Dana Pensiun: Pengertian, Jenis, Cara Perhitungan dan Pencatatan Jurnal Akuntansinya

Apakah standar hidup kita saat pensiun akan tetap sama atau lebih tinggi dibandingkan masa kerja? Bagaimana peran dana pensiun?

Sebuah survey di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa 66% individu yakin bahwa standar hidup saat pensiun akan tetap sama atau lebih tinggi dibandingkan selama kerja mereka.

Tapi hampir 30% responden belum memiliki rencana tabungan formal untuk menghadapi masa pensiun. Maka, itulah pentingnya dana pensiun!

Dan bagaimana seluk beluk dana pensiun?

Kali ini blog manajemen keuangan akan membahasnya, dengan sub tema pembahasan antara lain:

  • Pengertian dan tujuan dana pensiun
  • Skema dan Cara Perhitungan Tunjangan Pensiun
  • Contoh Jurnal Tunjangan uang Pensiun

 

 

Pengertian Dana Pensiun dan jenisnya

 

jenis dana pensiun

 

Definisi Dana Pensiun adalah tunjangan tambahan atas gaji atau upah yang diberikan perusahaan untuk karyawannya.

Contoh dana pensiun Garuda, Antam, Smart, Samudera Indonesia, RNI, Jasa Marga, Triputra, Perhutani, OJK, Jasa Raharja, Pegadaian.

Tunjangan (fringe benefit) dapat diberikan dalam berbagai bentuk, antara lain:

  • Cuti yang dibayar perusahaan
  • Tunjangan kesehatan
  • Tunjangan pasca kerja / uang pensiun

Apalagi saat ini sudah banyak perusahaan / lembaga pengelola dana pensiun dengan berbagai produk dan jenis dana pensiun yang dapat membantu perusahaan mengelola dana pensiun pegawainya, seperti: dana pensiun Bank Mandiri, BRI, dana pensiun bni 46

Kemudian contoh dana pensiun lembaga keuangan (DPLK): DPLK BNI, BCA, Allianz, baik yang syariah dan konvensional.

Saat perusahaan membayar sebagian atau seluruh biaya tunjangan karyawan, biaya-biaya tersebut harus diakui sebagai beban.

Untuk menandingkan / mengaitkan pendapatan dan beban dengan benar, dan ini berkaitan dengan penyajian format laporan laba rugi perusahaan, maka estimasi tunjangan harus dicatat sebagai beban selama periode di mana karyawan menerima tunjangan tersebut.

 

 

Skema dan Cara Perhitungan Tunjangan Pensiun

 

dana pensiun untuk karyawan swasta

 

Pensiun mencerminkan pembayaran tunai untuk karyawan yang telah pensiun. Hak untuk mendapatkan uang pensiun diperoleh karyawan selama masa kerja, berdasarkan skema pensiun yang ditetapkan oleh perusahaan

Ada 2 skema pensiun yang umum dilakukan, yaitu:

  • Skema pensiun iuran pasti (Defined Contribution Plan)
  • Skema pensiun manfaat pasti (Defined Benefit Plan)

 

Dibahas satu per satu ya ….

 

Skema pensiun iuran pasti (Defined Contribution Plan)

 

dana pensiun swasta

 

Prinsip pensiun dengan skema ini adalah uang dalam jumlah tetap diinvestasikan atas nama karyawan selama selama masa kerjanya.

Adalah hal yang lumrah bagi karyawan dan perusahaan untuk sama-sama membayar iuran. Tidak ada pembayaran tunjangan pensiun yang dijanjikan

Jumlah akhir dari pensiun tergantung pada jumlah iuran dan pengembalian investasi yang diperoleh atas seluruh iuran selama masa kerja karyawan. Dalam skema ini, karyawan akan menanggung risiko invesrasi.

Biaya yang ditanggung perusahaan dalam skema iuran pasti didebit sebagai beban pensiun.

 

Contoh perhitungan dan jurnal pensiun skema iuran pasti:

Sebagai contoh, di-asumsikan skema pensiun untuk perusahaan parfum Banyu Wangi mengharuskan iuran perusahaan sebesar 10% dari gaji bulanan karyawannya, dan dibayarkan ke lembaga pengelola uang pensiun perusahaan setiap bulan.

Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut, jika misalnya gaji per bulan adalah Rp 500.000.000 adalah sebagai berikut:

31 Desember:

Iuran 10% dari gaji bulanan untuk skema pensiun:

= 10% X Rp 500.000.000
= Rp 50.000.000

Dan pencatatan jurnalnya adalah sebagai beriku:

(Dr.) Beban Pensiun       Rp 50.000.000
(Cr.) Kas                               Rp 50.000.000

 

Skema pensiun manfaat pasti (Defined Benefit Plan)

 

tujuan pemberian dana pensiun bagi karyawan

 

Prinsip dana pensiun dengan skema ini, perusahaan dapat memilih untuk menjanjikan kepada karyawannya berupa tunjangan pensiun tahunan yang besarnya tetap pada saat pensiun, berdasarkan masa kerja dan tingkat kompensasi.

