Cara Praktis Menghitung dan Mencatat Harga Perolehan 8 Jenis Aktiva Tetap (Fixed Asset)

6: Harga Perolehan Aktiva Tetap Perabot dan Alat-alat Kantor

Elemen-elemen yang dimasukkan dalam perabot antara lain meja, kursi, lemari, sedangkan yang dimasukkan dalam alat-alat kantor antara lain mesin hitung dan komputer.

Pembelian atau pembuatan alat-alat ini harus dipisah-pisahkan untuk fungsi-fungsi produksi, penjualan dan administrasi sehingga penyusutannya dapat dibebankan pada masing-masing fungsi tersebut.

Yang termasuk elemen-elemen yang membentuk harga perolehan aktiva aset tetap perabot dan alat-alat kantor adalah:

  1. Harga beli
  2. Biaya angkut
  3. Pajak-pajak yang menjadi tanggungan pembeli, seperti PPN

7: Harga Perolehan Aktiva Tetap Kendaraan

Kendaraan

Sebagaimana perlakuan perabot dan alat-alat kantor, maka kendaraan yang dimiliki juga harus dipisah-pisahkan untuk masing-masing fungsi yang berbeda, yang dimasukkan dalam nilai perolehan dan nilai buku kendaraan adalah :

  1. Harga faktur
  2. Bea balik nama
  3. Biaya angkut

Sedangkan pajak-pajak yang dibayar setiap periode seperti:

  1. Pajak Kendaraan Bermotor,
  2. asuransi dan
  3. biaya lainnya

Dibebankan sebagai biaya pada periode yang bersangkutan, dan dilaporkan pada Laporan Laba Rugi.

Harga perolehan kendaraan ini dihitung nilai penyusutannya selama umur ekonomis aktiva tetap menurut akuntansi.

8: Tempat Barang yang Dapat Dikembalikan (Returnable Container)

Klasifikasi Returnable Container

Barang-barang yang termasuk dalam returnable container adalah barang-barang yang digunakan sebagai tempat dari produk yang dijual seperti:

  • botol,
  • tabung elpiji 3 kg, tabung elpiji 12 kg,
  • drum, tangki,
  • embalase (istilah dalam produk minuman beralkohol seperti bir)

Perlakuan akuntansi untuk barang-barang seperti embalase sudah pernah dibahas di Sistem Pembelian. Barang-barang tersebut adalah aktiva perusahaan dan akan dihitung nilai penyusutan aset tetap selama masa kegunaannya.

“Bila tempat barang tersebut bisa dikembalikan maka harga jual tidak termasuk harga tempat barang tersebut

Pencatatan Returnable Container

Perhatikan contoh soal dan jawaban pencatatan jurnal aset tetap tempat barang (returnable container):

Perusahaan distribusi minuman ringan PT Manajemen Keuangan Distribution menjual minuman sebanyak 1000 botol dengan harga jual per botol Rp 1000. Tanggungan botol sebesar Rp 500 per botol. Pembayaran dilakukan 30 hari setelah transaksi.

Jurnal untuk mencatat penjualan tersebut adalah sebagai berikut:

jurnal pembelian aktiva tetap - container

Note:

Cara pencatatan jurnal penjualan kredit seperti di atas sebenarnya tidak tepat. Seharusnya nilai Piutang sebesar Rp 1.500.000, Penjualan Rp 1.000 dn Cadangan Tempat Barang Rp 500.000.

Sengaja saya buat seperti itu dengan maksud sekaligus digunakan sebagai contoh tema C tentang prosedur melakukan koreksi pencatatan aset tetap berikut ini…

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.