Inilah 2 Video Panduan Cara Menghitung Zakat Properti Produktif dan Zakat Profesi

Video tutorial ini tujuannya untuk melengkapi artikel tentang “ cara menghitung zakat properti produktif ” dan “ cara menghitung zakat profesi ” di blog manajemen keuangan ini.

Melalui artikel itu Anda bisa mencari tahu bagaimana cara menghitung zakat properti produktif dan zakat profesi serta bisa download gratis tabel dan form dalam excel yang siap digunakan untuk menghitung zakat.

Panduan secara tertulis tentang cara penggunaan sudah saya sertakan dalam form dan tabel tersebut. Dan video ini akan semakin membantu Anda untuk memahami dan menggunakan tabel sederhana itu.

Harapan saya, bila artikel, form, tabel, templates, dan video yang kami sajikan ini bermanfaat mohon agar disebarluaskan sehingga akan semakin banyak orang yang mendapatkan manfaatnya.

Video Panduan Menghitung Zakat Properti Produktif

Langsung saja yuk kita bahas satu per satu…

Untuk mempermudah perhitungan zakat properti produktif ini, saya menggunakan 1 (satu) form dan 1 (satu) tabel. Satu form untuk menghitung zakat properti produktif dan satu tabel untuk menghitung nilai depresiasi dari properti produktif.

Form Perhitungan Zakat Properti Produktif

Dalam form perhitungan zakat properti, saya membagi menjadi 2 (dua) komponen utama dan beberapa sub komponen.

Komponen pertama adalah Pendapatan, yang terdiri dari pendapatan properti produktif, hutang, dan depresiasi. Komponen kedua adalah Pengeluaran, yang terdiri dari biaya operasional dan biaya kebutuhan pokok.

Pada komponen pendapatan, Anda bisa memasukkan semua pendapatan dari properti produktif yang dimiliki seperti ruko, rumah sewa, dan rumah kos.

Total jumlah pendapatan properti produktif dikurangi hutang dan depresiasi merupakan pendapatan bersih.

Pengeluaran adalah jumlah total dari biaya operasional dan kebutuhan pokok.

Selisih antara pendapatan bersih dengan pengeluaran merupakan peningkatan/penurunan nilai properti produktif. Terjadi peningkatan bila hasil perhitungan itu positif dan penurunan bila hasil perhitungannya negatif.

Selanjutnya lakukan perbandingan dengan nisab zakat yaitu senilai 85 gram emas. Harga emas yang digunakan adalah harga pasar pada saat penghitungan.

Bila nilai peningkatan pendapatan properti produktif sudah mencapai nilai 85 gram emas, maka dikenai kewajiban untuk membayar zakat yang besarnya 10% dari besarnya peningkatan nilai properti produktif.

Sebaliknya bila besarnya dibawah nilai 85 gram emas maka tidak ada kewajiban untuk mengeluarkan zakat.

Tabel Perhitungan Nilai Depresiasi

Untuk menghitung zakat properti produktif, kenapa harus menghitung nilai depresiasi properti produktif?

Nilai depresiasi digunakan sebagai faktor pengurang dari seluruh pendapatan properti produktif.

Sebagai gambaran bahwa akuntansi depresiasi adalah suatu metode untuk mengalokasikan harga perolehan aktiva tetap ke periode-periode akuntansi. Faktor-faktor untuk menentukan biaya depresiasi antara lain :

1. Harga perolehan
Merupakan uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul dan biaya-biaya lain yang terjadi dalam memperoleh aktiva.

2. Nilai sisa (residu)
Nilai sisa aktiva yang didepresiasi adalah jumlah yang diterima bila aktiva itu dijual, ditukarkan atau cara-cara lain ketika aktiva tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi, dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi pada saat menjual.

3. Taksiran umur kegunaan
Taksiran umur kegunaan aktiva dipengaruhi oleh cara-cara pemeliharaan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dianut dalam pemeliharaan.

