Cara Membuat Catatan Atas Laporan Keuangan yang Sesuai Standar Akuntansi Keuangan [SAK]

Apakah catatan atas Laporan Keuangan harus ada? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan sebuah kalimat bahwa “catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan”

clear ya”

Dan melanjutkan pertanyaan di atas, lalu apa pengertian catatan atas laporan keuangan?

Bagaimana cara membuat catatan atas laporan keuangan?

Bagaimana format dan isi catatan atas laporan keuangan?

Untuk menjawab 3 pertanyaan ini, yuk dibahas satu-per-satu…

 

Pengertian Catatan Atas Laporan Keuangan

pengertian catatan atas laporan keuangan menurut para ahli
pengertian catatan atas laporan keuangan

Pembahasan materi tentang catatan atas laporan keuangan (dalam bahasa Inggris: notes to the financial statements) ini mengacu pada catatan atas laporan keuangan menurut PSAK yang berlaku, terutama yang sudah diwajibkan bagi perusahaan Tbk (publik).

Pengertian catatan atas laporan keuangan adalah bagian dari laporan keuangan yang menyajikan informasi tambahan atas pos-pos dalam:

Dan merupakan referensi silang atas masing-masing pos dalam 4 laporan keuangan tersebut. Misalnya, antara neraca dan catatan atas laporan keuangan.

Informasi yang disampaikan untuk masing-masing pos harus diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan oleh perusahaan.

Maka perusahaan menyesuaikan dengan karakteristik industri.

Dalam penjelasan tersebut, perusahaan harus menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”.

Fungsi catatan atas laporan keuangan untuk memberikan penjelasan atau rincian dari pos yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi tentang pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

Untuk siapa catatan atas laporan keuangan tersebut?

Sebagaimana dipahami bahwa laporan keuangan dibuat oleh manajemen perusahaan untuk mempertanggungjawabkan tugas yang dibebankan oleh pemilik perusahaan.

Selain itu, laporan keuangan juga sebagai laporan kepada pihak-pihak di luar perusahaan seperti calon investor dan pemerintah.

Dan karena catatan laporan keuangan adalah bagian dari laporan keuangan, maka disusun untuk mereka juga.

 

Cara Membuat Catatan atas Laporan Keuangan

bagaimana cara membuat catatan atas laporan keuangan?
cara membuat catatan atas laporan keuangan

Setelah kita memahami pengertian catatan laporan keuangan, selanjutnya kita bahas mengenai cara membuat catatan atas laporan keuangan.

 

Format Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan biasanya disajikan setelah neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas, dengan urutan sebagai berikut:

  • Gambaran umum perusahaan
  • Dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan
  • Informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam neraca, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos.
  • Pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
    1. Informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang tidak disajikan manapun dalam laporan keuangan.
    2. Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.

Sekarang kita uraikan masing-masing isi catatan atas laporan keuangan tersebut…

 

A. Gambaran umum perusahaan

Hal-hal yang disajikan antara lain:

  • Pendirian perusahaan: riwayat, akta pendirian, aktivitas usaha, kedudukan, mulai berusaha.
  • Penawaran umum efek: tanggal dan/atau nomor efektif penawaran, jenis dan jumlah, bursa tempat efek dicatatkan.
  • Struktur perusahaan: nama, persentase kepemilikan, total aset.
  • Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
  • Penerbitan Laporan Keuangan: tanggal laporan, pihak yang bertanggungjawab meng-otorisasi.

 

B. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan

unsur unsur catatan atas laporan keuangan

Dalam bagian ini wajib diungkapkan hal-hal sebagai berikut:

  • Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
  • Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
  • Penggunaan pertimbangan, estimasi, dan asumsi signifikan oleh manajemen
  • Kebijakan akuntansi tertentu, antara lain:
    • Prinsip-prinsip konsolidasi
    • Kombinasi bisnis
    • Kas dan setara kas
    • Instrumen keuangan
    • Persediaan
    • Properti investasi
    • Aset tetap
    • Investasi pada entitas asosiasi
    • Bagian partisipan dalam ventura bersama
    • Aset tak berwujud
    • Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual
    • Penurunan nilai aset non keuangan
    • Sewa
    • Provisi: kondisi & dasar penentuan
    • Imbalan kerja: deskripsi, kebijakan & jenis
    • Treasury stock (saham treasuri): metode pengakuan & pengukuran
    • Pembayaran berbasis saham
    • Pengakuan pendapatan
    • Transaksa dan saldo dalam mata uang asing
    • Hibah pemerintah
    • Pajak penghasilan: tarif pajak, ketentuan saling hapus, pajak tangguhan, metode penilaian aset pajak tangguhan
    • Biaya pinjaman
    • Segmen operasi
    • Laba (rugi) per saham: dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan dilusian

