Jurnal Pembetulan (Correction Journal)
Kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja kadangkali terjadi ketika menyusun laporan keuangan. Dan untuk mengantisipasi kejadian seperti itu, dalam akuntansi sudah diantisipasi dan dipersiapkan proses penyelesaiannya atau solusinya yaitu dengan membuat jurnal pembetulan (correction journal).
Contoh jurnal koreksi persediaan, rekonsiliasi bank, dan jurnal koreksi fiskal.
Bagaimana caranya? Yuk ikuti pembahasan materi jurnal koreksi dari pengertian, fungsi beserta contoh-contohnya berikut ini:
A: Pengertian Jurnal Koreksi
Apa itu jurnal koreksi?
Definisi jurnal koreksi adalah ayat jurnal koreksi yang diperlukan untuk melakukan pembetulan terhadap proses analisa dan pencatatannya. Jurnal koreksi dalam bahasa Inggris disebut sebagai Correction Journal
Contoh jurnal koreksi atas kesalahan perlakuan akuntansi, maka ayat jurnal koreksi yang diperlukan adalah pos-pos yang terkait dengan rekening tersebut.
Perhatikan case study berikut ini:
PT Fahima Jaya Bersama mencatat penjualan kredit sebesar Rp 10.000.000. Dan setelah tutup buku baru diketahui ternyata terdapat kelebihan pencatatan senilai Rp 250.000.
Atas kesalahan pencatatan tersebut perusahaan memutuskan untuk melakukan koreksi dengan menggunakan jurnal koreksi setelah tutup buku sebagai berikut:
[Debit] Laba Ditahan …. Rp 250.000
[Kredit] Piutang Usaha …… Rp 250.000
Jika PT Fahima Jaya Bersama tidak melakukan koreksi kesalahan ini maka laba bersih lebih besar dari sesungguhnya.
B: Manfaat dan Fungsi Jurnal Koreksi
Apa fungsi dan manfaat jurnal koreksi ?
Fungsi jurnal koreksi adalah untuk melakukan koreksi terhadap kesalahan atau mis-statement yang ditemukan setelah proses penutupan (closing) periode akuntansi.
Pembuatan jurnal koreksi diperlukan jika terjadi hal-hal berikut ini, antara lain:
1: Nilai transaksi keuangan bisnis diakui terlalu besar atau terlalu kecil. Hal ini bisa terjadi karena terjadi kesalahan perlakuan akuntansi.
2: Kesalahan pencatatan transaksi yang tidak sesuai dengan account-nya. Hal ini dapat terjadi karena adanya kesalahan dalam melakukan klasifikasi.

C: Cara Membuat Jurnal Koreksi
Bagaimana cara membuat jurnal koreksi?
Untuk melakukan koreksi kesalahan dengan membuat jurnal koreksi akuntansi, ada dua cara sederhana yang bisa dilakukan, yaitu:
Cara #1 Membuat Jurnal Koreksi Komponen Laporan Laba Rugi
Jika koreksi kesalahan dilakukan pada pos-pos yang merupakan komponen yang disajikan dalam Laporan Laba (Rugi), seperti: penjualan, HPP, beban dan biaya, pajak, baik disajikan terlalu besar atau kecil, maka ayat jurnal koreksi yang diperlukan atau jurnal koreksi yang harus dibuat adalah current assets, lawan laba ditahan (retained earning).
Perhatikan contoh jurnal koreksi perusahaan jasa di bawah ini:
PT Putra Utama Jaya mencatat pengeluaran beban pemeliharaan kantor terlalu besar senilai Rp 1.750.000 tahun 2020. Hal tersebut diketahui di bulan Januari 2021. Maka perusahaan membuat jurnal koreksi setelah tutup buku seperti berikut ini:
[Debit] Retained Earning ….. Rp 1.750.000
[Kredit] Beban Pemeliharaan Kantor …… Rp 1.750.000
Jika perusahaan tidak melakukan pembetulan dengan jurnal koreksi di atas, maka laba bersih perusahaan lebih kecil dari yang sesungguhnya.
Cara #2 Membuat Jurnal Koreksi Komponen Neraca
Bila pembetulan diperlukan oleh account-account yang disajikan sebagai komponen Neraca (balance sheet), seperti cash, inventory, aset tetap, utang, dan ekuitas, maka perusahaan perlu membuat jurnal koreksi dengan cara account yang akan dibetulkan dilawankan dengan account laporan posisi keuangan yang lain.
Perhatikan contoh jurnal koreksi untuk kesalahan pencatatan nilai depresiasi fixed asset berikut ini:
PT Dinamika Era Milenia pada tahun 2019 mencatat pembelian aset tetap kendaraan sebesar Rp 87.000.000, lebih besar dari kondisi sebenarnya. Sehingga nilai penyusutan juga bertambah sebesar Rp 150.000. Oleh karena itu perusahaan perlu membuat jurnal koreksi aset tetap, penyusutan , dan retained earning atau laba ditahan berikut ini:
[Debit] Kas …… Rp 87.000.000
[Debit] Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (kendaraan) … Rp 150.000
[Kredit] Kendaraan ….. Rp 87.000.000
[Kredit] Laba Ditahan …. Rp 150.000
***
Rumus jurnal koreksi adalah analisis kesalahan account beserta account lain yang terpengaruh. Kemudian analisis pengaruhnya terhadap laporan keuangan. Selanjutnya analisis, apakah perlu dilakukan koreksi atau tidak?
Jika kesalahan tersebut dengan sendirinya bisa melakukan pembetulan, maka menurut kami tidak perlu dibuat jurnal koreksi. Namun bila tidak bisa, maka kita perlu membuat jurnal koreksi untuk membetulkan kesalahan tersebut.