INKASO: Pengertian, Jenis, Mekanisme, dan Pencatatan dengan Contoh Riil

Akuntansi Inkaso Keluar

A: Proses Transaksi Inkaso

Inkaso bank adalah  aktivitas bank yang mengandung ketidakpastian. Bank melakukan transaksi, namun tidak setiap transaksi bank akan memberikan hasil.

Pihak tertagih kemungkinan tidak mampu membayar tagihan, sehingga bank pelaksana tidak dapat memaksa pihak tertagih untuk membayarnya.

Untuk mengetahui keberhasilan sistem inkaso diperlukan waktu untuk konfirmasi. Selama selang waktu menerima amanat untuk menagih hingga tagihan berhasil atau tidak, transaksi ini harus dibukukan dalam rekening administratif.

Mengingat bank pemarakarsa akan membayar kepada pihak pemberi amanat jika transaksi berhasil, maka transaksi ini sebernarnya transaksi bersyarat. Dengan demikian pencatatan administratif ini dikelompokkan pada rekening kontinjensi kewajiban.

Pencatatan pada rekening ini menggunakan ayat jurnal tunggal posisi kredit. Rekening ini akan outstanding selama tenggang waktu menunggu hasil.

Bila transaksi berhasil, maka langsung dikreditkan atau dibayarkan ke ke rekening si pemberi amanat, dan secara otomatis rekening administratif untuk inkaso harus dinihilkan (didebit), karena transaksi inkaso telah riil atau efektif dan dibukukan direkening riil.

Persoalan yang muncul adalah mengenai komisi transaksi dan ongkos warkat. Bila transaksi berhasil, bank akan memotong rekening nasabah yang bersangkutan untuk ongkoskawat/transfer saja.

Hasil transaksi ini bisa langsung dikreditkan ke rekening giro atau tabungan si pemberi amanat ke bank pemrakarsa.

Bila hasil transaksi untuk diberikan kepada bukan nasabah, maka bank harus mencatat terlebih dahulu pada rekening administratif warkat transaksi yang akan dibayar.

makalah inkaso

B: Pencatatan Transaksi Inkaso

Perhatikan contoh pencatatan jurnal inkaso antar cabang berikut ini:

Tanggal 10 Mei 2018 bank A Semarang menerima amanat warkat inkaso (setoran cek/BG bank A di Bandung) dari Amir untuk diinkasokan ke bank A Bandung beban Pak Ali senilai Rp 100.000.000

Pada saat menerima setoran cek.BG (warkat), bank A Semarang selaku bank pemrakarsa harus mencatat pada rekening administrasi sebagai berikut:

Tanggal 10 Mei 2019:

Cr. Warkat Inkaso disetor  dan ditagihkan  Rp 100.000.000  (Kredit)

Pencatatan dengan ayat jurnal posisi kredit , sebab transaksi ini sifatnya bersyarat dan bila berhasil akan menimbulkan kewajiban bank pemrakarsa untuk menyerahkan/mengkreditkan ke rekening pemberi amanat.

Pada hari yang sama bank A Semarang menerima konfirmasi bahwa transaksi untuk beban Pak Ali, nasabah bank A Bandung dinyatakan efektif (ada dananya).

Jika demikian, maka tugas bank pemrakarsa:

  • Menihilkan rekening administratif untuk transaksi ini
  • Melimpahkan hasil tagihannya kepada yang berhak dengan cara mencatat pada rekening riil/efektif. Komisi transaksi ditetapkan 0,05%

Dan pencatatan jurnal transaksi bank tersebut adalah sebagai berikut:

Tanggal 10 Mei 2019:

Dr. Inkaso disetor dan ditagihkan Rp 100.000.000  (Debit), sedangkan pencatatan jurnal transaksi di rekening riil adalah sebagai berikut:

Tanggal 10 Mei 2019:

Dr. RAK Cabang Bandung  Rp 100.000.000 (Debit)
Cr. Giro Amir    Rp 99.500.000  (Kredit)
Cr. Pendapatan komisi Rp 500.000 (Kredit)

Pelimpahan hasil transaksi sebenarnya tidak hanya ke giro, tapi tergantung permintaan si pemberi amanat.

Perhatikan contoh berikut:

Bisa ke tabungan atau rekening lain yang dikehendaki. Pada contoh di atas diasumsikan bahwa Amir adalah nasabah bank A Semarang.

Jika Amir bukan nasabah bank tersebut, maka bank A di samping mencatat rekening administratif seperti di atas, juga akan mencatat terlebih dahulu di dalam rekening berikut ini:

Tanggal 10 Mei 2019:

Dr. RAK Cabang Bandung Rp 100.000.000  (Debit)
Cr. Warkat inkaso telah ditagih dan akan dibayar Rp 100.000.000 (Kredit)

Catatan jurnal ini untuk menampung sampai pemberi amanah datang ke bank untuk mengambilnya. Bila pemberi amanat mengambilnya secara tunai maka dijurnal di bank A Semarang:

Tanggal 10 Mei 2018:

Dr. Warkat inkaso telah ditagih dan dibayar Rp 100.000.000 (Debit)
Cr. Kas  Rp 99.500.000 (Kredit)
Cr. Pendapatan Komisi Rp 500.000 (Kredit)

Bagaimana dengan rekening administratif? Untuk rekening administratif juga dinihilkan seperti pencatan jurnal sebelumnya.

Akuntansi Inkaso Masuk dari Cabang Bank Sendiri

jasa inkaso

Untuk akuntansi inkaso masuk yang berasal dari cabang bank sendiri, maka tugas bank pelaksana adalah membebankan ke rekening pihak tertagih.

Sebagai contoh kelanjutan dari contoh sebelumnya, bahwa Ali sepakat untuk membayar dengan beban Giro Ali Rp 50.000.000, beban tabungan Ali Rp 20.00.000.

Dan cek bank A Bandung yang ditarik oleh Amir Rp 30.000.000, maka pencatatan jurnal inkaso masuk di bank A adalah:

Tanggal 10 Mei 2019:

Dr. Giro Ali Rp 50.00.000  (Debit)
Dr. Tabungan Ali  Rp 20.000.000  (Debit)
Dr. Gito Amin Rp 30.00.000  (Debit)
Cr. RAK Cabang Semarang  Rp 100.000.000 (Kredit)

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.