 

C. Pengungkapan atas Pos-pos Laporan Keuangan

isi catatan atas laporan keuangan

  • Aset:

    • Aset lancar: kas dan setara kas, piutang usaha, aset keuangan lainnya, persediaan, pajak dibayar di muka, biaya dibayar di muka
    • Aset tidak lancar: piutang pihak berelasi non-usaha, investasi pada entitas asosiasi, properti investasi, aset tetap, aset tak berwujud
  • Liabiltas:

    • Liabilitas jangka pendek: utang usaha, provisi, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang pajak, bagian lancar atas liabilitas jangka panjang, liabilitas keuangan lainnya, liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.
    • Liabilitas jangka panjang: utang pihak berelasi non-usaha, utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang, utang sewa pembiayaan, utang obligasi, sukuk, utang sub-ordinasi,obligasi konversi.
  • Ekuitas:

    • Modal saham
    • Tambahan modal disetor (additional paid-in capital)
    • Selisih transasi dengan pihak non-pengendali
    • Saham treasuri
    • Saldo laba
    • Pendapatan komprehensif lainnya
  • Pendapatan, misalnya:
    • Penjualan barang
    • Penjualan jasa
    • Bunga
    • Royalti
    • dividen
  • Beban, misalnya:
    • Beban pokok penjualan
    • Beban usaha: beban penjualan, beban distribusi, beban umum dan administrasi
  • Pendapatan dan beban lainnya

  • Pendapatan komprehensif lain, misalnya:

    • Revaluasi aset
    • Program manfaat pasti
    • Selisih kurs
    • Instrumen lindung nilai arus kas

 

D. Pengungkapan lainnya

format catatan atas laporan keuangan

  • Transaksi pihak berelasi
  • Pajak penghasilan
  • Penurunan nilai aset non-keuangan
  • Bagian partisipasi dalam ventura bersama
  • Aset dan liabilitas dalam mata uang asing
  • Operasi yang dihentikan
  • Nilai wajar instrumen keuangan
  • Waran
  • Instrumen derivatif selain derivatif melekat
  • Manajemen risiko keuangan
  • Pengelolaan modal
  • Transaksi non kas
  • Perikatan dan kontinjensi
  • Segmen operasi
  • Pembayaran berbasis saham
  • Perubahan estimasi akuntansi, perubahan kebijakan akuntansi, dan kesalahan periode lalu
  • Informasi penting lainnya
  • Peristiwa setelah periode pelaporan
  • Perkembangan terakhir standar akuntansi keuangan dan peraturan yang terkait dengan aktivitas perusahaan
  • Reklasifikasi
  • Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di negara lain.

 

Contoh Catatan atas Laporan Keuangan

Contoh Catatan atas Laporan Keuangan

Berikut saya sajikan 3 contoh CALK perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur. Termasuk contoh catatan atas laporan keuangan dalam bahasa Inggris.

Pada kesempatan ini saya hanya menyajikan bagian awal dari CALK. Bila Anda ingin mengunduh catatan atas laporan keuangan pdf dalam bentuk lengkap di: 13+ Contoh Laporan Keuangan.

Contoh Catatan atas Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Perhatikan contoh CALK perusahaan jasa keuangan berikut ini:

contoh catatan atas laporan keuangan perusahaan jasa
contoh CALK perusahaan jasa – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk

Contoh Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Perhatikan contoh CALK perusahaan dagang berikut:

Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Contoh CALK Perusahaan Dagang- PT Wicaksana Overseas International Tbk

Contoh Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Perhatikan contoh CALK Perusahaan Manufaktur – Sari Roti berikut:

Contoh Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur
Contoh CALK Perusahaan Manufaktur – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Demikian pembahasan tentang pengertian, format, unsur-unsur, cara membuat yang sesuai standar akuntansi keuangan (SAK), dan contoh catatan laporan keuangan perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur.

Bagaimana pendapat Anda?

***

manajemen keuangan dan SOP