Apa yang dimaksud dengan jurnal koreksi (correction journal) dan jurnal reklasifikasi (re-classification journal)? Apa manfaat dan fungsinya?
Jurnal koreksi adalah jurnal yang digunakan untuk pembetulan pencatatan transaksi. Contoh jurnal koreksi persediaan, fiskal, dan rekonsiliasi bank. Jurnal reklasifikasi adalah jurnal yang digunakan untuk melakukan pencatatan terhadap transaksi yang dicatat tidak sesuai dengan klasifikasi, contoh jurnal reklasifikasi piutang bersaldo kredit.
Untuk lebih jelasnya mari ikuti pembahasan tentang prosedur reklasifikasi (Re-Classification), pembetulan (Correction) dan penyesuaian (Adjustment) beserta contohnya berikut ini.
Jurnal Reklasifikasi (Re-Classification Journal)
Salah satu tahapan dalam proses pembuatan laporan keuangan perusahaan jasa, dagang, manufaktur, dan entitas yang lain adalah melakukan klasifikasi atau penggolongan transaksi keuangan bisnis dalam periode tertentu, misalnya bulanan, triwulan, semester dan tahunan.
Lalu, bagaimana jika dalam proses melakukan klasifikasi itu terjadi kesalahan? Ya diperbaiki dong, masa dibiarkan begitu saja 🙂
Bagaimana cara memperbaikinya? Caranya adalah dengan membuat jurnal re-klasifikasi. Untuk lebih jelasnya baca terus pembahasannya berikut ini.
A: Pengertian Jurnal Reklasifikasi (Re-classification Journal Entry)
Apa itu jurnal reklasifikasi?
Jurnal reklasifikasi adalah jurnal pencatatan yang dibuat untuk memperbaiki kesalahan klasifikasi atau penggolongan transaksi-transaksi usaha dalam periode tertentu.
Sebagaimana kita pahami bahwa tahap pertama proses penyusunan laporan keuangan adalah melakukan analisis terhadap transaksi. Analisis transaksi dilakukan untuk menggolongkan atau mengklasifikasikan setiap transaksi sesuai dengan komponen-komponen yang disajikan dalam laporan keuangan. Contoh jurnal reklasifikasi piutang bersaldo kredit, aset tetap, dan utang jangka panjang.
B: Fungsi Jurnal Reklasifikasi
Apa manfaat dan fungsi jurnal reklasifikasi?
Fungsi jurnal reklasifikasi adalah untuk mengembalikan pencatatan jurnal transaksi sesuai dengan pos atau account-nya.
Pada laporan keuangan ada 5 jenis pos utama yang disajikan, yaitu:
- Aset
- Likuiditas
- Ekuitas
- Pendapatan
- Biaya-biaya
Setiap transaksi keuangan bisnis harus digolongkan dalam salah satu pos-pos tersebut. Yang jadi persoalan adalah bagaimana jika dalam proses tersebut ada kesalahan dalam melakukan penggolongan. Bila hal itu terjadi, maka kita perlu melakukan re-klasifikasi dengan jurnal reklasifikasi, sehingga transaksi tersebut sesuai dengan account-nya.
C: Cara Membuat Jurnal Reklasifikasi
Perhatikan contoh jurnal reklasifikasi piutang berikut ini:
Tanggal 04 Juni 2021 Toko Komputer “Xidev” menjual 2 buah komputer senilai Rp 15.000.000.
Pencatatan jurnal transaksi awal:
[Debit] Kas …………………………. Rp 15.000.000
[Kredit] Penjualan Komputer ………….. Rp 15.000.000
Pada tanggal 30 Juni 2021 baru diketahui bahwa penjualan komputer tersebut ternyata baru akan dilunasi tanggal 01 Juli 2021, padahal transaksi tersebut sudah dicatat tanggal 4 Juni 2021 dengan account ‘Kas’ di sisi kredit.

Untuk memperbaiki kesalahan klasifikasi tersebut, maka kita perlu membuat jurnal reklasifikasi. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat jurnal reklasifikasi, yaitu:
Cara I membuat jurnal reklasifikasi: Satu Langkah – langsung reklasifikasi
[Debit] Piutang ………… Rp 15.000.000
[Kredit] Kas ………………………… Rp 15.000.000
Cara II membuat jurnal reklasifikasi: Dua Langkah – dibuatkan jurnal pembalik dulu
Langkah Pertama, membuat jurnal pembalik:
[Debit] Penjualan Komputer …… Rp 15.000.000
[Kredit] Kas …………………………………………. Rp 15.000.000
Langkah kedua, membuat jurnal reklasifikasi dengan mencatat ke account yang sesuai:
[Debit] Piutang ……………….. Rp 15.000.000
[Kredit] Penjualan Komputer ……… Rp 15.000.000
D: Contoh Jurnal Reklasifikasi
Agar pemahaman kita semakin jelas, kami sajikan beberapa contoh jurnal reklasifikasi berikut ini:
01: Jurnal Reklasifikasi Aset Tetap
Untuk yang pertama, kami sajikan contoh jurnal reklasifikasi aset tetap.
