5 Pengetahuan Dasar Investasi Saham untuk Siapapun agar Tidak Rugi!

2: Pengetahuan Dasar Investasi Saham

Pada paragraf awal artikel ini telah disebutkan bahwa, paling tidak ada 5 pengetahuan dasar tentang saham khususnya bagi pemula sebelum terjun dalam invest in stocks.

5 (lima) pengetahuan dasar tentang Investasi Saham adalah sebagai berikut:

1: Terdapat Pertukaran Antara Risiko dan Pengembalian Investasi Saham

Rata-rata investor menyukai pengembalian yang tinggi, tapi tidak menyukai risio. Investasi dengan risiko yang lebih tinggi perlu menawarkan pengembalian yang diharapkan lebih tinggi kepada investor.

Dengan istilah lain, jika kita mencari pengembalian yang lebih tinggi, kita harus mau menanggung risiko yang lebih tinggi. Jika kita mengharapkan hasil yang tinggi dalam investasi, maka kita sudah siap dengan risiko tinggi yang akan ditanggung.

Bagaimana, siap?

2: Diversifikasi Investasi Saham

Dengan melakukan diversifikasi secara bijaksana, investor dapat mengurangi risiko invest in stocks secara drastis tanpa menurunkan tingkat pengembalian yang diharapkan.

Sebagaimana sebuah pepatah, “Jangan menempatkan semua telur dalam satu keranjang” maka jangan menempatkan seluruh uang dalam satu atau dua saham saja, atau hanya dalam satu dua industri saja, misalnya, investasi saham BRI, BCA, membeli saham Telkomsel, investasi saham syariah.

pengetahuan dasar tentang saham

Kesalahan terbesar yang diperbuat banyak orang adalah menginvestasikan sebagian besar dana mereka ke dalam saham perusahaan tempat mereka bekerja.

Bila perusahaan itu bangkrut, mereka tidak hanya kehilangan pekerjaan, tapi juga investasi mereka, meskpun tidak ada saham yang sepenuhnya tanpa risiko, kita dapat menguranginya dengan memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik.

3: Pengembalian Investasi Saham Nyata Adalah Hal yang Penting.

Semua investor sebaiknya memahami perbedaan antara pengembalian nominal dengan pengembalian nyata. Ketika menilai kinerja, yang penting adalah pengembalian nyata, yaitu sisa yang dimiliki setelah inflasi. Seiring dengan perkiraan naiknya inflasi, investor perlu menerima pengembalian nominal yang lebih tinggi.

4: Risiko Investasi Saham Tergantung Waktu Memiliki Investasi Tersebut.

Bagaimana waktu berpengaruh terhadap nilai investasi saham? Misalnya investasi saham biasa, dapat sangat berisiko bagi investor jangka pendek.

Namun  sebaliknya dalam jangka panjang goncangan-goncangan tersebut akan mereda, sehingga saham akan kurang berisiko jika dimiliki sebagai bagian dari suatu portofolio jangka panjang.

Jeremy Siegel dari University of Pennsylvania dalam bukunya  Stock for the Long Run menyimpulkan bahwa

“Investasi jangka panjang yang jelas paling aman untuk mempertahankan daya beli adalah invest in stocks, bukan obligasi’.

5: Tidak Ada Jaminan Masa Lalu Berulang di Masa Depan dalam Investasi Saham

Terkait dengan persoalan invest in stocks, apakah kejadian masa lalu dapat terulang di masa datang?

Memang ada sebuah pepatah yang menyatakan bahwa sejarah adalah pengulangan-pengulangan. Namun banyak kemungkinan dalam invest in stocks. Banyak faktor yang berpengaruh, sehingga kita tidak boleh HANYA berpatokan pada kejadian masa lalu.

Meskipun masa lalu dapat memberikan kita gambaran tentang risiko dan pengembalian berbagai investasi, namun tidak ada jaminan bahwa masa lalu akan berulang di masa depan.

Dan, perlu diingat bahwa masa lalu adalah sejarah yang bisa dijadikan pelajaran berharga bagi yang mau memperhatikan.

Saham-saham yang memberikan kinerja baik dalam beberapa tahun terakhir mungkin dapat jatuh harganya, sedangkan saham yang harganya tidak pernah naik, tiba-tiba melejit. Hal yang sama juga berlaku untuk bursa saham secara keseluruhan.

Jadi tidak ada jaminan di masa depan pengembalian akan sama kuatnya seperti pengembalian di masa lalu. Lebih penting lagi ketika akan memutuskan investasi kita selalu bertanya:

“Apakah saham ini telah dinilai dengan wajar atau apakah harga saham saat ini terlalu tinggi?”

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.