Inilah Alasan Mengapa Perlu Manajemen Keuangan?

mengapa perlu manajemen keuangan

Manajemen Keuangan secara sederhana dapat didefinisikan bagaimana cara mengelola sumber daya yang dimiliki atau dengan modal yang dimiliki, mampu menghasilkan keuntungan real sebesar-besarnya. Atau dengan istilah lain “mengetahui kekuatan untuk mengoptimalkan laba

Ada tetangga sekampung yang menurut pengamatan saya pandai meng-optimalkan MODAL yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan yang maksimal.

Dalam sebuah obrolan ringan yang terjadi di depan rumah tetangga …

“Teras depan itu akan dijadikan apa Pak, kok renovasinya tidak berhenti-berhenti, terus berlanjut?” sapa temannya saat lewat depan rumahnya.

“Tidak apa-apa Pak, iseng saja mau buka lapak nasi goreng dan cap cay” jawabnya santai.

“nyoba Pak, barangkali laku dan laris, kan lumayan bisa nambah-nambah uang recehan, hehehe“ lanjutnya.

“Wow, pean itu kreatif banget ya Pak, tahu cara meng-optimalkan modal untuk meningkatkan pendapatan….”

“ Sebenarnya biasa saja Pak, setiap orang BISA kalau mau. Poko’e ada yang bisa dimanfaatkan dan halal yo jalan saja Pak”

“ Contohnya, lantai satu masih kosong dan nganggur, ya saya jadikan kos-kosan, kemudian teras kosong,  saya buka lapak nasi goreng dan cap cay, apalagi tepat di pinggir jalan yang ramai, sayang kalau tidak digunakan Pak”  lanjutnya.

“ Betul, betul, betul ” jawab temannya, lalu keduanya pun tertawa…

Begitu sepenggal obrolan ringan yang terjadi antara tetangga sekampung dengan temannya.

Sebuah obrolan kecil yang menggambarkan betapa tetangga sekampung memang pinter melihat dan memanfaatkan peluang.

Dan sacara sekilas dalam skala kecil itu sudah termasuk dalam manajemen keuangan!

Dari definisi sederhana dan sepenggal obrolan ringan di atas, kita dapat melakukan analisa sederhana, bahwa manajemen keuangan menyangkut 3 elemen pokok, yaitu :

#1. Bagaimana cara mendapatkan sumber daya misalnya dana.

Dalam hal ini meliputi semua upaya perusahaan untuk memperoleh sumber daya termasuk dana. Sumber daya tersebut bisa dari dalam perusahaan dan luar perusahaan. Misalnya utang, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

 

#2. Bagaimana mengelola sumber daya yang sudah diperoleh tersebut.

Setelah sumber daya termasuk dana-dana sudah diperoleh, perusahaan akan menggunakan dana-dana tersebut untuk membeli aset dan semua perangkat yang diperlukan untuk beroperasinya perusahaan.

Agar aset-aset tersebut bisa berfungsi dengan baik, maka perlu dikelola dengan baik agar tujuan dari perusahaan benar-benar bisa dicapai.

 

#3. Bagaimana mengoptimalkan sumber dana yang telah diperoleh tersebut untuk mendapatkan laba.

Setelah dana-dana tersebut di-investasikan untuk pembelian aset tetap dan perangkat pendukung lainnya maka tugas dari perusahaan adalah mengoptimalkan semua itu untuk mendapatkan laba yang maksimal.

Agar ketiga elemen itu bisa berjalan sesuai dengan visi misi perusahaan maka perlu dilakukan 4 aktivitas yang sering dikenal dengan POAC : 1) Planning, 2) Organizing, 3) Actuating, 4) Controlling.

Penjelasan sederhana dari tiap aktivitas itu adalah sebagai berikut :

Aktivitas #1. Planning

Planning atau Perencanaan dibuat dan disusun sebelum sebuah aktivitas dijalankan.

Perencanaan sebaiknya disusun secara rinci dan aplikatif, sejak sebuah aktivitas dimulai hingga tujuan dari aktivitas tersebut tercapai.

Di mulai dengan menentukan tujuan dan penjelasan tentang aktivitas itu, strategi untuk mencapai tujuan aktivitas sampai evaluasi.

Menentukan Tujuan

Tanpa perencanaan yang baik dan matang, sebuah aktivitas tidak akan bisa berjalan dengan baik atau bahkan bisa gagal.

Saat menyusun perencanaan, ada beberapa hal yang perlu ditekankan, antara lain :

  1. Tujuan dan skalanya harus jelas, sehingga tidak menimbulkan keraguan.
  2. Tujuan benar-benar bisa untuk dicapai.
  3. Tingkat keberhasilannya bisa diukur.
  4. Sumber daya yang ada mempunyai kemungkinan dan bisa dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut.
  5. Ada target waktu yang jelas.

Baca juga : Standard Operating Procedure (SOP) Finalisasi Anggaran

 

Aktivitas #2. Organizing

Setelah tujuan ditentukan, maka proses selanjutnya adalah bagaimana cara untuk mewujudkannya.

Maka perlu disusun perangkat-perangkat atau tools untuk mewujudkan tujuan tersebutl, yaitu dengan mengorganisir sumber daya yang dimiliki agar bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan.

pembentukan perangkat kerja

Dalam aktivitas ini dituntut untuk bisa mengoptimalkan berbagai potensi individu-individu yang tersedia menjadi satu kekuatan yang powerful untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pada tahapan inilah kita mengenal struktur organisasi, di mana setiap bagian dari struktur dibebankan tugas dan tanggungjawab yang sesuai dengan skill-nya.