Langsung saja perhatikan contohnya berikut ini:
Pada tanggal 01 Juni 2025 PT Arek Sidoarjo Engineering membeli mesin senilai Rp 75.000.000. Pembayaran dilakukan dua tahap, pembayaran pertama dilakukan saat terjadi transaksi sebesar Rp 50.000.000. Pembayaran kedua akan dilakukan tanggal 2 Juli 2025.
Atas pembelian tersebut perusahaan melakukan pencatatan jurnal transaksi sebagai berikut:
[Debit] Perlengkapan …… Rp 75.000.000
[Kredit] Kas ………………………………….. Rp 50.000.000
[Kredit] Utang Usaha ………………… Rp 25.000.000
Pada tanggal 30 Juni 2025 ditemukan ada kesalahan klasifikasi pada pencatatan di atas, seharusnya menggunakan account Peralatan (equipment) bukan Perlengkapan (supplies).
Atas kekeliruan klasifikasi tersebut, perusahaan akan melakukan re-klasifikasi dengan membuat jurnal reklasifikasi sebagai berikut:
Cara I:
[Debit] Peralatan ….. Rp 75.000.000
[Kredit] Perlengkapan ….. Rp 75.000.000
Cara II:
Membuat Jurnal Reversal:
[Debit] Kas …………………………….. Rp 50.000.000
[Debit] Utang Usaha ……………. Rp 25.000.000
[Kredit] Perlengkapan ………………….. Rp 75.000.000
Membuat Jurnal Reklasifikasi:
[Debit] Peralatan ….. Rp 75.000.000
[Kredit] Kas ………………………. Rp 50.000.000
[Kredit] Utang Usaha ……… Rp 25.000.000
Pencatatan Pelunasan Utang Usaha
Pada tanggal 2 Juli 2025, perusahaan melunsi utangnya. Atas pelunasan utang tersebut, perusahaan membuat catatan sebagai berikut:
[Kredit] Utang Usaha …… Rp 25.000.000
[Debit] Kas ….. Rp 25.000.000
02: Jurnal Reklasifikasi Utang Jangka Panjang
Perhatikan contoh jurnal reklasifikasi utang jangka panjang berikut ini:
PT Abdi Masyarakat mencatat pinjaman utang jangka panjang yang baru diperolehnya dari Bank XYZ sebesar Rp 50.000.000 dengan bunga 10% sebagai berikut:
[Debit] Rekening Bank XYZ ….. Rp 50.000.000
[Debit] Bunga Pinjaman ………. Rp 5.000.000
[Kredit] Hutang Pihak III …………… Rp 55.000.000
Perusahaan seharusnya mencatat pinjaman tersebut dalam rekening Hutang Jangka Panjang, oleh karena itu untuk memperbaiki kesalahan memasukkan ke dalam rekening yang sesuai, maka perusahaan melakukan reklasifikasi denga membuat jurnal reklasifikasi sebagai berikut:
Cara I : Langsung Dibuat Jurnal Reklasifikasi
[Debit] Hutang Pihak III ….. Rp 55.000.000
[Kredit] Hutang Jangka Panjang …… Rp 55.000.000
Cara II : Dibuat Jurnal Reversal, kemudian Jurnal Reklasifikasi
Jurnal Pembalik:
[Debit] Hutang Pihak III ……. Rp 55.000.000
[Kredit] Bunga Pinjaman ………. Rp 5.000.000
[Kredit] Rekening Bank XYZ …… Rp 55.000.000
Jurnal reklasifikasi:
[Debit] Rekening Bank XYZ ……. Rp 50.000.000
[Debit] Bunga Pinjaman ……….. Rp 5.000.000
[Kredit] Hutang Jangka Panjang Rp 55.000.000
03: Jurnal Reklasifikasi Piutang
Perhatikan contoh jurnal reklasifikasi piutang berikut ini:
Pak Joni adalah seorang staf accounting di sebuah perusahaan perdagangan. Pak Joni keliru mencatat penerimaan kas senilai Rp 650.000 dari pelunasan piutang usaha di account pendapatan lain-lain, seperti berikut ini:
[Debit] Kas …… Rp 650.000
[Kredit] Pendapatan lain-lain ….. Rp 650.000
Penerimaan kas tersebut seharusnya dicatat pada rekening Pendapatan. Lalu bagaimana cara membuat reklasifikasi kekeliruan tersebut?
