Pengertian Jurnal Penyesuaian, Contoh, dan Cara Pencatatan Transaksi Bisnis

Jurnal Penyesuaian adalah jurnal akuntansi yang digunakan untuk melakukan proses penyesuaian terhadap pos atau transaksi-transaksi tertentu dalam proses penyusunan laporan keuangan.

Jurnal penyesuaian digunakan oleh perusahaan dagang, jasa, manufaktur dan entitas lainnya, termasuk yayasan, sekolah, NGO/LSM, dan lembaga pengelola zakat.

Contoh transaksi yang dicatat dengan jurnal penyesuaian, antara lain:

  • transaksi sewa dibayar dimuka,
  • asuransi dibayar di muka,
  • pendapatan diterima di muka,
  • penyusutan aktiva tetap, dan

Langsung saja yuk dimulai pembahasannya…

 

01. Konsep Dasar Jurnal Penyesuaian

tujuan jurnal penyesuaian

Apa yang dimaksud konsep dasar jurnal penyesuaian?

Konsep dasar jurnal penyesuaian adalah konsep dasar akuntansi yang digunakan sebagai landasan pembuatan jurnal penyesuaian.

Ketika seorang pegawai bagian accounting menyiapkan laporan keuangan, ia berasumsi bahwa masa ekonomis perusahaan dapat dibagi-bagi dalam periode waktu.

Misalnya bulanan, triwulan, atau tahunan.

Dengan menggunakan konsep periode akuntansi (accounting period concept) pegawai bagian accounting harus menentukan pada periode mana pendapatan dan beban perusahaan seharusnya dilaporkan?

Untuk menentukan periode yang tepat ia mengacu pada prinsip akuntansi berterima umum (PABU), dalam bahasa Inggris disebut generally accepted accounting principles (GAAP) yang mengharuskan penggunaan akuntansi berbasis akrual.

Ada 2 konsep akuntansi dasar berkaitan dengan jurnal penyesuaian, yaitu:

A. Konsep Akuntansi Berbasis Akrual (accrual basis of accounting)

Dalam akuntansi berbasis akrual (accrual basis of accounting) pendapatan dicatat dalam laporan laba rugi pada periode saat pendapatan tersebut dihasilkan.

Sebagai contoh, pendapatan dilaporkan saat jasa telah diberikan kepada pelanggan. Kas yang telah atau belum diterima dari pelanggan selama periode itu.

Konsep akuntansi yang mendukung pencatatan pendapatan seperti ini, disebut konsep pengukuran pendapatan (revenue recognition concept).

Apa itu konsep pengukuran pendapatan?

Konsep pengukuran pendapatan adalah konsep akuntansi  berbasis akrual di mana beban dilaporkan pada periode yang sama dengan pendapatan yang terkait dengan beban tersebut.

Sebagai contoh:

Gaji karyawan dilaporkan sebagai beban pada periode saat karyawan menyediakan jasa untuk pelanggan, yang tidak harus sama waktunya dengan saat gaji dibayarkan.

Prinsip akuntansi yang mendukung konsep ini adalah prinsip pemadanan (matching concept), atau prinsip pemadanan (matching principle).

Dengan memadankan pendapatan dengan bebannya, laba rugi bersih untuk periode tersebut akan dilaporkan dengan benar dalam laporan laba rugi.

 

B. Konsep Akuntansi Berbasis Kas (cash basis of accounting)

Meskipun PABU mengharuskan penggunaan akuntansi berbasis akrual, beberapa perusahaan menggunakan konsep akuntansi berbasis kas (cash basis of accounting).

Dalam konsep akuntansi berbasis kas, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode ketika kas diterima atau dikeluarkan.

Sebagai contoh, pendapatan dilaporkan ketika kas diterima dari klien, sementara gaji dilaporkan saat kas dibayarkan kepada karyawan.

Laba bersih atau rugi bersih adalah selisih antara penerimaan kas (pendapatan) dan pembayaran kas (beban).

Perusahaan jasa atau perusahaan dagang berskala kecil dapat menggunakan akuntansi berbasis kas karena mereka memiliki sedikit piutang dan utang.

Sebagai contoh, dokter, pengacara dan rumah makan sering menggunakan basis kas.

Bagi mereka, basis kas akan menghasilkan laporan keuangan yang sama dengan laporan yang disiapkan menggunakan basis akrual.

Namun, bagi kebanyakan perusahaan besar, konsep akuntansi berbasis kas tidak akan menghasilkan laporan keuangan yang akurat untuk memenuhi kebutuhan para pengguna.

