Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Manufaktur

C: Perhitungan dan Pencatatan Jurnal Barang Dalam Proses (Work In Proses)

Perhatikan contoh soal harga pokok penjualan perusahaan manufaktur – WIP berikut ini:

Pada tanggal 10 September 2021, bahan baku tersebut digunakan dalam proses produksi sebanyak 200 meter dan perusahaan melakukan pencatatan sebagai berikut:

[Debit] Barang Dalam Proses (Work In Process) ……. Rp 5.000.000
[Kredit] Bahan Baku ….. Rp 5.000.000

Cara menghitung harga pokok penjualan perusahaan manufaktur:

= 200 x Rp 25.000
= Rp 5.000.000

Pemakaian bahan baku ini akan mengurangi persediaan bahan baku di gudang sehingga dicatat di sisi kredit, namun sebaliknya akan menambah persediaan barang dalam proses sehingga dicatat di sisi debit.

Buku Besar Account Bahan Baku:

(a). Saldo awal (tanggal 1 September 2021) = Rp Rp 1.000.000

(b). Pembelian Bahan Baku (tanggal 3 September 2021) = Rp 25.000.000

(c). Pemakaian Bahan Baku (tanggal 10 September 2021) = ( Rp 5.000.000 )

Cara menghitung harga pokok penjualan perusahaan manufaktur – Saldo Bahan Baku :

= (a) + (b) +(c)
= (Rp 1.000.000 + Rp 25.000.000) – Rp 5.000.000 = Rp 21.000.000

Buku Besar Work In Process

(a). Saldo Awal (tanggal 1 September 2021) = Rp 4.000.000

(b). Bahan Baku – WIP (tanggal 10 September 2021) = Rp 5.000.000

Saldo, Bahan Baku :

= (a) + (b)
= Rp 4.000.000 + Rp 5.000.000 = Rp 9.000.000

D: Jurnal Biaya Overhead Perusahaan Manufaktur

1: Biaya Pemeliharaan

Perhatikan contoh soal HPP perusahaan manufaktur perhitungan biaya pemeliharaan berikut ini:

Tanggal 15 Septembet 2021 PT Condong Ceger Kalibening Mandiri melakukan pemeliharaan rutin mesin dan peralatan produksi senilai Rp 5.000.000, pembayaran dilakukan secara tunai.

Transaksi ini dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

[Debit] Biaya Overhead (Pemeliharaan) – Work In Process … Rp 5.000.000
[Kredit] Kas …. Rp 5.000.000

2: Biaya utilitas

Perhatikan contoh harga pokok penjualan perusahaan manufaktur – biaya utilitas:

Perusahaan membayar biaya utilitas sebesar Rp 1.500.000 dan dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

[Debit] Biaya Overhead (Utilitas) – Work In Process ….. Rp 1.500.000
[Kredit] Kas …. Rp 1.500.000

3: Biaya tenaga kerja langsung

Berikut ini contoh soal harga pokok penjualan perusahaan manufaktur – TK Langsung:

Tanggal 25 September 2021, perusahaan membayar gaji karyawan secara tunai sebesar Rp 35.000.000, dan berikut ini cara membuat jurnal akuntansi transaksi tersebut:

[Debit] Biaya Tenaga Kerja – Work In Process …. Rp 35.000.000
[Kredit] Kas ….. Rp 35.000.000

E: Buku Besar Perusahaan Manufaktur

Transaksi-transaksi PT Condong Ceger Kalibening Mandiri selama bulan September 2021 akan nampak dalam buku besar seperti berikut ini:

(a). Saldo awal = Rp 4.000.000

(b). Bahan baku = Rp 5.000.000

(c). Biaya pemeliharaan – overhead = Rp 5.000.000

(d). Biaya utilitas – overhead = Rp 1.500.000

(e). Biaya tenaga kerja langsung = Rp 35.000.000

Saldo barang dalam proses (work in process) :

= (a) + (b) + (c) + (d) + (e)
= Rp 4.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 1.500.000 + Rp 35.000.000 = Rp 45.500.000

Berapa harga pokok produksinya?

Semua biaya yang termasuk dalam work in proses merupakan harga pokok produksi atau biaya manufaktur, yaitu:

= Rp 5.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 1.500.000 + Rp 35.000.000
= Rp 46.500.000

Sehingga kita bisa menghitung biaya produksi per unit produk, yaitu:

= Rp 46.500.000 : 1.000
= Rp 46.500

Proses Perhitungan HPP perusahaan manufaktur
Perhitungan Biaya Produksi

F: Cara Menghitung dan Mencatat Jurnal Barang Jadi

Pada tanggal 29 September, proses produksi sudah menyelesaikan sebanyak 800 pcs barang jadi dan disimpan di gudang penyimpanan.

