Cara Mengelola Cash Flow Usaha Kuliner Rumahan

Cash Flow adalah ibarat darah pada tubuh manusia. Tanpa darah, manusia tidak dapat hidup.

Demikian juga dengan perusahaan, tanpa cash flow yang sehat maka operasi perusahaan akan  terganggu, bahkan bisa mati!

Bisnis makanan, minuman, jasa, pabrikan atau sektor apapun dikatakan baik dan sehat bila Cash flow-nya juga sehat.

Cash flow adalah salah satu indikasi yang bisa digunakan untuk menilai suatu usaha dan bisnis itu fit atau loyo.

Lalu bagaimana cash flow yang sehat?

 

01: Pengertian Cash Flow Usaha Rumahan

format cash flow

Secara garis besar cash flow adalah selisih antara penerimaan dan pengeluaran dana atau uang yang real, yang benar-benar ada bentuk materinya yaitu uang.

Bukan hanya berupa catatan yang tidak ada uangnya. Catatan doang 🙂

Jadi sehatnya arus kas ditandai dengan adanya dana yang siap digunakan untuk aktivitas perusahaan.

Apa keuntungan cash flow yang sehat?

Apa saja yang akan diperoleh dengn cash flow yang sehat?

Karena cash flow adalah salah satu indikator kondisi keuangan perusahaan, di mana cash flow yang baik menandakan perusahaan baik.

Maka kondisi arus kas yang sehat, menandakan kondisi perusahaan juga sehat.

Perusahaan yang sehat,  akan memiliki banyak pilihan aktivitas yang bisa dilakukan.

Aktivitas-aktivitas itu antara lain sebagai berikut :

  • melakukan riset,
  • manajemen SDM yang berkualitas,
  • melakukan promosi dan iklan yang tepat.

Sebaliknya cash flow yang tersendat-sendat dan tidak lancar akan membuat perusahaan sulit bergerak untuk melakukan inovasi.

Dan gebrakan dalam rangka meningkatkan pendapatan.

Dan bila kondisi tersebut terus berlangsung, bukan tidak mungkin tinggal menunggu ajal.

Bagaimana cara memperbaiki arus kas perusahaan yang tidak sehat alias sakit itu?

Bila sebagai pebisnis, anda sudah menyadari bahwa perusahaan arus kasnya sakit.

Maka secepatnya dilakukan pengobatan dan perawatan yang lebih intensif.

Agar tidak bertambah parah dan lama-lama bisa bangkrut.

 

02: Cara Mengelola Cash Flow Bisnis Rumahan

cara mengatur cash flow perusahaan

Di atas sudah dibahas, bahwa cash flow adalah salah satu indikator kondisi keuangan perusahaan, termasuk usaha dan bisnis rumahan.

Jika terjadi negative cash flow, lalu bagaimana cara memperbaikinya sehingga terjadi positive cash flow?

Ada 2 cara memperbaiki keuangan perusahaan yang bisa dilakukan perusahaan dengan arus kas yang tidak sehat, yaitu:

  • Cara memperbaiki cash flow #1:  Menaikkan omset penjualan
  • Cara memperbaiki cash flow #2:  Melakukan efisiensi untuk Menurunkan biaya.

Yuk didalami satu per satu….

A: Cara Mengelola Cash Flow #1:  Menaikan Omset Penjualan

Berikut ini saya berikan contoh untuk bisnis kuliner, seperti warung makan, depot atau restoran.

Untuk meningkatkan omset penjualan, langkah awal harus memperhatikan bagaimana tingkat penyerapan produk,

Bagaimana penyerapan produk untuk pelanggan atau calon pelanggan di sekitar? Baik atau tidak.

Untuk bisnis restoran, warung makan atau depot, tingkat penyerapan atau pembelian pelanggan sekitar pada produk yang dijual sangatlah penting.

Hal itu karena pelanggan atau calon pelanggan terdekat akan lebih mudah membeli produk yang dijual, dibandingkan konsumen yang jauh.

Bila tingkat penyerapan pelanggan terdekat rendah, mungkin produk yang dijual tidak sesuai dengan mereka.

Dengan kata lain, mereka bukan target market dari produk yang anda jual.