 

02. Pengertian Jurnal Penyesuaian

jurnal penyesuaian akuntansi

Apa yang dimaksud dengan jurnal penyesuaian?

Jurnal penyesuaian adalah jurnal akuntansi yang digunakan untuk melakukan proses pemutakhiran akun-akun tertentu sebelum dilakukan proses penyusunan laporan keuangan.

Mengapa perlu pemutakhiran akun atau pos-pos transaksi?

Begini penjelasannya….

Pada akhir periode akuntansi, banyak saldo akun di buku besar yang dapat dilaporkan tanpa perubahan apa pun dalam laporan keuangan.

Sebagai contoh, saldo akun kas dan akun aktiva tetap tanah, biasanya jumlah yang dilaporkan di neraca adalah sama dengan saldo di buku besar.

Namun demikian, dalam prinsip akuntansi berbasis akrual,  beberapa akun dalam buku besar memerlukan pemutakhiran (updating).

A.  Fungsi Jurnal Penyesuaian

Saya sajikan contoh berikut ini untuk menjelaskan fungsi jurnal penyesuaian:

Saldo akun beban habis pakai (supplies) yang meliputi kertas, ballpoint, tinta printer dan sejenisnya, biasanya mencerminkan biaya bahan habis pakai pada awal periode ditambah biaya beban habis pakai yang dibeli selama periode tersebut.

Untuk mencatat penggunaan bahan habis pakai harian akan memerlukan banyak ayat jurnal dengan jumlah yang kecil-kecil.

Selain itu, jumlah nilai bahan habis pakai umumnya relatif lebih kecil dibandingkan aset lainnya.

Sehingga untuk mencatat penggunaan bahan habis pakai dilakukan pada akhir periode akuntansi.

Caranya dengan menghitung jumlah saldo awal dikurangi dengan saldo akhir periode.

Maka ketemulah jumlah bahan habis pakai yang digunakan. Untuk mencatat jumlah penggunaan bahan habis pakai ini digunakan jurnal penyesuaian.

Di mana akun beban bahan habis pakai dicatat di sisi DEBIT, sedangkan lawannya akun bahan habis pakai dicatat di sisi KREDIT.

Jadi, bila tidak dilakukan pemutakhiran akun, maka akan terjadi LEBIH catat atau KURANG catat.

Apa akibat selanjutnya?

Akibatnya laporan keuangan menjadi kurang akurat, karena ada akun-akun yang dicatat tidak pada kondisi riil.

Itulah fungsi jurnal penyesuaian!

Dan melengkapi penjelasan mengenai pengertian Jurnal Penyesuaian, berikut saya sajikan sebuah video singkat…

Sampai di sini jelas ya?
Okay dilanjutkan ya…

 

03. Jenis Jurnal Penyesuaian

fungsi jurnal penyesuaian

Ada berapa jenis jurnal penyesuaian?

Ada 2  jenis jurnal penyesuaian, yaitu:

A. Kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal:

  • Beban dibayar di muka (prepaid expenses) dan
  • Pendapatan diterima di muka (unearned revenue).

Kelompok ini sering disebut sebagai pos tangguhan (deferral).

B. Kelompok yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di belakang:

  • Akruan pendapatan/Piutang pendapatan (accrued revenues) dan
  • Akruan beban/Beban yang masih harus dibayar (accrued expenses).

 

A. Kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal

01. Beban Dibayar Di Muka (prepaid expenses)

Apa yang dimaksud dengan Beban Dibayar Di Muka?

Pengertian Beban dibayar di muka adalah pos yang awalnya dicatat sebagai aset karena karena kasnya telah dibayarkan, padahal jasa atau barangnya belum diterima.

Beban dibayar di muka disebut juga beban yang ditangguhkan (deferred expenses).

Aset ini kemudian berubah menjadi beban dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Proses penyesuaiannya dengan menggunakan jurnal biaya dibayar di muka.

Bahan habis pakai dan asuransi dibayar di muka adalah dua contoh beban dibayar di muka yang memerlukan jurnal penyesuaian asuransi dibayar dimuka pada akhir periode akuntansi.

Contoh lain adalah iklan yang dibayar di muka dan bunga dibayar di muka.

02. Pendapatan diterima di muka (unearned revenue)

Apa yang dimaksud dengan pendapatan diterima di muka?

Pengertian pendapatan diterima di muka adalah pos yang awalnya dicatat sebagai kewajiban.

Karena kasnya telah diterima di muka padahal jasa atau barangnya belum diberikan kepada pelanggan.

