Akuntansi dana pensiun sesuai PSAK 219 yang sebelumnya dikenal PSAK 24 menjelasankan bahwa imbalan kerja dibedakan berdasarkan klasifikasinya.
Bagaimana seluk beluk uang pensiun, bagaimana menghitung dan membuat jurnal akuntansi atas skema iuran dan manfaat pasti? Website Manajemen Keuangan akan membahasnya, dengan sub tema pembahasan antara lain:
- Pengertian dan tujuan dana pensiun
- Skema dan Cara Perhitungan Tunjangan Pensiun
- Contoh Case Study dan Jurnal Tunjangan uang Pensiun
Pengertian Dana Pensiun dan Jenisnya
Apakah standar hidup kita saat pensiun akan tetap sama atau lebih tinggi dibandingkan masa kerja? Bagaimana peran dana pensiun? Kapan kita nyiapin dana pensiun? Apa ntar kata nanti aja 🙂
Sebuah survey di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa 66% individu yakin bahwa standar hidup saat pensiun akan tetap sama atau lebih tinggi dibandingkan selama kerja mereka. Tapi hampir 30% responden belum memiliki rencana tabungan formal untuk menghadapi masa pensiun. Maka, itulah pentingnya dana pensiun!
Apa yang dimaksud dana pensiun?
Definisi Dana Pensiun adalah tunjangan tambahan atas gaji atau upah yang diberikan perusahaan untuk karyawannya. Contoh dana pensiun Garuda, Antam, Smart, Samudera Indonesia, RNI, Jasa Marga, Triputra, Perhutani, OJK, Jasa Raharja, Pegadaian.
Tunjangan (fringe benefit) dapat diberikan dalam berbagai bentuk, antara lain:
- Cuti yang dibayar perusahaan
- Tunjangan kesehatan
- Tunjangan pasca kerja / uang pensiun
Apalagi saat ini sudah banyak perusahaan / lembaga pengelola uang pensiun dengan berbagai produk dan jenis uang pensiun yang dapat membantu perusahaan mengelola dana untuk purna tugas pegawainya. Seperti: dana pensiun Bank Mandiri, BRI, dana pensiun BNI 46
Sedangkan contoh dana pensiun lembaga keuangan (DPLK): DPLK BNI, BCA, Allianz, baik yang syariah dan konvensional.
Saat perusahaan membayar sebagian atau seluruh biaya tunjangan karyawan, biaya-biaya tersebut harus diakui sebagai beban.
Untuk menandingkan / mengaitkan pendapatan dan beban dengan benar, dan ini berkaitan dengan penyajian format laporan laba rugi perusahaan, maka estimasi tunjangan harus dicatat sebagai beban selama periode di mana karyawan menerima tunjangan tersebut.

Perhitungan Skema Iuran dan Manfaat Pasti Dana Pensiun
Pensiun mencerminkan pembayaran tunai untuk karyawan yang telah pensiun. Hak untuk mendapatkan uang pensiun diperoleh karyawan selama masa kerja, berdasarkan skema pensiun yang ditetapkan oleh perusahaan
Ada 2 skema pensiun yang umum dilakukan, yaitu:
- Skema pensiun iuran pasti (Defined Contribution Plan)
- Skema pensiun manfaat pasti (Defined Benefit Plan)
Dibahas satu per satu ya ….
A: Skema Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution Plan)
Prinsip pensiun dengan skema ini adalah uang dalam jumlah tetap diinvestasikan atas nama karyawan selama selama masa kerjanya.
Adalah hal yang lumrah bagi karyawan dan perusahaan untuk sama-sama membayar iuran. Tidak ada pembayaran tunjangan pensiun yang dijanjikan.
Jumlah akhir dari pensiun tergantung pada jumlah iuran dan pengembalian investasi yang diperoleh atas seluruh iuran selama masa kerja karyawan. Dalam skema ini, karyawan akan menanggung risiko invesrasi.
Akuntansi Skema Pensiun Iuran Pasti
PSAK 219 mengatur perlakuan akuntansi untuk iuran pasti sangat sederhana. Perusahaan hanya perlu mengakui beban sebesar iuran yang wajib dibayarkan pada periode tersebut. Biaya yang ditanggung perusahaan dalam skema iuran pasti didebit sebagai beban pensiun.
Agar lebih jelas, saya berikan contoh case study berikut:

