Statement of Cash Flow Indirect dan Direct Method Beserta Contoh

Apa itu statement of cash flow? what is cash flows statement?

Statement of cash flow adalah jenis laporan keuangan yang menyajikan aliran kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan (financing). Inilah pengertian umum dari statements of cash flow.

Apa itu kas atau cash dalam bahasa Inggris? Kas adalah uang kertas dan logam, cheque, wesel tagih dan simpanan dana di bank serta lembaga keuangan.

Bagaimana metode membuat laporan arus kas? Langsung saja mari ikuti proses pembuatan beserta contohnya berikut ini.

 

01: Fungsi Laporan Cash Flow

cash flow definition and example

A: Fungsi Statement of Cash Flows

Apa fungsi statement of cash flow untuk bisnis? why is cash flow important?

Ada dua fungsi dan tujuan (purpose of cash flow statement) :

  1. Untuk mengetahui realisasi penerimaan dan pengeluaran kas sehingga perusahaan bisa membuat prediksi potensi realisasi cash di masa depan.
  2. Mengetahui kemampuan keuangan perusahaan untuk membagikan keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham.

 

B: Metode Pembuatan Statement of Cash Flows

Bagaimana cara membuat statement of cash flow?

Ada dua metode yang digunakan untuk membuat statement of cash flow, yaitu:

1: Direct method (Metode Langsung)

2: Indirect Method (Metode Tidak Langsung)

 

02: Statement of Cash Flow Indirect Method

Beban Tax

A: Komponen Statement of Cash Flow Indirect Method

Bagaimana cara membuat cash flow statement indirect method? how to prepare a cash flow statement step by step?

Begini langkah-langkahnya…

Sebelumnya sudah diinformasikan bahwa ada tiga komponen types of cash flow yang disajikan dalam statement of cash flow indirect method, yaitu:

1: Cash Flow dari Aktivitas Operasi (cash flow from operations)

2: Cash Flow Aktivitas Investasi (types of cash flow investments)

3: Cash Flow dari Aktivitas Pendanaan

Aliran kas dari aktivitas operasi adalah cash flow (penerimaan dan pengeluaran) kas yang berasal dari kegiatan perusahaan selama periode tertentu. Aktivitas ini tercermin dari Laporan Laba Rugi perusahaan atau statement of profil loss.

Contohnya penerimaan kas dari penjualan dan pengeluaran untuk beban/biaya operasi perusahaan.

***

Arus kas dari aktivitas investasi adalah aliran kas (penerimaan/pengeluaran) yang berasal dari kegiatan-kegiatan investasi. Contoh cash flow dari kegiatan pembelian dan penjualan aset tetap (fixed) perusahaan serta terkait dengan piutang perusahaan dengan pihak lain.

***

Cash flow dari aktivitas pendanaan (financing) adalah arus kas baik penambahan maupun pembayaran dari transaksi hutang, penerbitan saham dan instrumen sekuritas.

 

B: Langkah-langkah Membuat Statement of Cash Flow Indirect Method

Setelah mengetahui dan memahami komponen yang disajikan dalam cash flows statement, selanjutnya kita akan membuat laporan arus kas.

Dari proses penyusunan ini kita akan mempunyai cash flow statement template dan cash flow management template yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Langsung saja yuk ikuti proses penyusunan berikut ini …

 

01: Mempersiapkan Data-data Laporan Arus Kas Indirect Method

Langkah pertama untuk membuat cash flow statement indirect method adalah mempersiapkan dua data utama, yaitu:

1: Statement of Profit Loss periode berjalan.

2: Perbandingan Posisi Keuangan perusahaan periode berjalan dengan periode sebelumnya.