Pendapatan diterima di muka disebut juga pendapatan yang ditangguhkan (deferred revenue).

Kewajiban ini kemudian berubah menjadi pendapatan seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha.

 “Beban dibayar di muka dan pendapatan diterima di muka timbul dari transaksi yang melibatkan penerimaan atau pembayaran kas”

Dalam hal ini, pencatatan beban atau pendapatan terkait, ditangguhkan sampai akhir periode atau ke periode mendatang.

Perhatikan penjelasan dalam ilustrasi berikut ini:

contoh jurnal penyesuaian
Cara pencatatan jurnal penyesuaian.

 

B. Kelompok yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di belakang

01. Piutang Pendapatan (Accrued Revenues)

Apa yang dimaksud piutang pendapatan?

Pengertian Piutang Pendapatan adalah pendapatan yang telah dihasilkan, tapi belum dicatat di akun pendapatan.

Piutang Pendapatan disebut juga dengan akruan aset (accrued assets) atau akruan pendapatan.

Contohnya adalah imbalan atas jasa yang telah diberikan seorang pengacara, namun belum ditagihkan ke kliennya pada akhir periode.

Contoh lain meliputi piutang bunga atas pemberian pinjaman kepada pihak lain dan piutang sewa atas bangunan yang disewakan kepada orang lain.

02. Beban Masih Harus Dibayar (Accrued Expenses)

Apa yang dimaksud dengan Beban Masih Harus Dibayar?

Pengertian Beban yang Masih Harus Dibayar adalah beban yang telah terjadi, tapi belum dicatat di akun beban.

Beban  yang masih harus dibayar disebut juga akruan kewajiban (accrued liabilities) atau akruan beban.

Contohnya adalah utang gaji karyawan pada akhir periode. Contoh lain adalah utang bunga atas pinjaman bank dan utang pajak.

Dari pengertian dua akun piutang pendapatan dan beban yang harus dibayar, dapat ditarik sebuah kesimpulan sederhana bahwa piutang pendapatan timbul dari pendapatan yang belum dicatat, tapi telah dihasilkan.

Sedangkan beban yang masih harus dibayar timbul dari beban yang belum dicatat, tapi telah terjadi.

Perhatikan penjelasan dalam ilustrasi berikut ini :

jurnal penyesuaian beban dibayar dimuka
Cara membuat jurnal penyesuaian

 

04. Cara Membuat Jurnal Penyesuaian dan Contoh

tujuan jurnal penyesuaian

Bagaimana cara membuat jurnal penyesuaian?

Cara membuat jurnal penyesuaian adalah dengan menganalisis dan mengidentifikasi jenis transaksi yang terjadi, kemudian lakukan pencatatan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Agar lebih jelas, saya sajikan cara membuat jurnal penyesuaian untuk tiap jenis akun penyesuaian berikut ini:

A. Jurnal Penyesuaian Beban Dibayar diMuka

Berikut ini saya sajikan 2 contoh dan cara membuat jurnal penyesuaian perusahaan jasa untuk akun beban dibayar di muka:

Contoh jurnal penyesuaian #1:

Tanggal 01 Januari 2019:

PT Anak Zaman Now membeli bahan habis pakai (supplies) sebesar Rp 1.350.000.

Atas transaksi ini perusahaan membuat catatan jurnal sebagai berikut:

jurnal penyesuaian untuk persediaan

Tanggal 31 Januari 2019:

PT Anak Zaman Now menghitung sisa bahan habis pakai yang telah digunakan, dan ternyata jumlah sisa bahan habis pakai sebesar Rp 550.000

Berarti jumlah bahan habis pakai yang digunakan sebesar:
= Rp 1.350.000  – Rp 550.000 = Rp 800.000

Untuk meng-update kondisi tanggal 31 Januari 2019, maka dibuat jurnal penyesuaian seperti berikut ini:

jurnal penyesuaian sisa perlengkapan

Untuk lebih memudahkan pemahaman kita terhadap transaksi-transaksi di atas, mari dilihat akun Bahan Habis Pakai di BUKU BESAR:

jurnal penyesuaian perlengkapan

Saldo akun beban bahan habis pakai adalah sebesar bahan habis pakai yang digunakan di bulan Januari 2019, yakni sebesar Rp 800.000.

jurnal penyesuaian inventory

Akun Bahan habis pakai di Buku besar nilainya sama dengan jumlah sisa pemakaian, yaitu sebesar Rp 550.000

Contoh jurnal peyesuaian #2:

Pada contoh jurnal penyesuaian yang kedua ini merupakan kelanjutan dari contoh #1.