Sebagai contoh adalah janji untuk membayarkan uang pensiun tahunan dengan rumus sebagai berikut:

1,5% X Masa Kerja X Rata-rata gaji selama 3 tahun terakhir sebelum pensiun

Tunjangan pensiun yang ditetapkan berdasarkan sebuah rumus seperti di atas disebut dengan prinsp skema pensiun manfaat pasti.

Tidak seperti pada prinsip skema iuran pasti, perusahaan akan menanggung risiko investasi untuk mendanai tunjangan dana pensiun di masa mendatang.

Akuntansi untuk skema manfaat pasti biasanya sangat rumit karena ketidakpastian dalam memperkirakan kewajiban uang pensiun di masa mendatang.

Kewajiban tersebut tergantung pada faktor-faktor seperti:

  • Harapan hidup (umur) yang diharapkan oleh karyawan
  • Tingkat keluar masuk karyawan
  • Jumlah uang pensiun yang diharapkan oleh karyawan
  • Laba investasi dari iuran uang pensiun

Biaya dari skema dengan manfaat pasti, di-debit ke beban pensiun. Jumlah yang didanai dikreditkan ke kas. Sisa jumlah yang tidak didanai (unfunded pension liability) di-kreditkan ke Kewajiban Pensiun yang Tidak Didanai.

 

Contoh perhitungan dan jurnal dana pensiun skema manfaat pasti:

Misalnya skema dana pensiun PT Manajemen Keuangan Network memerlukan biaya pensiun tahunan sebesar Rp 80.000.000, berdasarkan perkiraan kewajiban pembayaran tunjangan di masa mendatang.

Asumsi lebih lanjut adalah PT Manajemen Keuangan Network membayar Rp 60.000.000 untuk uang pensiun.

Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

31 Desember:

Iuran 10% dari gaji bulanan untuk skema uang pensiun:

= 10% X Rp 80.000.000
= Rp 8.000.000

Dan pencatatan ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:

(Dr.) Beban Pensiun = Rp 8.000.000
(Cr.) Kas = Rp 6.000.000
(Cr.) Kewajiban Pensiun yang Tidak Didanai = Rp 2.000.000

Jika kewajiban pensiun yang tidak didanai dibayarkan dalam waktu satu tahun, kewajiban tersebut akan diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar.

Bagian kewajiban yang baru akan dibayarkan dalam waktu lebih dari satu tahun merupakan kewajiban jangka panjang.

 

 

Contoh Jurnal Tunjangan Dana Pensiun

 

dana pensiun lembaga keuangan

 

Contoh cara membukukan atau mencatay jurnal tunjangan pensiun sudah disajikan di atas, yaitu:

  • Pembukuan dana pensiun dengan skema iuran pasti:

 

dana pensiun iuran pasti

 

  • Pembukuan dana pensiun dengan skema manfaat pasti:

 

dana pensiun manfaat pasti

 

Selanjutnya saya akan menyajikan satu lagi contoh soal dan jawaban tunjangan pensiun beserta tunjangan cuti yang dibayar perusahaan sebagai perbandingan.

 

Contoh soal:

Perusahaan Jasa Multi Manunggal memberikan tunjangan cuti tahunan karyawan dan skema pensiun dengan iuran pasti untuk para karyawannya.

Jumlah cuti tahunan berbayar untuk bulan Desember Rp 44.000.000. Skema pensiun mengharuskan iuran dibayarkan kepada lembaga pengelola dana pensiun setara dengan 8% dari gaji karyawan. Jumlah gaji untuk bulan Desember adalah Rp 450.000.000.

Buatlah ayat jurnal untuk:

  • Cuti berbayar
  • Tunjangan pensiun

 

Jawaban:

 

Pembukuan cuti yang dibayar perusahaan:

cuti tahunan

 

Pembukuan tunjangan pensiun:

produk dana pensiun terbaik

 

 

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang tunjangan pensiun, mulai dari pengertian, prinsip, perhitungan hingga contoh. Bagaimana perusahaan tempat Anda bekerja?

Untuk melengkapi artikel ini, saya sajikan tips dari beberapa ahli untuk mempersiapkan uang pensiun, yaitu:

  • Menabung secara teratur setiap bulan meskipun hanya sedikit, dan
  • Mulai menabung sejak dini

Mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih

***

 

manajemen keuangan dan SOP