Maka anda harus berusaha bagaimana caranya mencari dan mendatangkan target market agar bisa mengetahui dan akhirnya membeli produk anda?

Upaya untuk mendatangkan target market yang lokasinya jauh,

Tentu memerlukan dana yang relatif besar tergantung pada seberapa besar jangkauan yang diinginkan.

Agar aliran kas terus ada, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah fokus.

Fokus membidik target market yang diinginkan adalah dengan melakukan inovasi produk yang bisa melayani market sekitar.

Coba berkreasi dan melakukan inovasi untuk membuat menu yang harganya terjangkau untuk pelanggan sekitar.

Bisa dengan membuat nama dan menu baru, atau menurunkan sedikit kualitas produk lama yang dijual dengan harga yang ramah di kantong.

Pokoknya tetap menjaga dan menaati etika bisnis yang berlaku umum.

Sehingga pelanggan bisa membedakan, mana menu dengan kualitas nomer satu, mana menu yang kualitasnya dikurangi.

Brand utama tetap jalan dan arus kas bisa terjaga.

Kemudian membuat proyeksi arus kas untuk 3 bulan depan dengan menggunakan data-data dari 6 bulan sebelumnya.

Dan lakukan terus analisa terhadap cash out dan cash in.

Dari analisa itu akan diperoleh data apa saja cash out  yang bisa ditunda dan apa saja yang bisa menambah cash in?

Misalnya, bila ada hutang ke pemasok, coba lakukan pembicaraan untuk meminta pembayaran mundur.

Alasannya dana sedang banyak digunakan untuk meningkatkan omset penjualan.

Bila penjualan meningkat otomatis membutuhkan banyak barang dari pemasok.

 

B: Cara Mengelola Cash Flow #2:  Melakukan Efisiensi untuk Menurunkan Biaya

cara membuat cash flow sehat

Cara kedua untuk menyehatkan arus kas adalah melakukan efisiensi biaya.

Masih menggunakan contoh bisnis kuliner.

Pada bisnis kuliner besarnya penurunan biaya sebaiknyan tidak melebihi 30% .

Bila nilai penurunan biaya melebihi 30% dikhawatirkan tidak akan bisa mempertahankan kualitas produk yang dijual.

Demikian contoh upaya memperbaiki cash flow pada bsnis kuliner seperti warung, depot atau restoran.

( Baca juga : Jualan Laris, tapi KAS Kosong : Kenapa dan Bagaimana Solusinya?)

 

03: Laporan Cash Flow ( Cash Flows Statement ) Usaha Rumahan

cash flow statement example for small business

A: Langkah-langkah Membuat Laporan Cash Flow Usaha Rumahan

Salah satu proses pengelolaan cash flow adalah membuat laporan cash flow.

Bagaimana cash flows statement atau laporan cash flow usaha rumahan (cash flow statement example for small business)?

Agar wawasan dan pemahaman kita semakin luas mengenai apa itu cash flow (what is cash flow).

Berikut ini di sajikan contoh dan langkah-langkah membuat laporan cash flow atau cash flows statement usaha kuliner rumahan.

Tentu tidak hanya laporan cash flow, tapi jenis laporan keuangan lainnya.

Mari ikuti langkah-langkahnya step by step berikut ini…

Sebagai ilustrasi, pada tanggal 1 Mei 2020 Bu Ani memulai usaha rumahan dengan label “Jajanan Tradisional Ibuku”.

Sesuai dengan labelnya, Bu Ani menjual berbagai jenis jajanan tradisional setiap hari Minggu pagi.

***

Berikut ini transaksi-transaksi yang terjadi selamai bulan Mei 2020:

01: Tanggal 1 Mei 2020:
  • Bu Ani setor modal usaha rumahan senilai Rp 10.000.000
  • Membeli peralatan untuk jualan dari Toko Sukses senilai Rp 000. Pembayaran dilakukan secara tunai.

