Inilah Prinsip Dasar Etika Profesi Akuntansi, Fungsi Beserta Contoh

Etika profesi akuntansi adalah prinsip-prinsip moral dalam menjalankan aktivitas untuk memperoleh penghasilan yang dilakukan dengan keahlian bidang akuntansi.

Setiap profesi mempunyai kode etik profesi yang harus ditaati. Demikian juga profesi bidang akuntansi, pun memiliki kode etik.

Sehingga kita mengenal kode etik akuntan manajemen, kode etik akuntan publik, dan kode etik akuntan pemerintah.

So, bagaimana prinsip dan fungsi etika profesi akuntansi? Ikuti pembahasan lengkap beserta contoh-contohnya berikut ini…

 

01: Etika Profesi Akuntansi 

etika profesi adalah

A: Peluang Profesi Akuntansi

Semua bidang, entitas bisnis, lembaga dan institusi termasuk sebuah negara, membutuhkan orang yang ahli dalam bidang akuntansi keuangan.

Inilah peluang emas profesi akuntansi.

Siapa yang bisa membuat budget dan anggaran negara yang super besar?

Tentu orang yang menguasai keuangan. betul kan?

Atau anda yang berbisnis, urusan bisnis dengan berbagai hal yang terkait akan semakin baik bila didukung sistem akuntansi keuangan yang baik.

Baik secara internal dan baik dengan pihak luar perusahaan, seperti investor dan negara (terutama menyangkut pajak). semuanya membutuhkan orang yang tahu akuntansi keuangan kan?

Kecuali kalau anda tidak akan berhubungan dengan perbankan, pemodal atau pajak 🙂

So, bagi anda yang saat ini belajar dan menekuni akuntansi keuangan. Atau yang sedang mencari apa bidang studi yang cocok untuk anda, saudara, atau putra-putri anda?

Bidang akuntansi keuangan adalah salah satu pilihan tepat yang perlu dipertimbangkan.

Beberapa profesi akuntansi sudah menanti Anda, antara lain akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pemerintah, atau sebagai profesional pada Departemen Accounting & Finance di perusahaan BUMN, swasta, dan multinasional.

 

B: Pengertian Etika Profesi Akuntansi

materi etika profesi akuntansi

Di awal paragraf tulisan ini, saya sudah menyinggung pengertian dan definis etika profesi akuntansi.

Sekarang diulik lebih rinci lagi ya…

Ada 3 (tiga) kata dalam kalimat ‘etika profesi akuntansi’.

Tiap kata memiliki arti dan makna sendiri sebagai berikut:

#1: Etika

Definisi etika adalah prinsip-prinsip moral.

Dan dalam hubungannya dengan profesi akuntansi diartikan sebagai prinsip-prinsip moral dalam menjalankan kegiatan, aktivitas, atau pekerjaan.

 

#2: Profesi

Kata profesi berasal dari kata ‘professio’ yang berarti janji atau ikrar.

Dalam kaitannya dengan profesi akuntansi diartikan sebagai kegiatan untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan keahlian tertetntu.

Misalnya keahlian di bidang akuntansi keuangan.

 

#3: Akuntansi

Pengertian akuntansi secara umum adalah seni, ilmu pengetahuan dan metode pencatatan transaksi-transaksi keuangan untuk digunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Misalnya; pemilik modal, manajemen, dan pemerintah.

Dan setiap jenis profesi tersebut memiliki prinsip dasar etika profesi yang harus dipegang dan dijunjung tinggi.

 

02: Tantangan Etika Profesi Akuntansi

etika profesi

A: Jenis Tantangan Etika Profesi Akuntansi

Kita paham, bahwa selama dunia ini masih ‘eksis‘ kebaikan dan keburukan akan terus bersaing dan berhadap-hadapan di dunia.

Demikian juga di dunia kerja, bidang apa pun profesinya, kebaikan dan idealisme akan berhadapan dengan berbagai godaan.

Walau sudah ada janji dan ikrar yang dituangkan sebagai etika profesi dan kode etik profesi, contoh etika profesi seperti: etika profesi hukum, profesi notaris, dan etika profesi guru.

***

Demikian juga dalam bidang akuntansi keuangan. Seorang yang berprofesi di bidang akuntansi keuangan juga harus memiliki idealisme untuk menjaga dan menerapkan prinsip-prinsip dasar etika profesi akuntansi keuangan yang berlaku dalam pekerjaan.

Dampaknya luar biasa, idealisme yang kita jaga dengan baik, akan memberikan rasa percaya diri dan kebanggaan tersendiri.

Namun seringkali kenyataan di lapangan berkata lain. Godaan, tekanan, dan kesulitan meng-identifikasi suatu transaksi keuangan menyebabkan seorang yang berkecimpung di bidang akuntansi keuangan, gamang dalam menentukan suatu pilihan.

Dan akhirnya secara sengaja atau tidak terjerambab dalam kasus etika profesi akuntansi. Larut atau tak bergeming? Pada akhirnya, semua kembali pada diri Anda sendiri.