1: Rumus Perhitungan Persediaan Barang Jadi

Persediaan barang jadi dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Jumlah produksi unit barang jadi x Harga Pokok Produksi

= 800 x Rp 46.500
= Rp 37.200.000

2: Perhitungan Persediaan Barang Dalam Proses (Work In Proses)

Berikut ini disajikan proses perhitungan barang dalam proses  (WIP) yang telah dikonversi menjadi barang jadi:

(a). Barang Dalam Proses

Biaya barang dalam proses per unit produk:

= Rp 5.000.000 : 1000
= Rp 5.000

Barang Dalam Proses yang dikonversi menjadi barang jadi:

= 800 x Rp 5.000
= Rp 4.000.000

(b). Biaya pemeliharaan – overhead

Biaya pemeliharaan yang dibebankan per unit produk:

= Rp 5.000.000 : 1000
= Rp 5.000

Biaya pemeliharaan (overhead) yang dikonversi menjadi barang jadi:

= 800 x Rp 5.000
= Rp 4.000.000

(d). Biaya utilitas – overhead

Biaya utilitas yang dibebankan per unit produk:

= Rp 1.500.000 : 1000
= Rp 1.500

Biaya utilitas yang dikonversi ke dalam barang jadi:

= 800 x Rp 1.500
= Rp 1.200.000

(e). Biaya tenaga kerja langsung

Biaya tenaga kerja langsung yang dibebankan per unit produk:

= Rp 35.000.000 : 1000
= Rp 35.000

Biaya tenaga kerja langsung yang dikonversi ke dalam unit produk:

= 800 x Rp 35.000
= Rp 28.000.000

3: Cara mencatat jurnal barang jadi

Pencatatan jurnal work in process menjadi barang jadi adalah sebagai berikut:

Persediaan Barang Jadi …………… Rp 37.200.000 [Debit]
Barang Dalam Proses (WIP) ……………… Rp 4.000.000 [Kredit]
Biaya Pemeliharaan Mesin (WIP) ……… Rp 4.000.000 [Kredit]
Beban Utilitas (WIP) ……………………….. Rp 1.200.000 [Kredit]
Biaya Tenaga Kerja Langsung  (WIP) …. Rp 28.000.000 [Kredit]

4: Buku Besar Account Persediaan Barang Jadi

(a). Saldo awal persediaan (1 September) = Rp 2.000.000

(b). Persediaan Barang Jadi (30 September) = Rp 37.200.000

Saldo Persediaan : (a) + (b)

= Rp 2.000.000 + Rp 37.200.000
= Rp 39.200.000

5: Buku Besar Rekening Work In Process

Dan berikut ini buku besar account WIP:

(a). Saldo awal = Rp 4.000.000

(b). Bahan baku = Rp 5.000.000

(c). Biaya pemeliharaan – overhead = Rp 5.000.000

(d). Biaya utilitas – overhead = Rp 1.500.000

(e). Biaya tenaga kerja langsung = Rp 35.000.000

(f). Bahan Baku – WIP (30 September) = (Rp 4.000.000)

(g). Biaya Overhead – WIP (30/9) = (Rp 4.000.000)

(h). Biaya Overhead – WIP (30/9) = (Rp 1.200.000)

(i). Biaya Tenaga Kerja Langsung – WIP (30/9) = (Rp 28.000.000)

Saldo Work In Proses :

= (a+b+c+d+e+f+g+h+i)
= Rp 4.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 1.500.000+ Rp 35.000.000 + (Rp 4.000.000) + (Rp 4.000.000) + (Rp 1.200.000) + (Rp 28.000.000) = Rp 13.300.000

G: Penjualan Barang Jadi

Produk yang terjual sampai tanggal 30 September adalah 700 pcs dengan harga per pcs adalah Rp 50.000. Pencatatan jurnal penjualan barang tersebut adalah:

[Debit] Harga Pokok Penjualan (HPP) …. Rp 32.550.000
[Kredit] Persediaan Barang Jadi ………………..  Rp 32.550.000

Penjelasan jurnal:

= Rp 46.500 x 700
= 32.550.000

Pencatatan jurnal transaksi penjualan

[Debit] Piutang Dagang …. Rp 35.000.000
[Kredit] Penjualan ……………. Rp 35.000.000

Penjelasan pencatatan jurnal:

= Rp 50.000 x 700
= Rp 35.000.000

Pencatatan jurnal transaksi penjualan akan menyebabkan persediaan barang dagangan menjadi sebagai berikut:

(a). Saldo Awal tanggal 1 September = Rp 2.000.000

(b). Persediaan Barang tanggal 30/9 = Rp Rp 37.200.000

(c). Persediaan Barang tanggal 30/9 =  (Rp 32.550.000)

Saldo persediaan barang jadi :

= (a) + (b) + (c)
= Rp 2.000.000 + (Rp 37.200.000) = Rp 6.650.000

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.