Seperti yang telah dicontohkan sebelumnya maka ada dua cara yang bisa dilakukan untuk me-reklasifikasi pada account yang sesuai, yaitu:
Cara I : Langsung Dibuat Jurnal Reklasifikasi
[Debit] Pendapatan Lain-lain ………. Rp 650.000
[Kredit] Pendapatan ………………………… Rp 650.000
Cara II : Dibuatkan Jurnal Reversal, baru kemudian Jurnal Reklasifikasi
Membuat Jurnal Pembalik:
[Debit] Pendapatan Lain-lain ….. Rp 650.000
[Kredit] Kas …………………………………. Rp 650.000
Membuat Jurnal Reklasifikasi:
[Debit] Kas……… Rp 650.000
[Kredit] Pendapatan ……. Rp 650.000
04: Jurnal Reklasifikasi Piutang Bersaldo Kredit
Secara default piutang mempunyai saldo debit, namun pada kasus tertentu ada piutang bersaldo kredit.
Apa yang menyebabkan piutang bersaldo kredit?
Ada beberapa penyebab hal itu terjadi, antara lain: pemilik utang mengembalikan jumlah utang lebih besar dari jumlah yang seharusnya. Kedua, customer mengembalikan barang yang telah dibeli dan dibayar, namun meminta penggantian barang di waktu yang lain.
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh jurnal reklasifikasi piutang bersaldo kredit berikut ini:
Pada tanggal 20 Mei 2021 Pak Andi membeli produk minuman sehat dari PT Aneka Minuman Sehat senilai Rp 1.200.000 dan akan dibayar tanggal 1 bulan berikutnya. Atas transaksi penjualan tersebut, PT Aneka Minuman Sehat melakukan pencatatan jurnal transaksi sebagai berikut:
[Debit] Piutang ….. Rp 1.200.000
[Kredit] Penjualan Produk …. Rp 1.200.000
***
Pada tanggal 1 Juni 2021, Pak Andi membayar utangnya kepada PT Aneka Minuman Sehat senilai Rp 1.250.000. Atas pelunasan piutang ini, perusahaan mencatat jurnal transaksi sebagai berikut:
[Debit] Kas …… Rp 1.250.000
[Kredit] Piutang ….. Rp 1.250.000
Sehingga piutang bersaldo kredit sebesar Rp 50.000 dengan rincian sebagai berikut:
Tanggal 20 Mei = Rp 1.200.000 (sisi debit)
Tanggal 1 Juni = Rp 1.250.000 (sisi kredit)
Saldo piutang = Rp 1.200.000 – Rp 1.250.000 = Rp 50.000 (sisi kredit)
***
Dengan kondisi seperti itu, perusahaan bisa mempertimbangkan membuat reklasifikasi atau tidak. Jika saldo tersebut diperkirakan akan bisa menyesuaikan sendiri maka tidak perlu reklasifikasi. Namun jika perusahaan menganggap perlu melakukan reklasifikasi piutang bersaldo kredit tersebut, maka cara melakukan reklasifikasi adalah sebagai berikut:
[Debit] Piutang (pengembalian kelebihan bayar) … Rp 50.000
[Kredit] Kas ….. Rp 50.000
05: Jurnal Reklasifikasi Biaya Iklan
Bagaimana jika ada kesalahan pencatatan rekening biaya iklan?
Perhatikan contoh reklasifikasi berikut ini:
Pada tanggal 6 Juni 2021 ‘Manajemen Hub’ sebuah start up bisnis yang baru didirikan oleh Pak Budi membayar iklan Google Ads sebesar Rp 1.750.000. Pada akhir periode akuntansi diketahui bahwa pengeluaran kas tersebut dicatat pada rekening Biaya Lain-lain.
Untuk melakukan pembetulan kesalahan klasifikasi ini perusahaan perlu membuat jurnal reklasifikasi berikut ini:
Pencatatan awal:
[Debit] Biaya Lain – lain …… Rp 1.750.000
[Kredit] Kas ……………………………… Rp 1.750.000
Pencatatan jurnal reklasifikasi:
Cara #1 – langsung dibuatkan jurnal reklasifikasi
[Debit] Biaya Iklan ………….. Rp 1.750.000
[Kredit] Biaya Lain – lain ……….. Rp 1.750.000
Cara #2, dibuat jurnal reversal dulu, selanjutnya dibuat jurnal reklasifikasi:
Jurnal Reversal:
[Debit] Kas …………….. Rp 1.750.000
[Kredit] Biaya Lain – lain ………. Rp 1.750.000
Jurnal Reklasifikasi:
[Debit] Biaya Iklan ….. Rp 1.750.000
[Kredit] Kas ……………………. Rp 1.750.000
***
Demikian 5 (lima) contoh jurnal reklasifikasi, yaitu: reklasifikasi aset, piutang, utang jangka panjang, piutang bersaldo kredit, dan biaya iklan.
Cara membuat jurnal reklasifikasi dilakukan secara langsung dan dengan dibuat dulu reversal journal, selanjutnya dibuat re-classification journal.