 

B: Melakukan Pekerjaan Secara Profesional

prinsip etika profesi

Menggadaikan prinsip-prinsip keilmuan atau lebih baik meninggalkan tempat itu.

Di buku populer “Berpikir & Berjiwa Besar “ karya David J. Schwartz ada quote:

“Cara anda berpikir, menentukan bagaimana anda bertindak,

Cara anda bertindak pada gilirannya menentukan bagaimana orang lain bereaksi terhadap anda

Orang lain melihat dalam diri kita apa yang kita lihat dalam diri kita.

Kita menerima jenis perlakuan yang kita pikir layak didapatkan.

Orang yang berpikir dirinya inferior.

Lepas dari apa kualifikasinya yang sebenarnya, menjadikan dirinya inferior, ia pun bertindak dengan cara inferior.

Bila anda ingin mendapatkan respek dari orang lain maka anda harus lebih dulu berpikir  anda layak mendapatkan respek.

Dan semakin besar respek yang anda miliki untuk diri anda.

Semakin besar respek yang akan diberikan orang lain kepada anda.

Demikian juga dengan profesi, bila anda ingin orang lain menghargai pekerjaan dan keahlian anda.

Maka anda harus lebih dulu berpikir dan layak mendapat penghargaan itu.

***

Cara berpikir tentang pekerjaan memberitahu banyak tentang seseorang dan potensinya untuk tanggungjawab yang lebih besar.

Bila anda sendiri tidak menghargai keahlian anda, plonga-plongo dan komitmen terhadap etika profesi akuntansi rendah,

Lalu bagaimana dengan orang lain?

Bila anda sendiri sudah tidak menganggap bahwa keahlian anda tidak penting.

Maka wajar saja bila keahlian anda bisa ditekuktekuk semau juragan anda.

Keahlian anda hanya sebagai ‘stempel’.

 

03: Anda Berdaulat Penuh untuk Memilih

fungsi etika profesi

A: Kebebasan Memilih

Anda bisa memilih sesuai dengan keinginan. Tuhan Yang Maha Dahsyat memberikan setiap pribadi kedaulatan untuk memilih 

Berikut ini saya sajikan kisah nyata dari 2 orang lulusan akuntansi. Tentu menyangkut keputusan dan komitmen terhadap kode etik profesi akuntansi.

Begini kisahnya…

Orang pertama bekerja di perusahaan distribusi minyak goreng dan yang kedua bekerja di perusahaan tekstil.

Kedua perusahaan tempat mereka bekerja masih dipegang keluarga, belum terbuka.

Kisah tentang pegawai pertama diawali saat ia dipindahkan ke bagian accounting.

Tidak ada serah terima pekerjaan dari pegawai lama ke pegawai pertama ini.

Demikian juga tidak ada penjelasan, keterangan, notes, maupun catatan khusus mengenai pekerjaan dari pegawai sebelumnya.

“Pokoknya ya seperti itu angka-angkanya”

Begitu kalimat singkat yang keluar dari lisan pegawai sebelumnya.

Saat pegawai pertama ini bertanya tentang angka-angka yang tertera dalam Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Seperti yang mungkin Anda duga, pegawai pertama ini harus berupaya dengan keras untuk menguasai pekerjaan barunya.

Dan tentunya ‘pusing tujuh keliling’.

bidang akuntansi yang digunakan sebagai informasi yang ditujukan bagi pihak luar

Namun, pegawai pertama ini tidak berdaya. Ia membutuhkan pekerjaan itu untuk  untuk membiayai dirinya.

Ia membutuhkan uang untuk bisa eksis dan tidak mau mendapat julukan ‘pengangguran’.

Ia berujar. “Boss ku minta tanggal 15, Laporan Keuangan harus sudah selesai”

Katanya dengan bibir bergetar dan gelisah.

Dalam galau yang mungkin terasa gamang.

Sementara itu, pegawai sebelumnya sulit diajak bicara.

Mungkin ia kecewa dengan keputusan perusahaan yang telah memutasinya.

 

B: Akhir Dari Sebuah Keputusan

Satu bulan setelah dipindahkan ke bagian accounting, ia harus menyerahkan hasil pekerjaannya.

Padahal,seluk beluk dan asal muasal angka-angka yang ada dalam laporan keuangan belum juga ia pahami.

“Terus aku kudu piye?

Kepalaku pusing dan pikiranku tidak menentu” begitu kalimat pendek yang keluar dari bibirnya.

Sambil terus terbayang akan kehilangan pekerjaan itu, meskipun ia berusaha untuk tidak membayangkannya.

Dalam lamunannya, sekilas ia teringat sebuah kalimat:

“ …. tindakan mengalahkan ketakutan. Sebaliknya kegalauan dan penundaan memupuk rasa takut”

 

04: Setiap Masalah Ada Solusi

manfaat etika profesi

A: Harapan dan Pekerjaan

Berharap agar keadaan menjadi baik saja tidak cukup, perlu melakukan tindakan untuk menunjang harapan itu.

Harapan adalah satu awal yang memerlukan tindakan untuk mendapatkan jalan keluar.