Contoh perhitungan dan jurnal akuntansi pensiun skema iuran pasti (update Mei 2026)
Di-asumsikan skema pensiun untuk perusahaan parfum Banyu Wangi mengharuskan iuran perusahaan sebesar 10% dari total gaji bulanan karyawannya. Iuran karyawan tersebut dibayarkan ke lembaga pengelola uang pensiun perusahaan setiap bulan. Total gaji bulanan karyawan Rp 500.000.000.
Berdasarkan ketentuan yang ada di PSAK 219, skema iuran pasti diakui sebesar kontribusi yang terutang pada periode tersebut. Maka, ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
Data Keuangan:
- Total Gaji Bulanan : Rp 500.000.000
- Iurang Tanggungan Perusahaan 10%
sehingga, kita dapat menghitung jumlah iuran 10% dari gaji bulanan untuk skema pensiun:
= 10% x Rp 500.000.000
= Rp 50.000.000
Pencatatan Jurnal Akuntansi Iuran Pasti:
31 Desember:
(Debit) Beban Imbalan Pasca-Kerja (Pensiun) ….. Rp 50.000.000
(Kredit) Kas / Uang Iuran Pensiun ………………………… Rp 50.000.000
B: Skema Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit Plan)
Prinsip dana pensiun dengan skema ini, perusahaan dapat memilih untuk menjanjikan kepada karyawannya, berupa tunjangan pensiun tahunan yang besarnya tetap pada saat pensiun, berdasarkan masa kerja dan tingkat kompensasi. Sebagai contoh adalah janji untuk membayarkan uang pensiun tahunan dengan rumus sebagai berikut:
= 1,5% x Masa Kerja x Rata-rata gaji selama 3 tahun terakhir sebelum pensiun
Tunjangan pensiun yang ditetapkan berdasarkan sebuah rumus seperti di atas disebut dengan prinsp skema pensiun manfaat pasti.
Tidak seperti pada prinsip skema iuran pasti, perusahaan akan menanggung risiko investasi untuk mendanai tunjangan dana pensiun di masa mendatang.
Akuntansi Skema Pensiun Manfaat Pasti
Akuntansi untuk skema manfaat pasti biasanya sangat rumit karena ketidakpastian dalam memperkirakan kewajiban uang pensiun di masa mendatang. Perhitungan dan perlakuan akuntansinya tetap berdasar pada PSAK 219.
Kewajiban tersebut tergantung pada faktor-faktor seperti:
- Harapan hidup (umur) yang diharapkan oleh karyawan
- Tingkat keluar masuk karyawan
- Jumlah uang pensiun yang diharapkan oleh karyawan
- Laba investasi dari iuran uang pensiun
Biaya dari skema dengan manfaat pasti, di-debit ke beban pensiun. Jumlah yang didanai dikreditkan ke kas. Sisa jumlah yang tidak didanai (unfunded pension liability) di-kreditkan ke Kewajiban Pensiun yang Tidak Didanai atau Liabilitas Imbalan Pasca-kerja

Contoh perhitungan dan jurnal akuntansi dana pensiun skema manfaat pasti:
Berdasarkan laporan penilaian aktuaris sesuai PSAK 219, PT Neracentris Consulting mencatat biaya jasa kini (beban tahunan) sebesar Rp 80.000.000. Pada saat yang sama, perusahaan menyetorkan dana sebesar Rp 60.000.000 ke kas yayasan dana pensiun (Aset Program)
Bagaimana prosedur perlakuan dan pencatatan jurnal akuntansinya?
Pembahasan dan solusi:
Analisa secara akuntansi:
- Beban Imbalan Kerja (sesuai perhitungan aktuaris) : Rp 80.000.000
- Kontribusi (kas kelar) : Rp 60.000.000
- Liabilitas Neto (Kewajiban yang masih harus diakui di neraca) : Rp 20.000.000
Pencatatn Jurnal Akuntansi Skema Pensiun Manfaat Pasti:
31 Desember:
(Debit) Beban Imbalan Kerja ….. Rp 80.000.000
(Kredit) Kas ……………….. Rp 60.000.000
(Kredit) Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja ……. Rp 20.000.000
Jika kewajiban pensiun yang tidak didanai atau liabilitas imbalan pasca-kerja dibayarkan dalam waktu satu tahun, kewajiban tersebut akan diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar.
Bagian kewajiban yang baru akan dibayarkan dalam waktu lebih dari satu tahun merupakan kewajiban jangka panjang.
Nah, jadi paham kan betapa pentingnya menguasai akuntansi sehingga mahir menjurnal berbagai jenis transaksi keuangan bisnis, yang ingin meningkatkan skill accounting, yuk ikut pelatihan akuntansi dan membuat laporan keuangan. Langsung praktik mulai dari sesi pertama.

Contoh Jurnal Tunjangan Dana Pensiun
A: Jurnal Akuntansi Dana Pensiun
Contoh cara membukukan atau mencatat jurnal tunjangan pensiun sudah disajikan di atas, yaitu:
Pembukuan dana pensiun dengan skema iuran pasti:

Pembukuan dana pensiun dengan skema manfaat pasti:
Menyesuaikan dengan ketentuan PSAK 219, maka pencatatan dana pensiun skema manfaat pasti adalah sebagai berikut:

B: Contoh Pencatatan Tunjangan Pensiun
Selanjutnya saya akan menyajikan satu lagi contoh soal dan jawaban tunjangan pensiun beserta tunjangan cuti yang dibayar perusahaan sebagai perbandingan.
Baca artikel terkait: Tunjangan Kesehatan Transportasi.
Perhatikan contoh soal berikut ini:
Perusahaan Jasa Multi Manunggal memberikan tunjangan cuti tahunan karyawan dan skema pensiun dengan iuran pasti untuk para karyawannya. Jumlah cuti tahunan berbayar untuk bulan Desember Rp 44.000.000.
Skema pensiun mengharuskan iuran dibayarkan kepada lembaga pengelola dana pensiun setara dengan 8% dari gaji karyawan. Jumlah gaji untuk bulan Desember adalah Rp 450.000.000.
Pertanyaannya, buatlah ayat jurnal untuk:
- Cuti berbayar
- Tunjangan pensiun
Pembahasan dan jawaban:
Jurnal Pembukuan cuti yang dibayar perusahaan:

Jurnal Pembukuan tunjangan pensiun:

Kesimpulan
Demikian pembahasan tentang tunjangan pensiun, mulai dari pengertian, prinsip, perhitungan hingga contoh. Bagaimana perusahaan tempat Anda bekerja?
Untuk melengkapi artikel ini, saya sajikan tips dari beberapa ahli untuk mempersiapkan uang pensiun, yaitu:
- Menabung secara teratur setiap bulan meskipun hanya sedikit, dan
- Mulai menabung sejak dini
Dan, untuk menambah, membuka dan memperkaya pengetahuan serta wawasan kita tentang dana pensiun, saksikan video singkat berikut ini:
Mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih.*****