 

02: Tanggal 2 Mei 2020:
  • Membeli perlengkapan untuk usaha rumahan secara kredit senilai Rp 000

 

03: Tanggal 3 Mei 2020:
  • Pembelian berbagai macam jajanan tradisional dari pemasok senilai Rp 000
  • Penjualan jajanan tradisional sebesar Rp 000

 

04: Tanggal 10 Mei 2020:
  • Membayar kiriman berbagai macam kue tradisional dari Ibu Ami sebesar Rp 000
  • Hasil penjualan aneka macam kue tradisional sebesar Rp 625.000

 

05: Tanggal 17 Mei 2020:
  • Pembelian aneka jenis kue tradisional untuk dijual lagi senilai Rp 000
  • Hasil penjualan aneka macam kue tradisional pada hari minggu ini sebesar Rp 000
  • Membayar gaji pegawai freelance sebesar Rp. 800.000

 

06: Tanggal 24 Mei 2020:
  • Pembelian barang dagangan senilai Rp 000 dibayar tunai.
  • Hasil penjualan Rp 500
  • Membayar biaya tagihan listrik sebesar Rp 225.000
  • Membayar biaya tagihan pemakaian air dari PDAM sebesar Rp 000

 

07: Tanggal 31 Mei 2020:
  • Membayar biaya lain-lain sebesar Rp 200.000
  • Membayar iuran kebersihan dan keamanan lingkungan sebesar Rp 000
  • Pembelian barang dagangan berupa aneka jajanan tradisional senilai Rp 000
  • Hasil penjualan sebesar Rp 000

 

B: Mencatat Jurnal Transaksi Usaha Rumahan – Cash Flows Statement

Rekening Bank Adalah

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis, penggolongan dan pencatatan jurnal transaksi-transaksi usaha “Jajanan Tradisional Ibuku” bulan Mei 2020.

Dan hasil pencatatan transaksi-transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

01: Pencatatan transaksi tanggal 1 Mei 2020:

Jurnal transaksi #1:

Transaksi ini berpengaruh terhadap akun Kas dan Modal.

Pengaruhnya adalah menaikkan jumlah kas dan modal, sehingga cara pencatatan jurnal transaksinya adalah sebagai berikut:

[Debit] Kas … Rp 10.000.000
[Kredit] Modal … Rp 10.000.000

 

Jurnal transaksi #2:

Transaksi bisnis yang ke-2 berpengaruh terhadap akun peralatan dan kas.

Pengaruhnya adalah meningkatkan jumlah akun peralatan dan menurunkan jumlah kas.

Sehingga cara pencatatan jurnal transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

[Debit] Peralatan Usaha Rumahan … Rp 500.000
[Kredit] Kas … Rp 500.000

 

02: Pencatatan transaksi tanggal 2 Mei 2020:

Jenis transaksi ini mempengaruhi akun perlengkapan dan hutang usaha.

Yakni terjadi kenaikan jumlah akun perlengkapan dan hutang usaha.

Oleh karena itu, transaksi ini dicatat sebagai berikut:

[Debit] Perlengkapan Usaha Rumahan … Rp 550.000
[Kredit] Hutang Usaha … Rp 550.000

 

03: Pencatatan transaksi tanggal 3 Mei 2020:

Jurnal transaksi #1:

Pembelian barang dagangan menyebabkan kenaikan pada akun pembelian dan penurunan pada akun kas.

Jadi cara pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut:

[Debit] Pembelian Barang Dagangan… Rp 500.000
[Kredit] Kas … Rp 500.000

 

Jurnal transaksi #2:

Sedangkan transaksi penjualan, menyebabkan kenaikan kas dan pendapatan.

Sehingga cara pencatatan jurnal transaksinya adalah sebagai berikut:

[Debit] Kas … Rp 625.000
[Kredit] Pendapatan …. Rp 625.000

 

04: Pencatatan transaksi tanggal 10 Mei 2020:

Jurnal transaksi #1:

Transaksi seperti pada transaksi (#03), yaitu mempengaruhi pos pembelian dan kas.

Pos Pembelian naik sehingga dicatat disisi Debit, sedangkan pos Kas menurun dan dicatat di sisi Kredit.

[Debit] Pembelian Barang Dagangan… Rp 500.000
[Kredit] Kas … Rp 500.000

 

Jurnal transaksi #2:

Transaksi ini juga mirip dengan (#03) sub #2.

Yakni akan meningkatkan rekening Kas dan Pendapatan.

Sehingga rekening Kas di catat di sisi Debit, sedangkan rekening Pendapatan dicatat di sisi Kredit.

