Mengenal 4 Aktiva Tak Berwujud : Hak Paten, Hak Cipta, Merek Dagang, dan Goodwill

Perhatikan contoh soal aset tak berwujud berikut ini:

PT Pratama Jaya Abadi meng-amortisasi Paten selama 20 tahun. Perusahaan tersebut melaporkan beban amortisasi Paten senilai Rp 35.553.818. Ayat jurnal untuk mencatat amortisasi paten tersebut adalah sebagai berikut:

Beban Amortisasi – Paten …. Rp 35.553.818 (Debit)
     Paten …………………………..     Rp 35.553.818 (Kredit)

Waktu dan jumlah penghapusan paten dapat menjadi sangat subyektif. Manajer dan akuntan perlu memperkirakan nilai paten dengan benar.

Dan berikut ini contoh pencatatan jurnal akuntansi aset tak berwujud, goodwill dan hak paten:

Pada tanggal 31 Desember 2024 diperkirakan goodwill senilai Rp 40.000.000 telah mengalami penurunan nilai.

Sebagai tambahan, hak paten dengan estimasi masa kegunaan ekonomis 12 tahun diperoleh sebesar Rp 84.000.000 pada tanggal 1 Juli 2024, maka jurnal aset tak berwujud adalah sebagai berikut:

Pencatatan jurnal akuntansi aset tak berwujud #1: Mencatat Amortisasi Goodwill

Ayat jurnal untuk mencatat ayat jurnal penyesuaian per 31 Desember 2024 untuk goodwill yang mengalami penurunan nilai adalah:

Contoh Pembukuan akuntansi goodwill
Tabel: Jurnal aset tak berwujud – Goodwill

Pencatatan jurnal akuntansi aset tak berwujud #2: Mencatat Amortisasi Hak Paten

Ayat jurnal untuk mencatat penyesuaian per 31 Desember 2024 untuk amortisasi hak paten adalah:

Contoh jurnal penyesuaian hak paten
Tabel: Jurnal aset tak berwujud – Hak Paten

Fakta Pengungkapan Aset Tak Berwujud

A: Masa Kegunaan Intangible Asset

Di Indonesia, goodwill merupakan aset tak berwujud yang paling banyak dilaporkan karena goodwill muncul dari transaksi merger yang lazim dilakukan.

Banyak negara seperti AS, Australia dan negara-negara yang menerapkan IFRS membedakan aktiva atau aset tak berwujud  dengan masa kegunaan terbatas dan tidak terbatas.

Hak paten dan hak cipta merupakan contoh aset tak berwujud dengan masa kegunaan terbatas, sedangkan merek dagang dan goodwill adalah contoh aset tak berwujud dengan masa kegunaan tak terbatas.

Goodwill adalah

B: Amortisasi Intangible Asset

Aset tak berwujud dengan masa kegunaan tidak terbatas biasanya menjadi subyek pengujian penurunan nilai (impairment test) tahunan dan bukan merupakan subyek amortisasi secara sistematis.

Di Indonesia, seluruh aset tak berwujud selain goodwill harus diamortisasi menurut masa kegunaan ekonomisnya dan tidak lebih dari 20 tahun dengan penjelasan yang dapat diterima.

Meskipun Indonesia kemungkinan dapat mengikuti langkah-langkah yang diambil negara lain dalam waktu dekat. Saat ini Standar Akuntansi Keuangan (SAK)  Indonesia tidak mengakui aset tak berwujud dengan masa kegunaan tidak terbatas.

Di antara perusahaan Indonesia  yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX), biasanya goodwill diamortisasi selama 20 tahun.

Perusahaan yang meng-amortisasi goodwill di atas 20 tahun harus mengungkapkan penjelasan yang dapat diterima dalam catatan laporan keuangannya. Pelaporan  kerugian dari penurunan nilai goodwill merupakan hal yang sangat jarang terjadi bagi perusahaan di Indonesia.

Kesimpulan

Aset tak berwujud atau intangible assets adalah kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak ada bentuknya.

Namun mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi aktivitas perusahaan. Contoh aktiva tetap tidak berwujud atau aset tak berwujud adalah merek dagang dan hak paten. Oleh karena itu, perusahaan harus mengelola aset tak berwujud dengan sebaik-baiknya.

Sejak perolehan, pengelompokan aktiva tak berwujud, perlakuan akuntansinya, serta maintenance aktiva tak berwujud. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai aktiva atau aset tak berwujud, antara lain:

  1. Pengertian aktiva/ aset tak berwujud
  2. Jurnal aset tak berwujud
  3. Kriteria aset tak berwujud
  4. Syarat-syarat aktiva tidak berwujud
  5. Metode penilaian aktiva tidak berwujud, dan
  6. Fakta di Indonesia, AS dan Eropa serta Australia.

Semoga bermanfaat. Terima kasih. *****

Note: Boleh manyadur artikel ini, tapi mohon kesadarannya yang sangat tinggi dan elegan disebutkan sumbernya, karena ada yang copy paste dan di-upload di Scribd tanpa menyebutkan sumbernya, sehingga artikel ini yang diblokir oleh Google. Thanks

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.