Taksiran umur ini bisa dinyatakan dalam satuan periode waktu, satuan hasil produksi atau satuan jam kerjanya. Selain dalam menaksir umur aktiva, harus diperhatikan sebab-sebab kerusakan fisik dan fungsional.

Melalui faktor-faktor di atas akan dapat dihitung nilai depresiasi tiap tahun. Nilai depresiasi ini merupakan taksiran yang ketelitiannya sangat tergantung pada ketelitian penentuan pada 3 faktor di atas.

Ketelitian nilai depresiasi ini akan mempengaruhi besarnya pendapatan bersih dari properti produktif tiap tahun.

Bila depresiasi tidak dihitung dengan teliti maka jumlah pendapatan bersih properti produktif juga tidak teliti, dan akhirnya perhitungan zakat properti produktif juga tidak teliti.

Tidak ingin kan, hasil perhitungan zakatnya tidak teliti apalagi jauh dari kenyataan. Maka itulah pentingnya menghitung nilai depresiasi dengan benar!

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung nilai depresiasi, dan dalam menghitung nilai depresiasi properti produktif ini saya menggunakan metode garis lurus (straight line method).

Lalu, bagaimana cara membuat tabel perhitungan nilai penyusutan properti produktif? Berikut ini step-stepnya.

  1. Masukkan seluruh properti produktif yang akan dihitung zakatnya, termasuk waktu belinya atau waktu memperolehnya, berapa nilainya dan jumlahnya berapa?
  2. Tentukan nilai manfaat dari properti produkti itu?
  3. Hitung nilai depresiasi per bulannya
  4. Hitung nilai depresiasi per tahun ( periode pembukuan )
  5. Hitung nilai buku properti produktif

Dalam tabel perhitungan nilai depresiasi yang sudah saya sediakan dan bisa di download gratis, Anda bisa melihat rumus-rumus penghitungannya. Dari 5 langkah di atas, Anda hanya perlu melakukan step 1 dan 2. Untuk step 3 sampai 5 secara otomatis akan menghitung sendiri.

Atau bila Anda ingin mengetahui rumus-rumus penghitungannya secara rinci, Anda bisa membaca artikel “cara menghitung zakat properti produktif” pada sub judul “template (form,tabel) perhitungan zakat properti dan penyusutan properti”

Okay untuk lebih jelasnya langsung saja ikuti video tutorialnya berikut ini :

Video Panduan Menghitung Zakat Profesi

Untuk menghitung zakat profesi, saya membedakan menjadi 2 bagian yaitu perhitungan zakat profesi dengan pendapatan aktif, biasanya untuk mereka yang memperoleh penghasilan yang jumlahnya relatif tetap untuk tiap bulannya.

Form perhitungannya hampir sama dengan form untuk menghitung zakat properti, yang membedakan ada pada komponen utama.

Bagian kedua, perhitungan zakat profesi dengan pendapatan pasif, yaitu untuk profesional yang memperoleh penghasilan yang jumlahnya tidak tetap untuk tiap bulannya.

Cara perhitungannya adalah dengan menjumlahkan pendapatan bersih selama satu tahun. Pendapatan bersih ini adalah pendapatan yang sudah dikurangi dengan biaya, seperti biaya gaji, operasional, dan kebutuhan pokok.

Hasil dari penjumlahan ini kemudian dibandingkan dengan nisab zakat senilai 85 gram emas. Bila jumlahnya sudah mencapai nisab maka ada kewajiban untuk mengeluarkan zakat profesi sebesar 2,5% dan sebaliknya bila jumlahnya dibawah nisab maka tidak ada kewajiban untuk mengeluarkan zakat.

Bila Anda ingin mengetahui secara lebih rinci mengenai seluk beluk zakat profesi, artikel “ cara menghitung zakat profesi” ini mungkin akan membantu Anda.

Dan berikut ini adalah video tutorial cara menghitung zakat profesi:

***