Inilah 6 Cara Memperoleh Aktiva Tetap dan Pencatatan Akuntansinya

6 cara memperoleh aktiva tetap dan pencatatan akuntansinya

Aktiva Tetap adalah aktiva yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan.

Untuk pengertian dan jenis-jenis aktiva bisa baca di artikel :  Inilah Pengertian Aktiva dan Jenis-jenisnya.

Aktiva tetap bisa diperoleh dengan berbagai cara. Setiap cara yang digunakan akan mempengaruhi penentuan harga perolehannya.

Berikut ini cara-cara untuk memperoleh aktiva tetap dan cara penentuan harga perolehannya:

#1. Pembelian Tunai

Aktiva tetap yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam pembukuan dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan.

Jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap termasuk harga yang tercantum di faktur dan semua biaya yang dikeluarkan agar aktiva tetap tersebut siap dipakai.

Biaya-biaya tersebut adalah biaya angkut, premi asuransi dalam perjalanan, biaya balik nama, biaya pemasangan dan biaya percobaan.

Semua biaya tersebut dikapitalisasi sebagai harga perolehan aktiva tetap.

Apabila dalam pembelian aktiva tetap ada potongan tunai, maka potongan tunai tersebut merupakan pengurangan terhadap harga faktur, tidak memandang apakah potongan itu didapat atau tidak.

Apabila dalam suatu pembelian diperoleh lebih dari satu macam aktiva tetap maka harga perolehan harus dialokasikan pada masing-masing aktiva tetap.

Misalnya dalam pembelian gedung beserta tanahnya maka harga perolehan dialokasikan untuk gedung dan tanah.

Dasar alokasi yang digunakan sedapat mungkin dilakukan dengan harga pasar relatif masing-masing aktiva, yaitu dalam hal pembelian tanah dan gedung maka dicari harga pasar tanah dan harga pasar gedung, masing-masing harga pasar ini dibandingkan dan menjadi dasar alokasi harga perolehan.

Apabila harga pasar masing-masing tidak diketahui maka alokasi harga perolehan dapat dilakukan dengan menggunakan dasar surat bukti pembayaran pajak (misalnya Pajak Bumi dan Bangunan).

Baca juga : Beginilah Cara Alokasi Pajak Penghasilan di Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Manufaktur

Jika tidak ada dasar yang dapat digunakan untuk alokasi harga perolehan maka alokasinya didasarkan pada putusan pimpinan perusahaan.

#2. Pembelian Angsuran

Apabila aktiva tetap diperoleh dari pembelian angsuran, maka dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga.

Bunga selama masa angsuran baik jelas-jelas dinyatakan atau tidak dinyatakan tersendiri, harus dikeluarkan dari harga perolehan dan dibebankan sebagai biaya bunga.

Cara pencatatannya  adalah pembayaran setiap tahun dibuat jurnal yang mengurangi utang sebesar pokok pinjaman yang dilunasi dan mendebit biaya bunga untuk tahun yang bersangkutan dan kreditnya kas sebesar angsuran.

#3. Ditukar dengan Surat-surat Berharga

Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau obligasi perusahaan.  Dicatat dalam buku besar sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar.

Apabila harga pasar saham atau obligasi itu tidak diketahui maka harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut.

Apabila harga pasar surat berharga dan aktiva tetap yang ditukar kedua-duanya tidak diketahui maka dalam keadaan seperti ini nilai pertukaran ditentukan oleh keputusan pimpinan perusahaan.

Nilai pertukaran ini dipakai sebagai dasar pencatatan harga perolehan aktiva tetap dan nilai-nilai surat berharga yang dikeluarkan.

Pertukaran aktiva tetap dengan saham atau obligasi perusahaan akan dicatat dalam rekening Modal Saham atau Utang Obligasi sebesar nilai nominalnya, selisih nilai pertukaran dengan nilai nominal dicatat dalam rekening Agio/Disagio.

Aktiva tetap , misalnya mesin                      xxxx
               Modal                                                                xxxx
               Agio Saham                                                      xxxx  

Bila dalam pertukaran ini perusahaan menambah dengan uang muka harga perolehan mesin adalah jumlah uang yang dibayarkan ditambah dengan harga pasar surat berharga yang dijadikan penukar.

#4. Ditukar dengan Aktiva Tetap yang lain

Banyak pembelian aktiva tetap dilakukan dengan cara tukar menukar atau istilah populernya “tukar tambah”.  Aktiva lama digunakan untuk membayar aktiva baru baik seluruhnya atau sebagian di mana kekurangannya dibayar tunai.

