Dua Metode Perhitungan Harga Pokok Tahap Proses Produksi Lanjutan

Perhitungan harga pokok sangat krusial untuk menentukan efisiensi dan keuntungan perusahaan dalam tahap proses produksi lanjutan. Ada beberapa metode yang bisa dipilih dan digunakan untuk menghitung harga pokok, dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, karakteristik produksi perusahaan, memastikan akurasi, serta relevansi informasi keuangan yang dihasilkan.

Dan artikel ini akan mengurai metode-metode tersebut secara terang benderang dengan contoh riil, yuk baca sampai kelar ya…

Persediaan Produk Dalam Proses Awal

Ada dua metode menentukan harga pokok produksi, yaitu metode rata-rata tertimbang dan metode masuk pertama, keluar pertama. Harga pokok persediaan produk dalam proses yang dihitung harga pokoknya pada akhir periode, akan menjadi harga pokok persediaan produk dalam proses pada awal periode dalam departemen produksi yang bersangkutan.

Harga pokok persediaan produk dalam proses awal periode akan berpengaruh dalam penentuan harga harga pokok produk jadi. Ada dua metode yang bisa digunakan untuk menghitung harga pokok persediaan produk, yaitu:

  1. Metode harga pokok rata-rata tertimbang
  2. Metode masuk pertama-keluar pertama (MPKP)

Selengkapnya mari ikuti pembahasannya dalam artikel berikut ini…

A: Proses Produksi Awal

Dalam suatu departemen produksi, produk yang belum selesai diproses pada akhir periode akan menjadi persediaan produk dalam proses pada awal periode berikutnya.

Produk dalam proses awal periode ini membawa harga pokok produksi per satuan yang berasal dari periode sebelumnya.

Harga pokok produksi ini kemungkinan akan berbeda dengan harga pokok produksi per satuan yang dikeluarkan oleh departemen produksi yang bersangkutan dalam periode sekarang.

Dengan demikian, jika dalam periode sekarang dihasilkan produk jadi yang ditransfer ke gudang atau ke departemen berikutnya, maka, harga pokok yang melekat pada persediaan produk dalam proses awal akan menimbulkan masalah dalam penentuan harga pokok produk jadi tersebut.

Ingin membuat Laporan Laba Rugi Usaha Restoran Anda? Baca dan pelajari langkah demi langkah membuat Laporan Keuangan Restoran dengan Excel. Sederhana, namun menggelegar!

B: Proses Produksi Departemen Lanjutan

Dalam proses pembuatan produk, umumnya bahan baku hanya dimasukkan dalam proses di departemen produksi pertama. Departemen produksi berikutnya hanya menambahkan biaya konversi saja, tapi ada kalanya di departemen setelah departemen produksi pertama, ditambahkan juga bahan baku ke dalam proses produksi.

Tambahan bahan baku ini kemungkinan akan menambah jumlah produk yang dihasilkan oleh departemen yang menambah bahan baku tersebut, tetapi terkadang tambahan baku tersebut tidak menambah jumlah satuan produk yang dihasilkan. Tambahan bahan baku ini akan berpengaruh dalam penentuan harga pokok produk.

C: Contoh Penentuan Harga Pokok

Untuk memberikan gambaran tentang pengaruh adanya persediaan produk dalam proses awal periode terhadap penentuan harga pokok produk dalam metode harga pokok proses lanjutan.

Berikut ini disajikan contoh mengenai penentuan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi (material costing). Permasalahan yang timbul hampir sama dengan persoalan perhitungan pengaruh harga pokok persediaan produk dalam proses awal dalam metode harga pokok proses.

Perhatikan contoh soal dan jawaban berikut ini:

Pada awak periode terdapat persediaan bahan baku sebanyak 100 kg, dengan harga  pokok Rp 1.000 per kg. Pada periode tersebut terjadi pembelian bahan baku sebanyak 400 kg dengan harga Rp 1.200 per kg.

Setelah dilakukan perhitungan secara seksama diketahui jumlah bahan baku yang dipakai sebanyak 250 kg. Timbul masalah harga pokok yang akan digunakan untuk menghargai bahan baku yang dipakai tersebut.

Untuk menentukan harga pokok mana yang akan digunakan untuk menilai bahan baku yang dipakai tersebut, akuntansi biaya menggunakan berbagai anggapan tentang aliran biaya.

