Jejak Aktivitas Perusahaan di Laporan Keuangan

Jejak Aktivitas Perusahaan di Laporan Keuangan

Jejak aktivitas sebuah perusahaan 1,2,3,5,10 tahun yang lalu bisa dilihat dari Laporan Keuangannya. Dari Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Arus, Laporan Perubahan Modal kita bisa membaca bagaimana operasi dan perkembangan kekayaan perusahaan dari waktu ke waktu.

Laporan keuangan memberikan banyak informasi  yang berguna bagi manajemen, investor  dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Dari laporan keuangan kita bisa mengetahui jawaban  dari beberapa pertanyaan berikut ini :

  1. Seberapa besarkah perusahaan?
  2. Apakah perusahaan mengalami pertumbuhan?
  3. Apakah perusahaan mendapatkan atau kehilangan uang?
  4. Apakah perusahaan memiliki persentase aset lancar terhadap aset tetap yang tinggi?
  5. Sampai sejauh apa perusahaan menggunakan utang atau ekuitas untuk mendanai asetnya?
  6. Apakah perusahaan lebih mengandalkan utang jangka pendek atau utang jangka panjang?
  7. Apakah perusahaan menerbitkan utang atau ekuitas baru dalam beberapa tahun belakangan ini?
  8. Apakah perusahaan melakukan pengeluaran modal yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir?
  9. Apakah perusahaan memiliki jumlah kas di tangan yang tinggi atau Apakah perusahaan sedang menghadapi kekurangan kas?
  10. Apakah saldo kas dari waktu ke waktu mengalami kenaikan atau penurunan?

Itulah paling tidak ada 10 hal yang bisa kita ketahui dari sebuah laporan keuangan perusahaan.

Pada waktu yang bersamaan, pihak-pihak yang berkepentingan termasuk investor perlu waspada ketika meninjau laporan keuangan. Walaupun ada ketentuan yang mengharuskan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan dengan standar yang telah disyaratkan, namun pihak perusahaan masih memiliki keleluasaan untuk memutuskan bagaimana dan kapan suatu transaksi dilaporkan.

Akibatnya, dua perusahaan dengan situasi dengan kondisi operasi yang sama persis mungkin menyusun laporan keuangan yang memberikan kesan berbeda tentang kekuatan finansialnya.

Beberapa variasi dapat berasal dari perbedaan pendapat tentang cara yang benar dalam mencatat suatu transaksi.

Pada kasus lain, perusahaan mungkin lebih memilih untuk melaporkan angka-angka dengan cara yang membantu mereka menyajikan entah itu laba yang lebih tinggi atau laba yang lebih stabil dalam jangka panjang.

Sepanjang mereka tetap mengikuti standar akuntansi yang berlaku, tindakan-tindakan seperti itu bukanlah suatu tindakan ilegal, hanya saja, pihak ekternal seperti investor perlu pengetahuan yang baik agar bisa membandingkan perusahaan  dan menilai kinerja yang sebenarnya.

Contoh kasus seperti ini adalah dengan mengubah metode penyusutan, prosedur penilaian persediaan dan seterusnya yang akan mempengaruhi laba yang disajikan dalam laporan laba rugi.

modifikasi-laporan-keuangan

Ada perusahaan yang melakukan lebih saji arus kas operasinya. Bagian laporan arus kas yang paling menarik. Perusahaan melaporkan kas yang berasal dari operasi dua kali lebih besar dari yang sebesarnya.

Caranya?

Saat perusahaan menjual produknya kepada distributor, perusahaan mencatatnya sebagai piutang usaha, yang seharusnya disajikan dalam bagian AKTIVITAS OPERASI sebagai suatu penggunaan kas.

Namun perusahaan mengklasifikasikan piutang usaha ini sebagai PINJAMAN kepada distributor dan melaporkannya sebagai suatu aktivitas pendanaan. Keputusan ini melipatgandakan arus kas dari operasi yang dilaporkan.

Cara ini tidak mempengaruhi kas akhir periode, tapi akan membuat operasi terlihat lebih kuat daripada kenyataan sebenarnya.

Dampak lainnya adalah kenaikan piutang yang dilaporkan sebagai penggunaan kas akan berpindah ke bagian aktivitas pendanaan sehingga menyebabkan kas perusahaan yang berasal dari operasi naik.

Hal ini akan membuat perusahaan terlihat lebih baik, tapi sebenarnya hanyalah seperti bayangan semu.

Itu salah satu contoh ‘modifikasi’ penyajian laporan keuangan.

Semua kebijakan terkait dengan laporan keuangan harus benar-benar dilakukan secara baik agar semua pihak yang terkait dengan perusahaan seperti investor dan regulator mendapatkan data keuangan yang akurat, baik itu arus kas dan laporan laba rugi, keduanya penting!

Oleh karena itu perusahaan dan pihak terkait saat akan melakukan pengambilan keputusan yang efektif perlu melakukan beberapa modifikasi dan simulasi laporan keuangan yang paling akurat dan transparan.

Sehingga sebuah laporan keuangan tidak hanya sebagai sebuah JEJAK perusahaan di masa lalu, namun juga sebagai pertimbangan utama untuk pengambilan keputusan strategis di MASA DEPAN.

***