41 Materi Akuntansi Dasar: Mana yang Paling Anda Butuhkan?

30: Akuntansi Saham 

A: Pencatatan Penerbitan Saham

Sumber utama modal disetor adalah berasal dari menerbitkan saham biasa dan saham preferen. Saham yang diterbitkan pada nilai nominal dicatat dengan mendebit Kas, dan mengkreditkan kelas saham yang diterbitkan sejumlah nilai nominal.

[Debit] Kas  Rp xxx
[Kredit] Saham Biasa/Preferen  Rp xxx

Saham yang diterbitkan di atas nilai nominal dicatat dengan mendebit Kas, dan mengkreditkan Agio Saham untuk selisih antara kas yang diterima dan nilai nominal saham.

[Debit] Kas Rp xxx
[Kredit] Agio Saham Rp xxx

Saat saham diterbitkan dengan mempertukarkan aset selain kas. Aset yang diperoleh dicatat sesuai dengan nilai pasar wajarnya. Ketika saham tanpa nilai nominal diterbitkan, seluruh hasil yang diterima dicatat ke akun saham.

Saham tanpa nilai nominal dapat diberikan nilai yang tertera per lembar saham, dan kelebihan antara hasil yang diterima dengan nilai yang tertera dikreditkan ke Agio Saham.

B: Pencatatan Dividen Saham

Ayat untuk mencatat pengumuman pembagian dividen tunai adalah debit pada pada Dividen dan kredit pada Utang Dividen.

[Debit] Dividen  Rp xxx
[Kredit] Utang Dividen  Rp xxx

Saat dividen saham diumumkan, Dividen Saham didebit sebesar nilai wajar saham yang diterbitkan. Dividen saham yang dibagikan dikreditkan sebesar sebesar nilai nominal atau nilai yang tertera dari saham biasa yang akan diterbitkan.

Selisih antara nilai wajar saham dengan nilai nominal atau nilai yang tertera dikreditkan ke Agio Saham Biasa.

[Debit] Dividen  Saham Rp xxx
[Kredit] Dividen Saham Dibagikan  Rp xxx
[Kredit] Agio Saham Biasa Rp xxx

Saat saham diterbitkan pada tanggal pembayaran, Dividen Saham yang Dibagikan didebit. Dan Saham Biasa dikreditkan sejumlah nilai nominal atau nilai yang tertera dari saham yang diterbitkan.

[Debit] Dividen Saham Dibagikan  Rp xxx
[Kredit] Saham Biasa  Rp xxx

Akuntansi Saham

C: Pencatatan Saham Treasuri (Treasury Stock)

Saat sebuah perseroan membeli sahamnya sendiri, biasanya digunakan akuntansi metode biaya. Saham Treasuri didebit sejumlah biayanya, dan Kas dikreditkan.

[Debit] Saham Treasuri  Rp xxx
[Kredit] Kas  Rp xxx

Jika saham dijual kembali, Saham Treasuri dikreditkan sebesar biayanya, dan selsisih antara biaya dan harga harga penjualan biasanya didebit atau dikreditkan ke Agio Saham Treasuri.

[Debit] Agio Saham Treasuri  Rp xxx
[Kredit] Saham Treasuri  Rp xxx

D: Pemecahan Saham

Saat sebuah perseroan mengurangi nilai nominal atau nilai yang tertera pada saham biasa, dan menerbitkan sejumlah tambahan lembar saham secara proporsional, telah terjadi pemecahan saham.

Tidak ada perubahan dalam saldo akun terkait, dan tidak ada ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat pemecahan saham.

E: Pelaporan Saham

Dua pilihan untuk melaporkan ekuitas pemegang saham. Perubahan dalam laba ditahan dilaporkan di laporan laba ditahan. Pembatasan laba ditahan harus diungkapkan. Penyesuaian periode sebelumnya dilaporkan di laporan di laporan laba di tahan. Perubahan dalam ekuitas pemegang saham dapat dilaporkan di laporan ekuitas pemegang saham.

31: Sistem Akuntansi Penggajian dan Pajak Penghasilan

Kewajiban perusahaan atas gaji ditentukan dari total penghasilan karyawan, termasuk lembur. Dari jumlah ini, kemudian dikurangi potongan untuk memperoleh gaji bersih yang akan dibayarkan kepada karyawan.

Kebanyakan perusahaan yang memiliki kewajiban atas gaji, seperti iuran untuk BPJS, jaminan hari tua, jaminan kematian, kecelakaan kerja.

Register gaji digunakan untuk menyusun dan merangkum data yang diperlukan untuk setiap periode pembayaran gaji. Register gaji didukung oleh catatan penggajian yang rinci untuk setiap karyawan, yang disebut catatan penghasilan karyawan.