Perhitungan penampakanya sebagai berikut:

[Debit] Kas … Rp 625.000
[Kredit] Pendapatan … Rp 625.000

 

05: Pencatatan transaksi tanggal 17 Mei 2020:

Jurnal transaksi #1:

Analisis dan cara pencatatannya sama seperti di atas.

[Debit] Pembelian Barang Dagangan… Rp 500.000
[Kredit] Kas … Rp 500.000

 

Jurnal transaksi #2:

Analisisnya sama dengan sebelumnya.

[Debit] Kas … Rp  635.000
[Kredit] Pendapatan … Rp  635.000

 

Jurnal transaksi #3:

Transaksi pembayaran gaji pegawai ini berpengaruh terhadap akun biaya dan kas.

Yaitu meningkatkan akun biaya sehingga dicatat di sisi Debit, dan Kas di sisi Kredit.

Perhatikan cara pencatatannya sebagai berikut:

[Debit] Beban Gaji … Rp 1.800.000
[Kredit] Kas … Rp 1.800.000

 

06: Pencatatan transaksi tanggal 24 Mei 2020:

Cara menganalisis dan pencatatan terhadap rekening yang berpengaruh sama seperti pada transaksi sebelumnya.

Jurnal transaksi #1:

[Debit] Pembelian Barang Dagangan… Rp 750.000
[Kredit] Kas … Rp 750.000

 

Jurnal transaksi #2:

[Debit] Kas … Rp 937.500
[Kredit] Pendapatan … Rp 937.000

 

Jurnal transaksi #3:

[Debit] Beban Utilitas … Rp 225.000
[Kredit] Kas … Rp 225.000

 

Jurnal transaksi #4:

[Debit] Beban Utilitas … Rp  85.000
[Kredit] Kas … Rp  85.000

 

07: Pencatatan transaksi tanggal 31 Mei 2020:

Analisis dan cara pencatatan akun yang terpengaruh sama dengan transaksi sebelumnya.

Jurnal transaksi #1:

[Debit] Beban Lain-lain … Rp 200.000
[Kredit] Kas … Rp 200.000

Jurnal transaksi #2:

[Debit] Beban Lain-lain … Rp 100.000
[Kredit] Kas … Rp 100.000

 

Jurnal transaksi #3:

[Debit] Pembelian Barang Dagangan… Rp 750.000
[Kredit] Kas… Rp 750.000

 

Jurnal transaksi #4:

[Debit] Kas … Rp 950.000
[Kredit] Pendapatan … Rp 950.000

 

C: Membuat Buku Besar Usaha Rumahan – Cash Flows Statement

free cash flow adalah

Buku besar adalah ringkasan jumlah transaksi selama periode akuntansi dari suatu akun, pos atau rekening.

Setiap transaksi bisa digolongkan sebagai akun aset, hutang, modal, pendapatan, dan biaya.

Setelah semua transaksi dicatat sesuai dengan pos, rekening, atau akunnya, selanjutnya memindahkan (posting) setiap transaksi ke Buku Besar sesuai dengan akun-akunya.

Dan berikut ini hasilnya…

#1: Buku Besar – Akun Kas

Buku Besar Kas
Buku Besar Kas

Dari buku besar 6 kolom di atas, kita melihat jumlah sisi Debit adalah Rp 13.772.500. Sedangkan jumlah sisi Kredit adalah Rp 5.910.000

Sehingga saldo akun Kas ahir periode adalah Rp 7.862.500

 

#2: Buku Besar – Akun Perlengkapan

Buku Besar Perlengkapan
Buku Besar Perlengkapan

Dari form buku besar kita bisa membaca bahwa jumlah di sisi Debit sebesar Rp 1.050.000.

Sedangkan di sisi Kredit jumlahnya (0).

Sehingga saldo akun perlengkapan adalah sebesar Rp 1.050.000

 

#3: Buku Besar – Akun Hutang Usaha

Buku Besar Hutang Usaha
Buku Besar Hutang Usaha

Perhatikan jumlah di sisi Debit dan Kredit pada buku besar akun utang usaha di atas.

Jumlah sisi Debit adalah Rp 0, sedangkan jumlah sisi Kredit adalah Rp 550.000.

