Cukup Pergunakan 50% THR Anda atau Hutang Akan Menumpuk setelah Lebaran

Tunjangan hari raya adalah salah satu jenis tunjangan yang diberikan perusahaan untuk karyawannya.

Tunjangan hari raya (THR) diberikan oleh perusahaan kepada pegawainya ketika hari raya.

Misalnya, Hari Raya Idul Fitri dan Natal.

Bagaimana cara mengalokasikan tunjangan hari raya tersebut?

Apakah dihabiskan semua pada saat hari raya?

Ataukah dialokasikan sesuai dengan skala prioritasnya?

Untuk lebih jelasnya, mari ikuti pembahasannya berikut ini…

 

01: Sekilas Tentang Alokasi Tunjangan Hari Raya (THR)

Alokasi Tunjangan Hari Raya

Bila ada komentar – komentar seperti berikut ini :

“Setahun sekali saja kok nggak apa-apa dihabisin semua, besok ya besok”

Iya sih Cuma setahun sekali, karena lebarannya memang setahun sekali 🙂

Atau begini:

“Mumpung masih dapat uang THR, beli aja semua yang diinginkan”

Benar juga sih mumpung masih dapat uang THR, barangkali tahun depan sudah tidak kerja lagi atau perusahaannya gulung tikar 🙂 dan mudah-mudahan tidak seperti itu ya.

Mengapa perlu pengelolaan yang baik terhadap uang THR?

Bila anda berprinsip dan mengatakan :

ngapain ada pengelolan uang THR segala, ribet! Biarkan saja mengalir seperti air, nanti akan jalan sendiri

***

Sekali waktu coba renungkan, bukankah air bisa jadi mengalir ke got atau comberan, padahal Anda tidak ingin kan menuju ke sana.

Jangan berprinsip membiarkan hidup berjalan seperti air, Anda mempunyai hak dan kebebasan untuk menentukan jalan hidup Anda.

Anda tidak ingin kan uang Tunjangan Hari Raya yang diterima habis begitu saja tanpa tahu jluntrungannya.

Tak terasa uang THR tiba-tiba sudah habis, padahal libur lebaran belum habis, akhirnya malah hutang lagi.

Kalau sudah seperti itu pasti hanya penyesalan yang ada, padahal penyesalan selalu tak ada artinya 🙂

***

Oleh karena itu sebelum penyesalan itu terjadi dan uang THR itu bisa memberikan manfaat yang optimal maka perlu perencanaan dan pengelolaan secara baik.

 

02: Cara Mengelola Tunjangan Hari Raya (THR)

Inti pengelolaan uang THR adalah pada penentuan pos-pos pengeluaran dan kedisiplinan.

Dua hal itu sangat menentukan keberhasilan pengelolaan uang THR. Itu saja !

Bila pos-pos pengeluaran sudah ditentukan namun tidak ada kedisiplinan maka penentuan pos-pos pengeluaran itu hanya sebuah penentuan kosong tanpa mencapai hasil yang diinginkan.

Itu baru ribet kuadrat namanya 🙂

so, bagaimana cara membagi dan mengalokasikan tunjangan hari raya yang baik dan benar?

Pos-pos pengeluaran apa saja yang perlu dipersiapkan dan berapa persentase-nya dari tunjangan hari raya?

Yuk kita coba bahas satu persatu…

Lebaran biasanya identik dengan mudik, kalaupun tidak mudik pastinya ada acara jalan-jalan, iya kan?

Maka jangan melupakan biaya mudik dan jalan-jalan biasanya tergantung pada beberapa hal antara lain transportasi, akomodasi, makan dan minum, serta oleh-oleh.

***

Berikut ini pos-pos pengeluaran yang harus dipersiapkan sejak dini adalah :

01: Pos pengeluaran yang sifatnya wajib dan harus dikeluarkan

alokasi tunjangan hari raya
suber gambar:forkom-jerman.org

Pos pengeluaran ini antara lain zakat, bisa zakat fitrah atau zakat profesi.

Setiap akhir bulan Ramadhan, biasanya kan ada kewajiban untuk membayar zakat fitrah.

Maka untuk memastikan ada anggaran untuk zakat maka Anda harus membuat pos untuk keperluan ini.

Apalagi bila pendapatan Anda sudah mencapai batas standar (nisab) untuk mengeluarkan zakat penghasilan maka Anda harus menganggarkan untuk zakat penghasilan.

Porsi untuk pos pengeluaran ini besarnya sekitar 10% persen.

Kok besar, bukankah kewajiban zakat fitrah sekitar 2,5 – 3 kg makanan pokok dan bila menambahkan dengan zakat penghasilan sekitar 2,5% dari penghasilan?”

Tentu masih ada sisanya kan, maka infak-kan untuk mereka yang membutuhkan, bukankah tidak ada ceritanya mereka yang ber-infak akan jadi miskin?