Diasumsikan pada tanggal 28 Februari 2019, jumlah sisa bahan habis pakai sebesar Rp 760.000.

Bahan habis pakai yang tersedia selama Februari 2019 (saldo akun) = Rp 2.000.000

Sisa bahan habis pakai pada tanggal 28 Februari 2019 = Rp 760.000

Beban habis pakai yang digunakan (jumlah penyesuaian):
= Rp 2.000.000 – Rp 760.000 = Rp 1.240.000

Kenaikan dalam akun beban dicatat sebagai debit dan penurunan dalam akun aset dicatat sebagai kredit.

Pada akhir bulan Februari 2019 akun Beban Habis Pakai seharusnya di-debit Rp 1.240.000.

Dan akun Bahan Habis Pakai di-kredit Rp 1.240.000 untuk mencatat pemakaian selama bulan Februari.

Ayat jurnal penyesuaian untuk Beban Habis Pakai dan Bahan Habis Pakai adalah sebagai berikut:

Tanggal 28 Februari 2019:

(Debit) Beban Bahan Habis Pakai Rp 1.240.000
(Kredit) Bahan Habis Pakai Rp 1.240.000

Sedangkan akun T untuk Beban Habis Pakai dan Bahan Habis Pakai adalah sebagai berikut:

jurnal penyesuaian sisa perlengkapan

Perhatikan akun T di atas, setelah penyesuaian dicatat dan diposting, akun Bahan Habis Pakai memiliki saldo debit Rp 760.000.

Saldo ini mencerminkan aset akan menjadi beban di masa mendatang.

 

B: Jurnal Penyesuaian Pendapatan diterima dimuka

Perhatikan contoh saldo Akun Sewa diterima di muka PT Berkah Jaya tanggal 28 Februari 2019 berikut ini:

jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Saldo ini mencerminkan penerimaan sewa 3 bulan pada tanggal 1 Februari untuk bulan Februari, Maret, dan April.

Pada akhir bulan Februari, akun Sewa Diterima di Muka seharusnya naik (di-debit) sebesar Rp 120.000dan akun Pendapatan Sewa seharusnya naik (di-kredit) Rp 120.000.

Nilai sebesar Rp 120.000 mencerminkan pendapatan sewa untuk satu bulan, yaitu hasil perhitungan Rp 360.000 dibagi 3.

Ayat jurnal penyesuaian untuk pendapatan sewa adalah sebagai berikut:

(Debit) Sewa Diterima di Muka Rp 120.000
(Kredit) Pendapatan Sewa Rp 120.000

Sedangkan akun T untuk pendapatan sewa adalah sebagai berikut:

jurnal penyesuaian sewa dibayar dimuka

Setelah penyesuaian dicatat dan diposting, akun Sewa Diterima di Muka yang merupakan Utang PT Berkah Jaya akan bersaldo kredit Rp 240.000.

Jumlah ini merupakan pendapatan tangguhan (defferal) yang akan menjadi pendapatan di masa depan.

Akun Pendapatan Sewa memiliki saldo Rp 120.000, yaitu pendapatan untuk periode ini.

Jika jurnal penyesuaian untuk sewa diterima di muka dan pendapatan sewa di atas tidak dicatat.

Laporan keuangan yang disiapkan pada tanggal 28 Februari  akan menjadi salah saji.

Dalam Laporan Laba Rugi, Pendapatan Sewa dan laba bersih akan kurang catat Rp 120.000.

Sedangkan di Neraca, Sewa Diterima di Muka akan lebih catat RP 120.000 dan Modal PT Berkah Jaya akan kurang catat Rp 120.000.

Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

jurnal penyesuaian laba rugi
Proses pencatatan jurnal penyesuaian

 

C: Jurnal Penyesuaian Akruan/Piutang Pendapatan

Selama satu periode akuntansi, sebagian pendapatan dicatat hanya saat kas diterima.

Jadi, pada akhir periode akuntansi , ada pos pendapatan yang telah dihasilkan namun belum dicatat.

Untuk kasus seperti ini, jumlah pendapatan tersebut perlu dicatat dengan men-debit akun Aset dan meng-kredit akun Pendapatan.

Misalnya, diasumsikan PT Berkah Jaya menandatangani perjanjian dengan perusahaan PT Sukses Mulia Jaya pada tanggal 15 Maret 2019.