Jadi saldo akhir periode akun hutang usaha adalah sebesar Rp 550.000

 

#4: Buku Besar – Akun Modal

Buku Besar Modal
Buku Besar Modal

Pada buku besar di atas, terlihat jumlah modal di sisi Kredit sebesar Rp 10.000.000.

Sedangkan di sisi Kredit 0, sehingga saldo akhir akun modal adalah Rp 10.000.000

 

#5: Buku Besar – Akun Pendapatan

Buku Besar Pendapatan
Buku Besar Pendapatan

Jumlah pendapatan bulan Mei 2020 terlihat dari tabel di atas, yaitu sebesar Rp 3.772.500.

Default saldo pendapatan adalah di sisi Kredit

 

#6: Buku Besar – Akun Pembelian Barang Dagangan

Buku Besar Pembelian Barang Dagangan
Buku Besar Pembelian Barang Dagangan

Pembelian barang dagangan, yakni berupa jajanan dan kue tradisional selama bulan Mei 2020 adalah sebesar Rp 3.000.000

Nilai sebesar itu ada di sisi Debit.

 

#7: Buku Besar – Akun Beban Gaji

Buku Besar Beban Gaji
Buku Besar Beban Gaji

Untuk beban gaji bulan Mei 2020 adalah sebesar Rp 1.800.000.

Terlihat dari jumlah di sisi Debit, sedangkan di sisi Kreditnya 0.

 

#8: Buku Besar – Akun Beban Lain-lain

Buku Besar Beban Lain-lain
Buku Besar Beban Lain-lain

Akun Beban lain-lain di sisi Debit senilai Rp 300.000, sedangkan di sisi kredit adalah 0

 

#9: Buku Besar – Akun Beban Utilitas

Buku Besar Beban Utilitas
Buku Besar Beban Utilitas

Beban utilitas bulan Mei 2020 yang tercatat dalam buku besar sebesar Rp 310.000

 

D: Membuat Neraca Saldo Usaha Rumahan – Cash Flows Statement

Sebagai kita pahami, bahwa fungsi neraca saldo atau untuk memeriksa proses posting akun di lakukan dengan benar.

Jumlah sisi Debit dan sisi Kredit harus balance.

Jika belum sama, berarti masih ada yang salah, sehingga kita harus memeriksa kembali proses pekerjaan sebelumnya.

Dan komponen-komponen yang disajikan dalam Neraca saldo sebelum di Kertas Kerja Akuntansi (worksheet) akan nampak seperti berikut ini:

  1. Kas = Rp7.862.500
  2. Perlengkapan = Rp1.050.000
  3. Hutang Usaha = Rp550.000
  4. Modal = Rp10.000.000
  5. Pendapatan = Rp3.772.500
  6. Pembelian Barang Dagangan = Rp3.000.000
  7. Beban Gaji = Rp1.800.000
  8. Beban Lain-lain = Rp300.000
  9. Beban Utilitas = Rp310.000

 

Dan bila disajikan dalam neraca saldo secara lengkap, maka seperti berikut ini:

neraca saldo usaha rumahan
Neraca saldo usaha rumahan – Proses Membuat Cash Flows Statement

E: Membuat Laporan Keuangan Usaha Rumahan

cash flow example

Setelah membuat neraca saldo sebagai salah satu proses pembuatan laporan keuangan.

Selanjutnya kita membuat laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Laporan Laba Rugi
  2. Laporan Perubahan Modal/ Ekuitas
  3. Laporan Posisi Keuangan/ Neraca
  4. Laporan Cash flow (cash flows statement)

Mari dibahas satu per satu ya….

 

#1: Laporan Laba Rugi Usaha Rumahan

Untuk menyusun Laporan Laba Rugi, kita bisa mengambil data-data dari Neraca Saldo (topik #D).

Untuk mengambil data-data tersebut, kita bisa memanfaatkan fungsi dan fitur Excel, yaitu rumus Vlookup.

Setelah berhasil mengambil akun-akun yang dilaporkan di Laporan Laba Rugi sesuai dengan format standar akuntansi keuangan.