Adanya berbagai anggapan ini, menimbulkan berbagai metode penentuan harga pokok bahan baku yang dipakai. Contohnya adalah metode harga pokok rata-rata tertimbang, metode masuk pertama keluar pertama, dan metode masuk terakhir keluar pertama.

proses perhitungan persediaan

Jika dalam contoh pemakaian bahan baku tersebut digunakan metode masuk pertama, keluar pertama, maka perhitungan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam periode tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Persediaan bahan baku awal: 100 kg x Rp 100 = Rp 100.000
  2. Pembelian bahan baku selama periode: 400 kg x Rp 1.200 = 480.00
  3. Jumlah bahan baku yang tersedia untuk dipakai:
    = (1) + (2)
    = Rp 100.000 + Rp 480.000 = Rp 580.000
  4. Harga pokok bahan baku yang dipakai selama periode yang ditentukan atas dasar metode masuk pertama, keluar pertama:
    = 100 kg x Rp 1.000 = Rp 100.000
    = 150 kg x Rp 1.200 = Rp 180.000
    Total = Rp 100.000 + Rp 180.000 = Rp 280.000
  5. Persediaan bahan baku pada akhir periode:
    = (3) – (4)
    = Rp 580.000 – Rp 280.000 = Rp 300.000

Jika contoh tersebut diterapkan dalam metode harga pokok proses, di mana pada awal periode terdapat persediaan produk dalam proses, maka pengaruh adanya persediaan produk dalam proses awal tersebut terhadap penentuan harga pokok produk jadi yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke gudang tidak berbeda dengan contoh penentuan biaya bahan baku tersebut di atas.

Perhatikan contoh soal dan jawaban berikut ini:

Misalnya, pada awal periode terdapat persediaan produk dalam proses sebanyak 200 kg dengan harga pokok yang dibawa dari periode sebelumnya sebesar Rp 800.000. Misalnya, dalam periode sekarang produk yang dihasilkan sebanyak 3.200 kg,  sedangkan biaya produksi yang dikeluarkan dalam periode sekarang berjumlah Rp 9.600.000.

Biaya tersebut untuk menyelesaikan persediaan produk dalam proses awal maupun untuk mengolah produk yang dimasukkan dalam proses periode  sekarang.

Jika produk jadi yang dihasilkan dalam periode tersebut berjumlah 2.800 kg, harga pokok produksi per kg manakah yang akan digunakan untuk menghargai produk jadi tersebut?

Pembahasan perhitungan harga pokok:

Permasalahan tersebut dapat diringkas sebagai berikut:

rumus harga pokok
Tabel: Contoh Ringkasan Biaya Produksi

Persoalannya adalah penentuan harga pokok produk jadi yang dihasilkan dalam periode sekarang, karena ada dua jenis harga pokok produksi per kg yang berbeda, yaitu:

1: Harga pokok per kg persediaan produk dalam proses awal:

= Rp 800.000 : 200 kg
= Rp 4.000

2: Harga pokok per kg produksi periode sekarang:

= Rp 9.600.000 : 3.200 kg
= Rp 3.000

Pemilihan Harga Pokok Produksi Barang

Harga pokok produksi per kg manakah yang akan digunakan untuk menentukan harga pokok 2.800 kg produk jadi tersebut?

Seperti halnya dengan contoh pemakaian bahan baku dalam contoh tersebut, maka dalam metode harga pokok proses juga digunakan anggapan aliran biaya produksi, sehingga, untuk menentukan harga pokok produk jadi dalam contoh ini, terdapat dua metode yang dapat digunakan, yaitu:

  • Metode harga pokok rata-rata tertimbang
  • Metode harga pokok masuk pertama, keluar pertama.

Jika digunakan metode masuk pertama, keluar pertama, maka harga pokok produk jadi sebanyak 2.800 kg tersebut dihitung sebagai berikut:

  • Harga pokok persediaan produk dalam proses awal:
    = 200 kg @ Rp 4.000
    = Rp 800.000
  • Harga pokok produksi sekarang:
    = 2.000 kg @ Rp 3.000
    = Rp 7.800.000
  • Harga pokok produk jadi 2.800 kg: (a) + (b)
    = Rp 800.000 + Rp 7.800.000
    = Rp 8.600.000
Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.