Dalam perjanjian disebutkan bahwa PT Berkah Jaya akan menyediakan jasa konsultasi penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur & Accounting Tool.

Sekaligus memberikan transfer knowledge untuk para karyawan PT Sukses Mulia Jaya.

Jasa yang disediakan akan ditagihkan tanggal 15 setiap bulan dengan biaya Rp 20.000 per jam.

Per 31 Maret 2019, PT Berkah Jaya telah memberikan 25 jam jasa konsultasi dan pendampingan pada PT Sukses Mulia Jaya.

Meskipun pendapatan Rp 500.000 (25 jam x Rp 20.000) akan difakturkan dan dibayarkan di April 2019, PT Berkah Jaya telah mengakui pendapatan di bulan Maret 2019.

Ayat jurnal  penyesuaian untuk mencatat klaim terhadap pelanggan (piutang usaha) dan pendapatan honor di bulan Maret 2019 adalah sebagai berikut:

(Debit) Piutang Usaha  Rp 500.000
(Kredit) Pendapatan Kotor  Rp 500.000

Sedangkan akun T untuk mencatat klaim terhadap pelanggan (piutang usaha) dan pendapatan honor di bulan Maret 2019 adalah sebagai berikut:

jurnal penyesuaian perusahaan jasa
Proses membuat jurnal penyesuaian

Jika penyesuaian atas piutang usaha (Rp 500.000) tidak dicatat, pendapatan Fee Konsultasi dan laba Bersih akan kurang catat sebesar Rp 500.000 dalam Laporan laba Rugi.

Sementara di Neraca, Piutang Usaha dan Modal akan kurang catat  sebesar Rp 500.000.

Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

jurnal penyesuaian ikhtisar laba rugi
Prases pencatatan jurnal penyesuaian

 

D: Jurnal Penyesuaian Akruan Beban/Beban yang masih harus dibayar

Beberapa jenis jasa, seperti asuransi, biasanya dibayar sebelum digunakan.

Pembayaran di muka ini merupakan beban yang dtangguhkan (defferal). Jenis jasa lainnya dibayarsetelah digunakan.

Contoh studi kasus akruan beban lengkap dengan langkah-langkah solusinya sudah saya bahas di artikel Jurnal pembalik termasuk penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan jurnal pembalik? lengkap tersaji di artikel tersebut.

Berikut ini contoh jurnal penyesuaian beban gaji:

(Debit) Beban Gaji = Rp 250.000
(Kredit) Utang Gaji = Rp 250.000

Dan akun T untuk mencatat transaksi tanggal 31 Oktober 2018 adalah:

jurnal penyesuaian gaji
Penjelasan proses pencatatan akun T

Bagaimana akibatnya bila penyesuaian untuk gaji (Rp 250.000) tersebut tidak dibuat?

Dalam Laporan Laba Rugi, Beban Gaji akan kurang catat sebesar Rp 250.000, dan laba bersih akan lebih catat sebesar Rp 250.000.

Di Neraca, Utang Gaji akan kurang catat sebesar Rp 250.000 dan modal akan lebih catat.

Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

jurnal penyesuaian dan contohnya
Pengaruh jurnal umum di laporan keuangan

 

E: Jurnal Penyesuaian Penyusutan Peralatan

Pengertian Aset Tetap (fixed assets atau plan assets) adalah sumber daya fisik yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dan bersifat permanen dan memiliki masa kegunaan yang panjang.

Sebenarnya, aset tetap merupakan jenis beban dibayar di muka jangka panjang.

Karena sifat dan masa manfaatnya yang panjang, aset ini dibahas terpisah dari beban dibayar di muka lainnya, seperti bahan habis pakai dan asuransi dibayar di muka.

Contoh aset tetap adalah peralatan kantor seperti meja, kursi dan komputer yang digunakan sama dengan bahan habis pakai, yaitu untuk menghasilkan pendapatan.

Namun tidak seperti bahan habis pakai, kita tidak dapat melihat secara kasat mata terjadinya penurunan perlatan dalam hal kuantitas/fisik.

Seiring berjalannya waktu, peralatan akan kehilangan kemampuannya untuk memberikan manfaat bagi penggunanya.

Penurunan manfaat ini disebut penyusutan atau depresiasi (depreciation).

Semua aset tetap, kecuali TANAH akan kehilangan manfaatnya. Penurunan manfaat aset yang dipakai untuk menghasilkan pendapatan dicatat sebagai beban.

Meskipun demikian, penurunan dalam aset tetap sulit diukur. Karena alasan ini, sebagian dari biaya aset tetap dicatat sebagai beban setiap tahun sepanjang masa manfaatnya.