Kondisi seperti ini prinsip harga perolehan tetap harus digunakan, yaitu aktiva baru dikapitalisasikan dengan jumlah sebesar harga aktiva lama ditambah uang yang dibayarkan (kalau ada) atau dikapitalisasikan sebesar harga pasar aktiva baru yang diterima.

Masalah akan timbul apabila harga aktiva lama maupun aktiva baru tidak bisa ditentukan. Kondisi seperti ini nilai buku aktiva lama akan digunakan sebagai dasar pencatatan pertukaran tersebut.

Masalah lainnya adalah pengakuan rugi atau laba yang timbul karena adanya pertukaran aktiva tersebut.

Ada dua hal yang berkaitan dengan laba rugi yaitu pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis dan sejenis.

Apabila menyangkut aktiva tetap yang tidak sejenis, perbedaan antara nilai buku aktiva tetap yang diserahkan dengan nilai wajar yang digunakan sebagai dasar pencatatan aktiva yang diperoleh pada tanggal transaski harus diakui sebagai laba atau rugi pertukaran aktiva tetap.

Sedangkan bila menyangkut pertukaran aktiva tetap yang sejenis maka laba yang timbul akan ditangguhkan.

Apabila pertukaran tersebut menimbulkan kerugian maka ruginya dibebankan dalam periode terjadinya pertukaran.

#5. Diperoleh dari Hadiah atau Donasi

Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi pencatatannya bisa dilakukan menyimpang dari prinsip harga perolehan.

Untuk menerima hadiah seringkali juga dikeluarkan biaya-biaya namun biaya-biaya tersebut jauh lebih kecil dari nilai aktiva tetap yang diterima.

Bila aktiva tetap dicatat sebesar biaya yang sudah dikeluarkan maka hal ini akan menyebabkan jumlah aktiva dan modal terlalu kecil, juga beban depresiasi menjadi terlalu kecil.

Untuk mengatasi keadaan ini maka aktiva yang diterima sebagai hadiah dicatat sebesar harga pasarnya.

Depresiasi atau penyusutan aktiva tetap yang diterima dari hadiah dihitung dengan cara yang sama dengan aktiva tetap yang lain.

Ingin tahu cara menghitung penyusutan aktiva tetap? ikuti artikel Metode Perhitungan Nilai Penyusutan

Bagaimana bila donasi yang akan diterima itu belum pasti?

Bila donasi yang diterima itu belum pasti akan menjadi milik perusahaan maka aktiva dan modal dicatat sebagai elemen yang belum pasti (contingent).

Bila hak atas aktiva tetap tersebut sudah diterima maka barulah contingent asset tadi dicatat sebagai harta (aktiva).

Bagaimana perhitungan depresiasi atau penyusutannya?

Perhitungan penyusutan dimulai sejak saat aktiva tetap tersebut diterima sebagai hadiah yang belum pasti.

Perhitungan depresiasinya dilakukan dengan cara yang sama seperti aktiva-aktiva tetap yang lain.

#6. Aktiva yang Dibuat Sendiri

Melalui pertimbangan tertentu perusahaan seringkali membuat sendiri aktiva tetap yang diperlukan seperti gedung, alat-alat dan perabot.

Pembuatan aktiva ini biasanya dengan tujuan untuk mengisi kapasitas atau karyawan yang masih idle.

Semua biaya yang dibebankan untuk pembuatan aktiva sendiri seperti bahan, upah langsung dan factory overhead langsung tidak menimbulkan masalah dalam menentukan harga pokok aktiva tetap yang dibuat.

Tapi untuk biaya factory overhead tidak langsung menimbulkan sebuah pertanyaan tentang berapa besar yang harus dialokasikan untuk aktiva yang sedang dibuat itu?

Ada 2 cara untuk membebankan biaya factory overhead yaitu :

  • Kenaikan biaya factory overhead yang dibebankan pada aktiva yang dibuat.
  • Biaya factory overhead dialokasikan dengan tarif untuk pembuatan aktiva dan produksi.

Bagaimana bila pembuatan sendiri aktiva menggunakan dana pinjaman?

Maka bunga pinjaman selama masa pembuatan aktiva dikapitalisasi dalam harga perolehan aktiva.

Sesudah aktiva itu selesai dibuat maka biaya bunga pinjaman dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya.

Biaya-biaya lain yang timbul dalam masa pembuatan aktiva dibebankan sebagai harga perolehan aktiva tetap.

Demikianlah 6 cara untuk memperoleh aktiva tetap dan cara pencatatan akuntansinya.

Bagaimana dengan aktiva tetap Anda?

***s

2 Komentar

Komentar ditutup.