Langkah #3:Membuat Buku Besar Perusahaan Jasa Arsitektur
Pada langkah #3 ini kita membuat buku besar dan memindahkan (posting) hasil pencatatan di jurnal umum ke dalam buku besar sesuai dengan pos-pos yang telah ditentukan.
Jadi jika ada yang masih bertanya, “apa itu posting?” Maka jawabannya sudah klir ya, bahwa posting adalah proses memindahkan pencatatan jurnal transaksi ke buku besar sesuai dengan akun/rekeningnya. Dalam contoh penyusunan buku besar ini, saya menggunakan bentuk buku besar 4 kolom yang sudah dimodifikasi.
Tidak ada ketentuan yang mengharuskan menggunakan bentuk buku besar tertentu dalam proses penyusunan 4 jenis laporan keuangan. So, anda bebas menggunakan bentuk buku besar lain, misalnya bentuk T, buku besar stafel dan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kemudahan Anda.
Dan dari contoh transaksi-transaksi yang dilakukan oleh perusahaan jasa konsultan arsitektur di bulan Januari 2020, maka kita bisa membuat akun-akun dalam buku besar sebagai berikut:
1. Kas

2. Bahan Habis Pakai

3. Aset Tetap

4. Piutang Usaha/Piutang Dagang

5. Pendapatan Diterima di Muka

6. Utang Gaji

7. Akumulasi Penyusutan

8. Utang Dagang

9. Modal

10. Penjualan

11. Beban Penyusutan

12. Beban Sewa

13. Account Beban Asuransi

14. Beban Pengiriman

15. Beban Pemeliharaan Kendaraan

16. Akun Beban Beban Lain-lain

17. Biaya Pembuatan Blueprint

18. Gaji Karyawan

19. Peralatan Kantor

Jadi ada 19 akun utama buku besar.
Langkah #4: Membuat Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian
Setelah semua transaksi di-posting ke buku besar, selanjutnya membuat neraca saldo sebelum penyesuaian. Fungsi neraca saldo ini adalah untuk memeriksa apakah proses pemindahan saldo transaksi dari jurnal umum ke buku besar sudah benar atau belum.
Langkah pertama untuk memeriksa akurasi dan kebenaran proses pemindahan itu adalah dengan melihat jumlah saldo di kolom debit dan kredit.
Jika jumlah saldo di kolom kredit sama dengan jumlah saldo di kolom debit maka proses posting dari pencatatan jurnal transaksi ke buku besar sudah benar. Dan hasil pemindahan pencatatan jurnal transaksi ke buku adalah sebagai berikut:
Perusahaan Jasa Konsultan Arsitektur “Finna”
Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian
31 Januari 2020

Langkah #5: Melakukan Proses Penyesuaian dengan Jurnal Penyesuaian
Langkah selanjutnya setelah membuat neraca saldo adalah membuat penyesuaian terhadap pos-pos/akun-akun/rekening-rekening tertentu agar sesuai dengan kondisi riil. Cara membuat proses penyesuaian itu adalah dengan membuat jurnal penyesuaian: Dan berikut ini, akun-akun yang perlu disesuaikan dengan jurnal penyesuaian:
Asuransi dibayar di muka:
Pencatatan jurnal pada tanggal 10 Januari 2020:
Asuransi Dibayar di Muka Rp 1.200.000 (Debit)
Kas Rp 1.200.000 (Kredit)
Proses penyesuaian dengan jurnal penyesuaian tanggal 30 Januari 2020:
Beban Asuransi Rp 100.000 (Debit)
Asuransi Dibayar di Muka Rp 100.000 (Kredit)
Penyusutan aktiva tetap:
Beban Penyusutan Aktiva Tetap – Motor Rp 650.000 (Debit)
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap – Motor Rp 650.000 (Kredit)
Jurnal Penyesuaian penyusutan aktiva tetap:
Akumulasi Penyusutan Rp 650.000 (Debit)
Aktiva Tetap – Motor Ro 650.000 (Kredit)
Pendapatan diterima di muka:
Kas Rp 1.000.000 (Debit)
Pendapatan diterima di Muka Rp 1.000.000 (Kredit)
Jurnal Penyesuaiannya:
Pendapatan Diterima di Muka Rp 1.000.000 (Debit)
Penjualan Rp 1.000.000 (Kredit)