pendanaan
- Prinsip investasi
- Strutur modal perusahaan
- Kebijakan dividen
29: Akuntansi Obligasi
A: Akuntansi untuk Utang Obligasi
Perusahaan dapat mendanai aktivitas operasinya dengan menerbitkan obligasi atau ekuitas tambahan.
Sebenarnya apa yang dimaksud obligasi? Obligasi adalah bentuk surat utang yang dikenakan bunga.
Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan untuk menerbitkan utang atau ekuitas adalah dampak dari masing-masing alternatif terhadap laba per saham. Perusahaan yang menerbitkan obligasi akan membuat kontrak, atau kontak obligasi.
—
Karakteristik sebuah obligasi tergantung pada jenis obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan. Saat perusahaan menerbitkan obligasi harga yang bersedia dibayarkan oleh pembeli tergantung pada:
- Nilai nominal obligasi
- Bunga periodik yang akan dibayarkan
- Suku bunga pasar
Harga yang bersedia dibayarkan oleh pembeli untuk sebuah obligasi adalah penjumlahan dari:
- Nilai kini dari nominal
- Nilai kini dari pembayaran bunga periodik.
#1: Pencatatan Jurnal Akuntansi Saat Penerbitan Utang Obligasi
Ayat jurnal untuk penerbitan utang obligasi adalah debit pada kas sejumlah hasil yang diterima dan kredit pada utang obligasi sebesar nilai nominal obligasi.
Selisih antara nilai nominal obligasi dan hasil yang diterima akan didebit ke diskon atas utang obligasi atau dikredit ke premium atas utang obligasi. Diskon atau premium atas utang obligasi diamortisasi ke beban bunga selama periode obligasi.
#2: Pencatatan Jurnal Akuntansi Saat Jatuh Tempo Utang Obligasi
Pada tanggal jatuh tempo, ayat jurnal untuk mencatat pembayaran pada nilai nominal obligasi adalah debit pada utang obligasi dan kredit pada kas, karena pembayaran obligasi biasanya melibatkan kas dalam jumlah besar, maka kontrak obligasi dapat mengatur agar kas secara periodik disisihkan ke dana pelunasan.
Saat perusahaan menebus obligasi, utang obligasi didebit sejumlah nilai nominal obligasi, premium (diskon). Pada akun utang obligasi didebit (dikreditkan) sebesar saldonya, kas dikreditkan, dan laba atau rugi atas penebusan dicatat.

B: Akuntansi untuk Investasi Obligasi
Investasi jangka panjang dalam obligasi dicatat dengan mendebit investasi dalam obligasi. Saat obligasi dibeli di antara tanggal pembayaran bunga, jumlah bunga yang dibayarkan harus didebit ke Pendapatan Bunga.
Diskon atau premium investasi obligasi harus diamortisasi menggunakan metode garis lurus atau metode suku bunga efektif.
Saat obligasi yang disimpan sebagai investasi jangka panjang dijual, diskon atau premium untuk periode berjalan harus diamortisasi terlebih dahulu.
C: Laporan Utang Obligasi dan Investasi Obligasi
Utang obligasi biasanya dilaporkan sebagai kewajiban jangka panjang. Diskon obligasi harus dilaporkan sebagai pengurangan dari utang obligasi terkait. Premium obligasi harus dilaporkan sebagai penambahan dari utang obligasi terkait.
Investasi obligasi yang merupakan surat berharga dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity securities), dilaporkan sebagai investasi sesuai biayanya. Dikurangi premium yang diamortisasi atau ditambah diskon yang diamortisasi,
Saya sangat berterima kasih karena telah membantu saya dalam mempelajari akuntansi
Terima kasih Ivonia, silahkan pelajari yang kamu butuhkan. Dan jangan lupa sebarkan ke sahanat lain jika materi ini terasa bermanfaat.