Terungkap, 2 Fakta (Infografis) Kesuksesan Film Black Panther, Bagaimana Film Indonesia?

film-black-panther

Sudah nonton black panther movie?

Sebuah film besutan Ryan Coogler, yang menceritakan tentang Black Panther, seorang pahlawan super dari Wakanda, negara fiksi di benua Afrika.

Pahlawan baru telah muncul, dan baru saja meramaikan aksinya di jagat layar lebar dunia. Ia melengkapi deretan super hero yang telah eksis lebih dulu, seperti Spiderman, Batman, dan Superman.

Dan tentunya bukan Black Panther, nama sebuah batalion tank angkatan darat Amerika Serikat saat Perang Dunia II.

Film ini menjadi film tersukses yang di bintangi oleh pemeran kulit hitam. Lalu seberapa sukses film ini? Yuk ikuti bedah fakta-fakta infografisnya…

 

#1. Fakta data infografis di negara asalnya ; Amerika Serikat

Black Panther diangkat ke layar lebar dari black panther comic dan diproduksi oleh Marvel Studios.

Cerita narasi dimulai saat  T’Challa, yang diperankan oleh Chadwick Boseman, dinobatkan sebagai raja Wakanda, di Afrika. Wakanda adalah sebuah negeri berteknologi maju dan kaya logam berharga Vibranium.

Berbagi peran apik dengan Lupita Nyong’o, Daniel Kaluuya dan Forest Whitaker, T’Challa bahu membahu melindungi tahta dari penantang luar, yaitu Oakland.

Dari sini cerita pun semakin berkembang dan seru…

Film ini dibuat dengan perkiraan budget sebesar $200 juta, dan $150 juta untuk publisitas. Ya, 75% anggaran digunakan untuk iklan dan publikasi.

Dan strategi ini TERBUKTI AMPUH meraup pundi-pundi dollar hingga menyentuh angka $1 billion. Sebuah pendapatan yang fantastis!

Coba bandingkan dengan salah satu film tersukses, Wonder Woman yang memperoleh pendapatan sebesar $821,8 juta di seluruh dunia  dengan anggaran $149 juta.

“Piro untungnya Cak?”
“Wis itungen dewe ae Cak” 🙂

Bagaimana dengan industri film negeri kita sendiri Cak?”
Cetar membahana Cak, itu saja komen aku sih

( Baca juga : Contoh SOP Finalisasi Anggaran )

Sekarang kita lihat secara detil pendapatan yang diperoleh Black Panther cinema ini?

Rilis perdana film di AS tanggal 16 Februari 2018, dan di Indonesia 14 Februari 2018 mendapatkan tanggapan yang baik,  dalam 4 hari pertama, pendapatan yang diperoleh mencapai $ 242 juta, meraih rekor baru sebagai posisi kedua setelah Star Wars : Force Awakens.

Bagaimana pendapatan rilis perdana internasional? Bagus juga, Black Panther membukukan pendapatan sebesar $ 184,6 juta.

Bagaimana pendapatan setelah rilis perdana?

Sekarang kita lihat perkembangan penerimaan dari film ini dengan data sampai tanggal 9 Maret 2018.

 

Dan berikut ini detil pendapatan yang diperoleh di Amerika Serikat sejak film dirilis tanggal 16 Februari 2018.

 

Dari tabel di atas, kita bisa melihat dalam rentang waktu tanggal 16 Februari 2018 sampai dengan 09 Maret 2018, pendapatan per harinya turun naik, dan total pendapatan yang diperoleh selama 22 hari penanyangan Black Panther meraup pendapatan sebesar Rp $ 530,861,601.

 

#2. Fakta data-data infografis di seluruh dunia

Sekarang kita lihat pendapatan yang diperoleh dari bioskop-bioskop di luar Amerika Serikat, salah satunya tentu Indonesia tercinta ini.

Kita lihat dulu 10  negara sebagai penyumbang pendapatan terbesar:

Dari grafik di atas kita bisa meilhat bahwa pendapatan terbesar di luar Amerika Serikat diperoeh United Kingdom kemudian berturut-turut Korea Selatan, Brazil, Australia, Mexico, Perancis, Jerman. Russia, Taiwan dan Indonesia.

Data-data yang lebih detil nampak seperti berikut ini :

source : www.the-numbers.com

Dari data-data yang ditampilkan di atas, perhatikan bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar potensial dari industri perfilman internasional.

dan berikut ini bila ingin nonton atau download film black panther trailer :

( Baca juga : 10 Cara Hemat Berlibur )

Menurut Scott Mendelson, contributor Forbes menuliskan bahwa saat artikelnya di posting tanggal 10 Maret 2018, pendapatan film produksi Marvel Studios ini di seluruh dunia sudah menembus $1 billion, dengan rincian pendapatan dari dalam negeri AS sebesar $ 561 juta dan internasional $ 442 juta.

Fantastis kan?

 

#3. Kesimpulan

Kolaborasi antara kreatifitas, modal, manajemen, dan teknologi serta strategi marketing yang tepat, menghasilkan keuntungan yang fantastis. Film Black Panther telah membuktikannya.

Lalu bagaimana dengan industri film di Indonesia sendiri?

Indonesia adalah pasar potensial bagi berbagai macam produk dan salah satu hot emerging market yang dibidik oleh para pemain internasional.

Boston Consulting Group (BCG) memprediksikan pada tahun 2020 jumlah konsumen kelas menengah Indonesia mencapai lebih dari 140 juta orang.

Coba kita perhatikan di industri otomotif, farmasi, ritel, elektronik rumah tangga, gadget, makanan minuman, pertambangan, alat berat, periklanan, riset pasar, kursus bahasa, dot com, dan perfilman, pemain asing masih mendominasi, kita harus mau mengakui.

Namun demikian kita pun patut berbangga dengan kreatifitas insan perfilman Indonesia.

Dengan mengoptimalkan keunikan lokal seperti pemahaman terhadap konsumen dan pasar lokal, penggunaan kearifan lokal, penggunaan bahan-bahan lokal, dan hubungan unik dengan konsumen atau partner lokal hasilnya luar biasa.

Dengan memanfaatkan kelebihan tersebut kemudian dikolaborasikan dengan upaya terus menerus  membangun strategi dan daya saing, serta melakukan improvisasi dari waktu ke waktu, hasilnya bisa kita lihat dan nikmati saat ini.

Contohnya film Dilan yang telah ditonton lebih dari 7 juta orang, padahal penayangannya hampir bersamaan dengan Black Panther. Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Mudah-mudahan film-film produksi anak negeri akan terus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berdampak baik bagi generasi negeri ini. Aamiin.

Bagaimana menurut Anda?

***

sop akuntansi keuangan powerful