Tunjangan karyawan adalah beban dalam periode di mana karyawan menerima tunjangan tersebut dan dicatat dengan mendebit akun beban dan mengkredit akun kewajiban. Perhatikan contoh berikut ini:

[Debit] Iuran BPJS  Rp xxx
[Kredit] Utang Biaya Iuran BPJS  Rp xxx

panorama

32: Prosedur Analisis Laporan Keuangan

Laporan keuangan dasar memberikan banyak informasi yang diperlukan oleh pengguna untuk membuat keputusan ekonomi.

Prosedur analitis digunakan untuk membandingkan pos-pos di laporan keuangan tahun berjalan dengan pos-pos terkait di laporan keuangan periode sebelumnya, atau untuk memeriksa hubungan dalam suatu laporan keuangan.

Seluruh pengguna laporan keuangan tertarik pada kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya (solvabilitas) dan menghasilkan laba (profitabilitas). Solvabilitas dan profitabilitas saling berhubungan.

Analisis solvabilitas biasanya dinilai dengan memeriksa hubungan dalam neraca sebagai berikut:

  1. Posisi lancar
  2. Piutang usaha
  3. Analisis persediaan
  4. Rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang
  5. Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham
  6. Berapa kali beban bunga diperoleh.

Analisis profitabilitas terutama menitikberatkan pada hubungan antara hasil aktivitas operasi dalam laporan laba rugi dan sumber daya yang tersedia dalam neraca. Jenis analisis utama meliputi:

  1. Rasio penjualan bersih terhadap aset
  2. Tingkat pengembalian terhadap total aset
  3. Analisis tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham
  4. Tingkat pengembalian terhadap pemegang saham biasa
  5. Laba per saham biasa
  6. Rasio harga terhadap laba
  7. Dividen per saham
  8. Hasil dividen

33: Penalaran dalam Akuntansi Dasar

Salah satu pengertian teori akuntansi adalah sebagai suatu penalaran logis untuk menjelaskan bagaimana suatu standar akuntansi diturunkan, dikembangkan, atau dipilih.

Penalaran sangat penting perannya dalam belajar teori akuntansi, karena teori akuntansi menuntut kemampuan penalaran yang memadai. Teori akuntansi banyak melibatkan proses penilaian kelayakan dan validitas suatu pernyataan dan argumen.

Proses penalaran memberi keyakinan bahwa suatu pernyataan atau argumen layak untuk diterima atau ditolak. Penalaran logis adalah salah satu sarana untuk memverifikasi validitas suatu teori, termasuk teori akuntasi.

Penalaran adalah pengetahuan tentang prinsip-prinsip berpikir logis yang menjadi dasar dalam diskusi ilmiah. Proses penalaran juga merupakan suatu ciri sikap (attitude) ilmiah yang sangat menuntut kesungguhan (commitment) dalam menemukan kebenaran ilmiah.

Sikap ilmiah membentengi sikap untuk memecahkan masalah secara serampangan, subyektif, pragmatik, dan emosional.

Penalaran adalah proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan (belief) terhadap pernyataan atau asersi (assertion).

Pernyataan dapat berupa teori (penjelasan) tentang suatu fenomena atau realitas alam, ekonomi, politik, atau sosial. Penalaran perlu diajukan dan dijabarkan untuk membentuk, mempertahankan, atau mengubah keyakinan. Bahwa sesuatu (misalnya teori, pernyataan, atau penjelasan) adalah benar.

Penalaran melibatkan inferensi yaitu proses penurunan konsekuensi logis dan melibatkan proses penarikan kesimpulan/ konklusi dari serangkaian pernyataan. Proses penurunan kesimpulan sebagai suatu konsekuensi logis dapat bersifat deduktif dan induktif.

Penalaran mempunyai peran penting dalam pengembangan, penciptaan, pengevaluasian, dan pengujian suatu teori atau hipotesisi.

Teori adalah sarana untuk menyatakan suatu keyakinan, sedangkan penalaran adalah proses untuk mendukung keyakinan tersebut. Oleh karena itu, keyakinan terhadap suatu teori atau pernyataan berkisar antara lemah sampai kuat sekali, atau tergantung pada kualitas atau efektifitas penalaran dalam menimbulkan daya dukung yang dihasilkan.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

2 pemikiran pada “41 Materi Akuntansi Dasar: Mana yang Paling Anda Butuhkan?”

  1. Terima kasih Ivonia, silahkan pelajari yang kamu butuhkan. Dan jangan lupa sebarkan ke sahanat lain jika materi ini terasa bermanfaat.

Komentar ditutup.