Sehingga hasilnya adalah seperti berikut ini:

free cash flow adalah
Laporan Laba Rugi Usaha Rumahan

Dari Laporan Laba Rugi Usaha Rumahan di atas, kita bisa melihat bahwa Laba kotor atau laba bruto adalah pendapat dikurangi dengan HPP sebesar Rp 772.500.

Laba bruto setelah dikurangi biaya dan beban-beban adalah Laba (rugi) bersih sebelum pajak sebesar Rp 1.637.500 (rugi).

Mengapa rugi?

Kerugian yang dialami pengusaha ketika baru memulai usaha adalah wajar.

Karena di awal usaha, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memulai usaha biasanya lebih besar daripada pendapatan.

Dalam contoh di atas, kas yang dikeluarkan untuk pengadaan perlengkapan dan biaya lain-lain relatif besar.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan usaha sehingga jumlah laba pun semakin meningkat.

 

#2: Laporan Perubahan Ekuitas/ Modal Usaha Rumahan

Untuk menyusun Laporan Perubahan Modal/ Ekuitas kita bisa menggunakan neraca saldo dan laporan laba rugi.

Setelah itu disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dan hasilnya adalah sebagai berikut:

Laporan Perubahan Modal Usaha Rumahan
Laporan Perubahan Modal Usaha Rumahan

Modal awal usaha rumahan “Jajanan Tradisional Ibuku” adalah sebesar Rp 10.000.000.

Di awal operasi usaha rumahan selama satu bulan, masih mengalami kerugian sebesar Rp 1.637.500.

Laba Rugi usaha akan mempengaruhi modal/ ekuitas pemilik.

Pada contoh ini, pengaruh kerugian menyebabkan jumlah modal di akhir periode adalah sebesar Rp 8.362.500.

 

#3: Laporan Posisi Keuangan/ Neraca Usaha Rumahan

Ada 3 komponen pokok laporan posisi keuangan/ neraca, yaitu:

  • Akun aset, contohnya kas, persediaan, dan piutang usaha.
  • Akun Hutang, contohnya, utang jangka pendek, utang jangka panjang dan utang lain-lain.
  • Akun Modal, contohnya modal disetor, dan laba ditahan.

Bagaimana cara membuat laporan posisi keuangan usaha rumahan?

Salah satu cara yang cukup mudah adalah mem-filter data-data akun yang disajikan di neraca saldo.

Filter akun-akun yang menyusun laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi, sehingga hasilnya adalah sebagai berikut:

neraca usaha rumahan
neraca usaha rumahan

Dalam laporan posisi keuangan usaha rumahan “Jajanan Tradisional Ibuku” di atas, kita bisa melihat bahwa jumlah aset per 31 Mei 2020 adalah Rp 8.912.500.

Jumlah hutang adalah Rp 550.000.

Sedangkan jumlah modal adalah Rp 8.362.500.

Sehingga jumlah hutang dan modal adalah sebesar Rp 8.912.500.

Jadi jumlahnya sama dengan jumlah aset. Klop!.

 

#4: Laporan Cash Flow ( cash flows statement ) Usaha Rumahan

Cash flows statement atau laporan cash flow adalah laporan yang menyajikan aliran kas yang terjadi di suatu entitas.

Ada 3 komponen penyusun Laporan Cash Flow adalah sebagai berikut:

A: Cash flow dari aktivitas operasi ( operating cash flow – cash flow from operating activities )

Operating cash flow adalah aliran kas yang berasal dari aktivitas operasi perusahaan, antara lain:

  • cash flow dari penjualan,
  • cash flow dari pembayaran piutang,
  • cash flow untuk membayar biaya operasional.

 

B: Cash flow dari aktivitas investasi (types of cash flow investments )

Investing cash flow adalah jenis aliran kas yang berasal dari aktivitas ivestasi, antara lain:

  • Pengeluaran kas untuk pembelian aktiva tetap berwujud, misalnya kendaraan.
  • Penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap
  • Pengeluaran kas untuk biaya-biaya, misalnya biaya iklan Google Ads

 

C: Cash flow dari aktivitas pendanaan.

Financing cash flow adalah jenis aliran kas yang berasal dai aktivtas pendanaan, antara lain:

  • Penerimaan kas dari pinjaman jangka pendek dan jangka panjang
  • Pengeluaran kas untuk pembayaran utang usaha.

