Cara Menentukan Harga Obligasi
A: Bunga Obligasi
Bagaimana cara menentukan atau menghitung harga obligasi?
Harga jual beli obligasi tidak selalu sebesar nilai nominalnya. Besarnya harga ditentukan oleh tingkat bunga obligasi. Jadi, “semakin besar bunganya, harga obligasi semakin tinggi dan sebaliknya semakin kecil bunga obligasi, semakin rendah harganya.”
Untuk mengetahui apakah bunga obligasi itu cukup besar atau kurang, maka kita membandingkan antara persentase bunga obligasi dengan tingkat bunga di pasar.
Bila persentase bunga obligasi melebihi tingkat bunga di pasar, maka harga jual obligasi akan di atas nilai nominal (dengan agio). Tapi bila tarif bunga obligasi lebih rendah daripada tingkat bunga di pasar maka harganya di bawah nilai nominal (dengan disagio).
***
Agio atau disagio obligasi adalah perbedaan antara tarif bunga obligasi dengan tingkat bunga di pasar untuk seluruh bunga obligasi yang dibayarkan.
Bunga obligasi ditambah atau dikurangi dengan agio atau disagio yang timbul pada saat pembelian menunjukkan hasil sesungguhnya dari obligasi, disebut tarif efektif. Untuk menentukan besarnya harga obligasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Menghitung nilai tunai dari : Jumlah jatuh tempo + nilai tunai bunga yang akan diterima.

B: Perhitungan Nilai dan Bunga Obligasi
Bagaimana cara menghitung nilai dan bunga obligasi?
Perhatikan proses dan cara perhitungan harga obligasi berikut ini:
Pada tanggal 01 Januari 2015 Pak Budi membeli obligasi dari PT Berkah Jaya dengan nilai nominal Rp. 10.000.000,- , bunga 7% per tahun, dibayarkan setiap tanggal 31 Desember. Jatuh tempo tanggal 31 Desember 2015 dengan tujuan untuk mendapatkan hasil sesungguhnya (tarif efektif) sebesar 8%.
Perhitungan harga beli oleh Pak Budi sebagai berikut :

Jadi harga beli obligasi di atas agar menghasilkan tarif efektif 8% adalah sebesar :
= Rp. 6.805.800,- + Rp. 2.794.897,-
= Rp. 9.600.697,-
Atau dengan kata lain ada disagio obligasi sebesar :
= Rp. 10.000.000 – Rp. 9.600.697
= Rp. 399.303,-
Selama ini, saya kurang paham tentang obligasi. Tapi dari tulisan ini, saya dapat mengerti tentang obligasi. Makasih sharingnya Mas.
kalau bukan anak akutansi baca begini pusing juga ya
Salam kenal masbro,, terima kasih sudah berkunjung ke blog ku
Pertama kali aku datang ke web masbro ini buat aku bengong, lah isinya semua tentang ilmu keuangan, keren lah walau jujur otak ku sudah gimana gitu kalo mau belajar lagi, secara faktor “U” berlaku :D.
Menjawab pertanyaan masbro di blog ku, buat aku cengar-cengir, secara soal nulis aku memang tak pintar2 amat seperti pak amat, jadi memang perlu waktu khusus. Ditanya kenapa? karena pekerjaan offline ku sangat menyita pikiran, jadi sebisanya aku ngeblog cuma dihari sabtu atau minggu, kadang juga ya minimal 1 bulan sekali update tulisan di blog.
gitu ajaa,,,sekali lagi terima kasih, sukses terus tuk masbro 🙂
Wah penting banget nih ilmu2 keuangan di blog ini… bermanfaat sekali…
terimaksih mas