Cara Menghitung Nilai Kurs Mata Uang Asing Beserta Contohnya

Pertukaran barang dan jasa dalam perdagangan internasional akan diikuti dengan nilai kurs mata uang suatu negara dengan negara lain.

Misalnya, kurs mata uang asing terhadap rupiah

Nilai mata uang suatu negara berbeda dengan negara lain.

Oleh karena itu,  untuk memperkecil risiko yang akan terjadi perlu dilakukan antisipasi dan manajemen keuangan yang baik

Bagaimana caranya?

Mari dibahas bareng-bareng…

 

01: Cara Menghitung Nilai Kurs Mata Uang Asing

hitung kurs dollar ke rupiah

Dalam perdagangan internasional, selain terjadi pertukaran barang dan jasa, juga  tidak bisa terlepas dari pertukaran mata uang atau valas.

Dan nilai setiap mata uang terus berfluktuasi dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu dalam materi manajemen keuangan internasional juga dibahas mengenai valuta asing.

Termasuk perhitungan apresiasi (peningkatan/penguatan) dan depresiasi (melemah) mata uang satu negara dengan negara lain.

Manajemen resiko mata uang (currency risk management) adalah pengelolaan perusahaan terhadap risiko transaksi, ekonomi dan translasi eksposurnya karena fluktuasi nilai kurs.

Risiko transaksi (transaction risk) adalah kemungkinan bahwa transaksi kas di masa depan akan dipengaruhi kurs.

Risiko ekonomi (economics risk) adalah kemungkinan bahwa nilai sekarang dari arus kas di masa depan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs tukar.

Sedangkan risiko translasi atau akuntansi (translation or accounting risk) adalah tingkat di mana laporan keuangan perusahaan terpengaruh oleh fluktuasi kurs tukar.

Dan berikut ini contoh rumus perhitungan apresiasi, peningkatan/penguatan atau depresiasi, penurunan/pelemahan kurs mata uang asing terhadap rupiah.

Khususnya nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar Amerika serta sebaliknya.

 

Perhatikan contoh berikut ini:

Jumlah apresiasi dollar :
(Nilai baru US$ atas Rp – Nilai lama US$ atas Rp) / Nilai lama US$ atas Rp

Atau

= (Nilai Baru Mata Uang Domestik – Nilai Lama Mata Uang Domestik)/Nilai Lama Mata Uang Domestik

Alternatifnya, dollar US dikatakan mengalami depresiasi dengan membagi penurunan dalam nilai Rp atas dollar.

Jumlah depresiasi dollar :

(Nilai baru Rp atas US$ – Nilai lama Rp atas US$)/Nilai lama Rp atas US$

Misalnya :

Tanggal 9 Januari 2016 : Rp lama = $0,4107 atau $1 = RP 12.4350

Tanggal 31 Januari 2015 :  Rp lama = 0,3136 atau $1 = Rp. 13.1614

 

Dari data di atas, bisa dikatakan bahwa Rupiah mengalami apresiasi atau penguatan terhadap dollar Amerika Serikat :

(0,4107 – 0,3136)/0,3165 = 29,85%

Alternatifnya, dollar mengalami depresiasi terhadap rupiah :

(12.4350 – 13.1614)/13.1614 = -5,52%

Misalkan peningkatan nilai tukar Rupiah dari US$ 0,64 ke US$ 0,68 adalah ekuivalen terhadap apresiasi rupiah 6,25%, yaitu hasil perhitungan dari :

(0,68 – 0,64) : 0,64 = 6,25%

Atau depresiasi dollar -5,88%, yaitu hasil perhitungan dari :

(0,64 – 0,68) : 0,68 = -5,88%

 

Perhatikan contoh yang lain berikut ini :

Contoh #1 :

Hitunglah apresiasi dollar terhadap Lira Italia. Pada tanggal 19 Juli 2008, lira Italia di-devaluasi 17% terhadap dollar.

Berapa apresiasi dollar terhadap Lira?

Jika E0 adalah nilai awal dollar atas Lira dan E1 adalah nilai tukar sesudah devaluasi, kemudian diketahui dari  persamaan di atas bahwa (E1 – E0): E0 = -17%.

Dengan mengganti nilai E1 ke E0 menghasilkan E1 = 0,83.

Dari persamaan di atas juga diketahui (E0 – 0,83 E0) : 0,83 E0 = 0,17 : 0.83 = 20,48

 

Contoh #2 :

Misalkan akhir tahun 1997 $1 = Rp 3.000 dan akhir tahun 1998 $1 = Rp 9.000, maka :

Apresiasi dollar adalah sebagai berikut :

= (9.000 – 3.000) : 13.000 = 200%

 

Depresiasi Rupiah :

=(1/9.000) – (1/3.000) : (1/3.000) = 2/3

Jadi depresiasi 2/3 berarti nilai dollar dalam satu tahun menjadi 3 kali sebelumnya, yaitu dari Rp 3.000 per dollar menjadi Rp 9.000 ( 3 X 3.000 ).

Dengan kata lain nilai dollar dalam rupiah mengalami kenaikan 200% atau 2 kali.

Untuk melengkapi pembahasan materi ini, berikut ini disajikan video pendek tentang tips dan trik mengetahui nilai kurs.

 

02: Kesimpulan

Aktivitas perdagangan internasional menuntut terjadinya aliran barang, jasa, dan modal antar negara.

Aktivitas ini akan berakibat terjadinya pertukaran mata uang antar negara.

Padahal nilai kurs mata masing-masing negara berbeda satu sama lain.

Oleh karena itu, pelaku bisnis perlu mengetahui nilai kurs mata asing.

Dan contoh-contoh yang telah disajikan di atas semoga bisa membantu dan memberikan inspirasi untuk terus belajar dan memahami perdagangan internasional dengan berbagai dampaknya.

Demikian yang dapat disampaikan tentang cara sederhana menghitung nilai kurs mata uang asing. Semoga bermanfaat.

Terima kasih.

manajemen keuangan dan SOP