Akhirnya, ia memulai tindakan dengan membuka komputer, lalu mengetikan “kursus akuntansi” search engine terpopupler saat ini Google.

Tak seberapa lama, deretan informasi tentang kursus akuntansi muncul di halaman pertama Google.

Dan salah satu yang nangkring di barisan atas adalah blog manajemen keuangan ini 🙂

Ia gali secara lebih mendalam informasi yang ada dalam blog tersebut.

Dan segera ia hubungi pengelolanya yang sekaligus menyelenggarakan kursus akuntansi dan akuntansi komputer.

 

B: Manfaat Harapan

Dunia tidak segelap malam yang buta. Sedikit demi sedikit, mulai terlihat seberkas cahaya di seberang sana.

Timbul rasa optimis untuk mampu menyelesaikan laporan keuangan tepat waktu.

Setelah melakoni beberapa kali pertemuan.

Dan mulai memahami tentang proses dan langkah-langkah menyusun laporan keuangan yang benar.

Serta memperoleh senjata andalan nan ampuh accounting tools yang cukup powerful.

Pekerjaan menyusun laporan keuangan pun segera dimulai.

Dengan didampingi dan dibantu oleh sang mentor yang memiliki jam terbang tinggi dan malang melintang dalam dunia akuntansi keuangan.

Akhirnya laporan keuangan pun selesai sebelum batas waktu yang ditentukan oleh boss-nya.

Bila anda ingin mengetahui bagaimana proses dan langkah-langkah menyusun laporan keuangan yang baik.

Dan sesuai dengan standar yang berlaku, anda bisa membaca tutorial dan panduannya di website ini juga.

Klik aja ‘Laporan Keuangan‘.

Beberapa detik sudah muncul dan tinggl KLIK, lalu pelajari dan praktekan.

Kalau tidak ada waktu baca di sini, Anda bisa download versi Laporan Keuangan PDF.

Dan jika ingin mempelajari cara menyusun standar operasional prosedur (SOP) akuntansi keuangan, anda bisa mempelajarinya di artikel Cara Praktis Menyusun SOP

Singkat cerita, hasil pekerjaan diserahkan ke boss-nya.

 

05: Akhir Cerita Bahagia Tentang Etika Profesi Akuntansi

contoh etika profesi

Setiap orang ingin hidupnya bahagia, sejak awal hingga akhir…

iya kan?

namun tak selamanya bisa seperti itu kan, kita bukan pemilik resmi dunia ini, menyewa pun tidak.

Tapi diberi kesempatan untuk menikmati dunia, itu saja 🙂

so, nyante aja.

Kembali ke cerita di atas….

Setelah dengan susah payah menekuni bidang akuntansi khususnya cara membuat  Laporan Keuangan dapat diselesaikan, ternyata…

Sang boss meminta untuk merubah atau mengganti beberapa bagian.

Bagian yang minta dirubah antara lain:

  • Penyusutan dimasukkan ke neraca
  • Cicilan aset tetap kendaraan dimasukkan sebagai biaya sehingga akan mengurangi laba bruto
  • Modal dirubah nilainya
  • Perhitungan HPP di laporan laba rugi juga minta ditiadakan dan
  • Bbeberapa elemen laporan keuangan juga minta dirubah.

Terus aku kudu piye jal?

Padahal itu TIDAK SESUAI dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku dan menyalahi etika profesi akuntansi

***

Neraca sudah tidak balance lagi….

Kondisi seperti itu ia sampaikan kepada sang mentor dan meminta bantuannya agar neraca balance.

“Kalau maunya seperti itu, jujur saja saya tidak bisa membantu dan saya kudu kokoh memegang kode etik profesi akuntansi”

Sepenggal kalimat terakhir dari sang mentor yang tertulis dalam aplikasi Whatsapp.

Jleb” sangat menohok dan tidak mengira sang mentor akan menjawab seperti itu.

Dan setelah peristiwa itu, sang pegawai pertama ini tidak ada kabar beritanya, musnah ditelan kesunyian….

Begitu ceritanya….

***

Dan untuk me-refresh serta menambah wawasan, berikut saya sajikan video dari BPPK Menkeu RI tentang etika profesi.

Selamat menonton.

 

06: Kesimpulan

Lalu apa pelajaran dari kisah pegawai pertama tersebut terkait dengan kasus etika profesi akuntansi?

Saya cuplikan beberapa kalimat, masih dari buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” sebagai berikut :

“Mengerjakan apa yang benar membuat hati nurani anda puas dan ini membangun kepercayaan diri.

Jika kita melakukan apa yang kita tahu salah, dua hal negatif pun terjadi.

Pertama , kita merasa bersalah dan rasa bersalah ini menggerogoti kepercayaan diri.

Kedua, orang lain cepat atau lambat akan mengetahuinya dan KEHILANGAN KEPERCAYAAN kepada kita…. “

Apa anda mau? Tidak kan?

Demikian yang dapat saya bagikan sedikit cerita tentang materi etika profesi akuntansi beserta contoh etika profesi.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.*****

manajemen keuangan dan SOP