Beban periodik ini disebut beban penyusutan (depreciation expense)

Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan sama dengan ayat jurnal penyesuaian untuk penggunaan bahan habis pakai.

dikredit karena harga perolehan aset tetap berikut akumulasi jumlah penyusutan yang telah dicatat sejak pembeliannya biasanya dilaporkan di neraca.

Akun yang dikreditkan adalah akumulasi penyusutan (accumulated depreciation).

Akun akumulasi penyusutan disebut akun kontra (contra accounts) atau akun kontra aset (contra asset accounts), karena akun tersebut dikurangkan dari akun aset pasangannya di neraca.

Saldo normal akun kontra adalah kebalikan dari akun yang dikuranginya. Jadi saldo normal Akumulasi Penyusutan adalah kredit.

Sebutan yang biasa digunakan untuk aset tetap dan akun Aset Kontra Terkait, berikut ini beberapa contohnya:

  • (Aset Tetap) Tanah  –  (Aset Kontra) Tidak ada – tanah tidak disusutkan
  • (Aset Tetap) Gedung – (Aset Kontra) Akumulasi Penyusutan – Gedung
  • (Aset Tetap) Peralatan Kantor – (Aset Kontra) Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor

Contoh soal jurnal penyesuaian 01:

Dalam contoh ini yang dijurnal adalah Peralatan Kantor. Estimasi besarnya penyusutan untuk bulan Maret 2019 diasumsikan Rp 50.000.

Dan saldo awal akun Peralatan Kantor adalah Rp 1.800.000

Maka:

Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan aktiva adalah sebagai berikut:

(Debit) Beban Penyusutan = Rp 50.000
(Kredit) Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor = Rp. 50.000

Sedangkan akun T untuk mencatat penyusutan aktiva adalah sebagai berikut:

jurnal penyesuaian penyusutan peralatan
Proses jurnal penyesuaian penyusutan peralatan

Kenaikan Rp 50.000 dalam akun akumulasi penyusutan dikurangi dari biaya Rp 1.800.000 yang dicatat ada akun aset tetap terkait.

Selisih antara dua saldo adalah biaya Rp 1.750.000 yang belum disusutkan.

Jumlah sebesar Rp 1.750.000 disebut nilai buku aset (book value of the asset) atau nilai buku bersih (net book value) yang disajikan di Neraca dengan urutan sebagai berikut:

= Peralatan Kantor – Dikurangi akumulasi penyusutan
= Rp 1.800.000 – Rp 50.000
= Rp 1.750.000

Perlu dicatat bahwa nilai pasar suatu aset tetap biasanya berbeda dengan nilai bukunya. Karena penyusutan merupakan metode alokasi, bukan metode PENILAIAN.

Maksudnya adalah penyusutan mengalokasikan biaya aset tetap yang dibebankan selama estimasi masa manfaat.

Penyusutan tidak berusaha untuk mengukur perubahan nilai pasar yang dapat berupa signifikan dari tahun ke tahun.

Jika penyusutan sebelumnya atas penyusutan Rp 50.000 tidak dicatat,

Beban Penyusutan dalam laporan laba rugi akan kurang catat Rp 50.000, dan Laba Bersih akan lebih catat Rp 50.000.

Sementara itu di Neraca, nilai buku peralatan kantor dan modal, akan lebih catat Rp 50.000.

Yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah seperti berikut ini:
jurnal penyesuaian perlengkapan
Pengaruh jurnal penyesuaian di laporan keuangan

Contoh soal jurnal penyesuaian #2:

Estimasi penyusutan atas peralatan kantor untuk tahun berjalan adalah Rp 18.000.000. Buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat beban penyusutan.

Jawaban soal jurnal penyesuaian:

(Debit) Beban Penyusutan = Rp 18.000.000
(Kredit) Akumulasi Penyusutan – Peralatan kantor = Rp 18.000.000

Contoh soal jurnal penyesuaian #3:

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2018, PT Sukses Mulia Jaya tidak memasukkan ayat jurnal penyesuaian untuk:

  • Pendapatan diterima di muka Rp 10.000.000 yang telah dihasilkan.
  • Pendapatan diterima yang belum ditagih Rp 12.500.000
  • Akruan gaji Rp 5.000.000.

