Inilah Cara Jitu Meningkatkan Kinerja Perusahaan




cara jitu meningkatkan kinerja usaha

Kisah pendaratan darurat sebuah pesawat komersial yang dijadikan peringatan dalam latihan keamanan untuk pilot-pilot perusahaan penerbangan terjadi pada tahun 1978.

Kisah itu bermula saat sang pilot yang memiliki perangai menakutkan dan sok berkuasa menghadapi masalah pada gigi pendarat.

Sang pilot berusaha mencari beberapa alternatif mekanisme pendaratan. Bersamaan dengan itu pesawat terus mengitari lapangan udara pada posisi ketinggian yang cukup tinggi.

Saat sang pilot sibuk dengan usahanya untuk mencari alternatif mekanisme pendaratan yang dianggap paling aman,  alat pengukur persediaan bahan bakar sedikit demi sedikit menuju ke titik nol.

Kondisi itu sebenarnya diketahui para kopilot, namun mereka takut pada sang pilot sehingga para kopilot diam.

Dan akhirnya kita tahu,  pesawat terhempas menewaskan 10 orang.

Sekilas dari kisah di atas dapat diketahui seandainya saat itu terjadi kerjasama yang baik antar personal dalam sebuah tim maka banyak kesalahan yang bisa dicegah sebelum mengakibatkan dampak kerusakan yang lebih besar.

 

Kerja tim, jalur komunikasi yang terbuka, kerja sama, saling mendengarkan, dan menyampaikan pendapat dengan jujur merupakan elemen-elemen penting dalam sebuah tim.

 

Sebaliknya, atasan yang arogan, sok berkuasa, dan pemarah adalah salah satu dari beberapa kombinasi kerusakan di sebuah tim.

Bayangkan konsekuensi  yang akan diterima sebuah tim bila salah satu dari anggota tim tidak bisa mengelola amarahnya dengan baik dan tidak peka terhadap orang-orang di sekitarnya.

Bila seseorang terganggu emosinya maka ia tidak akan bisa mengingat, berkonsentrasi, belajar atau membuat keputusan dengan jernih.

Mirip dengan sebuah istilah bahwa “ stres membuat orang menjadi bodoh”.

Pengaruh atau dampak  adanya anggota tim yang tidak bisa mengelola emosinya terhadap keuntungan atau kerugian perusahaan  bisa saja tidak langsung  dirasakan dalam jangka pendek.

Namun bila tidak ada perbaikan, dan kondisi seperti itu dibiarkan maka secara pasti akan merugikan perusahaan.  Dan tanda-tandanya bisa dilihat dan dirasakan.

Ada beberapa tanda kerugian yang akan dialami sebuah perusahaan, yaitu :

#1. Produktivitas perusahaan yang semakin menurun.

Salah satu cara melihat tingkat produktivitas sebuah perusahaan adalah dengan membaca laporan keuangannya.

Dari laporan keuangan bisa diketahui bagaimana kondisi aset, modal, hutang, penjualan, laba, beban dan kelayakan usahanya.

Berikut ini contoh laporan keuangan dari perusahaan yang kondisinya semakin memburuk :

kinerja keuangan bakrie telecom

Bakrie Telecom, anak perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk, yang bergerak dalam bidang telekomunikasi teknologi CDMA.

Kinerja keuangan 2006, pendapatan 608 M, laba 144M, aset 2,217T, utang 722M, ekuitas 1,495T.

Pada tahun 2010 pendapatan mulai stagnan. Pada tahun 2011 pendapatan  menurun 6,2%. Penurunan tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan persentase laba terhadap pendapatan pada  periode tahun 2007-2010 yang sebesar 5,3%.

Apakah PT Bakrie Telecom bisa bangkit kembali?

#2. Tenggat waktu yang semakin banyak dilanggar.

Laporan yang selesai tepat waktu, jam masuk karyawan tidak ‘molor’ dan penghargaan karyawan terhadap waktu sangat tinggi adalah beberapa indikasi bahwa perusahaan masih kuat.

Sebaliknya, perusahaan yang kurang peduli terhadap waktu, banyak laporan yang selesainya di atas waktu yang sudah ditentukan dan karyawan  se-enaknya sendiri masuk kerja, adalah perusahaan yang sudah menjelang kematiannya.

#3. Kekeliruan dan kecelakaan kerja yang sering terjadi.

Prosedur keselamatan kerja yang ketat, alat-alat penyelamatan kerja yang lengkap, dan zero kecelakaan kerja adalah cermin dari perusahaan yang masih eksis dan baik.

Sebaliknya, perusahaan yang mengabaikan keselamatan kerja karyawan,  cepat atau lambat akan kolaps.

#4. Banyak karyawan yang mengundurkan diri.

Banyaknya karyawan yang mengundurkan diri dan berpindah ke perusahaan lain adalah salah satu indikasi bahwa sebuah perusahaan mengalami kinerja keuangan yang semakin menurun.

Bila karyawan merasa sudah tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan di satu perusahaan tentu karyawan akan meninggalkan perusahaan tersebut dan mencari yang lebih baik.

Baca juga : Sebelum Anda Mengucapkan Kata-kata Perpisahan Kepada Rekan Kerjamu, Renungkan 3 Tips Ini.

