Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Manufaktur

Apakah harga produk yang Anda jual sudah menguntungkan?  Apakah sudah dihitung secara akurat Harga pokok penjualan (HPP) saat memproduksinya? Pengusaha dan karyawan yang bekerja di perusahaan manufaktur mengetahui dan memahaminya dengan baik. Dan bagi Anda yang belum tahu, dengan membaca artikel ini Anda akan mengetahui:

  1. Bagaimana cara menghitung harga pokok penjualan (HPP) dalam perusahaan manufaktur?
  2. Apa rumus harga pokok penjualan perusahaan manufaktur?
  3. Bagaimana laporan harga pokok penjualan perusahaan manufaktur?

Artikel ini akan membahas tuntas 3 pertanyaan tersebut. Yuk, langsung saja baca sampai kelar pembahasan beserta contoh perhitungan HPP berikut ini.

Siklus Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Manufaktur

Konsep dasar Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total pengeluaran dan beban yang dikeluarkan secara langsung atau tidak langsung untuk memproduksi barang dan jasa.

Harga pokok penjualan (HPP) perusahaan manufaktur adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang sampai siap dipasarkan. Fungsi menghitung harga pokok penjualan perusahaan manufaktur adalah untuk mengetahui total biaya produksi dan menentukan harga per unit produk.

A: Bagan Alir Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan Perusahaan Manufaktur

Bagaimana siklus HPP perusahaan manufaktur?

Harga pokok perusahaan manufaktur lebih kompleks dibandingkan perusahaan dagang. Penentuan harga ini harus benar-benar dianalisis secara akurat agar perusahaan memperoleh keuntungan yang memadai, bukan hanya ada di posisi break even point (BEP) atau titik impas, yakni suatu kondisi di mana perusahaan tidak untung namun sudah tidak rugi.

Kesulitan yang timbul bersumber dari kesulitan memahami urutan alur dan cara pencatatan jurnal HPP perusahaan manufaktur. Oleh karena itu, di awal artikel ini kita bahas bagan alir terbentuknya HPP/COGS dan penyusunan laporan harga pokok penjualan perusahaan manufaktur.

Bila digambarkan dengan bagan alir (flowchart) proses terbentuknya harga pokok penjualan perusahaan manufaktur adalah seperti pada gambar feature artikel ini di atas

Cost of goods sold (COGS) terbentuk dari komponen persediaan awal bahan baku, kemudian mengalami proses produksi yang melibatkan bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Persediaan barang jadi (inventory) adalah hasil dari proses tersebut produksi yang siap untuk dipasarkan.

B: Penyajian Laporan Harga Pokok Penjualan Perusahaan Manufaktur

Bagaimana penyajian proses pembentukan HPP dalam laporan keuangan?

Persediaan bahan baku, barang dalam proses (work in process) dan barang jadi akan disajikan dalam laporan neraca (laporan posisi keuangan/balance sheet).

Cost of goods sold akan disajikan dalam laporan laba rugi sebagai pengurang dari penjualan bersih. Hasil perhitungan tersebut adalah pendapatan kotor (gross profit).

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan Perusahaan Manufaktur

harga pokok penjualan perusahaan manufaktur

A: Proses Perhitungan Harga Pokok Penjualan Perusahaan Manufaktur

Bagaimana rumus perhitungan HPP/COGS Perusahaan Manufaktur?

Sebagaimana telah dipahami dari penjelasan siklus HPP perusahaan manufaktur, bahwa komponen cost of goods sold perusahaan manufaktur terdiri dari persediaan, tenaga kerja langsung, dan overhead.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara menghitung masing-masing komponen tersebut? Agar lebih mudah memahaminya, kami berikan beberapa contoh soal harga pokok penjualan perusahaan manufaktur.

B: Menghitung dan Mencatat Jurnal Bahan Baku

Perhatikan contoh soal harga pokok penjualan perusahaan manufaktur berikut ini:

PT Condong Ceger Kalibening Mandiri, produsen hijab instan berkelas. Pada bulan September 2021 perusahaan menerima pesanan sebesar 1.000 pcs. Di balance sheet periode Agustus 2021, saldo account:

  1. Bahan Baku = Rp 1.000.000
  2. Persediaan barang dalam proses = Rp 4.000.000
  3. Persediaan barang siap dijual = Rp 2.000.000

Tanggal 3 September 2021 perusahaan membeli bahan baku kain 1000 m dengan harga Rp 25.000 per meter. Pembayaran dilakukan akhir bulan.

Perusahaan mencatat jurnal transaksi pembelian kain sebagai berikut:

[Debit] Bahan Baku ….. Rp 25.000.000
[Kredit] Utang Usaha ………….. Rp 25.000.000

Penjelasan jurnal:

Pembelian tersebut akan menambah persediaan bahan baku sehingga dicatat pada sisi debit. Selain itu juga akan menambah utang sehingga dicatat pada sisi kredit.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.