Untuk lebih gamblang dan jelas, kami akan sajikan ilustrasi dengan data-data berikut ini:

Data #1: Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi
Contoh Laporan Laba Rugi

Perhatikan contoh statement of profit loss di atas, dari laporan yang disajikan dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Penjualan = Rp 260.438.000
  • Harga Pokok Penjualan (HPP) = Rp 268.392.000
  • Gross Profit = Rp 7.954.000 (Minus = Rugi)
  • Laba (Rugi) = Rp 163.418.000 (Minus = Rugi)

 

Data #2: Perbandingan Laporan Posisi Keuangan

Tujuan melakukan perbandingan laporan posisi keuangan periode berjalan dengan periode sebelumnya adalah untuk mengetahui aktivitas keuangan perusahaan pada periode berjalan. Dan setelah diperbandingkan hasilnya disajikan seperti berikut ini:

Bagian 01:

neraca komparatif

 

Bagian 02:

Komparatif Balance Sheet
Neraca Komparatif

Keterangan:

Tabel di atas terdiri dari 4 (empat) kolom:

1: Kolom pertama, terdiri dari nama pos-pos transaksi keuangan yang diperbandingkan antara tahun periode berjalan dengan periode sebelumnya.

2: Kolom kedua, terdiri dari nilai transaksi-transaksi keuangan yang terjadi pada periode sebelumnya ( tahun 2019).

3: Kolom ketiga, terdiri dari nilai transaksi-transaksi keuangan yang terjadi pada periode berjalan (tahun 2020)

4: Kolom Keempat (Nilai Perubahan), adalah nilai selisih masing-masing transaksi keuangan periode 2020 dengan 2019.

***

Berikut ini penjelasan dan cash flow analysis yang diringkas dalam kolom keempat yang berisi nilai selisih tiap pos-pos transaksi periode 2020 dengan 2019:

A: Kelompok Aset

Perhatikan nilai selisih kelompok aset, apakah bernilai positif (+) atau negatif (-).

Bila nilai selisih di kolom empat adalah positif artinya telah terjadi pengeluaran cash. Misalnya Bahan Baku atau Raw Material dengan nilai Rp 17.938.000, ini artinya perusahaan mengeluarkan dana untuk membeli bahan baku sebesar Rp 17.938.00.

Jika nilai selisih di kolom empat (nilai perubahan) adalah negatif, maka artinya adalah terjadi penerimaan kas. Perhatikan rekening Piutang yang nilainya sebesar Rp 25.905.000. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi penerimaan kas dari piutang senilai Rp 25.905.000.

 

B: Kelompok Liabilitas dan Ekuitas

Bagaimana dengan angka-angka selisih perubahan di kolom empat untuk kelompok liabilitas dan ekuitas?

Bila nilai angka selisih yang dihasilkan kelompok liabilitas dan ekuitas adalah positif artinya telah terjadi penerimaan kas. Sebaliknya, jika angka yang dihasilkan adalah negatif maka telah terjadi realisasi pengeluaran kas.

 

02: Memindahkan Data ke Format Laporan Arus Kas

Langkah Kedua proses penyusunan cash flows statement adalah memindahkan nilai atau angka-angka yang telah dibuat dan dipersiapkan di proses pertama, yaitu penyusunan data laba rugi dan perbandingan posisi keuangan ke dalam komponen-komponen yang disajikan pada statement of cash flow dengan rincian sebagai berikut:

A: Cash Flow dari Kegiatan Operasi (operating cash flow)

Untuk mengisi komponen cash flows statement, kita menggunakan data-data laporan laba rugi. Data arus kas dari aktivitas operasi diperoleh dengan cara mengurangi nilai laba (rugi) dengan beban non-kas, seperti penyusutan, amortisasi, dan selisih kurs, baik keuntungan maupun kerugian.

Dari contoh laporan laba rugi yang sudah disiapkan di atas, operasi perusahaan tahun 2020 mengalami kerugian sebesar Rp 163.418.000.

 

B: Cash Flow dari Kegiatan Investasi

Untuk memperoleh nilai arus kas dari aktivitas investasi adalah dengan memindahkan kelompok aset pada kolom empat (Nilai Perubahan) tabel perbandingan posisi keuangan tahun berjalan dengan tahun sebelumnya, kecuali rekening kas.

