41 Materi Akuntansi Dasar: Mana yang Paling Anda Butuhkan?

34: Teori Akuntansi Dasar

Teori akuntansi diartikan sebagai penalaran logis yang mendasari perekayasaan pelaporan keuangan.

Perekayasaan adalah penalaran logis atau pemikiran untuk memilih, menentukan, dan mengaplikasikan beberapa dari berbagai konsep, metode, teknik, tekonologi, dan pendekatan yang tersedia secara praktis meupun teoritis untuk mencapai tujuan sosial dan ekonomi tertentu.

Dalam hal akuntansi, hasil perekayasaan dituangkan dalam suatu dokumen yang disebut kerangka konseptual yang berfungsi sebagai ‘konstitusi’ pelaporan keuangan di wilayah akuntansi diterapkan. Berikut ini beberapa materi teori akuntansi adalah:

  1. Menjelaskan pengertian, karakteristik, dan status akuntansi sebagai bidang pengetahuan.
  2. Konsep penalaran untuk mengevaluasi kelayakan argumen dalam penentuan standar akuntansi keungan.
  3. Proses perekayasaan (engineering) pelaporan keuangan dan struktur akuntansi.
  4. Konsep dasar sistem pelaporan keuangan yang paling cocok untuk suatu lingkungan
  5. Komponen Laporan Keuangan yang merupakan elemen penting kerangka konseptual,
  6. Ruang lingkup informasi yang dapat dilayani oleh pelaporan keuangan.
  7. Alternatif-alternatif akuntansi untuk meningkatkan keberpautan dan relevansi kerangka akuntansi.

teori akuntansi

35: Keuangan Internasional 

Perusahaan dalam melakukan aktivitasnya berhubungan dengan berbagai pihak, supplier, customer, investor, kreditor, dan pemerintah. Pihak-pihak tersebut tidak hanya ada di dalam negeri, tapi juga luar negeri.

Apalagi di jaman globalisasi seperti sekarang ini. Aliran barang, jasa, dan modal antar negara adalah suatu keniscayaan. Dengan demikian, perusahaan akan menghadapi berbagai risiko seperti:

  • Risiko valuta asing
  • Risiko tingkat bunga
  • Risiko politik
  • Risiko lainnya, seperti penyebaran Virus Corona yang terjadi saat ini (2020).

Oleh karena itu, manajemen perusahaan perlu mengetahui dan memahami berbagai konsep dan alat analisis yang bisa memperkecil tingkat risiko-risiko tersebut.

36: Proses Auditing 

Proses audit dapat digambarkan dengan diagram alir (flowchart) berikut ini:

materi akuntansi tentang Auditing
The Audit Process

Keterangan:

Dari flowchart di atas, ada 3 (tiga) tahap proses audit, yaitu:

A: Plan:

  • Audit Planning
    • Asses inherent risk
    • Asses control risk

B: Conduct

  • Final Audit Phase
    • Perform substantive audit-test

C: Report:

  • Audit Report
    • Unqualified opinion
    • Qualified opinion
    • Disclaimer opinion

37: Pengungkapan dan Sarana Interpretif Laporan Keuangan

Pelaporan keuangan disusun untuk kepentingan investor, kreditor, dan pihak lain untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit. Pihak pemakai memerlukan berbagai informasi yang relevan dan bermanfaat untuk keputusan investasi, kredit , dan sejenisnnya.

Informasi keuangan yang dapat dilayani oleh pelaporan keuangan hanya merupakan sebagian jenis informasi yang diperlukan oleh investor dan kreditor. Informasi yang dipandang bermanfaat untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit adalah sebagai berikut:

  1. Laporan Keuangan (financial statemens)
  2. Catatan Atas Laporan Keuangan (note to financial statements)
  3. Informasi pelengkap (supplementary information)
  4. Sarana pelaporan keuangan lain (other means of financial reporting)
  5. Informasi lain (other information)

Komponen (1) dan (2) adalah satu kesatuan yang disebut statemen keuangan dasar (basic financial statements) yang merupakan produk struktur akuntansi pokok (basic accounting structure).