***

Laporan Cash Flow ( statement cash flows ) usaha rumahan dapat dibuat dengan 2 metode, yaitu:

  1. Cara Membuat Laporan Cash Flow Metode Langsung (Direct Method)
  2. Cara Membuat Laporan Cash Flow Metode Tidak Langsung ( Cash Flow Statement Indirect Method )

Tiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dua metode ini sama-sama diakui dan menghasilkan jumlah saldo cash flow usaha rumahan yang sama.

Dan pada pembahasan ini, saya menggunakan metode langsung untuk membuat Laporan Cash Flow.

Hasil akhir dari proses pembuatan Laporan Cash Flow adalah sebagai berikut:

cash flow statement adalah

how to prepare cash flow statement
Note: Laporan Cash Flow Usaha Rumahan

Dari Laporan Arus Kas  usaha rumahan “Jajanan Tradisional Ibuku” terlihat bahwa kenaikan (penurunan) kas dan setara kas periode Mei 2020 adalah sebesar Rp 7.862.500.

Saldo kas dan setara kas awal periode belum ada, karena baru mulai usaha.

Sehngga saldo kas dan setara kas di akhir periode Mei 2020 adalah sebesar Rp 7.862.500.

Cara untuk memeriksa kebenaran jumlah kas akhir periode Mei 2020, adalah dengan membandingan jumlah kas dan setara kas yang disajikan di Laporan Posisi Keuangan/ Neraca.

Coba cek di Laporan Posisi Keuangan di atas.

Bagaimana? sama atau beda?

Jumlah sama ya, yaitu Rp 7.862.500.

Jadi Klop!

Jika jumlahnya tidak sama, mesti ada yang keliru dan kita harus memeriksa lagi proses pembuatan laporan arus kas ini.

Jadi seperti itu langkah-langkah membuat 4 jenis laporan keuangan usaha rumahan, cukup gampang ya.

***

Dan untuk menambah wawasan tentang cara mengelola cash flow perusahaan dan cara menjaga aliran kas, tonton video singkat berikut ini:

Bagaimana menurut Anda?

 

04: Kesimpulan

Cash flow adalah aliran kas perusahaan, baik cash inflow maupun cash outflow.

Net cash flow adalah selisih antara cash flow masuk dan cash flow keluar.

Positive cash flow dan negative free cash flow bisa di alami perusahaan.

Sehingga perusahaan perlu menerapkan pengelolaan cash flow secara baik dan benar.

Manajemen cash flow adalah cara atau metode untuk mengatur dan menjaga cash flow agar berfungsi dengan optimal bagi kelancaran operasi perusahaan.

Berdasarkan jenis aktivitas ada 3 jenis cash flow adalah sebagai berikut:

  1. Cash flow dari aktivitas operasi
  2. Cash flow dari aktivitas investasi
  3. Cash flow dari aktivitas financing.

Dan 3 jenis cash flow tersebut disajikan dalam laporan cash flow.

***

Sebagai kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa arus kas atau cash flow yang sehat hanya terjadi dalam 3 kondisi, yaitu :

Kondisi cash flow usaha rumahan #1:

Ketika kas masuk (inflow) dari kegiatan operasional yang juga disebut OCF-IN lebih besar sama dengan Cash flow Out,

 

Kondisi cash flow usaha rumahan #2:

Ketika Saldo Awal Periode + kas masuk dari kegiatan operasional (OCF-IN) lebih besar sama dengan Cash flow Out.

Dan kas masuk dari kegiatan operasional (OCF-IN) lebih besar sama dengan kas keluar untuk kegiatan operasional (OCF-Out)

 

Kondisi cash flow usaha rumahan #3:

Ketika Saldo Awal Periode + kas masuk dari aktivitas operasional (OCF-IN) lebih besar sama dengan Cash flow Out.

Dan kas masuk dari aktivitas operasional (OCF-IN) lebih kecil dari pada kas keluar untuk aktivitas operasional (OCF-Out).

***

Demikian yang dapat saya bagikan tentang cara mengelola cash flow, cara menjaga cash flow dan cara memperbaiki usaha dan bisnis rumahan secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat

Terima kasih.*****

manajemen keuangan dan SOP