3: Investasi Saham Oleh Perusahaan
A: Tujuan Investasi oleh Perusahaan
Perusahaan selain menerbitkan saham juga melakukan invest in stocks. Caranya dengan membeli saham perusahaan lain. Tujuan investasi saham bagi perusahaan ada 2, yaitu:
- Tujuan investasi jangka pendek, yaitu untuk memperoleh keuntungan.
- Tujuan investasi jangka panjang, yaitu untuk pengembangan dan menjaga hubungan baik dengan perusahaan lain., sedangkan jenis saham yang dipakai investasi oleh perusahaan ada 2, yaitu:
- Saham yang diperdagangkan.
- Saham tersedian untuk dijual.
Apa maksud dan arti dari jenis-jenis saham tersebut?
Begini penjelasannya…
Jenis surat berharga atau saham yang diperdagangkan (trading securities) adalah saham yang diperjualbelikan secara aktif oleh manajemen perusahaan.
Tujuan manajemen perusahaan melakukan investasi jenis ini adalah untuk meraih keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual.
Contoh perusahaan yang jenis usahanya melibatkan perdagangan surat berharga adalah bank dan perusahaan asuransi, sedangkan saham tersedia untuk dijual adalah saham yang dimiliki perusahaan, tetapi tidak diperdagangkan secara aktif. Saham ini akan diperdagangkan oleh manajemen perusahaan di masa mendatang.
B: Investasi Saham Jangka Pendek Oleh Perusahaan

Definisi
Investasi saham jangka pendek oleh perusahaan adalah investasi saham tersedia untuk dijual.
Investasi jenis ini diklasifikasikan sebagai investasi sementara, atau surat berharga yang dapat dipasarkan (marketable securities). Dua syarat invest in stocks dapat diklasifikasikan sebagai investasi jangka pendek, yaitu:
- Saham tersebut siap diperdagangkan dan dapat dijual secara tunai setiap saat.
- Saham tersebut akan dijual ketika perusahaan membutuhkan kas untuk operasionalnya.
Walaupun investasi ini dapat ditahan dalam beberapa tahun, namun tetap digolongkan sebagai investasi jangka pendek bila memenuhi dua syarat di atas.
Pencatatan jurnal investasi saham
Bagaimana cara mencatat investasi saham sementara?
Investasi jangka pendek dalam saham ini dicatat sebagai rekening aset lancar dan lawannya adalah biaya perolehan saham tesebut, sedangkan dividen saham dicatat di sisi Debit pada rekening Kas dan lawannya Pendapatan Dividen Saham di sisi Kredit.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal investasi saham beserta jawabannya berikut ini:
Pada tanggal 29 Mei 2020, PT Xidev Bening Fahima membeli 1.500 lembar saham biasa PT Zet Empat Puluh Tujuh dengan harga Rp 75.500 per lembar.
Imbalan jasa broker saham sebesar Rp 315.460.
Pada tanggal 1 September 2020, PT Zet Empat Puluh Tujuh membagikan dividen sebesar Rp 1.150 per lembar saham yang akan dibayarkan tanggal 29 Oktber 2020.
Pembahasan dan jawaban:
PT Xidev Bening Fahima mencatat transaksi ini adalah sebagai berikut:
Tanggal 29 Mei 2020: Mencatat invest in stocks
[Debit] Saham yang Dapat Diperdagangkan …. Rp 113.750.000
[Kredit] Kas …. Rp 113.750.000
Note:
Cara menghitung nilai saham yang diperdagangkan adalah sebagai berikut:
= (Rp 75.500 x 1.500 lembar) + Rp 500.000
=Rp 113.750.000
Tanggal 29 Oktober 2020: Mencatat pendapatan investasi saham
[Debit] Kas …. Rp 1.725.000
[Kredit] Pendapatan Dividen …. Rp 1.725.000
Note:
Cara menghitung nilai pendapatan dividen atas invest in stocks di PT Zet Empat Puluh Tujuh adalah sebagai berikut:
= 1.500 lembar x Rp 1.150
= Rp 1.725.000
Contoh soal dan jawaban perhitungan laba rugi investasi saham
PT Manajemen Keuangan Network pada tanggal 5 Januari 2020, memulai investasi jangka pendek senilai Rp 85.500.000. Nilai pasar investasi pada akhir periode akuntansi Rp 125.000.000. Laba operasi tahun 2020 adalah Rp 150.000.000.
Soal dan pertanyaannya:
(a) Hitung jumlah saham yang dapat diperdagangkan dan dilaporkan di laporan posisi keuangan per 31 Desember 2020.
(b) Laba bersih tahun 2020. Asumsi tarif pajak 30%.
Pembahasan jawaban (a):
(a) Biaya awal = Rp 85.500.000
(b) Laba belum direalisasi:
= Rp 125.000.000 – Rp 85.000.000
= Rp 40.000.000
(c): Pajak laba belum terealisasi:
= Rp .40.000.000 x 30%
= Rp 12.000.000
(d): Laba belum direalisasi setelah pajak:
= (b) – (c)
= Rp 40.000.000 – Rp 12.000.000 = Rp 28.000.000
(e) Jumlah saham yang dapat diperdagangkan yang dilaporkan:
= (a) + (d)
= Rp 85.000.000 – Rp 28.000.000 = Rp 57.000.000
Pembahasan dan jawaban (b):
(a) Laba operasi = Rp 150.000.000
(b) Laba belum direalisasi:
= Rp 125.000.000 – Rp 85.000.000
= Rp 40.000.000
(c) Pajak:
= Rp .40.000.000 x 30%
= Rp 12.000.000
(d) Pendapatan lain:
= (b) – (c)
= Rp 40.000.000 – Rp 12.000.000 = Rp 28.000.000
(e) Laba bersih:
= (a) + (d)
= Rp 150.000.000 + Rp 28.000.000 = Rp 178.000.000