Ubah angka-angka yang bertanda negatif (-) menjadi positif (+) dan sebaliknya. Selanjutnya jumlahkan angka-angka tersebut sehingga menghasilkan total arus kas dari aktivitas investasi.

 

C: Cash Flow dari Kegiatan Pendanaan

Jumlah nilai arus kas dari aktivitas financing yang disajikan dalam cash flows statement diperoleh dengan memindahkan kelompok liabilitas dan ekuitas di kolom empat tabel perbandingan posisi keuangan 2020 dan 2019.

Pindahkan sesuai dengan apa adanya. Angka atau nilai selisih yang bertanda positif pindahkan tetap dalam tanda positif dan angka yang bertanda negatif dipindahkan juga tetap dalam tanda negatif. Kemudian jumlahkan angka-angka tersebut.

 

D: Peningkatan (Penurunan) Kas

Angka peningkatan atau penurunan nilai kas diperoleh dengan menjumlahkan jumlah cash flow dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Jika hasil penjumlahan nilainya bertanda positif, hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan kas. Sebaliknya, bila hasil penjumlahan bernilai negatif, maka hal ini menunjukkan penurunan nilai kas.

 

E: Jumlah Saldo Kas Awal Periode

Saldo kas awal cash flows statement periode diperoleh dari jumlah rekening kas periode 2019. Dari tabel perbandingan posisi keuangan yang telah dibuat di atas, maka kita bisa mengetahui bahwa nilai saldo kas awal periode 2020 adalah sebesar Rp 6.869.000.

 

F: Jumlah Saldo Kas Akhir Periode Berjalan

Saldo kas akhir cash flows statement periode berjalan di peroleh dengan menjumlahkan nilai peningkatan atau penurunan kas periode berjalan dengan saldo kas awal periode (D+E).

Jika nilainya positif berarti telah terjadi peningkatan kas selama periode berjalan, sebaliknya jika nilainya negatif berarti telah terjadi penurunan kas.

***

Untuk memeriksa apakah saldo kas akhir cash flows statement periode berjalan sudah sesuai dengan kondisi nyata, maka lakukan pengujian akhir dengan cara membandingan antara jumlah saldo kas akhir periode berjalan dengan saldo kas yang disajikan di laporan posisi keuangan.

Jika hasil pengujian selisihnya adalah 0, maka statement of cash flow sudah sesuai.

Bila semua langkah di atas telah dilakukan secara benar, maka hasilnya akan nampak seperti berikut ini:

cash flow statement indirect method
Statement of cash flow indirect method.

Dari statement of cash flow yang disajikan di atas, kita memperoleh informasi sebagai berikut :

1: Total cash flow dari aktivitas operasi = (Rp 152.556.000)

2: Jumlah cash flow dari aktivitas investasi = (Rp 59.891.000)

3: Total cash flow dari aktivitas financing = Rp 211.307.000

4: Peningkatan (Penurunan) kas = (Rp 1.140.000)

5: Saldo awal kas periode 2019 = Rp 6.869.000

6: Jumlah saldo akhir kas 2020 = Rp 5.729.000

Demikian langkah-langkah, proses dan tahap pembuatan statement of cash flow Indirect method. Selanjutnya mari ikuti cara penyusunan cash flow statement direct method.

 

03: Statement of Cash Flow Direct Method

#1: Langkah-langkah Membuat Statement of Cash Flow Direct Method

Sebelumnya kita telah membuat cash flows statement dengan metode tidak langsung (cash flow statement indirect method), sekarang akan kami bahas metode lain untuk membuat laporan arus kas yaitu statement of cash flow direct method.

Komponen dan format laporan arus kas direct method sama dengan indirect method, lalu apa dong yang membedakannya?

Yang membedakan cash flow statement indirect method dengan statement of cash flow direct method adalah sumber data yang digunakan dan tahap-tahap proses pembuatan laporan.

