Obligasi: Pengertian, Cara Menghitung Nilainya dengan Contoh Riil

Amortisasi Agio dan Akumulasi Disagio Obligasi

A: Pengertian Agio dan Disagio Obligasi

Apa yang dimaksud agio? Apa itu disagio?

Menurut para ahli, makna agio dan disagio adalah selisih harga beli obligasi dengan nilai nominal.

Pengertian Agio obligasi adalah selisih harga pembelian obligasi di berada di atas nilai normal, sedangkan pengertian Disagio obligasi adalah kebalikan dari agio obligasi yaitu selisih harga beli obligasi di bawah nilai nominal.

B: Contoh Perhitungan Agio dan Disagio Obligasi

Dari contoh di atas nilai nominal obligasi Rp. 10.000.000 dibeli dengan harga Rp. 9.600.697 berarti  disagionya sebesar Rp. 399.303,-.

Agio atau disagio obligasi ini akan diamortisasi atau diakumulasikan selama umur obligasi. Ada 2 (dua) cara untuk amortisasi agio atau akumulasi  disagio obligasi, yaitu dengan metode garis lurus (straight line method) dan metode bunga efektif (effective interest method).

Perhatikan contoh perhitungan akumulasi disagio berikut ini:

Pak Budi membeli obligasi PT Berkah Jaya dengan nilai nominal Rp. 10.000.000, bunga 7% per tahun dan dibayarkan setiap tanggal 31 Desember. Obligasi ini jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2019. Harga beli obligasi tersebut adalah Rp. 9.600.697 dan pembeliannya pada tanggal 01 Januari 2015.

Tabel akumulasi disagio dengan metode garis lurus adalah sebagai berikut :

metode garis lurus-straight line method
Proses perhitungan akumulasi disagio obligasi.

Penjelasan Tabel:

1: 10.000.000 x 7% = Rp. 700.000

2: 10.000.000 – Rp 9.600.697 = Rp. 339.303 : 5 = Rp. 76.860 (dibulatkan)

3: 700.000 + Rp. 79.860 = Rp. 779.860

Metode Bunga Efektif dan Tarif Efektif

Jika digunakan metode bunga efektif dan tarif efektifnya diharapkan sebesar 8% maka akumulasi disagio-nya akan tampak sebagai berikut :

obligasi metode bunga efektif
Proses perhitungan disagio obligasi metode bunga efektif

Penjelasan Tabel :

1: 10.000.000 x 7% = Rp. 700.000

2: Rp 9.600.697 x 8% = Rp. 768.056 (dibulatkan)

3: 768.056 – Rp. 700.000 = Rp. 68.056

4: 9.600.697 + Rp. 68.056 = Rp. 9.688.753

Kesimpulan

Obligasi adalah salah satu jenis surat berharga yang digunakan oleh perusahaan sebagai instrumen keuangan untuk mendukung aktivitas bisnisnya.

Pertama, obligasi digunakan oleh perusahaan sebagai instrumen investasi., di mana perusahaan akan memperoleh penerimaan dari suku bunga obligasi.

Kedua, obligasi digunakan oleh perusahaan sebagai instrumen untuk memperoleh dana  segar. Dana yang diperoleh ini bisa digunakan oleh perusahaan untuk membiayai operasi bisnisnya.

Melihat fungsi dan manfaat obligasi yang begitu besar, oleh karena itu sebagai pengelola perusahaan sebaiknya mengetahui dan memahami apa itu obligasi dengan berbagai hal yang berkaitan dengannya.

Ada berbagai jenis obligasi yang bisa dipilih dan digunakan oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk melengkapi pengetahuan anda tentang obligasi, khususnya berkaitan pencatatan akuntansinya, saran saya baca juga artikel tentang 3 Metode Pencatatan Investasi Saham

Bagaimana menurut Anda?

Demikian sedikit yang bisa kami share tentang pengertian obligasi, jenis-jenis obligasi dan cara menghitung harga obligasi. Semoga bermanfat dan terima kasih. *****

Note:
Apabila Anda menguyip artikel ini mohon dengan kesadarannya untuk menyebutkan dan menyertakan sumbernya ya boss. Thanks

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

7 pemikiran pada “Obligasi: Pengertian, Cara Menghitung Nilainya dengan Contoh Riil”

  1. Selama ini, saya kurang paham tentang obligasi. Tapi dari tulisan ini, saya dapat mengerti tentang obligasi. Makasih sharingnya Mas.

  2. Salam kenal masbro,, terima kasih sudah berkunjung ke blog ku

    Pertama kali aku datang ke web masbro ini buat aku bengong, lah isinya semua tentang ilmu keuangan, keren lah walau jujur otak ku sudah gimana gitu kalo mau belajar lagi, secara faktor “U” berlaku :D.

    Menjawab pertanyaan masbro di blog ku, buat aku cengar-cengir, secara soal nulis aku memang tak pintar2 amat seperti pak amat, jadi memang perlu waktu khusus. Ditanya kenapa? karena pekerjaan offline ku sangat menyita pikiran, jadi sebisanya aku ngeblog cuma dihari sabtu atau minggu, kadang juga ya minimal 1 bulan sekali update tulisan di blog.

    gitu ajaa,,,sekali lagi terima kasih, sukses terus tuk masbro 🙂

  3. Wah penting banget nih ilmu2 keuangan di blog ini… bermanfaat sekali…
    terimaksih mas

Komentar ditutup.