Cara Praktis Menghitung dan Mencatat Harga Perolehan 8 Jenis Aktiva Tetap (Fixed Asset)

C: Cara Koreksi Pencatatan Aset Tetap

Untuk membetulkan kesalahan dalam pencatatan jurnal transaksi keuangan, ada 2 (dua) langkah yang bisa dilakukan yaitu:

1: Membuat jurnal pembalik (reverse journal)

Tujuan pembuatan jurnal pembalik adalah untuk mengembalikan pencatatan pada posisi awal terjadinya transaksi, dalam contoh soal ini kita akan mengembalikan catatan di atas ke kondisi awal seperti berikut ini:

[Debit] Penjualan …….. Rp 500.000
[Debit] Cadangan Tempat Barang ….. Rp 250.000
[Kredit] Piutang ….. Rp 750.000

2: Membuat pencatatan jurnal koreksi

Langkah dilakukan untuk mencatat jurnal transaksi yang benar seperti berikut ini:

[Debit] Piutang ……. Rp 1.500.000
[Kredit] Penjualan ……….. Rp 1.000.000
[Kredit] Cadangan Tempat Barang …. Rp 500.000

Perhitungan:

(a) Harga jual : Rp 1.000 x 1.000 = Rp 1.000.000

(b) Tanggungan botol : Rp 500 x 1.000 = Rp  500.000

(c) Nilai penjualan : (a) + (b) : Rp 1.000.000 + Rp 500.000 = Rp 1.500.000

3: Contoh soal aset tetap beserta jawabannya

Contoh soal aset tetap dan jawabannya #1:

Bila penjualan dengan tunai maka uang tanggungan yang diterima dikreditkan ke rekening Uang Tanggungan Botol.

Pengembalian botol-botol tersebut ke perusahaan dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Cadangan Tempat Barang …….. Rp. 500.000 [Debit]
Piutang (Kas) ……………………………. Rp  500.000 [Kredit]

Contoh soal aset tetap #2:

Bila tempat barang tidak dikembalikan maka uang tanggungan botol ini menjadi milik perusahaan. Bila pembeli belum membayar uang tanggungan botol maka pembeli harus melunasinya.

Uang tanggungan botol yang dibebankan pada pembeli mungkin sebesar harga perolehan botol tersebut atau bisa lebih besar. Misalnya harga perolehan botol sebesar Rp. 500 per botol.

Bila pembeli tidak mengembalikan botol maka jurnal umum akuntansi yang dibuat adalah sebagai berikut:

Kas …………. Rp 500.000 [Debit]
Piutang ………… Rp 500.000 [Kredit]

Jurnal tersebut dibuat bila pembeli belum membayar uang tanggungan botol saat membeli minuman.

Contoh soal aset tetap #3:

Bila uang tanggungan botol sudah dibayar maka jurnal tersebut di atas tidak perlu dibuat.

Tempat barang (botol) yang tidak dikembalikan dihapuskan dari rekening Tempat Barang dengan jurnal sebagai berikut:

Cadangan Tempat Barang …….. Rp. 500.000 [Debit]
(Uang Tanggungan Botol )
Tempat Barang …………………………. Rp. 500.000 [Kredit]

Perhatikan contoh soal aset tetap #4:

Misalnya harga perolehan tempat barang sebesar Rp. 400 per botol, sedangkan uang tanggungan  yang dibebankan pada pembeli sebesar Rp. 500. Maka jika ada pembeli yang tidak mengembalikan botol, perusahaan akan mendapat keuntungan Rp 100 per botol.

Jurnal untuk mencatat tempat barang yang tidak dikembalikan sebagai berikut:

Kas ………….. Rp 500.000 [Debit]
Piutang …………. Rp 500.000 [Kredit]

Bila uang tanggungan botol sudah dibayar pada waktu penjualan maka jurnal di atas tidak ada.

Contoh Soal dan jawaban aset tetap #5:

Penghapusan botol yang tidak dikembalikan dibuat dengan jurnal sebagai berikut:

Cadangan Tempat barang ………  Rp 500.000 [Debit]
(Uang tanggungan Botol)
Tempat Barang …………………………. Rp 400.000 [Kredit]
Laba Tempat Barang ………………..  Rp 100.000 [Kredit]

Pada tanggal neraca, saldo rekening Cadangan Tempat Barang dilaporkan mengurangi piutang, seperti cadangan kerugian piutang, sedangkan rekening Uang Tanggungan Botol merupakan utang jangka pendek.

Dan bila Anda ingin tahu juga tentang aktiva tetap tidak berwujud, Anda bisa membaca di artikel: 4 Aset Tetap Tidak Berwujud.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.