Jurnal Umum Perusahaan Dagang Perpetual
Bagi perusahaan yang menerapkan sistem pencatatan perpetual tentunya berbeda dengan yang mengaplikasikan metode periodik. Perusahaan yang menganut sistem perpetual, maka jurnal umum yang dibuat pun kudu mengikuti kaidahnya. Perhatikan contoh berikut ini:
A: Metode Perpetual
PT Bening Food Distribution, merupakan trading company yang membeli dan menjual barang dalam partai besarl aneka makanan premium untuk kesehatan dan kebutuhan pokok sehari-hari.
Pada tanggal 02 Januari 2022, perusahaan membeli barang dagangan senilai Rp 6.500.000 yang akan dibayar 30 hari kemudian. Tanggal 10 Januari 2023, PT Bening Food Distribution menjual barang senilai Rp 1.000.000
Transaksi pembelian ini dicatat oleh perusahaan ke jurnal umum seperti berikut:
Ada tiga jurnal akuntansi yang dibuat oleh perusahaan yaitu sbb:
1: Pencatatan jurnal tanggal 2 Januari 2023
(Debet) Persediaan Barang Dagangan … Rp 6.500.000
(Kredit) Utang Dagang …. Rp 6.500.000
2: Jurnal tanggal 10 Januari 2023
(Debet) Cash … Rp 1.000.000
(Kedit) Penjualan …. Rp 1.000.000
(Debet) Harga Pokok Penjualan (HPP) … Rp 1.000.000
(Kredit) Persediaan Barang Dagangan …. Rp 1.000.000
Transaksi penjualan yang dilakukan oleh perusahaan mengurangi jumlah persediaan barang dagangan, namun di sisi lain menambah jumlah harga pokok penjualan sehingga dicatat ke Debet.
3: Pencatatan jurnal tanggal 1 Februari 2023
(Debet) Utang Dagang …. Rp 6.500.000
(Kredit) Kas …. Rp 6.500.000
Setelah dibuatkan jurnal pengeluaran kas, maka akun utang dagang nilainya 0 alias perusahaan sudah tidak memiliki utang.

B: Metode Periodikal
Setelah kita mengetahui bagaimana cara membuat jurnal umum perusahaan dagang metode perpetual, selanjutnya saya sajikan prosedur pencatatan metode periodikal, sehingga kita akan bisa membandingkan kedua metode tersebut. Langsung saja perhatikan contoh sebagai berikut:
PT Fahima Goods Retailer merupakan firma dagang yang memasarkan produk-produk keperluan rumah tangga dengan harga miring.
Tanggal 31 Desember 2021 perusahaan menjual secara borongan barang-barang dagangannya kepada Toko Eko Wijoyo Putro senilai Rp 5.900.500 dengan diskon sebesar 10%. PT Fahima Goods Retailer menerapkan sistem pencatatan periodikal.
Bagaimana cara mencatat transaksi penjualan tersebut?
Pembahasan:
1: Menghitung nilai diskon penjualan
= Nilai transaksi penjualan x persentase diskon
= Rp 5.900.500 x 10% = Rp 590.050
2: Membuat jurnal umum penerimaan kas
(Debet) Kas …. Rp 5.310.450
(Debet) Diskon … Rp 590.050
(Kredit) Penjualan …. Rp 5.900.500
Bagaimana? Jadi sudah paham ya perbedaan antara jurnal umum metode perpetual dengan periodikal.
Contoh Laporan Laba Rugi Excel Perusahaan Dagang
Langsung saja mari simak contoh laporan laba rugi atau income statement perusahaan dagang excel berikut ini:

Perhatikan jenis-jenis laba dari laporan laba rugi di atas, ada beberapa jenis laba trading company, antara lain:
1: Laba kotor (gross profit)
Cara menghitung laba kotor adalah pendapatan bersih dikurangi dengan beban pokok bersih.
2: Laba operasional
Jenis laba perusahaan dagang ini dihitung dari laba kotor dikurangi dengan beban operasional, seperti gaji karyawan, dan beban operasional lainnya.
3: Laba rugi sebelum pajak (PPh Badan)
Untuk menghitung jenis laba atau rugi sebelum pajak adalah dengan mengurangkan laba operasional dengan pendapatan dan biaya lain-lain.
4: Laba Rugi Bersih setelah pajak (PPh Badan)
Merupakan jenis laba usaha yang diperoleh dari laba rugi sebelum pajak dikurangi dengan pajak (PPh Badan).