Bila masih kurang yakin, silahkan baca artikel cara memiliki rumah pada point sedekah.

Informasi dan serba-serbi tentang zakat sudah saya siapkan pada artikel cara menghitung zakat silahkan mempelajarinya dengan baik agar Anda lebih mantap dalam mengeluarkan zakat.

 

02:  Pos pengeluaran untuk keperluan Lebaran

alokasi tunjangan hari raya

Pos pengeluaran ini meliputi pengeluaran untuk transport, konsumsi makan minum dan pakaian.

Mudik lebaran memerlukan dana yang tidak sedikit, apalagi bila anggota keluarganya banyak.

Maka sejak awal harus benar-benar mempersiapkannya secara tepat bila tidak ingin gagal mudik.

Kalau Lebaran tidak ada makanan dan minuman suasanan jadi aneh ya.

oleh karenanya alokasi uang THR untuk pos pengeluaran ini penting.

Namun sewajarnya saja.

Setiap kali Anda akan membeli sesuatu, termasuk makanan dan minuman, selalu tanyakan pada hati Anda yang paling dalam

“apakah itu benar-benar sebuah kebutuhan atau hanya sebuah keinginan?”

Buat daftar makanan dan minuman yang benar-benar diperlukan.

Sehingga Anda tidak akan berlebihan saat berbelanja.

Persiapkan belanja sesuai dengan daftar yang sudah dibuat.

***

Pos pengeluaran untuk pakaian sebaiknya juga wajar saja.

Kalau memang Anda memerlukan pakaian untuk lebaran belilah beberapa potong saja.

Apalagi bila bulan kemarin baru beli pakaian,nggak perlu kan lebaran beli lagi.

Sekali lagi bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Barapa penyisihan jumlah uang yang pantas untuk pos pengeluaran lebaran?

Cukup 50% – 55% dari uang THR Anda.

Besar kecilnya memang relatif dan tidak sama untuk setiap orang.

Misalnya uang THR Anda Rp 7 juta.

Maka uang sebesar Rp 3,5 Juta yang merupakan 50% dari uang Tunjangan Hari Raya  Anda mungkin nilainya sudah besar untuk Anda, namun belum tentu bagi orang lain.

 

3: Pos pengeluaran lain-lain

Adalah pos pengeluaran selain pos pengeluaran (1) dan (2).

Misalnya untuk membayar hutang, tabungan atau investasi, dan pengeluaran tidak terduga.

Untuk besarannya bisa bervariasi, misalnya untuk hutang 10%, tabungan 15%, dan untuk pengeluaran tidak terduga 10%

Misalnya, dari uang THR Anda Rp 7 Juta, maka:

  • untuk membayar hutang sebesar Rp. 700.000,
  • tabungan Rp. 1.050.000,-, dan
  • pengeluaran tak diduga Rp. 700.000,-

Lumayan kan dengan uang THR, hutang Anda berkurang dan pundi-pundi tabungan naik.

***

Secara sederhana kita dapat menyimpulkan bahwa pos-pos pengeluaran, misalnya dengan uang THR sebesar Rp 7 juta adalah sebagai berikut:

  1. Keperluan wajib = 10% x Rp. 7.000.000.- = Rp. 700.000
  2. Keperluan lebaran = 50% x Rp. 7.000.000,- = Rp. 3.500.000,-
  3. Keperluan lain-lain :
  • Hutang = 10% x Rp. 7.000.000,- = Rp. 700.000
  • Tabungan = 15% x Rp. 7.000.000,- = Rp. 1.050.000,-
  • Pengeluaran tak terduga = 10% x Rp. 7.000.000,- = Rp. 700.000,-

Hal penting lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk pembayarannya.

Misalnya untuk membeli baju lebaran cerdaslah dalam memilih moment yang tepat.

Sebelum membeli pakaian tak ada salahnya untuk mengecek harga dari beberapa penjual, baik online maupun offline.

Apakah ada diskon, berapa besarnya dan sampai kapan waktunya?

Setelah kita melakukan survey kecil-kecilan, maka kita akan memperoleh harga yang benar-benar ekonomis

 

03: Kesimpulan

Tunjangan hari raya adalah tunjangan karyawan diberikan oleh perusahaan pada saat hari ya.

ketentuan tentang tunjangan hari raya di atur oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker)

Bagaimana dengan uang THR Anda?

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai alokasi dana tunjangan hari raya (THR).

Semoga bermanfaat. Terima kasih.*****

manajemen keuangan dan SOP

Satu pemikiran pada “Cukup Pergunakan 50% THR Anda atau Hutang Akan Menumpuk setelah Lebaran”

  1. Kalau saya dan keluarga biasanya uang THR digunakan seperlunya saja mas, banyak hal yang lebih penting setelah lebaran nanti jadi uangnya tidak saya hambur-hamburkan begitu saja.

Komentar ditutup.