Bila Anda menggunakan software akuntansi untuk mendukung aktivitas bisnis biasanya sudah tersedia menu yang digunakan untuk mencetak statement of cash flow.

Proses penyusunan Laporan Cash Flow yang disajikan di website manajemen keuangan menggunakan Microsoft Excel.

What is cash flow statement format?

Okay langsung saja dimulai pembahasan proses penyusunan cash flow statement indirect method step by step …

A: Mempersiapkan Data-data Komponen Cash Flows Statement

Apa saja data yang perlu dipersiapkan untuk membuat laporan arus kas?

Paling tidak ada dua jenis sumber data yang digunakan untuk membuat laporan aliran kas, yaitu:

1: Buku Kas Bank

2: Buku Kas Kecil (Petty Cash)

Langkah selanjutnya adalah melakukan rekonsiliasi bank dan rekonsiliasi petty cash secara akurat, kemudian memeriksa semua jenis transaksi silang antara buku kas bank, buku kas kecil, dan rekening koran.

 

B: Menghapus Semua Jenis Transaksi Silang Antar Kas.

Jika langkah pertama sudh dilakukan secara akurat dan rutin, maka proses kedua (B) otomatis sudah dilakukan, kemudian melanjutkan ke proses berikutnya (C).

 

C: Melakukan Klasifikasi atau Penggolongan Transaksi

Semua jenis penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan sesuai dengan komponen-komponen statement of cash flow.

Ada tiga komponen dalam laporan cash flow, yaitu:

#1: Cash flow from operating activities / operating cash flow

operating cash flow adalah semua aliran kas (pemasukan dan pengeluaran) yang berasal dari transaksi yang terkait dengan operasional utama perusahaan, yaitu transaksi-transaksi yang akan dilaporkan dalam jenis laporan keuangan laba rugi.

Contohnya transaksi penjualan (revenue), HPP dan Biaya-biaya.

 

#2: Types of cash flow investments

Tipe cash flow dari aktivitas investasi adalah aliran kas yang berasal dari semua jenis transaksi terkait dengan penjualan dan pembelian aktiva tetap, kas bon, deposit dan biaya dibayar di muka.

 

#3: Cash flow from financing activities

Cash flow dari aktivitas financing atau pendanaan adalah aliran kas yang berasal dari transaksi-transaksi yang terkait dengan likuiditas (kewajiban) dan ekuitas (modal), antara lain pelunasan utang bank, penerimaan uang dari pinjaman kredit, penjualan saham dan sekuritas lainnya.

 

D: Menghitung Nilai Transaksi

Jumlahkan setiap jenis transaksi yang telah dikelompokkan ke dalam komponen sesuai jenis aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan sehingga menjadi format cash flow statetmen sesuai standar akuntansi keuangan.

 

#2: Proses Penyusunan Cash Flow Statement in Excel

Untuk membantu memahami cara membuat statement of cash flow, kami sajikan langkah-langkah menyusun cash flow statement example for small business dengan MS Excel.

Agar tidak terlalu bertele-tele, proses penyusunan dimulai dari buku jurnal akuntansi langsung pada format laporan cash flow.

A: Analisis dan Jurnal Pencatatan Transaksi

Perhatikan jurnal pencatatan transaksi selama satu periode berikut ini:

Pencatatan Jurnal Transaksi
Jurnal Transaksi

 

B: Menyusun Cash Flow Statement in Excel

Setelah semua transaksi dicatat dalam buku jurnal akuntansi, selanjutnya kita pindahkan ke dalam format laporan arus kas sesuai dengan kelompok aktivitasnya.

Untuk melakukan pengklasifikasian dan penggolongan transaksi penerimaan kas, kita menggunakan rumus Excel sebagai berikut:

=SUMIFS(Jurnal!$H$1:$H$178;Jurnal!$C$1:$C$178;”JKM”;Jurnal!$E$1:$E$178;’Arus Kas’!$B10)

Penjelasan rumus:

Fungsi SUMIFS digunakan untuk menjumlahkan angka-angka dalam sebuah tabel dengan syarat lebih dari satu argumen.