Tunjukkan pengaruh seluruh kesalahan pada:

  • a. Pendapatan
  • b. Beban
  • c. Laba Bersih untuk Tahun 2018

Jawaban soal jurnal penyesuaian:

Pendapatan kurang catat sebesar:
= Rp 10.000.000 + Rp 12.500.000 = Rp 22.500.000

Beban kurang catat sebesar Rp 5.000.000

Laba Bersih kurang catat sebesar:
= (Rp 10.000.000 + Rp 12.500.000) – Rp 5.000.000
= Rp 17.500.000

Bagaimana? Mudah ya?

dilanjutkan ya…

 

05. Cara Membuat Jurnal Penyesuaian dari Neraca Saldo

jurnal penyesuaian perusahaan manufaktur

Bagaimana cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo?

Cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo adalah proses membuat jurnal penyesuaian setelah membuat neraca saldo.

Apa tahap-tahap untuk membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo?

Ada 3 tahap untuk membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo, yaitu:

  • Tahap #1: Membuat Neraca saldo
  • Tahap #2: Membuat jurnal penyesuaian
  • Tahap #3: Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

 

A. Tahap 01: Membuat Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian

Apa yang dimaksud dengan neraca saldo?

Neraca saldo adalah daftar saldo ekun-akun yang dibuat setelah proses pembuatan buku besar.

Perhatikan contoh neraca saldo perusahaan jasa berikut ini:

cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo
Neraca saldo belum disesuaikan

Cara membuat neraca saldo adalah dengan memindahkan saldo-saldo akun dari buku besar ke form neraca saldo.

Sebenarnya apa fungsi neraca saldo?

Fungsi neraca saldo adalah untuk memeriksa proses pencatatan debit dan kredit, apakah sudah benar atau belum?

Jadi, angka-angka pada contoh neraca saldo di atas diperoleh dari saldo akun buku besar:

  • kas,
  • piutang,
  • piutang sewa,
  • perlengkapan,
  • tanah,
  • hutang,
  • utang gaji,
  • modal,
  • prive,
  • pendapatan jasa,
  • beban gaji,
  • beban sewa,
  • beban lain-lain, dan
  • beban perlengkapan.

Perhatikan jumlah saldo di debit dan kredit, yaitu sebesar Rp 59.200.00. Sudah sama kan?

 

B. Tahap 02: Langkah Membuat Jurnal Penyesuaian

Setelah membuat neraca saldo, selanjutnya kita melakukan proses penyesuaian terhadap akun-akun tertentu dengan cara membuat jurnal penyesuaian.

Untuk membantu memahami cara membuat jurnal penyesuaian, saya sajikan contoh berikut ini:

Misalnya ada 4 akun yang memerlukan penyesuaian, yaitu:

  • Pendapatan
  • Perlengkapan
  • Beban sewa
  • Beban gaji

Data rinci akun-akun yang memerlukan penyesuaian adalah sebagai berikut:

  1. Pendapatan jasa yang belum diterima sebesar Rp 500.000
  2. Perlengkapan yang tersisa Rp 200.000
  3. Sewa tempat setiap bulannya Rp 100.000 dan dibayar selama 2 tahun
  4. Beban gaji yang belum dibayar Rp 3.000.000

Selanjutnya, kita melakukan proses penyesuaian dengan membuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut:

1. Akun Piutang dan Pendapatan Jasa

jurnal penyesuaian perusahaan jasa

2. Akun Beban Perlengkapan dan Perlengkapan

jurnal penyesuaian sisa perlengkapan

Khusus untuk akun perlengkapan ini ada penjelasan lebih lanjut. Sebelum membuat jurnal penyesuaian dilihat dulu saldo akun perlengkapan di neraca saldo.

Pada neraca saldo, akun perlengkapan memiliki saldo sebesar Rp 800.000, sedangkan di akhir periode jumlah perlengkapan yang tersisa sebesar Rp 200.000, berarti jumlah perlengkapan yang terpakai sebesar:

= Rp 800.000 – Rp. 200.000 = Rp 600.000

Sehingga bentuk jurnalnya adalah seperti di atas.

3. Akun Beban Sewa dan Piutang Sewa:

contoh jurnal penyesuaian perusahaan jasa

4. Akun Beban Gaji dan Gaji Terutang

contoh soal neraca saldo dan jurnal penyesuaian perusahaan jasa

Lengkap sudah empat jurnal penyesuaian untuk contoh ini.

