Inilah Struktur Kebijakan Anggaran Perusahaan Dagang dan Manufaktur

Inilah Struktur Kebijakan Anggaran Perusahaan Dagang dan Manufaktur

Kebijakan anggaran memiliki struktur yang unik. Struktur kebijakan anggaran pada perusahaan dagang berbeda dengan perusahaan manufaktur atau fabrikasi. Jenis-jenis biaya yang dimasukkan dalam anggaran perusahaan manufaktur contoh biaya produksi, biaya tenaga kerja, biaya bahan baku dan biaya langsung.

Struktur-struktur itu ada di anggaran induk (master budget) maupun anggaran terinci dari bagian-bagian perusahaan.

Setiap perusahaan biasanya menyusun anggaran induk atau master budget atau rencana keuangan menyeluruh yang memadukan anggaran-anggaran terinci, seperti anggaran belanja bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja, anggaran biaya tidak langsung, anggaran biaya produksi, anggaran biaya barang jadi, anggaran operasi, anggaran keuangan dan anggaran kas.

Master budget merupakan produk akhir dari kegiatan pembentukan dan penggabungan anggaran-anggaran bagiannya.

Master budget dengan kata lain adalah gambaran ringkas mengenai tujuan-tujuan dan semua fungsi organisasi. Termasuk di dalamnya penjualan, produksi, distribusi dan keuangan.

 

Jenis-jenis Master Budget (Kebijakan Anggaran Induk)

Ada 3 jenis anggaran induk (master budget) yaitu :

#1. Master budget konvensional

Arti budget konvensional adalah suatu sistem anggaran inkremental. Dari banyak segi anggaran tersebut didasarkan pada anggaran induk yang mendahuluinya.

Hasil akhir yang diperoleh dari periode yang lalu ditambah dengan perkiraan-perkiraan dalam periode yang akan datang akan menentukan apakah setiap pos di dalam anggaran induk tersebut akan ditambah atau malah dikurangi.

Pengertian master budget konvensional dengan kata lain bisa berarti suatu anggaran incremental yang didasarkan pada aktivitas-aktivitas sebenarnya yang telah dicapai dalam periode terdahulu ditambah dengan harapan-harapan yang diinginkan di masa depan.

 

#2. Zero Based Budget (ZBB)

Pengertian zero based budget adalah secara sederhana di jelaskan tentang seorang manajer di kantor pusat sebuah perusahaan mempunyai tanggung jawab untuk memutuskan setiap aktivitas yang sudah direncanakan dan taksiran biaya totalnya, seolah-olah hal ini baru pertama kali dilaksanakan.

Sistem ZBB ini dimulai dengan menyusun suatu daftar seluruh jenis aktivitasĀ  atau program yang disebut paket-paket keputusan dari pusat pertanggungjawaban.

 

#3. Perencanaan Program dan Sistem Anggaran (PPSA)

Pengertian PPSA adalah anggaran yang dibuat dengan mengalokasikan sumber-sumber kas perusahaan yang jumlahnya relatif terbatas untuk setiap aktivitas dan program yang paling memungkinkan untuk memenuhi tujuan dan maksud perusahaan.

 

struktur kebijakan anggaran

 

So… bagaimana struktur atau bagian-bagian dari master budget tersebut?

Bagian atau komponen dari anggaran induk (master budget) adalah sebagai berikut :

#1. Anggaran Operasional Perusahaan

Kebijakan anggaran operasional perusahaan terdiri dari :

  • Anggaran Penjualan
  • Anggaran produksi, dalam hal ini Contoh biaya produksi lainya adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan sebuah produk.
  • Anggaran persediaan akhir bahan langsung. Untuk menjaga kualitas bahan baku yang berada di gudang dibutuhkan biaya. Sehingga biaya-biaya tersebut harus dimasukkan dalam anggaran induk (budget master)
  • Anggaran bahan langsung.
  • Anggaran tenaga kerja
  • Anggaran biaya overhead pabrik atau bop. Yang termasuk biaya overhead pabrik atau bop adalah biaya bahan tak langsung, upah tenaga kerja tak langsung, perawatan dan reparasi. Semua biaya-biaya tersebut harus diperhitungkan secara akurat dan menjadi bagian penting dari sebuah anggaran induk.
  • Anggaran Harga Pokok Penjualan (HPP). Cara perhitungan HPP sudah dibahas secara rinci dan langkah per langkah di : 10 Cara Praktis dan Akurat Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)
  • Anggaran persediaan produk jadi. Metode perhitungan persediaan bisa dipelajari di : 3 Metoda Penilaian Persediaan yang akan Membantu Meningkatkan Nilai Barang Dagangan Anda
  • Anggaran biaya penjualan, seperti biaya iklan, gaji karyawan penjualan, penyusutan aset bagian penjualan, oleh karena itu agar penyusunan anggaran penjualan bisa akurat, harus memahami elemen-elemen yang terkait dengan penjualan, seperti pengertian biaya iklan, promosi dan yang lainnya.
  • Anggaran biaya administrasi
  • Anggaran Laba dan Rugi. Baca juga : Inilah 6 Istilah Populer dalam Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Manufaktur

#2. Anggaran Keuangan

 

struktur kebijakan anggaran perusahaan manufaktur
Gambar : Master budget perusahaan manufaktur.

 

Komponen penyusun angaran perusahaan dagang dan jasa lebih ringkas bila dibandingkan dengan kebijakan anggaran di perusahaan manufaktur.

