Tidak Bisa Dielakkan, Namun Fluktuasi Nilai Kurs Masih Bisa Dikelola dengan Manajemen Resiko Mata Uang

Tidak Bisa Dielakkan, Namun Fluktuasi Nilai Kurs Masih Bisa Dikelola dengan Manajemen Resiko Mata Uang

Pertukaran barang dan jasa dalam perdagangan internasional juga akan diikuti dengan pertukaran mata uang suatu negara dengan negara lain.

Nilai mata uang suatu negara berbeda dengan negara lain. Oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi dan manajemen keuangan yang baik untuk meminimalisir resiko yang akan terjadi.

Manajemen resiko mata uang (currency risk management) adalah pengelolaan perusahaan terhadap risiko transaksi, ekonomi dan translasi eksposurnya karena fluktuasi nilai kurs.

Risiko transaksi (transaction risk) adalah kemungkinan bahwa transaksi kas di masa depan akan dipengaruhi kurs.

Risiko ekonomi (economics risk) adalah kemungkinan bahwa nilai sekarang dari arus kas di masa depan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs tukar.

Sedangkan risiko translasi atau akuntansi (translation or accounting risk) adalah tingkat di mana laporan keuangan perusahaan terpengaruh oleh fluktuasi kurs tukar.

Baca juga : Pengertian Perdagangan Internasional dalam Manajemen Keuangan

 

Cara Sederhana dan Mudah Hitung Kurs Dollar ke Rupiah

Dalam perdagangan internasional, selain terjadi pertukaran barang dan jasa, juga  tidak bisa terlepas dari pertukaran mata uang atau valas. Dan nilai setiap mata uang terus berfluktuasi dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu dalam materi manajemen keuangan internasional juga dibahas mengenai valuta asing. Termasuk perhitungan apresiasi (peningkatan/penguatan) dan depresiasi (melemah) mata uang satu negara dengan negara lain.

hitung kurs dollar ke rupiah

Dan berikut ini contoh rumus perhitungan apresiasi, peningkatan/penguatan atau depresiasi, penurunan/pelemahan valuta asing, khususnya mata uang dollar dengan rupiah serta sebaliknya :

Misalkan antara Rupiah dengan US$ :

Jumlah apresiasi dollar :
(Nilai baru US$ atas Rp – Nilai lama US$ atas Rp) / Nilai lama US$ atas Rp

Atau

= (Nilai Baru Mata Uang Domestik – Nilai Lama Mata Uang Domestik)/Nilai Lama Mata Uang Domestik

Alternatifnya, dollar US dikatakan mengalami depresiasi dengan membagi penurunan dalam nilai Rp atas dollar.

Jumlah depresiasi dollar :

(Nilai baru Rp atas US$ – Nilai lama Rp atas US$)/Nilai lama Rp atas US$

Misalnya :

Tanggal 9 Januari 2016 : Rp lama = $0,4107 atau $1 = RP 12.4350

Tanggal 31 Januari 2015 :  Rp lama = 0,3136 atau $1 = Rp. 13.1614

Dari data di atas, bisa dikatakan bahwa Rupiah mengalami apresiasi atau penguatan terhadap dollar Amerika Serikat :

(0,4107 – 0,3136)/0,3165 = 29,85%

Alternatifnya, dollar mengalami depresiasi terhadap rupiah :

(12.4350 – 13.1614)/13.1614 = -5,52%

Misalkan peningkatan nilai tukar Rupiah dari US$ 0,64 ke US$ 0,68 adalah ekuivalen terhadap apresiasi rupiah 6,25%, yaitu hasil perhitungan dari :

(0,68 – 0,64) : 0,64 = 6,25%

Atau depresiasi dollar -5,88%, yaitu hasil perhitungan dari :

(0,64 – 0,68) : 0,68 = -5,88%

Contoh lain :

Contoh #1 :

Hitunglah apresiasi dollar terhadap Lira Italia. Pada tanggal 19 Juli 2008, lira Italia di-devaluasi 17% terhadap dollar. Berapa apresiasi dollar terhadap Lira?

Jika E0 adalah nilai awal dollar atas Lira dan E1 adalah nilai tukar sesudah devaluasi, kemudian diketahui dari  persamaan di atas bahwa (E1 – E0): E0 = -17%. Dengan mengganti nilai E1 ke E0 menghasilkan E1 = 0,83.

Dari persamaan di atas juga diketahui (E0 – 0,83 E0) : 0,83 E0 = 0,17 : 0.83 = 20,48

 

Contoh #2 :

Misalkan akhir tahun 1997 $1 = Rp 3.000 dan akhir tahun 1998 $1 = Rp 9.000, maka :

Apresiasi dollar adalah sebagai berikut :

= (9.000 – 3.000) : 13.000 = 200%

Depresiasi Rupiah :

=(1/9.000) – (1/3.000) : (1/3.000) = 2/3

Jadi depresiasi 2/3 berarti nilai dollar dalam satu tahun menjadi 3 kali sebelumnya, yaitu dari Rp 3.000 per dollar menjadi Rp 9.000 ( 3 X 3.000 ). Dengan kata lain nilai dollar dalam rupiah mengalami kenaikan 200% atau 2 kali.

Demikian artikel tentang Nilai Tukar Mata Uang Asing. Semoga bermanfaat.