D: Contoh Jurnal Koreksi
Untuk memudahkan dalam memahami dan mempraktikkan jurnal koreksi yang benar dalam aktivitas bisnis sehari-hari, perhatikan beberapa contoh jurnal koreksi beserta penjelasannya berikut ini:
01: Jurnal Koreksi Piutang Usaha (Lebih Catat)
Apa yang dimaksud jurnal koreksi piutang dagang?
Adalah jurnal koreksi yang digunakan untuk melakukan pembetulan terhadap kasalahan yang terkait pos piutang usaha.
Perhatikan contoh jurnal koreksi lebih catat piutang usaha berikut ini:
Pencatatan jurnal transaksi penjualan kredit PT Xfahima Raya kepada Toko Aneka Tools terjadi kelebihan sebesar Rp 625.000. Kesalahan itu baru diketahui setelah closing. Oleh karena itu perusahaan perlu melakukan koreksi dengan cara membuat correction journal sebagai berikut:
[Debit] Laba Ditahan ….. Rp 625.000
[Kredit] Piutang Dagang ….. Rp 625.000
Keterangan:
Kesalahan pencatatan penjualan kredit menyebabkan net profit lebih besar dari kondisi sebenarnya. Bila kesalahan ini diketahui sebelum tutup buku (closing), solusinya adalah membuat adjustment journal dengan penulisan sebagai berikut:
[Debit] Penjualan …. Rp 625.000
[Kredit] Piutang Dagang …. Rp 625.000
Namun demikian, karena telah dilakukan closing, maka penjualan sudah diperhitungkan menjadi laba bersih, sedangkan laba bersih juga sudah diperhitungkan menjadi laba ditahan (retained earning) di laporan posisi keuangan (neraca). Oleh karena itu PT Xfahima Raya harus melakukan pembetulan dengan jurnal koreksi seperti di atas.
02: Contoh Jurnal Koreksi Persediaan Barang Dagang
Apa yang dimaksud dengan jurnal koreksi persediaan barang dagang?
Correction journal persediaan barang dagang adalah jurnal yang dibuat untuk membuat pembetulan kesalahan pencatatan persediaan barang dagang.
Perhatikan contoh berikut ini:
PT Dinamika Makmur Sejahtera mencatat nilai persediaan barang dagang Rp 2.250.000, lebih kecil dari nilai sebenarnya, sehingga perusahaan melakukan koreksi dengan correction journal seperti berikut ini:
[Debit] Persediaan Barang Dagangan …. Rp 2.250.000
[Kredit] Retained Earning ……………………………. Rp 2.250.000
Keterangan:
Pencatatan nilai persediaan barang dagangan yang terlalu kecil akan mengakibatkan net earning atau laba bersih lebih kecil dari yang sebenarnya, akibat selanjutnya adalah akan mempengaruhi retained earning atau jumlah laba ditahan yang terlalu kecil.
03: Jurnal Koreksi Hutang Dagang
Pengertian jurnal koreksi hutang dagang adalah jurnal yang dibuat untuk melakukan koreksi terhadap kesalahan pencatatan rekening hutang dagang.
04: Jurnal Koreksi Biaya Depresiasi
Jurnal koreksi biaya depresiasi adalah jurnal yang digunakan untuk membuat pembetulan terhadap kekeliruan rekening biaya atau beban depresiasi.
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini:
Perusahaan Perkebunan Porang ‘Porangku” tahun 2019 mencatat perolehan mesin pertaniannya lebih besar dari nilai yang sebenarnya, yaitu Rp 12.500.000, sehingga biaya depresiasi juga terlalu besar diakui, yaitu Rp 535.700. Kesalahan ini diketahui pada bulan Januari 2020.
Sehingga PP “Porangku” harus melakukan pembetulan dengan membuat jurnal koreksi seperti berikut ini:
[Debit] Kas ……………………………………… Rp 12.500.000
[Debit] Akumulasi Penyusutan Mesin …. Rp 535.700
[Kredit] Aset Tetap – Mesin ……………………. Rp 12.500.000
[Kredit] Laba Ditahan (Retained Earning) …. Rp 535.700
Keterangan:
Pencatatan harga perolehan mesin yang terlalu besar juga menyebabkan nilai depresiasi mesin pertanian juga lebih tinggi dari yang sesungguhnya.
Hal tersebut akan menyebabkan laba bersih lebih kecil dari yang sesungguhnya. Bila kejadian ini diketahui ketika belum closing, maka kita bisa melakukan penyesuaian secara langsung pada account mesin pertanian (fixed assets) dengan cash dan account depresiasi dengan laba bersih.
Namun demikian, karena telah dilakukan closing maka laba bersih telah berpindah menjadi account Laba Ditahan di Laporan Posisi Keuangan (balance sheet). Oleh karena itu cara melakukan pembetulan adalah dengan membuat jurnal koreksi seperti di atas.