Atau agar kepindahan kerja Anda menjadi jalan kesuksesan baca ini : Hobimu Berpindah-pindah Pekerjaan Akan Melejitkan Karir Keuanganmu, Bila 3 Hal Ini Anda Lakukan.

Bila empat tanda-tanda itu terus terjadi, maka laba perusahaan semakin menurun bahkan bisa menderita kerugian dan akhirnya bangkrut.

Agar terhindarkan dari ke-empat tanda-tanda di atas maka salah satu yang perlu diperbaiki adalah mengelola keterampilan emosional karyawan.

Sehingga setiap karyawan akan bisa memiliki  kemampuan dalam mengelola perselisihan  sehingga tidak semakin memanas, mampu memasuki kondisi yang baik pada saat bekerja.

Bagi pimpinan perusahaan, mereka akan menyadari bahwa memimpin bukanlah berarti menguasai, melainkan seni menyakinkan orang untuk bekerja  keras menuju sasaran bersama.

Dan dalam rangka memantapkan karier setiap karyawan maka setiap karyawan harus menyadari bahwa tidak ada yang lebih penting selain mengenali perasaan-perasaan dirinya.

Dan juga mengenai hal-hal yang dikerjakan dan perubahan-perubahan apa yang membuat karyawan benar-benar lebih puas dengan yang dikerjakan.

Berikut ini  3 hal yang bisa diterapkan agar empat tanda-tanda kerugian di atas bisa dihindari :

#1. Mampu Menyampaikan Keluhan sebagai Kritik Membangun

Bagaimana kritik disampaikan dan diterima sangat besar pengaruhnya dalam menentukan seberapa jauh kepuasaan seseorang akan pekerjaannya dengan orang-orang yang menjadi rekan kerjanya dan orang-orang yang di bawah tanggung jawabnya.

Kritik yang bijaksana difokuskan pada apa yang dilakukan oleh seseorang, bukan menyudutkan ciri karakternya untuk pekerjaan yang tidak dilakukan dengan baik.

Bagaimana dengan yang menerima kritik?

Bagi orang-orang yang menerima kritik maka anggaplah bahwa kritik tersebut adalah sebuah informasi berharga tentang bagaimana bekerja dengan lebih baik.

Bila kritik yang disampaika terlalu kasar maka mintalah agar segera diakhiri dan dilanjutkan lain waktu.

Selain itu lihatlah kritik sebagai kesempatan untuk bekerja bersama pengkritik untuk menyelesaikan msalahnya bukan uluran untuk bermusuhan.

#2. Menciptakan suasana di mana keragaman dihargai dan bukan menjadi sumber pertentangan.

Budaya perusahaan harus berubah untuk mendukung toleransi, walaupun bias-bias pribadi tetap masih ada.

Tim yang memiliki perspektif yang beraneka ragam, bila mampu bekerja dengan harmonis cenderung memiliki pemeahan yang lebih baik, lebih kreatif, dan lebih efektif dari pada tim yang bekerja secara terpisah.

#3. Menjalin jaringan kerja secara efektif.

Produktivitas seorang karyawan tergantung pada upaya karyawan yang dipadukan sebagai bagian dari tim organisasi.

Walaupun orang biasanya selalu bekerja bersama-sama kata Peter Drucker

Tim menjadi unit kerja yang utuh, bukan individu itu sendiri

Banyak hal yang dilakukan oleh seorang karyawan di tempat kerjanya tergantung pada kemampuan orang itu untuk memanfaatkan jaringan yang luwes dengan sesama rekan kerja.

Tugas yang berbeda mencerminkan adanya kebutuhan karyawan yang berbeda dalam jaringan tadi.

Bagaimana seseorang dapat membangun jaringan kerja yang berarti mengemas jaringan sebagai tim khusus yang bekerja dalam jangka waktu tertentu merupakan faktor krusial dalam suksesnya pekerjaan.

 

***

 

8 Komentar

  1. Setiap karyawan akan merasa senang bekerja di tempat yang kondusif.
    Atasan yang tidak otoriter asal memerintah atau teman yang tidak mau diajak bekerja sama memang dapat memacu seseorang untuk keluar dari tempatnya bekerja.
    Apabila hal ini dibiarkan terus, bisa saja dapat membuat perusahaan gulung tikar, ya…

  2. Untuk kiat ketiga saya jadi teringat kondisi saat masih bekerja dulu. Ada seorang karyawan yang sering tidak memenuhi tenggat tapi tidak mendapat hukuman. Pekerjaan malah dilempar ke karyawan lain. Memang tidak produktif seperti itu.

    • Untuk karyawan seperti itu barangkali dicari penyebabnya,
      kalau memang tidak suka pekerjaan itu cari dan tempatkan di pekerjaan yang di sukai, dengan seperti itu mudah-mudahan akan produktif dan memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan.

  3. Kinerja karywan yang baik adalah asset terbesar yang tak terlihat tapi bisa dirasakan. Perusahaan oil and gas di Inggris dan Amerika adalah contoh baik bagaimana mereka memperlakukan karyawannya. Saya pernah meraskannya sendiri.

    Salam Criing

Komentar ditutup.