 

C. Tahap 03: Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Setelah melakukan proses penyesuaian, selanjutnya membuat neraca saldo setelah penyesuaian yang data-datanya akan digunakan untuk menyusun Laporan keuangan yang lengkap, yaitu:

  • Laporan Laba Rugi,
  • Neraca,
  • Laporan Perubahan Modal,
  • Laporan Arus Kas, dan
  • Catatan Atas Laporan Keuangan

Dan berikut ini format lengkap neraca lajur 8 kolom yang merupakan ringkasan dari tahap #1 dan #2::

sewa dibayar dimuka dalam neraca
Neraca saldo setelah penyesuaian

Neraca lajur 8 kolom di atas terdiri dari:

  • Nomor akun
  • Nama akun
  • Neraca saldo belum disesuaikan
  • jurnal penyesuaian, dan
  • neraca saldo setelah penyesuaian.

 

06. Contoh Jurnal Penyesuaian di Perusahaan

contoh jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Bagaimana penerapan materi jurnal penyesuaian di perusahaan?

Berikut ini saya sajikan penggunaan jurnal penyesuaian di Microsoft.

Microsoft mengembangkan, menghasilkan, mengeluarkan lisensi, dan mendukung sejumlah besar produk piranti lunak untuk komputer, termasuk Windows OS dan MS Office.

Ketika Microsoft menjual produk-produknya, mereka juga melakukan support terhadap produk piranti lunaknya dengan dukungan teknis dan memberikan informasi tentang update software secara periodik.

Hasilnya, tidak semua pendapatan diterima saat tanggal penjualan, sebagian pendapatan saat tanggal penjualan merupakan pendapatan diterima di muka.

Bagian pendapatan yang terkait dengan jasa support, seperti informasi update dan dukungan teknis, diterima dengan berlalunya waktu, yaitu saat jasa telah diberikan pada customer.

Jadi setiap tahun Microsoft membuat ayat jurnal penyesuaian untuk mengubah sebagian pendapatan yang diterima di muka menjadi pendapatan.

So, jika anda ingin bekerja di perusahaan kelas dunia pun harus menguasai materi jurnal penyesuaian 🙂

Itulah pentingnya memahami materi jurnal penyesuaian.

 

07. Bonus: Download Materi Jurnal Penyesuaian PDF

KHUSUS untuk anda  yang tidak sempat membaca artikel ini secara online di sini. tidak usah angan khawatir karena saya akan memberikan semua materi jurnal penyesuaian PDF, yang isinya antara lain:

  • Pengertian jurnal Penyesuaian
  • Jenis akun yang perlu disesuaikan dengan jurnal penyesuaian
  • Contoh dan cara membuat jurnal penyesuaian.
  • Cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo
  • Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa dan jawabannya

Semua materi tersebut dapat di-unduh serta dibaca di mana saja saat Anda senggang.

Dan berikut ini link download-nya: Jurnal Penyesuaian PDF – Super Lengkap

 

08. Kesimpulan

Sebagai ringkasan pembahasan materi jurnal penyesuaian dan pengaruhnya terhadap Laporan Keuangan, saya sajikan dalam bentuk tabel berikut:

fungsi jurnal penyesuaian
Ringkasan materi dan contoh jurnal penyesuaian

Keterangan:

Ayat jurnal penyesuaian diberi tanggal per hari terakhir periode tersebut.

Namun, karena diperlukan beberapa waktu untuk mengumpulkan informasi mengenai penyesuaian, maka ayat jurnal penyesuaian biasanya dicatat pada tanggal setelah hari terakhir periode akuntansi.

Setiap ayat jurnal penyesuaian didukung oleh penjelasan

Dan di akhir pembahasan materi ini, saya ingin memberikan tips jitu yang terbukti ampuh untuk memastikan pencatatan jurnal penyesuaian adalah:

Salah satu cara bagi akuntan untuk memastikan apakah semua penyesuaian telah dibuat adalah dengan membandingkan penyesuaian periode berjalan dengan penyesuaian periode sebelumnya

Demikian yang dapat saya sampaikan.

Semoga bermanfaat dan selamat meng-aplikasikan dalam pekerjaan dan bisnis Anda. Sukses!

***

Sumber referensi:

#1: Principles of Accounting – Indonesia Adaption Buku 1 & 2; James M.Reeve, Carl S. Warren, Jonathan E. Duchac, Ersa Tri Wahyuni, Gatot Supriyanto, Amir Abadi Yusuf, Chaerul D. Djakman; Cengage Learning, Penerbit Salemba Empat

#2: Intermediate Accounting; DR Zaki Baridwan, M.Sc. Akuntan (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Jogja; BPFE Yogyakarta

Sumber feature image:
Pixabay dan dokumen pribadi

manajemen keuangan dan SOP