05: Contoh Jurnal Koreksi Perusahaan Jasa
Apa itu jurnal koreksi perusahaan jasa?
Jurnal koreksi perusahaan jasa adalah jurnal koreksi yang dibuat untuk membuat koreksi atau pembetulan terhadap rekening-rekening yang digunakan dalam transaksi keuangan bisnis perusahaan jasa.
Misalnya rekening jurnal koreksi fiskal positif dan negatif, kurang catat, lebih catat, cek kosong dan jurnal koreksi bunga bank. Contoh lainnya adalah jurnal koreksi sewa dibayar dimuka, selisih kas, dan jurnal koreksi laba rugi tahun lalu.
06: Jurnal Koreksi Salah Catat
Apa yang dimaksud jurnal koreksi salah catat?
Jurnal koreksi salah catat adalah jurnal yang dibuat untuk melakukan pembetulan karena kesalahan pencatatan, baik kurang catat atau lebih catat.
Perhatikan contoh soal jurnal koreksi untuk aset tetap berikut ini:
Pada bulan Januari 2021 PT Aneka Jajanan Pasar menemukan lebih catat pembelian peralatan outlet jualan tahun 2020 sebesar Rp 3.000.000. Sehingga beban penyusutan peralatan juga lebih besar Rp 75.000. Untuk memperbaiki kesalahan tersebut perusahaan membuat koreksi dengan correction journal sebagai berikut:
[Debit] Cash …………………………………………. Rp 3.000.000
[Debit] Akumulasi Penyusutan Peralatan …. Rp 75.000
[Kredit] Peralatan Outlet………….. ……………………. Rp 3.000.000
[Kredit] Laba Ditahan (Retained Earning) …………. Rp 75.000
Jurnal koreksi salah catat ini bisa juga digunakan untuk melakukan koreksi karena kesalahan pencatatan pada account penjualan, beban gaji, asuransi dibayar dimuka, harga pokok penjualan (HPP) dan piutang dagang.
07: Jurnal Koreksi Pendapatan Diterima di Muka
Pengertian jurnal koreksi pendapatan diterima dimuka adalah jenis jurnal yang dibuat oleh perusahaan dengan tujuan untuk memperbaiki atau membetulkan kesalahan pada akun pendapatan diterima di muka, misalnya jurnal koreksi kelebihan pencatatan pengembalian pendapatan diterima dimuka.
Perhatikan contoh jurnal koreksi pendapatan diterima di muka berikut ini:
PT Bening Anak Bangsa pada tahun 2020 belum mencatat penerimaan pendapatan dari jasa hosting sebesar Rp 1.560.000.
Kesalahan pengakuan ini mengakibatkan jumlah pendapatan, laba bersih dan laba ditahan lebih tinggi dari yang sesungguhnya. Sedangkan hutang perusahaan terlalu kecil. Kesalahan ini diketemukan oleh eksternal auditor pada bulan Januari 2021 dan meminta agar perusahaan membuat koreksi.
Oleh karena itu, perusahaan membuat jurnal koreksi sebagai berikut:
[Debit] Koreksi Laba Tahun Lalu ….. Rp 1.560.000
[Kredit] Pendapatan Sewa Hosting ……. Rp 1.560.000
Kesimpulan
Siklus akuntansi perusahaan dimulai dari proses untuk melakukan klasifikasi dan penggolongan transaksi-transaksi keuangan bisnis sesuai dengan pos-pos Laporan Keuangan. Proses klasifikasi dimulai dengan melakukan analisis transaksi, dilanjutkan dengan pencatatan jurnal transaksi sesuai dengan akun-akunnya.
Pada proses klasifikasi dan pencatatan ini terkadang tidak bisa dihindari adanya beberapa kesalahan yang tidak disengaja, baik kesalahan klasifikasi maupun kesalahan pencatatan. Misalnya kesalahan klasifikasi aset tetap dan utang jangka panjang. Kesalahan pencatatan persediaan dan piutang tak tertagih.
Jika kesalahan yang terjadi disebabkan oleh kekeliruan klasifikasi maka perlu di-reklasifikasi dengan jurnal reklasifikasi (reclassification journal) untuk membetulkannya.
Namun bila kesalahan tersebut karena hal lainnya misalnya kesalahan pencatatan (lebih catat atau kurang catat) dan dilakukan setelah TUTUP BUKU (closing), maka untuk membetulkannya kita perlu membuat jurnal koreksi (correction journal).
Bagaimana manfaat, proses membuat jurnal koreksi dan reklasifikasi beserta contoh-contohnya telah diulas dan disajikan pada pembahasan materi di atas.
Demikian pembahasan materi jurnal koreksi dan reklasifikasi beserta contoh-contohnya. Pembahasan ini semoga bisa memberikan gambaran isi jurnal koreksi dan reklasifikasi dengan jelas dan bermanfaat. Terima kasih.*****
Catatan kecil:
Jika mengutip artikel ini mohon disebutkan sumbernya ya bosss. Maturnuwun