Jadi dalam hal ini menjumlahkan anga-angka di kolom H (kolom kredit) dengan syarat di kolom C (kolom kode jurnal) “JKM” dan kolom E (kolom kode akun)

***

Sedangkan untuk pengeluaran kas, kita menggunakan rumus Excel sebagai berikut:

=SUMIFS(Jurnal!$G$1:$G$178;Jurnal!$C$1:$C$178;”JKK”;Jurnal!$E$1:$E$178;’Arus Kas’!$B16)

Penjelasan rumus:

Jenis rumus Excel yang digunakan sama seperti pada penerimaan kas, yang membedakan adalah jenis transaksinya adalah pengeluaran kas.

Jadi rumus Excel ini untuk menjumlahkan angka-angka di kolom G (kolom debet) dengan syarat di kolom C (kolom kode jurnal) “JKK” dan kolom E (kode account).

***

Bila kita melihat praktik sesungguhnya penggunaan dua jenis rumus Excel di atas, maka akan nampak seperti berikut ini:

operating cash flow formula excel
How to prepare cash flow statement in Excel?

Setelah semua pencatatan jurnal transaksi dipindahkan ke format cash flows statement, hasilnya bisa dilihat pada contoh statement os cash flow di bawah ini.

 

04: Cash Flow Statement Example

Rak Buku Surat

Berikut ini kami sajikan tiga contoh cash flows statement dari perusahaan jasa pengiriman barang, bengkel mobil dan apotek yang menyediakan obat-obatan dan alat kesehatan (alkes).

A: Cash Flow Statement Example Perusahaan Jasa Pengiriman Barang

Perhatikan contoh laporan cash flow perusahaan jasa pengiriman barang berikut ini:

Contoh cash flows statement
Cash flows statement perusahaan ekspedisi

 

B: Cash Flow Statement Example Bengkel Mobil

Bagaimana format laporan arus kas untuk perusahaan jasa bengkel mobil? Perhatikan contoh cash flows statement bengkel mobi berikut ini:

Laporan Cash Flow Bengkel
Cash Flow Statement Example Bengkel Mobil

 

C: Cash Flow Statement Example Apotek Kesehatan.

Satu lagi, berikut disajikan struktur dan format bentuk cash flows statement apotek kesehatan.

Statement of Cash Flow Apotek
Contoh Statement of Cash Flow Apotek

 

05: Kesimpulan

Statement of cash flow atau laporan arus kas atau laporan cash flow atau cash flow statement memiliki fungsi dan peran sangat penting bagi perusahaan. Dari jenis laporan keuangan ini, manajemen perusahaan bisa mengetahui secara rinci aliran pemasukkan dan pengeluaran kas usaha, dari mana asal kas dan untuk apa saja dikeluarkan.

Sehingga manajemen perusahaan bisa memprediksi potensi penerimaan cash di masa datang termasuk juga potensi pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Ada dua cara untuk membuat statement of cash flow, yaitu direct method (metode langsung) dan indirect method (metode tidak langsung). Hasil dari dua metode ini sama, yang membedakan adalah dalam proses penyusunan laporan cash flow.

Mana metode yang terbaik untuk digunakan? Jawabannya relatif, tergantung pada kebiasaan pemakaian dan jenis bisnisnya. Ada yang sudah terbisa menggunakan direct method sehingga enggan untuk memakai indirect method dan sebaliknya.

Bagaimana cash flow formula dan how to calculate cash flow bisnis Anda?

Bila masih kesulitan membuat cash flows statement, kami menyediakan accounting tools sederhana berupa konsep dan template laporan cash flow Excel >>> SOP Finance

Demikian sedikit yang bisa saya sampaikan tentang statement of cash flows. Semoga bermanfaat dan terima kasih.*****

manajemen keuangan dan SOP