Ingin memiiki skill dan menjadi jago akuntansi keuangan yang mumpuni? ikuti program : Kursus Akuntansi Surabaya.

 

Aktivitas #3. Actuating 

Pada aktivitas ini merupakan pelaksanaan nyata agar tujuan dari planning yang sudah disusun bisa dicapai.

Bagaimana agar orang-orang yang sudah ditempatkan dalam struktur organisasi yang telah disusun bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan optimal.

Oleh karena itu perlu kerjasama yang baik dan saling mendukung antar struktur.

 

Aktivitas #4.  Controlling

Controlling

Controlling atau pengawasan adalah aktivitas untuk melakukan penilaian terhadap proses pelaksanaan dari semua aktivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Untuk bisa melakukan penilaian maka harus ada standar penilaian yang telah ditentukan.

Bila sebuah aktivitas tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan maka perlu dicari penyebabnya kemudian dilakukan koreksi terhadap aktivitas tersebut.

Apakah nilai standarnya yang tidak realistis atau pelaksanaannya yang belum maksimal.

Aktivitas pengawasan ini bisa dalam bentuk supervisi, pengawasan langsung, inspeksi atau audit.

Jadi secara umum fungsi dari controlling antara lain :

  1. Menjaga semua aktivitas perusahaan atau organisasi selalu dalam track yang benar.
  2. Secara terus menerus melakukan improvisasi terhadap proses yang dijalankan.
  3. Mengetahui dan menemukan kesalahan atau kelemahan sejak dini sehingga bisa segera melakukan tindakan perbaikan.

Contoh aktivitas controlling atau pengawasan antara lain :

  1. Melakukan evaluasi secara terus menerus dan perbaikan terhadap sistem keuangan perusahaan.
  2. Melakukan audit terhadap sistem akuntansi dan keuangan perusahaan.
  3. Menyediakan laporan keuangan perusahaan dan analisa laporan keuangan untuk menilai kinerja perusahaan.

Ke-empat aktivitas tersebut harus dijalankan secara DISIPLIN, sebab tanpa pelaksanaan yang disiplin hanya akan membuang-buang waktu, tenaga dan dana tanpa membuahkan hasil yang diharapkan!




Setelah melakukan 4 aktivitas di atas, lalu bagaimana cara menilai kinerja keuangannya?

Untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan digunakan rasio-rasio keuangan berikut ini :

#1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas digunakan untuk menilai kemampuan aset lancar yang dimiliki perusahaan untuk menjamin kewajiban jangka pendeknya.

Ada 3 jenis rasio likuiditas yaitu :

  • Rasio Lancar ( Current Ratio )
  • Rasio Cepat ( Quick Ratio )
  • Rasio Kas ( Cash Ratio )

Perhitungan, penjelasan dan contoh studi kasus mengenai ketiga rasio tersebut dapat anda baca dan pelajari di : Mengintip Laporan Keuangan PT TPSF Tbk Produsen Beras Maknyuss & Ayam Jago dan Beginilah Cara Menilai Kinerja Keuangan Sebuah Bank.

 

#2. Rasio Leverage 

Rasio Leverage digunakan untuk menilai perbandingan komposisi sumber dana yang digunakan perusahaan untuk melakukan aktivitasnya, baik sumber dana dari pemegang saham dan dari utang.

Ada 3 jenis rasio leverage, yaitu :

  • Rasio Utang
  • Rasio Utang terhadap Ekuitas
  • Rasio Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas

 

#3. Rasio Aktivitas

investasi

Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki.

Ada 3 jenis rasio aktivitas, yaitu :

  • Inventory Turn Over (ITO)
  • Fixed Asset Turn Over (FATO)
  • Total Asset Turn Over (TATO)

 

#4. Rasio Profitabilitas

Rasio Profitabilitas digunakan untuk menilai efektivitas perusahaan dalam mengelola investasinya bila dilihat dari nilai penjualan dan laba perusahaan.

Ada beberapa rasio yang digunakan, antara lain :

  • Net Profit Margin (NPM)
  • Return On Investment (ROI)
  • Return On Equity (ROE)

 

#5. Rasio Pasar

Rasio Pasar digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham dan nilai saham perusahaan.

Rasio pasar yang digunakan antara lain :

  • Earning Per Share (EPS)
  • Price Earning Ratio (PER)

Dengan memahami lima rasio keuangan tersebut, kita akan bisa menilai kinerja sebuah perusahaan, sehingga bila kinerjanya tidak sesuai dengan tujuan awal yang telah ditentukan segera bisa mengambil tindakan agar bisa mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Ada beberapa perusahaan yang mengalami kesalahan dalam membangun logika finansialnya.

Kesalahan ini terjadi karena kurang memahami proses finansial yang berlaku di perusahaannya.

Kesalahan tersebut tidak terasa akan menyebabkan perusahaan semakin bergeser dari track yang seharusnya dijalani.

Pengusaha yang memilik mindset manajemen keuangan yang benar, selalu tahu kapan harus bergerak, di mana harus memposisikan diri, dan bagaimana caranya untuk segera berbelok.

Sehingga akan terus FOKUS pada tujuan yang telah ditetapkan. Keep your FOCUS!



***