Pelaporan keuangan mencakup semua informasi yang dapat disediakan manajemen perusahaan, yaitu komponen (1) dampai (4).

Walaupun dapat disediakan oleh manajemen, pengungkapannya tidak selalu dapat diwajibkan (mandatory) oleh penyusun standar akuntansi atau badan pengawas. Penyusun standar akuntansi keuangan, seperti IAI dapat mewajibkan pengungkapan untuk komponen (1) sampai (3).

Dan untuk komponen (3) tingkat keharusannya hanya sampai pada batas sangat merekomendasikan (strongly recommend). Jadi, secara praktis, pengungkapan wajib melalui standar akuntansi hanya diberlakukan untuk komponen (1), (2) dan dalam kondisi tertentu komponen (3).

Pengukuran dan pengakuan hanya bertalian dengan laporan keuangan, sedangkan pengungkapan bertalian dengan seluruh lingkup pelaporan keuangan, dan sarana interpretif yang keduanya merupakan konsep-konsep yang diarahkan untuk mencapai kualitas keberpautan informasi akuntansi.

38: Pengendalian Intern (internal control)

internal control

Proses pengendalian intern sampai dengan penyelesaian audit adalah sebagai berikut:

A: Dapatkan gambaran ICQ (internal control questionnaires) yang ada di perusahaan:

  • Pelajari accounting and operation manual
  • Pelajari bagan organisasi dan job description
  • Lakukan tanya jawab dengan petugas lapangan

Dokumentasikan dalam bentuk:

  1. Internal control questionnaires
  2. Flowchart
  3. Narrative (memo)

Lakukan walk through:

Ambil 2 atau 3 dokumen, periksa apakah pemrosesannya sesuai dengan yang dijelaskan dalam (a), (b), dan (c). Jika diperukan sesuaikan (a), (b), (c). Selanjutnya buat kesimpulan sementara (preliminary evaluation) terhadap internal control perusahaan:

  1. Baik (excellent, good)
  2. Sedang (fair)
  3. Lemah (weak, bad)

Jika kesimpulan sementara menyatakan internal control lemah, langsung lakukan substantive test yang diperluas. Apabila internal control baik atau sedang, buktikan dengan melakukan compliance test.

B: Lakukan compliance test (test of recorded transactions)

Tujuan dari tes ini adalah:

  • Apakah internal control yang ada betul seperti yang digambarkan dalam (a), (b), dan (c)
  • Sistem dan prosedur yang digambarkan dalam (a), (b), dan (c), betul-betul diterapkan perusahaan.

Tes dilakukan terhadap:

  • Transaksi penjualan, piutang, dan penerimaan kas.
  • Transaksi pembelian, utang dan pengeluaran kas.
  • Pembayaran gaji (payroll test)
  • Journal voucher.

Apa saja yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan tes? Sebelum pelaksanaan tes perlu ditentukan cara pemilihan sampel:

  • Judgement/random sampling
  • Black sampling
  • Statistical sampling

C: Buat kesimpulan akhir (final evaluation) terhadap internal control perusahaan

  • Jika internal control baik, scope pemeriksaan (substantive test) bisa dipersempit.
  • Bila internal control lemah, scope pemeriksaan (substantive test) harus diperluas.

D: Lakukan substantive tes (pemeriksaan atas kewajaran saldo) pos-pos laporan keuangan

  • Tarik kesimpulan mengenai kewajaran pos-pos laporan posisi keuangan (neraca) dan laba rugi komprehensif.
  • Membuat daftar audit adjustment, (draft) audit report, dan management letter yang harus disetujui oleh manajemen perusahaan.
  • Meminta representation letter, issue final audit report, dan mengirim tagihan pelunasan audit fee, pada perusahaan.
Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

2 pemikiran pada “41 Materi Akuntansi Dasar: Mana yang Paling Anda Butuhkan?”

  1. Terima kasih Ivonia, silahkan pelajari yang kamu butuhkan. Dan jangan lupa sebarkan ke sahanat lain jika materi ini terasa bermanfaat.

Komentar ditutup.