Struktur kebijakan anggaran di sebuah perusahaan dagang atau jasa adalah sebagai berikut :

#1. Kebijakan Anggaran Operasional, terdiri dari :

  • Anggaran penjualan
  • Anggaran pembelian, harus benar-benar dipahami hal-hal yang berkaitan dengan anggaran pembelian, misalnya pengertian belanja
  • Anggaran persediaan akhir
  • Anggaran harga pokok penjualan (HPP)
  • Anggaran biaya operasional
  • Anggaran Laba rugi

#2. Kebijakan Anggaran Keuangan, terdiri dari :

  • Anggaran Neraca
  • Anggaran Kas

Baca juga : Inilah Contoh laporan keuangan perusahaan dagang Lengkap untuk BISNIS Perdagangan Anda

 

Contoh RAB Kegiatan Operasional Perusahaan Manufaktur

 

contoh kebijakan anggaran perusahaan manufaktur

 

Untuk menyusun rab Kegiatan operasional perusahaan manufaktur diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang mekanisme akuntansi biaya, terutama klasifikasi Laporan Laba Rugi dan NERACA.

Berikut ini contoh rab kegiatan operasional perusahaan manufaktur :

PT Manajemen Keuangan Network memiliki data-data sebagai berikut :

Penjualan :

Januari di kota A = 200, B=500, C=500
Februari di Kota A = 150, B=600, C=650
Maret di kota A = 300, B = 700, C = 550

Persediaan akhir barang jadi yang diinginkan :

Tanggal 1 Januari = 15.000 (biaya Rp. 15 juta)
Tanggal 31 Januari = 14.700
Tanggal 28 Ferbruari = 15.400
Tanggal 31 Maret = 17.200

 

Biaya Tetap (fixed cost) per bulan :

#Biaya Adminsitrasi Umum

Gaji impinan = Rp 1.000.000
Gaji karywan penjualan = Rp. 1.500.000
Gaji karyawan administrasi dan umumĀ  Rp. 1.800.000

#BOP :

Bahan tak langsung = Rp. 2.000.000
Tenaga kerja langsung = Rp. 1.900.000
Pengawas = Rp. 1.000.000
Perawatan dan reparasi = Rp. 1.300.000
Energi = Rp. 400.000
Gas dan Penerangan = Rp. 250.000
Penyusutan = Rp. 1.200.000
Pajak = Rp. 1.780.000
Asuransi = Rp. 500.000

Biaya variabel penjualan (% dari penjualan) :

Komisi= 7%
Iklan = 4%
Piutang ragu-ragu = 3%

Tarif overhead pabrik variabel per jam kerja langsung :

Tenaga kerja tak langsung = Rp. 300
PPH = Rp. 100
Energi = Rp. 300
Gas dan penerangan = Rp. 250
Serba serbi = Rp. 50

 

Data-data lain :

Harga jual rata-rata per unit = Rp. 60.000
Harga bahan per unit = Rp. 15.000

Persediaan akhir bahan baku 25% dari produksi bulan berikutnya.
Persediaan awal bahan baku 25% dari produksi bulan bersangkutan.

Pemakaian bahan baku = 1 unit untuk 1 unit produksi
Produksi bulan April = 4.000 unit
Jam kerja langsung = 3 jam per unit
Saldo kas 1 Januari 2017 = Rp. 30.000.000
Biaya tenaga kerja langsung = Rp. 3.100 per unit

Semua penjualan, uangnya diterima pada bulan yang bersangkutan, kecuali piutang ragu-ragu yang ditaksir sebesar 3%.

Pembelian dibayar tunai dan semua biaya dibayar pada bulan yang bersangkutan.

Buatlah rab atau anggaran produksi, anggaran pemakaian bahan langsung dan anggaran tenaga kerja langsung dan anggaran biaya administrasi bulanan.

 

Pembahasan :

#1. Anggaran Produksi

Untuk menyusun anggaran produksi, informasi-informasi yang dibutuhkan adalah :

  • Anggaran penjualan dalam unit
  • Persediaan awal yang diinginkan dalam unit
  • Persediaan akhir dalam unit
kebijakan Anggaran Produksi manufaktur
Gambar : Kebijakan Anggaran Produksi Perusahaan Manufaktur

 

#2. Anggaran Pemakaian Bahan Langsung

Untuk membuat anggaran pemakaian bahan langsung, informasi-informasi yang dibutuhkan adalah :

  • Anggaran bahan baku langsung untuk produksi
  • Harga pembelian per unit
Kebijakan Anggaran Pemakaian Bahan Langsung
Gambar : Kebijakan Anggaran Pemakaian Bahan Langsung

 

#3. Anggaran Tenaga Kerja Langsung

Informasi-informasi yang dibutuhkan untuk membuat anggaran tenaga kerja langsung adalah :

  • Anggaran yang dibutuhkan
  • Jumlah produksi X unit
  • Tarif tenaga kerja per jam
Kebijakan Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Gambar : Kebijakan Anggaran Tenaga Kerja Langsung

 

#4. Anggaran Biaya Administrasi Bulanan

Gaji pimpinan = Rp. 1.000.000 + Serba-serbi = Rp. 1.800.000 = Rp. 2.800.000.

Demikian artikel tentang struktur kebijakan anggaran perusahaan dagang dan manufaktur serta contohnya.

Dengan memahami pembuatan kebijakan anggaran akan lebih memahami tentng pengertian belanja bahan baku dan raw material lain sehingga produksi efisien yang tentu akan berdampak pada profit perusahaan.

Terima kasih

***