Jenis-jenis Obligasi yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Jenis-jenis Obligasi yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Obligasi merupakan salah satu efek yang penting. Apa saja jenis-jenis obligasi?

Obligasi adalah suatu kontrak jangka panjang di mana pihak peminjam setuju untuk melakukan pembayaran bunga dan pokok pinjaman pada tanggal tertentu ke pemegang obligasi tersebut.

***

Jenis-Jenis Obligasi beserta Penjelasannya

jenis-jenis obligasi - 4 jenis

Perhatikan contoh berikut ini:

Misalnya, pada tanggal 3 Januari 2016 perusahaan XYZ meminjam Rp 50 juta dengan menerbitkan obligasi dengan menerbitkan obligasi senilai Rp 50 juta.

Untuk memudahkan, kita asumsikan perusahaan XYZ menjual 50.000 lembar obligasi dengan harga masing-masing Rp 1000.

Sebenarnya, perusahaan dapat menjual hanya selembar obligasi seharga Rp 50 juta.

10 lembar obligasi dengan nilai masing-masing Rp 5 juta., atau kombinasi lainnya yang akan memberikan jumlah total sebesar Rp. 50 juta.

Apa pun pilihannya, perusahaan XYZ akan menerima uang sebesar Rp 50 juta.

Sebagai gantinya, perusahaan berjanji untuk melakukan pembayaran bunga tahunan dan melunasi kembali pokok pinjaman sebesar Rp 50 juta pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan sebelumnya.

Dalam sejarahnya, dulu sebagian besar obligasi berbentuk selembar kertas yang dihias dengan indah, dan persyaratan utamanya, termasuk nilai obligasi tersebut. Dicantumkan pada obligasi itu sendiri.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, hampir sebagian besar obligasi diwakili oleh data elektronik yang tersimpan dalam komputer-komputer yang aman, sama halnya seperti ‘uang’ yang disimpan dalam rekening bank.

Investor memiliki banyak pilihan berinvestasi dalam obligasi, dan obligasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis utama, yaitu:
1) obligasi pemerintah (treasury bond),
2) obligasi perusahaan (corporate bonds),
3) obligasi pemerintah daerah (municipal bonds),
4) obligasi luar negeri (foreign bonds).

Setiap jenis obligasi berbeda dalam hal tingkat pengembalian yang diharapkan dan risikonya.

(Baca juga : Begini Cara dan Contoh Pencatatan Akuntansi Saham serta Obligasi)

Yuk kita tela’ah satu per satu …..

#1. Obligasi Pemerintah (Treasury Bonds)

Obligasi pemerintah adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah.

Obligasi pemerintah terkadang juga disebut obligasi negara, diterbitkan oleh pemerintah.

Sangatlah beralasan untuk berasumsi bahwa pemerintah akan memenuhi pembayaran yang dijanjikannya sehingga obligasi pemerintah tidak memiliki risiko gagal bayar.

Namun, obligasi ini tidak sepenuhnya bebas risiko. Obligasi ini akan menurun ketika tingkat bunga naik.

Banyak investor memandang obligasi pemerintah sebagai tempat yang aman, namun kurang menguntungkan untuk menginvestasikan dana yang mereka miliki.

Efek pemerintah merupakan salah satu investasi yang paling aman, meskipun perubahan tingkat bunga yang dapat terjadi kapan saja dapat menyebabkan perubahan yang signifikan dalam nilai obligasi, terutama untuk obligasi jangka panjang.

jenis-jenis obligasi yang perlu anda ketahui

#2. Obligasi Perusahaan (Corporate Bonds)

Obligasi perusahaan adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan. Sesuai dari namanya saja kita sudah tahu bahwa obligasi ini diterbitkan oleh perusahaan.

Tidak seperti obligasi pemeritah, obligasi perusahaan memiliki risiko gagal bayar, jika perusahaan emiten mengalami masalah, perusahaan tersebut mungkin tidak mampu melakukan pembayaran atas bunga dan pokok seperti yang dijanjikan.

Setiap obligasi perusahaan memiliki tingkat risiko gagal bayar yang berbeda-beda, tergantung pada karakteristik perusahaan emiten dan ketentuan spesifik dari setiap obligasi.Risiko gagal bayar sering disebut juga sebagai ‘risiko kredit’.

Makin besar risiko gagal bayar, makin tinggi tingkat bunga yang diminta oleh investor.

Obligasi perusahaan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada obligasi pemerintah.

Selisih (spread) imbal hasil antara obligasi pemerintah berperingkat tinggi dengan obligasi pemerintah relatif kecil, tapi selisih tersebut akan cukup lebar bagi perusahaan dengan peringkat kredit rendah yang otomatis memiliki risiko gagal bayar yang lebih tinggi.

Tentunya perubahan situasi kredit suatu perusahaan dapat menyebabkan pergeseran selisih imbal hasil yang dramatis.

Ketika perekonomian tidak mengalami masalah, obligasi perusahaan biasanya memberian pengembalian yang lebih tinggi kepada investor daripada obligasi pemerintah.

Namun, ketika perekonomian melemah dan kekhawatiran meningkatnya gagal bayar, obligasi perusahaan memberikan hasil yang lebih rendah daripada obligasi pemerintah.

(Baca juga : Bagaimana Pencatatan Akuntansi Penanaman Modal dalam Obligasi?)

 

#3. Obligasi Pemerintah Daerah (Municipal Bonds)

Obligasi pemerintah daerah adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.

Seperti obligasi perusahaan, obligasi pemerintah daerah juga memiliki risiko gagal bayar. Tapi obligasi pemerintah daerah memberian satu keunggulan penting dibandingkan jenis-jenis obligasi yang lain.

Pada umumnya tingkat bunga obligasi pemerintah daerah lebih rendah dari pada obligasi pemerintah dengan tingkat risiko yang relatif sama.

 

#4. Obligasi Luar Negeri (Foreign Bonds)

Obligasi luar negeri adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan luar negeri.

Obligasi perusahaan luar negeri tentunya juga memiliki risiko gagal bayar, begitu pula dengan pbligasi beberapa pemerintah luar negeri.

Munculnya risiko tambahan jika obligasi dinyatakan dalam mata uang selain mata uang negara investor.

Misalnya, anda membeli obligasi perusahaan yang dinyatakan dalam mata uang yen Jepang.

Akan masih bisa mengalami kerugian, sekalipun perusahaan tersebut tidak gagal bayar, jika yen Jepang nilainya mengalami penurunan terhadap mata uang negara anda.

 

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai jenis-jenis obligasi, dengan berbagai keuntungan dan risikonya.

Untuk mengatasi berbagai risiko yang akan timbul, maka lakukan pendekatan TERDIVERSIFIKASI yang sama terhadap obligasi sebagaimana melakukannya terhadap saham.

Kombinasikan berbagai obligasi, baik yang memiliki kualitas dan imbal hasil tinggi dan juga beberapa obligasi pemerintah luar negeri.

Pertimbangkan juga untuk investasi obligasi pemerintah daerah. Serta tidak ada salahnya untuk menambahkan obligasi yang dikaitkan dengan inflasi.

***

sop akuntansi keuangan powerful